Hari hampir pagi, tapi langit begitu suram. Salju putih menyelimuti atap kediaman keluarga komandan Xiao Xie. Salju membentuk gumpalan-gumpalan kecil diterpa angin kencang.
Pakaian Nyonya Xiao yang berbahan linen berwarna ungu lembut itu menyapu lantai mengikuti langkahnya yang halus.
Nyonya Xiao membuka pintu kamar Xiao Yi perlahan, menimbulkan suara derit kecil.
Kamar Xiao Yi bercahaya remang-remang hanya diterangi oleh beberapa batang lilin di sudut-sudut kamar.
Sepertinya lampu minyak di tengah ruangan tidak dinyalakan sama sekali.
Di balik tirai yang menutupi tempat tidur besar dari besi itu, tampak terbaring bayangan sesosok tubuh langsing. Berbaring miring membelakangi cahaya.
Nyonya Xiao menarik perlahan tirai berwarna merah muda itu,
"Yi'er..." panggilnya perlahan.
"Bangunlah, hari sudah hampir pagi, kamu harus bersiap-siap." Nyonya Xiao menyentuh bahu anak gadisnya itu.
Xiao Yi melenguh sedikit kemudian membalikkan badannya dengan enggan.
Dalam keremangan cahaya kamar, terpantul mata yang bengkak dan sembab milik Xiao Yi. Tampaknya gadis itu tidak tidur sama sekali sampai pagi.
Xiao Yi kemudian duduk menghadap ibunya yang berdiri di tepi pembaringannya.
"Bersiaplah...pengawal dari kediaman Tuan Qian Lie akan segera tiba" suara ibunya terdengar lembut tapi tegas.
XIao Yi menengadah kepada Nyonya Xiao dengan wajah sedih.
"Ibu akan ikut mengantarku kan?" tanyanya penuh harap.
Nyonya Xiao menggeleng lemah.
"Ibu dan ayahmu tetap di Youwu, A Ying akan ikut mengantarmu sampai Yubei" jawab nyonya Xiao.
Xiao Yi mengangguk kecil, setidaknya kakak keduanya itu akan ada di sisinya sebelum dia menjadi tahanan di istana Weiyan, kediaman raja Yan Yue.
"Chu Cu...!"
segera pelayan Xiao Yi muncul dari balik pintu, mendengar panggilan nyonya Xiao.
"Ya, nyonya..." Chu Cu menekuk kakinya sambil membungkuk di depan Nyonya Xiao.
"Matikan semua lilin, buka jendela kamar nona. Persiapkan nona untuk keberangkatannya pagi ini" perintah nyonya Xiao.
"Baik nyonya..." Chu Cu membungkuk dengan patuh.
Nyonya Xiao mengelus kepala anaknya dengan lembut.
"Yi'er...ibu dan ayah akan menunggu di ruang makan" ucapnya sambil tersenyum manis, lalu berbalik dan melangkah meninggalkan Xiao Yi yang masih termangu.
Nyonya Xiao tahu anaknya itu menolak untuk di kirim menjadi selir ke istana Weiyan di Yubei.
Tapi Siapa yang berani menolak perintah dari Tuan Qian Lie. Gubernur Youwu itu terkenal sangat keras dan tidak bisa di bantah.
Jika dia sudah memerintahkan maka yang berani melanggar akan menerima hukuman berat.
Nyonya Xiao hanya bersikap tegar dengan berpura-pura tegas tanpa perasaan dengan anak gadisnya itu, supaya bisa menyembunyikan kesedihannya melepaskan putrinya kesayangannya itu. Bahkan sang ibu yang malang ini tidak tahu apakah bisa bertemu kembali dengan anaknya itu, setelah ini.
Tuan Xiao Xie hanyalah seorang komandan yang bertanggung jawab atas perbatasan utara kerajaan Yanzhi.
Tentu saja untuk jabatan kecil itu, tidak punya suara untuk menolak perintah seorang pemimpin wilayah.
Sebagai seorang ibu, nyonya Xiao sangat sedih harus melepaskan kepergian anaknya meskipun itu untuk menikahi seorang raja. Tapi semua orang tahu, Raja Yan Yue adalah raja yang sangat kejam dan dingin.
Menurut kabar yang diceritakan orang-orang dari mulut ke mulut, sang raja tak pernah terlalu menghiraukan selir-selirnya. Bahkan, ada selir yang sekian lama dinikahinya tidak pernah dikunjunginya.
Raja Yan Yue hanya mencintai seorang wanita, yang kini hidup sebagai biarawati di kuil Sunyen. Sepertinya hati yang mulia sudah dikuncinya untuk wanita itu.
Pada saat ulang tahun gubernur, beberapa bulan yang lalu. Gubernur Qian Lie mengadakan pesta di kediamannya. Dalam perhelatan itu di undang pejabat-pejabat yang ada di wilayah propinsi Youwu. Dan keluarga Komandan Xiao Xie termasuk di deretan penerima undangan.
Ketika melihat kecantikan Xiao Yi, sang gubernur benar-benar terpesona. Selama ini gubernur Qian Lie tidak pernah bertemu langsung dengan gadis yang di isukan mempunyai hubungan cinta dengan putera ketiganya, Qian Ren.
Karena kecantikan Xiao Yi, gubernur yang mempunyai tiga anak laki-laki tetapi tidak memiliki anak perempuan ini mengangkat Xiao Yi menjadi anak angkatnya dan berencana mengirim Xiao Yi sebagai selir persembahan bagi raja Yan Yue.
Gubernur Qian ingin mengambil keuntungan dari pernikahan itu, supaya raja melihatnya. Dia yakin kecantikan langka Xiao Yi bisa memuluskan rencana-rencananya untuk mendekati yang mulia Yan Yue.
Kerajaan Yanzhi, terbagi menjadi 5 propinsi di bawah kekuasaan gubernur termasuk propinsi Youwu dan 4 wilayah kerajaan kecil yang dipimpin oleh seorang kepala suku.
Semua propinsi dan kerajaan kecil ini telah mengirim satu orang puteri untuk menjadi selir raja Yan Yue. Pernikahan itu sarat kepentingan politik dan kekuasaan.
Mereka menikahkan anak-anak mereka untuk mengamankan jabatan dan kekuasaannya, karena jika menantunya adalah raja maka tidak akan mudah menggantikan posisinya.
Xiao Yi memang terkenal sebagai gadis tercantik di Youwu, banyak pemuda yang diam-diam melirik gadis yang di juluki bunga mu dan dari Youwu, karena kecantikannya seperti sekuntum bunga peony putih yang sedang mekar, sampai-sampai putera sang gubernur sendiri terpikat dengan kecantikannya .
Gubernur Qian mempunyai sifat yang bengis dan kejam, pernah seorang gadis yang diambilnya menjadi selir ke 10 untuk putera pertamanya yang gila perempuan, melarikan diri dari rumah karena tidak sanggup dengan temperamen suaminya yang sangat kasar, gadis itu dibunuhnya tanpa ampun beserta dengan keluarganya.
...***...
Xiao Yi melangkah perlahan menuju Kereta yang sudah dikirimkan oleh Gubernur Qian Lie di halaman rumah keluarga komandan Xiao Xie. Jubahnya berwarna hijau lumut yang mengkilat sehingga membuatnya tampak seperti zamrud yang kemilau, atasan bagian dalam dan sabuknya berwarna coklat tua bermotif bunga senada dengan motif jubahnya. Rambutnya di gelung ke atas dan di beri hiasan tusuk konde ukiran bunga berwarna emas bertatahkan batu giok berwarna hijau. Chu Cu berjalan mengiringi dari belakang.
Komandan Xiao Xie dan nyonya Xiao berdiri menunggu di depan kereta, dengan kakak tertuanya Xiao Ce dan Xiao Ying. Para pengawal khusus yang dikirim oleh Gubernur Qian Lie sudah duduk di atas kuda nya masing-masing.
Xiao Yi hanya diam dengan mulut terkunci, kejadian di ruang makan tadi saat mereka makan bersama, Xiao Yi masih berharap ayahnya berubah pikiran. Xiao Yi sudah memohon-mohon tapi ternyata ayahnya benar-benar tak berdaya.
Tak ada yang bisa mengubah keputusan Gubernur Qian Lie. Siapapun itu di kota Youwu ini, tidak ada yang berani menentangnya.
Nyonya Xiao memeluk anaknya dan menciumnya dengan air mata yang ditahannya sekuat tenaga supaya tidak jatuh. Ayahnya hanya mengelus kepala anaknya dengan lembut. Sang kakak Xiao Ce menepuk lembut pipi adiknya.
" Berhati-hatilah di sana, kirimkan surat kepada kami jika kamu merasa kesepian" ucap kakaknya sambil menepuk pipi adik perempuan kesayangan mereka.
Xiao Yi hanya mengangguk-angguk dengan wajah yang penuh kesedihan.
"Chu Cu, jagalah nona dengan baik. Pastikan kamu melayani nona dengan baik" pesan nyonya Xiao.
"A ying, antar adikmu sampai Yubei dengan aman dan kembali lah segera setelah melaksanakan tugasmu!" perintah Tuan Xiao Yi kepada anaknya Xiao Ying.
"Iya, ayah...A ying akan menjalankan perintah ayah" jawab Xiao Ying dengan patuh.
Chu Cu memakaikan mantel bulu berwarna coklat muda kepada Xiao Yi sebelum naik ke dalam kereta. Xiao Yi tidak mengucapkan sepatah katapun kepada mereka yang mengantar kepergiannya.
Tak ada yang bisa dikatakannya, bahkan jika dia menangis dengan air mata darah, tidak ada yang akan berubah.
Sekarang yang dipegangnya hanya janji Qian Ren, yang akan menjemputnya dari kota Yubei. Janji yang entah kapan akan diwujudkannya. Tapi setidaknya, Xiao Yi punya sedikit harapan dan punya alasan untuk bertahan sampai hari itu tiba.
Langit Kota Youwu begitu suram, mengiringi perjalanan rombongan gadis yang dijadikan selir persembahan itu menuju arah selatan keluar dari gerbang kota Youwu.
Sepanjang jalan warna putih menutupi pohon dan semak. Sisa-sisa salju yang turun sepanjang malam tadi.
Kaki-kaki kuda para pengawal yang berjumlah puluhan itu berderap sambil menyepak gumpalan-gumpalan salju di jalanan.
Musim dingin tahun ini benar-benar sangat dingin, Chu Cu hanya bisa menatap nona mudanya dengan sedih, dia tahu nona mudanya yang diam membisu sambil menelungkup wajah di atas kakinya itu, sedang menangis.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like nya🙏☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Ani Suryani
namanya sulit di ingat..😊
2023-08-14
3
@yra
suee namanya bikin cekedutt"🤣🤣
2023-06-12
0
Darwin
xiao yi.xiao ying.xiao yu
2023-05-15
0