Wajah Xiao Yi memerah seperti kelopak bunga huoyun. Pipi putihnya merona dengan bibir setengah terbuka karena rasa terkejut yang amat sangat.
Selama ini di benaknya, Yang mulia Yan Yue adalah seorang raja tua yang mungkin seusia ayahnya atau mungkin setua Gubernur Qian Lie.
Raja yang mereguk umurnya dalam patah hati, sehingga bersikap kejam dan dingin pada semua wanita. Lapuk dalam kesedihannya sendiri.
Tapi yang kini di depannya, sungguh benar-benar berbeda dari apa yang terlukis di angannya.
Raja begitu muda, tampan dan menyiratkan kegagahan seorang pejuang laksana phoenix belia yang baru mengembangkan sayapnya.
Dan kemarin siang, dia pernah terlempar dalam dekapan phoenix ini meskipun tiada disengaja.
Yang mulia Yan Yue tak kalah terkejutnya,
dia tertegun menatap gadis cantik yang begitu mempesona dalam balutan busana pengantin merah mengkilat itu.
Terbayang olehnya, serupa bunga meihua merah yang sedang merekah, yang sekarang sedang mekar di taman shenhua, menantang musim dingin dengan berjirah butiran salju.
Gadis yang dijadikan selir persembahan dari Youwu ini, sudah pernah dilihatnya kemarin berlarian di pasar seperti seorang anak yang berkejaran dengan sebayanya ketika dia sedang menyamar menjadi masyarakat biasa untuk melihat keadaan kota.
Mereka berdua saling terpana dalam keterkejutan dilatari alasan yang berbeda.
"Yang mulia...ampuni hamba" Xiao Yi hendak menurunkan kepalanya ke arah lantai tapi tangan kekar yang mulia Yan Yue menahan bahunya dengan segera.
"ini gadis yang kemarin menabrak ku?" Yang mulia Yan Yue memicingkan matanya, bergumam dalam hati
"Ampuni hamba..." Xiao Yi menyahut dengan gemetar.
Sudah pasti aku akan dihukum, untuk semua kekurangajaran ku kemarin, pikirnya.
Tangan yang mulia bergerak perlahan, seperti hendak memegang bagian wajah Xiao Yi, dengan refleks sambil memejamkan matanya Xiao Yi menahan pergelangan Yang Mulia.
"Ampuni hamba!" Xiao Yi memohon dengan ketakutan.
"Mulutmu hanya memohon ampun dari tadi, apa kau tak bosan?" tegur Yang mulia setengah menggertak.
Xiao Yi masih mencengkeram pergelangan tangan Yang Mulia dengan kuat, matanya masih dipejamkannya kuat-kuat seolah takut sang raja itu melampiaskan murka pada dirinya.
"Lepaskan tanganku" Yang mulia setengah membentak sambil menarik tangannya.
"Kamu sadar apa yang telah kamu lakukan?
Aku bisa menghukum kamu untuk sikap kurang ajar mu ini" kalimat itu seperti mengancam tapi dilontarkan seperti godaan.
Baru kali ini ada seorang gadis yang sungguh berusaha menolaknya. Selama ini semua selir yang dikirim padanya, dengan segala upayanya merayu Yang mulia Yan Yue, sekedar untuk di sentuhnya. Bahkan berharap bisa tidur dengan raja.
"Aku juga tidak berminat melakukan apapun padamu, aku tadi hanya mau menyingkirkan helaian rambut yang ada di wajahmu!"
Yang mulia kembali ke seberang meja tempat duduknya semula. Lalu tertawa kecil, seolah menertawakan sikap bodoh Xiao Yi.
Xiao Yi membuka matanya pelan-pelan dengan perasaan takut-takut.
Yang Mulia tersenyum dingin padanya,
"Tuangkan teh, kita harus menyelesaikan ritual ini"
Xiao Yi dengan sigap mengambil poci teh dan menuangkannya ke dalam gelas dan menyerahkannya pada Yang mulia.
Hatinya merasa lega, mendengar raja tidak berminat padanya, tentunya ini suatu keberuntungan yang luar biasa untuknya.
Senyum Xiao Yi merekah seperti bunga persik di awal musim semi, Yang mulia sepertinya tidak akan menyentuhnya.
Baru kali ini yang Mulia Yan Yue bertemu dengan seorang gadis begitu sumringah, ketika raja menjauh darinya. Gadis ini benar-benar berbeda dari kebanyakan gadis yang pernah datang padanya.
"Siapa namamu?" tanya Yang mulia setelah meminum teh dalam sekali teguk.
"Xiao Yi yang mulia"
"Xiao Yi?"
"Iya, yang mulia..."
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya yang Mulia Yan Yue sambil mendorong gelas teh ke depan Xiao Yi, memberi kode untuk di isi lagi.
"Belum pernah yang mulia..." jawab Xiao Yi dengan nada ragu.
"Kamu yakin?"
"Iya, yang mulia...ini baru pertama kalinya hamba memasuki istana, dan bertemu dengan yang mulia raja"
"Kamu belum pernah bertemu aku sebelumnya?"
"Belum pernah yang mulia, hamba baru tiba kemarin sore di istana ini. Dan tentunya yang mulia selalu berada dalam istana, mana mungkin saya begitu beruntungnya bisa bertemu raja sebelum yang mulia menghendakinya"
Xiao Yi memberi alasan, sekaligus berusaha menyelamatkan dirinya dari hukuman yang di timpakan padanya, karena seorang yang menjadi anggota kerajaan tidak boleh bersikap tidak sopan apalagi sampai berlarian di tengah kota, karena itu melanggar tata krama dan mempermalukan keluarga kerajaan.
Yang mulia, tertawa mendengar kepintaran gadis ini berkelit. Dia tahu dari pertama kali dirinya membuka kerudung pengantin itu, gadis ini mengenalnya sebagai bangsawan yang berjalan di pasar kota kemarin siang.
"Kamu selir yang di ajukan oleh Gubernur Qian Lie?"
"Iya, yang mulia..."
Yang mulia menganggukkan wajahnya dengan ekspresi yang sulit di tebak.
"Yang mulia memandang memandang mangkok sup dan Xiao Yi bergantian.
"Kamu tahu, aku tidak suka sup yang dingin"
"Saya akan memanaskannya untuk yang mulia..."
"Kamu pengantinku malam ini, tidak perlu memanaskannya sendiri. Panggilkan pelayan untuk melakukannya. Kamu menemaniku saja di sini, menuang arak untukku"
"Saya bisa melakukan sendiri yang mulia,"
Xiao Yi merasa bisa menghindari malam pengantin ini jika dia melakukan hal-hal yang menjauhkannya dari raja.
"Tidak yang mulia, hamba istri yang mulia, hamba harus melayani yang mulia sendiri"
Yang mulia mengernyit dahinya,
"Tidak ada dari selir yang pernah ku datangi, mau melakukan hal yang kasar seperti itu sendiri"
"Hamba bersedia yang mulia, bahkan jika yang mulia menyuruh saya tinggal di dapur untuk memasak untuk yang mulia" Xiao Yi menyahut dengan bersemangat.
"Kamu bisa memasak?"
"Hamba senang menemani para pelayan memasak di dapur saat masih di Youwu, jadi saya bisa memasak beberapa masakan" Xiao Yi bercerita dengan wajah berbinar.
"Apa masakan buatan mu enak?" tanya raja tidak yakin.
"Semua kakak-kakak hamba sangat suka dengan jiaozy dan sup jamur salju buatan hamba" Xiao Yi tampak sangat bersemangat.
Yang mulia tertawa keras, dia merasa lucu dengan sikap gadis ini. Apakah dia mau membuang-buang waktunya bersama raja untuk hal-hal seperti itu.
Semua selir di dalam istana ini, rela melakukan apa saja untuk bisa menghabiskan malam bersama sang raja.
"Tidak! kamu tidak boleh kemana-mana" tegas yang mulia. Xiao Yi menunduk tanpa suara.
Lalu dia memanggil Chu Cu untuk memanaskan sup yang sudah mulai dingin itu.
"Aku akan memanggilmu Selir Yi, untuk memudahkan aku mengingatmu..."
Xiao Yi hanya menunduk, dituangkannya arak ke dalam cawan raja.
Raja yang di ceritakan orang sangat dingin, kejam dan angkuh tapi malam ini Xiao Yi merasa, raja tidaklah sebengis yang di beritakan dari mulut ke mulut.
Yang mulia mereguk arak sambil menikmati cemilan yang ada di atas meja. menyendok beberapa kali sup hitsi sirip hiu yang telah dipanaskan Chu Cu.
Tidak banyak yang dikatakan Yang mulia setelahnya, dia hanya sibuk minum sampai mabuk.
Dalam beberapa kesempatan kadang dia mengamati gelas cawan dengan wajah yang sedih kemudian meminumnya seperti ingin membuang banyak hal yang menyesakkan dadanya tapi Yang mulia Yan Yue lebih banyak tenggelam dalam alam khayalnya sendiri.
Xiao Yi tersenyum licik dalam hati dan terus menuangkan arak ke dalam cawan, dia berharap raja segera mabuk dan tertidur, maka Xiao Yi lepas dari ketakutan sang raja akan menidurinya.
Xiao Yi memapah tubuh raja yang oleng ke tempat tidur, kemudian membaringkannya.
"Jiu...Jiu..." panggilnya dengan nada parau. Matanya terpejam, seperti sedang berjalan ke alam mimpi.
Xiao Yi menanggalkan mahkota di kepala raja dan sepatu di kakinya, kemudian menyelimuti raja yang sudah tidak sadar dalam mabuknya
Perlahan Xiao Yi menanggalkan mahkota phoenix yang berat di kepalanya beserta kerudung yang membuatnya tidak leluasa.
Lampu ruangan di matikan, tersisa cahaya remang-remang dari lilin-lilin besar di sudut kamar. Xiao Yi duduk dengan waspada di lantai bagian kaki tempat tidur. Menjaga matanya tetap terjaga sambil melawan kantuknya.
...***...
Kasim Chen berdiri dengan penuh tanda tanya, belum pernah dia mendengar raja tertawa begitu keras di malam pertama dengan selirnya. Bahkan suara tawa itu beberapa kali di dengarnya menembus dinding ruangan Wisma Xingwu.
Yang dia tahu selama ini, sang raja akan meninggalkan kamar pengantin di malam pertamanya setelah minum arak pernikahan.
Meninggalkan selir yang biasanya menangis sendiri karena tidak di sentuh oleh raja sedikitpun di malam pengantin dan tidak tahu entah kapan lagi akan dikunjungi oleh Yang mulia.
Dan ini, sampai lampu dimatikan, sang raja tidak keluar dari pintu wisma Xingwu.
Kasim Chen hanya menatap langit malam dalam banyak pertanyaan di benaknya.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like nya🙏☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
N Wage
Jadi,gitu aja acara pernikahannya?
cukup minum arak pernikahan,sudah resmi dinikahi jadi selir.
2024-07-02
0
Eva Siahaan
rajanya mabok dicekokin ama xiao yi
2023-07-31
0
🎼shanly_keys
persembahan yg indah
2023-06-29
0