Istana Weiyan, adalah istana yang sangat besar di ibu kota kerajaan Yanzhi. Istana itu tempat pusat pemerintahan yang dipimpin oleh Yang mulia Yan Yue.
Sang Raja mempunyai tempat tersendiri yang agak jauh dari istana para selir, disebut Istana Rongyu. Di istana itu hanya raja yang tinggal, kediamannya berdekatan dengan aula Guanli. Aula yang menjadi tempat Raja melakukan rapat, sidang dan membahas segala macam yang berhubungan dengan pemerintahan.
Istana para selir di tempatkan satu area, yang agak jauh dari bangunan-bangunan yang lain. Jika ingin berkunjung ke sana, harus melewati taman Shenhua yang dipenuhi dengan bunga-bunga peony beraneka warna.
Ditengah taman Shenhua yang luas di dalam istana Weiyan itu, terdapat sebuah danau buatan yang sangat indah.
Danau itu di kelilingi oleh tiga buah bangunan gazebo yang unik dihubungkan oleh jembatan kayu yang melengkung indah melewati permukaan danau, dengan pagar pada sisi kiri dan kanan jembatan yang juga terbuat dari kayu.
Gazebo di tengah taman itu biasanya menjadi tempat raja atau para selirnya bersantai. Di sana bisa menjadi tempat bermain musik, bermain catur atau membaca puisi bagi anggota keluarga kerajaan, khususnya bagi Raja, para selirnya dan kerabat dekat raja.
Tempat itu teduh karena di kelilingi pohon persik yang rimbun sehingga terlindung dari hujan dan panas. Pada malam hari bayangan bangunan dan bulan purnama yang jatuh ke air menimbulkan pemandangan yang dramatis.
Pada siang hari, dari sana bisa menyaksikan bunga-bunga bermekaran dari sana dan menikmati pemandangan hamparan bunga lotus mekar dan mencium aromanya.
Di sekitar kolam bertebaran bonsai dan batu yang berbentuk unik, dipayungi oleh pohon-pohon persik yang biasanya akan begitu semarak di musim semi.
Dan yang paling menarik dari taman istana itu adalah pohon meihua yang senantiasa berbunga di semua musim, bahkan di musim dingin.
Istana selir terbagi atas beberapa bangunan yang masing-masing di tinggali oleh satu orang selir. Setiap selir menempati satu bangunan yang di sebut wisma, dan masing-masing mempunyai nama.
Xiao Yi yang baru saja tiba diantarkan oleh Kasim Chen dan dayang kepala ke salah satu bangunan di istana selir.
Diatas pintu bangunan itu bertuliskan Wisma Xingwu.
"Nyonya akan menempati ruangan ini."
"Yang mulia akan bertemu dengan Nyonya besok, silahkan beristirahat malam ini" kasim Chen membungkuk dengan hormat sebelum kemudian pamit mengundurkan diri.
Dayang kepala, bernama Shue lian memerintahkan beberapa pelayan melayani Xiao Yi, memasukkan barang-barang pribadi yang dibawa Xiao Yi dan menatanya.
Setelah mandi dan membersihkan diri, Xiao Yi berganti pakaian dengan jubah dari satin warna ungu muda, lentera menyinari wajahnya yang cantik, memantulkan bias hangat.
Chu Cu dan beberapa pelayan menyediakan makan malam untuk Xiao Yi, makanan yang di hidangkan, dari jiaozi dengan isian daging dilapisi adonan kulitnya yang bertekstur sangat tipis dan lembut sampai sup hisit walet yang sangat enak. Benar-benar makanan yang jarang bisa dinikmati saat Xiao Yi masih di Youwu.
Kakaknya Xiao Ying di tempatkan di bangunan khusus kamar para tamu, yang letaknya cukup jauh dari wilayah istana selir.
"Chu Cu, kamu tidur denganku malam ini" pinta Xiao Yi.
"Jangan nona, Chu Cu tidak berani. Chu Cu akan tidur di kamar pelayan saja" tolak Chu Cu.
"Tapi aku masih belum terbiasa dengan kamar yang besar begini" Xiao Yi menebarkan pandangan.
Wisma Xingwu benar-benar terlalu besar untuknya. Dan rasanya terlalu mewah.
Sayang sekali jika hanya Xiao Yi yang tinggal di dalamnya.
"Chu Cu tidur di luar saja nona, ada kamar pelayan di luar. Nona kalau perlu sesuatu bisa memanggilku"
"Tapi, di Youwu kamu sering tidur di kamarku saat malam, setelah kamu lelah menggerus tinta, menemaniku membuat puisi." Xiao Yi protes.
"Nona, nona sekarang telah menjadi selir yang mulia, Chu Cu tidak berani lagi"
"Apa bedanya di Youwu dengan di sini? Kamu bukan hanya pelayan tapi juga temanku" Xiao Yi merenggut.
"Nona, jika pelayan yang lain tau, mereka akan melaporkan Chu Cu kepada dayang Shue, Kasim Chen pasti akan menghukum Chu Cu"
wajah Chu Cu memelas.
"Siapa yang berani menghukum mu, kamu adalah orang ku"Xiao Yi melotot pada Chu Cu.
"Istana raja mempunyai peraturan yang ketat, antara pelayan dan majikan mempunyai batasan yang jelas. Chu Cu harus taat pada peraturan itu, Nyonya tua sudah memperingatkan Chu Cu sebelum berangkat.
Chu Cu tidak mau menyulitkan nona..."
Chu Cu menjawab sambil menyediakan tempat tidur untuk Xiao Yi.
Xiao Yi tidak bisa berkata-kata lagi, kalau dia bersikeras bukan Chu Cu yang menyulitkannya, tapi dia yang bisa membuat pelayan sekaligus temannya itu dihukum.
Andai saja ada kakaknya Xiao Yang, dia bisa mengobrol lebih lama untuk mengusir ketakutannya, tapi kakaknya itu tidak ada di sini, Xiao Yi benar-benar merasa asing dan sepi.
"Chu Cu, apakah yang mulia akan menemui ku?"
"Chu Cu tidak tahu nona tapi Dayang Shue memerintahkan Chu Cu menyiapkan tempat tidur nona malam ini, setelah makan malam.
Sepertinya yang mulia tidak akan menyambut kedatangan nona malam ini"
Xiao Yi menyeringai kecil. Lebih baik seperti itu.
Xiao Yi berharap malah raja tua itu tidak perlu mengunjunginya. Dia hanyalah seorang selir persembahan dari golongan rendahan.
Selir-selirnya yang lain tentu saja lebih cantik dan lebih berkelas dari pada dirinya. Mereka yang punya status tinggi itu pun tidak di gubris oleh oleh raja, apa lagi Xiao Yi yang sebenarnya hanya putri seorang komandan di perbatasan.
"Nona, silahkan beristirahat, Chu Cu akan keluar"
Chu Cu mengangkat baki tempat hidangan dan membawanya keluar.
Malam semakin larut. Udara dingin menyelimuti wisma Xingwu.
Malam terasa begitu panjang dan lama, Xiao Yi kesulitan memejamkan mata.
Ingatannya melayang pada Youwu yang telah ditinggalkannya. Dan pada Qian Ren.
Entah apakah kini yang sedang dilakukan dan direncanakan Qian Ren untuk membebaskannya dari istana Weiyan ini.
Xiao Yi merasa hidupnya seperti bergantung pada selembar benang tipis, alasannya untuk tidak kabur atau bahkan bunuh diri adalah ketakutan keluarganya di bantai oleh gubernur Qian Lie. Tapi terpenting Qian Ren sudah berjanji akan menjemputnya.
Menjadi selir persembahan untuk raja tua yang patah hati itu mungkin tidak akan terlalu sulit.
Sang Raja tidak akan datang mencarinya dan lama kelamaan yang mulia akan melupakan keberadaannya atau malah tidak mengingat kedatangannya ke istana ini. Dia akan melarikan diri dengan mudah suatu saat nanti, tanpa seorangpun menyadarinya.
Raja tua itu hanya mencintai kekasihnya yang sekarang menjadi biksu.
Dia tidak menginginkan siapapun di sampingnya.
Xiao Yi tersenyum sendiri.
Langit di atas Yubei begitu temaram, gelap menjelajahi setiap sudut kota. Dingin menyeruak, di bawa oleh angin malam.
Salju mulai turun di atas istana Weiyan, Seisi istana sudah banyak yang terbang ke alam mimpi, hanya para penjaga istana yang bertugas di setiap gerbang dan pintu istana yang berdiri menantang malam.
Para pengawal yang berpatroli sepertinya kebal terhadap cuaca yang dingin.Mereka terjaga sepanjang malam meskipun salju turun dengan derasnya.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like nya🙏☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
rara ayu
novel fantasi yang selalu aku cari di nt, cuman lupa judulnya untung baca sinopsisnya..
2023-07-13
0
🎼shanly_keys
bagaimana kl rajanya msh muda syg?
2023-06-29
0
Nia Nara
Ini othor suka nonton film kolosal china ya.. penjelasan tempatnya mirip seperti film serial kerajaan china jaman dulu
2023-05-22
0