Amanda memutuskan liburan bersama Arka ke pulau Bali. Wanita itu memesan sebuah private villa yang tak jauh dari salah satu pantai yang cukup terkenal disana.
Mereka memilih keberangkatan malam hari, dan ketika sampai disana waktu pun telah larut. Keduanya sama-sama tertidur usai menikmati makan malam.
Pagi harinya, Arka tak menemukan Amanda disisi kanan tempat tidur. Ia baru saja hendak memejamkan matanya kembali, ketika Amanda keluar dari kamar mandi dan membuatnya terbelalak.
"Mau kemana kamu?" tanya Arka seraya memperhatikan Amanda. Wanita itu hanya mengenakan pakaian renang yang sangat minim.
"Mau berenang lah, masa mau mendaki gunung pake beginian." jawab Amanda.
"Tunggu!"
"Kamu mau berenang juga?" tanya Amanda.
"Tunggu disitu!"
Arka bangun lalu masuk ke kamar mandi, ia mencuci muka dan kemudian menggosok gigi.
"Arka, buruan!. Lagian ngapain sih minta ditungguin segala. Orang buka pintu, jalan dikit, langsung kolam renang koq. Ribet deh kamu."
Arka muncul dan langsung memeluk Amanda dari belakang. Jari tangannya mulai bergerilya, di bagian paling sensitif tubuh istrinya itu.
"Arka ini masih pagi." Amanda berbalik menghadap Arka.
Arka menutup pintu yang tadi sudah dibuka setengah oleh Amanda. Pemuda itu mendorong tubuh istrinya tersebut ke dinding, lalu menutup mulutnya dengan tangan.
Agar petugas resort yang tengah menyiapkan floating breakfast di kolam renang, tak mendengar suara Amanda. Detik berikutnya, hal tersebut lah yang terjadi.
"Hmmph."
"Hmmph."
"Hmmph."
Teriakan Amanda terhalang tangan Arka. Pagi itu suaminya melakukan tugas dengan tenaga ekstra, karena ia cukup tidur semalaman.
Arka membalikkan tubuh Amanda dan menghantamnya dari belakang. Tangannya masih menutup mulut wanita itu agar tak berteriak.
"Hmmph."
"Hmmph."
"Hmmph."
"Setelah beberapa menit dalam penyatuan,
"Aaaaakh." Teriakan panjang keduanya pun terlepas.
Arka melepaskan tangannya lalu memeluk Amanda. Wanita itu kini bisa bernafas melalui mulutnya.
"Kamu tuh, aku mau berenang tau nggak. Capek kan jadinya." gerutu Amanda sambil masih dipeluk oleh tubuh sixpack Arka, yang dipenuhi keringat.
"Capek tapi enak kan?" bisik Arka di telinga wanita itu. Amanda pun mencubit lengan Arka hingga ia kesakitan.
"Sakit tau." ujar Arka seraya tertawa.
"Ya udah sana berenang." lanjutnya lagi.
"Ntar dulu, bersihin dulu."
Amanda melepaskan pelukan Arka dan menuju kamar mandi.
"Langsung aja berenang." ujar Arka.
"Nggak mau, ntar air kolam renangnya kotor."
"Ntar juga aku kotorin lagi."
"Awas aja kamu ya. Hari ini cukup, aku mau berenang."
Arka hanya tertawa mendengar ocehan istrinya itu. Beberapa saat kemudian mereka sudah terlihat berada di kolam renang, sambil menikmati floating breakfast yang telah disediakan.
"Koq orange juice sih?" tanya Amanda sambil menatap minuman yang tersedia di keranjang.
"Kan aku tadi mintanya wine." lanjutnya kemudian.
"Alkohol lagi, mau hamil apa nggak?" tanya Arka pada Amanda.
Seketika Amanda pun teringat pada janjinya. Bahwa di liburan kali ini, ia bertekad untuk menjadi lebih sehat. Agar ia mendapatkan kehamilan.
"Hehehe." Amanda nyengir.
"Hahehahe. Baru kemaren janji, udah lupa aja."
"Kamu marah mulu, kayak emak-emak tau nggak." gerutu Amanda pada Arka. Sementara Arka hanya melirik dan terus memperhatikannya.
Amanda kemudian berenang kesana kemari, Arka hanya fokus memperhatikan wanita itu. Sampai detik ini ia masih tak percaya bahwa ia telah memiliki seorang istri, di usianya yang bahkan masih sangat muda sekali.
***
"Lo kenapa sih, Reen." tanya Chanti pada Maureen yang tengah termenung di kantin kampus.
"Nggak apa-apa." ujar Maureen kemudian.
"Gue liat insta story nya Arka, dia lagi di Bali ya?" tanya Widya.
"Dia pasti pergi sama Amanda." ujar Maureen dengan nada yang pelan namun menyimpan kekesalan.
"Amanda yang lo ceritain waktu itu?" tanya Chanti lagi.
"Iya, Arka mana punya duit kali buat liburan sana-sini. Gue tau banget penghasilan dia dari syuting abis buat kuliah, buat nyokapnya, buat bokapnya yang lagi sakit. Dari SMP gue sama dia, tau banget gue soalnya keuangannya. Eh tau-tau dia pake mobil mewah, liburan, dan lain-lain. Dari mana coba kalau bukan dari si Amanda itu."
"Emangnya si Amanda itu orang kaya?" tanya Widya.
"Kayaknya sih, iya. Soalnya waktu dia dateng nyamperin Arka, mereka dijemput pake mobil mewah. Orang miskin mana yang punya mobil sebagus itu."
"Jadi menurut lo, sekarang ini Arka lagi terlibat sama hubungan atas dasar manfaat?" tanya Widya lagi.
"Maybe, lo tau Arka kan?. Berapa kali dia gue putusin, ujungnya balik lagi ke gue. Selama ini juga dia nggak pernah punya hubungan sama siapa-siapa. Nah gue kaget, koq bisa dia punya hubungan sama cewek lain selain gue. Apa coba namanya kalau bukan karena manfaat. Kalau masalah hati mah, dia pasti masih cinta sama gue."
Maureen berujar dengan penuh percaya diri.
"Tapi bisa aja Arka beneran suka sama itu cewek, bukan azas manfaat." celetuk Widya.
Namun kemudian Chanti melotot ke arah gadis itu. Ia memberi kode agar Widya tak berbicara sembarangan, takutnya Maureen nanti akan tersinggung.
"Itu dia yang gue takutkan. Kemaren begitu si Amanda itu dateng, Arka langsung nyamperin dan nggak menggubris gue lagi sama sekali. Padahal sebelumnya kita lagi pelukan, Arka meluk gue erat banget kayak kangen."
Chanti dan Widya saling pandang.
"Kita masuk duluan ya, Reen. Ada kelas pak Dibyo si killer." Chanti berujar seraya melirik Arloji.
"Ntar balik bareng, yak." ujar Maureen.
"Iya." jawab Chanti. Ia dan Widya pun meninggalkan Maureen.
"Si Maureen ngomongin Arka, dia sendiri kemaren ninggalin Arka demi Robert." ujar Widya pada Chanti, ketika mereka telah jauh.
"Lo kayak nggak tau Maureen aja, sok kecakepan gitu. Gue sih masih mau temenan, ya karena manfaatin otaknya dia. Selagi gue belum lulus, gue masih akan temenan sama dia. Dipikir gue nggak sakit hati apa soal Robert. Lo tau kan kalau gue udah ngincer Robert dari lama."
"Maureen juga tau kalau lo demen sama Robert, tapi dasar dianya aja." ujar Widya lagi. Keduanya pun lalu menghilang dibalik koridor.
***
"Ti, Rianti." Ibu Arka memanggil keponakannya.
"Iya, bu."
"Ini mas mu lagi dimana?" tanya ibu Arka pada Rianti, sambil memperlihatkan insta story di instagram milik Arka. Rianti pun memperhatikan.
"Wah, ini sih di Bali bu." ujar Rianti kemudian.
"Oh, mas mu lagi di Bali?"
"Iya, syuting kayaknya. Ini kan sewa tempatnya lumayan mahal." jawab Rianti.
"Oh ya?"
"Iya, bu. Nggak mungkin kalau nggak keperluan syuting. Mas Arka mana mau ngeluarin uang sebanyak itu, buat sewa villa untuk liburan sendiri. Mending uangnya buat ibu."
Ibu Arka kembali melihat insta story anaknya seraya tersenyum. Sementara di Bali, hari sudah menjelang sore. Arka mengajak istrinya untuk berjalan-jalan di lepas pantai.
"Masa pake ini doang?" protes Arka pada Amanda, yang hanya mengenakan pakaian renang saja.
"Ya emang kenapa?. Orang ini lepas pantai bukan mau mendaki gunung. Kalau mau naik gunung tuh, baru salah kostum."
"Iya, Man. Tapi itu terlalu kebuka kalau buat dibawa jalan keluar resort. Tau sendiri di pantai banyak orang."
"Bule-bule aja pada biasa aja koq."
"Ya kamu kan bukan bule." ujar Arka.
"Tapi ini kan pantai."
"Aku nggak nyuruh kamu pake baju astronot loh ya. Tutup aja sedikit, jangan kebuka banget gitu."
Arka lalu mengambil sebuah kain dan melilitkan serta mengikatnya pada pinggang istrinya itu.
"Tuh, gini juga tetep sexy, tapi nggak terlalu kebuka banget."
"Kamu mah banyak aturan." Amanda merajuk layaknya anak SMP yang baru pacaran.
"Nggak nurut sama suami itu dosa loh."
Arka tersenyum, Amanda masih enggan melebarkan bibirnya.
"Ya udah, kalau ngambek gini. Ntar malem nggak aku kasih, biar lama lagi hamilnya." ancam Arka.
Amanda lalu berjalan kesal mendahului sang suami. Sejenak Arka pun tertawa, ia kemudian menyusul dan menggandeng lengan wanita itu.
Mereka lalu berjalan di sekitar pantai, berbincang banyak hal. Saling bercanda dan berkejar-kejaran, hingga keduanya terjatuh lalu diterpa ombak. Mereka tertawa-tawa dan terlihat sangat akrab, seperti telah mengenal satu sama lain sejak lama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
MASAK AURAT LO MAU DITUNJUKIN KE PRIA2 DILUAR SANA..
2024-08-21
0
Lela Lela
Harus nurut sm suami
2023-06-10
2
epifania rendo
suka arka sma amanda
2023-02-22
0