Salju yang deras turun semalaman di atas kota Yubei. Seluruh kota seperti diselimuti hamparan kapas putih.
Setiap penjaga gerbang dan pengawal tampak letih dengan mata kuyu yang mengantuk tak sabar menunggu waktu bertukar tugas.
Cuaca dingin, memaksa orang untuk memeluk kemalasannya dengan erat, bergulung di tempat tidur adalah pilihan yang menggoda.
Matahari terbit dengan susah payah menembus kabut putih, mengantar cahayanya berusaha mengirim hawa hangat.
Xiao Yi terbangun dari lelapnya, suara berisik dari luar membangunkannya.
Tak lama Chu Cu masuk dengan tergesa.
"Nona, bangunlah...nona harus bersiap-siap"
"Ada apa Chu Cu, bersiap kemana?" Xiao Yi menggosok matanya dengan punggung tangan.
"Dayang Shue menyampaikan pesan dari kasim Chen, hari ini Yang mulia Yang Yue akan mengumumkan pernikahan dengan nona, meresmikan nona sebagai selir Yang mulia"
Xiao Yi terperanjat dan segera bangkit dari tempat tidurnya. Masih dengan wajah setengah mengantuk dan kebingungan.
"Ada upacara pernikahan? Bukankah aku hanya selir persembahan? tidak perlu upacara?" Xiao Yi mengira dia datang ke istana, hanya dikirim begitu saja kemudian di beri status selir tanpa dinikahi resmi.
"Tentu saja harus nona, karena nona akan menikah dan menjadi salah satu selir tuan raja"
Wajah cantik Xiao Yi memerah, kalau ada pernikahan resmi bagaimana mungkin Qian Ren akan melarikannya dari istana raja ini?
"Air mandinya sudah disiapkan nona..." Chu Cu membungkuk di depan Xiao Yi.
Dengan enggan Xiao Yi menuju kamar tempat permandian, di ikuti oleh Chu Cu. Semua ternyata diluar perkiraan gadis lugu ini.
Bak mandi dari dari batu bata tanah liat itu diukir dengan pola seperti garis pada bagian dinding dan lantainya. Di pinggirannya ada ukiran berbentuk bunga yang cantik. Bak itu sudah terisi dengan air hangat, di permukaan airnya dipenuhi kelopak bunga mawar, memberikan aroma yang begitu eksotis.
Beberapa pelayan berdiri di pinggir bersiap melayani Xiao Yi.
Mereka dengan cekatan menanggalkan helaian kain dari tubuh ramping Xiao Yi sehingga hanya bersisa dudou (pakaian dalam) yang berwarna putih dari sutra bersulam.
Xiao Yi dimandikan dengan air yang di tetesi minyak zaitun yang harum, kulitnya yang putih lembut itu di gosok seperti pualam dengan sabun dari jeruk segar.
Xiao Yi hanya pasrah dengan semua ritual yang diberikan padanya.
Ketika dia kembali ke dalam kamarnya, beberapa pelayan sedang menghias kamar.
Tirai di dalam kamar telah diganti menjadi warna merah begitupun ranjangnya sudah ditutupi dengan sprei dari kain sutra merah.
Diatas langit-langit, di setiap penjuru kamar, digantung lentera berukir naga emas dengan warna dasar yang juga tak kalah merahnya.
Istana Xingwu dalam sekejap berubah menjadi begitu semarak dengan warna merah mengkilap.
Menjelang siang, semua persiapan hampir selesai di Wisma kediaman Xiao Yi.
Dayang Shue datang dengan membawa beberapa pelayan
"Nyonya, hamba akan mempersiapkan nyonya sebelum raja tiba"
Lalu dua orang pelayan menata rambut panjangnya yang hitam tergerai. Wajah Xiao Yi yang cantik itu di hias menggunakan bedak tipis dan perona bibir merah muda lembut.
Tubuh rampingnya dikenakan cheongsam warna merah dari sutra yang dipenuhi oleh bordiran bergambar burung phoenix dari benang emas.
Sentuhan yang terakhir, diatas rambutnya yang sudah ditata sedemikian rupa, ditutup menggunakan kerudung sutra merah berhiaskan rumbai dan manik-manik serta mahkota phoenix yang sangat mewah.
Xiao Yi mendengar Yang mulia Yan Yue mengadakan perjamuan di aula Guangli. Dihadiri oleh beberapa gubernur termasuk gubernur Qian Lie dan kepala suku.
Yang mulia mengumumkan menikahi putri angkat gubernur wilayah Youwu pada semua yang hadir di dalam perjamuan. Hal ini tentu saja mengangkat nama Youwu, menguatkan posisi gubernur Qian Lie.
Setelah dirias dengan begitu cantiknya, Xiao Yi duduk menghadap meja dengan taplak dari linen merah berhias sulaman bunga peony di tengah ruangan.
Di atas meja tersedia minuman anggur dan cawan yang berkilat seperti emas, ada poci teh dan cangkirnya, hidangan daging panggang, sup sirip hiu yang mewah, semangkok besar wontons yang panas, beraneka macam makanan kecil termasuk kue beras yang berbentuk bunga lotus.
Dengan dada yang bergemuruh seperti badai, Xiao Yi duduk dengan gemetar. Jemari tangannya yang dingin meremas-remas ujung baju pengantin yang dikenakannya. Chu Cu sang pelayan duduk dengan gelisah di dekat nona nya.
"Chu Cu, aku takut sekali" bisik Xiao Yi lirih.
Chu Cu tidak berani menyahut, dia bisa merasakan bagaimana ketakutan yang dialami tuannya itu.
"Yang mulia tiba...!"Suara Kasim Chen yang khas seperti petir di telinga Xiao Yi, mengumumkan kedatangan raja
"Hormat pada yang mulia..."Chu cu bersujud dari duduknya, Xiao Yi bersusah payah membungkukkan badannya dengan mahkota Phoenix yang begitu berat di kepalanya.
Chu Cu berdiri setelah di beri kode oleh Yang mulia dan mengundurkan diri dari dalam ruangan setelah memberi hormat.
Xiao Yi semakin gemetar, dia tidak berani mengangkat wajahnya. Yang mulia Yan Yue duduk di seberang meja tanpa suara.
Raja tua ini, apa yang akan dilakukannya padaku? Pikir Xiao Yi dengan gugup.
"Kamu tidak memberikan anggurnya padaku? "
suara itu berat dan terdengar berwibawa.
"Maafkan hamba yang mulia..." dengan gemetar Xiao Yi menuangkan anggur ke cawan berwarna emas yang ada di atas meja. Dan menyerahkan dengan kedua tangannya, kepalanya yang di tutupi kerudung masih menunduk dengan takut.
Yang mulia menyambutnya dan meminumnya dalam sekali teguk.
"Minumlah..."secawan anggur disodorkan ke depan wajah Xiao Yi. Dengan ragu Xiao Yi menjulurkan tangannya.
"Ini arak pernikahan, minumlah..." suara yang mulia berat dan terdengar lebih muda dari seharusnya. Xiao Yi membawanya kebalik kerudung merahnya dan meminumnya dengan takut-takut.
Dengan perlahan yang mulia menggeser badannya mendekati Xiao Yi, dan sekarang yang mulia Yan Yue telah duduk di sampingnya. Yang mulia menyentuh bahunya dan memutar badan Xiao Yi menghadap tepat di depannya.
Dari balik kerudung pengantinnya, Xiao Yi dapat merasakan hembusan hangat nafas Yang mulia.
Yang mulia memegang ujung kerudung warna merah yang menutupi wajah Xiao Yi, dengan tubuh gemetar Xiao Yi memejamkan matanya, tangannya meremas kuat-kuat ujung pakaiannya dengan ketakutan yang tidak bisa lagi disembunyikannya.
Kerudung merah itu tersingkap perlahan, Xiao Yi sudah pasrah tanpa berani membuka matanya.
"Hem...kamu tidak ingin membuka matamu?" pertanyaan itu sampai ditelinga Xiao Yi seperti halilintar. Xiao Yi semakin kuat memejamkan matanya.
"Kamu tidak menghormati suamimu?" pertanyaan bernada tegas itu, memaksa Xiao Yi pelan-pelan memberanikan diri membuka kelopak matanya. Dia takut melihat wajah yang mulia yang sudah tua dan mungkin bengis itu, tapi lebih takut lagi jika dihukum karena sikap tidak hormatnya kepada raja.
Matanya terbuka perlahan dan sejenak dalam ketakutannya dia terpana.
Di depannya, tidak lebih dari satu meter, duduk dengan gagah seorang laki-laki tampan dengan alis hitam dan rahang kokoh.
Tubuhnya di balut jubah brokat berpadu sutera mengkilat berwarna merah bersulam gambar naga dari benang emas, gambar naga itu di kelilingi lukisan motif matahari dan bulan lima warna serta awan berwarna emas yang nampak kontras dengan warna merah, tapi itu malah membuat sosok yang di hadapannya itu menjadi semakin agung.
Rambut hitamnya di gelung dengan sangat rapi, di sana melingkar sebuah mahkota dari emas bertatah batu kumala.
Mulut Xiao Yi terbuka masih dalam rasa terkejut, dia tak menyangka Yang mulia masih begitu muda tidak seperti yang dibayangkannya selama ini, bahkan jika di ingat-ingat mungkin seusia kakaknya tertua Xiao Ce, yang belum genap berumur 30 tahun itu.
Mata di depan Xiao Yi itu berkilat tajam dan tertegun, dia merasa pernah melihat tatapan menghujam seperti itu, mata yang coklat kehitaman laksana batang pohon willow tua di tepi sungai Yalu. Tatapan itu dilihatnya kemarin siang, di tengah pasar kota Yubei.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like nya🙏☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
fitriani
nah berarti feelingku baca bab sebelumnya bnr kl org yg ketemu sama xiao yi waktu itu raja
2024-07-30
0
mama yuhu
masih. muda tapi. kok selirnya banyak
emang kuat gilir kah bos
2023-04-05
1
epifania rendo
terkejut
2023-03-14
0