Cahaya semburat menjelang senja hampir tak kelihatan di ufuk barat. Warna keemasan yang samar bersembunyi di balik langit yang menggelap. Cuaca seolah menceritakan, malam musim dingin masih belum berakhir.
Musim Dingin di Kota Yubei memang tidak sedingin di Youwu bahkan tanpa terasa musim dingin sudah hampir di penghujungnya. Musim semi sebentar lagi tiba.
Di depan Wisma Xingwu yang dihujani warna oranye itu, Xiao Yi berdiri dengan gelisah yang kentara di raut wajahnya, ditemani pelayan setianya, Chu Cu. Dia berpakaian indah dari bahan sutera warna kuning gading. Pelayannya, Chu Cu memegang mantel berwarna putih tulang dengan lingkaran bulu di bagian lehernya. Dua orang pengawal nampak berdiri tak bergeming di depan gerbang Wisma.
Xiao Yi mengangkat wajahnya tinggi-tinggi, berusaha mencari, benarkah ini malam purnama yang dikatakan Yang Mulia? Dia bahkan tidak yakin, malam ini akan ada purnama. Atau yang mulia hanya mengada-ngada.
Dada Xiao Yi bergemuruh, mencemaskan apa yang akan terjadi padanya malam ini. Sekarang, dia tak punya alasan untuk menolak lagi. yang Mulia Pasti akan memberikan hukuman padanya, jika dia mencoba macam-macam untuk berkelit.
Kasim chen tiba dengan beberapa orang pengawal dan sebuah tandu dari kayu berukir warna coklat mengkilat. Ditutup dengan tirai berwarna ungu.
Setelah memberi salam kepada Xiao Yi, kasim Chen mempersilahkannya masuk kedalam tandu.
"kami di utus oleh Yang Mulia untuk menjemput Nyonya Selir Yi, " Kata kasim Chen.
"Bukankah ini masih terlalu sore untuk berangkat?" tanya Xiao Yi. Gaunnya yang berwarna kuning gading dengan motif bunga rumput kecil-kecil itu tampak serasi.
"Yang Mulia meminta Nyonya Selir untuk datang lebih awal" jawab Kasim Chen sambil mundur dua langkah memberi ruang untuk Selir Yi untuk masuk ke dalam tandu.
"Chu Cu, ayo kita berangkat..."Xiao Yi membalikkan badannya memberi isyarat pelayannya itu untuk mengikutinya.
"Ampuni hamba, Nyonya...Yang Mulia tidak memperkenankan nyonya untuk membawa pelayan" Kasim Chen menunduk lebih dalam dengan permohonan yang menyerupai perintah.
"Bagaimana mungkin saya tidak boleh membawa pelayan pribadiku? Selama ini Chu Cu tidak pernah jauh dariku" Xiao Yi memutar tubuhnya, dengan mata yang melotot keheranan kepada kasim Chen.
"Ampuni hamba, Nyonya...Yang Mulia berpesan, hanya nyonya saja yang berangkat, pelayan nyonya boleh tinggal"
"Tapi..."
"Ampuni hamba nyonya, saya hanya menjalankan titah Yang Mulia"
Sejenak Xiao Yi terpaku, matanya bergantian menatap kasim Chen dengan Chu Cu yang berdiri dengan wajah tertunduk takut.
"Baiklah aku akan berangkat sendirian! Chu Cu tinggallah sebentar, sebelum tengah malam, aku akan kembali" Xiao Yi berucap dengan muka masam.
Chu Cu dengan patuh mendekat dan memasangkan mantel putih di tangannya ke badan majikannya, sebelum kemudian surut mundur ke belakang, wajahnya menunduk sambil mencuri pandang kepada kasim Chen.
Xiao Yi segera masuk ke dalam tandu dengan suasana hati yang muram.
Setidaknya selama ini, ada Xiao Yi yang ada di sisinya saat dia melewati banyak hal dalam hidupnya, pelayan itu akan selalu setia di dekatnya.
Tapi sekarang, Yang Mulia entah telah merencanakan apa sehingga dia sengaja di pisahkan dari pelayannya itu.
Xiao Yi heran, meskipun Chu Cu ikut sekalipun, pelayan itu tidak akan mengganggu mereka, dia akan berada di luar ruangan jika tidak di ijinkan untuk masuk.
Lantas, masalah apa yang membuat kehadiran Chu Cu seolah sangat mengusik Yang Mulia?
Gelap belum lagi turun penuh, rombongan kecil itu telah sampai di depan istana Rongyu.
Xiao Yi turun perlahan, layaknya seorang puteri yang akan menerima hukuman mati.
Sesaat gadis cantik ini berdiri mematung menatap Istana Rongyu yang berdiri megah di depannya, ukiran-ukiran yang rumit di temboknya dan pilar-pilar kokoh yang menyangga istana itu seperti bayangan hantu dimatanya.
Ketakutan semakin merasukinya, inilah malam yang akan mengubah hidupnya.
Di benaknya seolah tergambar jelas apa yang akan dialaminya. Yang Mulia akan menerjangnya dengan seringai kemenangan, melucuti kain yang ada pada tubuhnya dengan kasar dan...dan...
Xiao Yi memejamkan matanya kuat-kuat,
"Nyonya..." Suara Kasim Chen terdengar serupa teguran, pelan tapi seperti bunyi guntur di telinga Xiao Yi.
Seorang pengawal di pintu mengumumkan kedatangan Xiao Yi.
Di saat berikutnya pintu di buka dan kasim Chen membuka tangannya, mempersilahkan Xiao Yi masuk. Selanjutnya dengan badan yang bungkuk lebih dalam, mengikuti langkah Xiao Yi masuk ke dalam. Lalu menutup pintu dengan segera.
Seorang pria dalam balutan pakaian sederhana berwarna gelap, hanya dari bahan linen yang biasa, berdiri membelakangi. Sebagian rambutnya yang panjang hitam di kuncir tinggi diatas kepala, sisanya dibiarkan tergerai begitu saja.
Yang Mulia tidak tampak di di dalam ruangan besar itu.
"Hormat kepada yang Mulia..." Kasim Chen membungkukkan badannya lebih dalam pada pria tinggi yang membelakangi mereka.
Ketika pria itu membalik badan, yang berada di depan Xiao Yi adalah pria tampan yang tinggi gagah dengan mata yang coklat kehitaman laksana batang pohon willow tua di tepi sungai Yalu, yang pernah bertemu dengannya di tengah pasar kota Yubei.
Xiao Yi menekuk kakinya dan melipat tangannya memberi salam dengan tergesa, dia tidak menyangka sama sekali pria berpakaian sederhana itu adalah Yang Mulia Yan Yue.
"Kamu sudah siapkan semua?" pertanyaan itu diarahkan kepada kasim Chen.
"Ya, yang mulia...akan saya ambilkan" Kasim Chen mundur beberapa langkah dan keluar.
Xiao Yi menatap Yang Mulia dengan bingung, apa yang di bicarakan kasim Chen dan yang Mulia tidak dipahami olehnya.
Dan yang lebih tidak dimengerti olehnya, Yang Mulia berpakaian sebegitu rupa sampai-sampai sekilas orang tak akan mengenalinya sebagai raja.
Dan lebih anehnya, Yang Mulia tidak menunjukkan dia bersiap menghabiskan malam bersama, seperti yang dipikirkan oleh Xiao Yi.
Yang mulia berdiri dengan tenang, memandangi Xiao Yi dari atas sampai bawah.
Gadis ini berdiri di depannya dengan tatapan seperti kucing yang waspada, pandangan seperti ini tidak pernah sekalipun di dapatnya dari semua selir yang pernah berdiri dihadapannya.
Tidak lama, Kasim Chen sudah kembali lagi membawa lipatan kain di tangannya.
Lalu dengan hormat diserahkannya kepada Xiao Yi.
Xiao Yi mengarahkan pandangannya kepada Yang Mulia dengan tatapan penuh tanya,
"Terimalah!"
Xiao Yi menerimanya dengan ragu, setelah setumpuk kain di tangannya berpindah tempat, kasim Chen mohon ijin untuk kembali keluar.
"Segera pakailah sekarang" Kata Yang Mulia Yan Yue.
"Memakainya?" Xiao Yi, menimang pakaian dari kain sederhana yang ada di tangannya. Jubah dari kain satin yang terkesan murahan itu, bahkan untuk Xiao Yi yang sekelas anak komandan perbatasan, tidak pernah mengenakannya.
"Sutera mahal seperti itu tidak cocok untuk kita malam ini" Yang Mulia tersenyum misterius.
Xiao Yi masih berdiri seperti orang linglung.
"Segeralah berganti pakaian, sebelum terlalu malam. Atau aku yang akan menggantikannya untukmu" nada suara serupa ancaman itu, memaksa Xiao Yi segera bergerak.
Xiao Yi berjalan dengan tergopoh menyelinap di belakang salah satu sketsel di sudut ruangan berpanel tiga dari bahan kayu huanghuali yang mahal dengan motif tradisional yang unik.
Tanpa berani bertanya lagi, dia segera menanggalkan pakaiannya dan menggantikannya dengan jubah berbahan satin kasar yang di berikan oleh Kasim Chen.
Sesaat kemudian, Xiao Yi telah berdiri di depan Yang Mulia dengan tertunduk. Dia sekarang berpakaian lebih mirip dengan Chu Cu.
Yang Mulia Yan Yue, mengitari gadis itu seperti seekor serigala yang meneliti mangsa, lalu dia mendekat perlahan.
Xiao Yi memejamkan matanya, ketika tangan yang mulia menyentuh kepalanya. Lalu dengan lembut di tariknya jepit rambut dari emas yang menyusup diantara gelungan rambut Xiao Yi.
"Tidak cocok pakaian seperti ini dengan buyao emas." kata Yang Mulia, begitu dekat dengan telinga Xiao Yi.
"Lepaskan perhiasan yang kamu pakai" Yang Mulia bernada memerintah.
Xiao Yi membuka matanya dengan takut-takut, dia tidak pernah menyangka jika Yang Mulia akan berfantasi begini.
Apakah untuk melayani Yang Mulia, Xiao Yi harus berpenampilan seolah-olah adalah masyarakat bawah dari kalangan biasa?
Raja yang sangat aneh!
...Terimakasih readers tersayang yang sudah kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like dan dukungannya🙏...
...Love you all☺️😊...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Royani Arofat
diajak keliling kota mah...
2024-05-19
0
Nano Angela
terlalu berburuk sangka
2024-04-23
0
Echa04
ayolah xiao yi... Yun yue hanya ingin menghiburmu dgn membawamu jln"
2023-09-08
1