Xiao Yi menekan kepalanya yang tiba-tiba terasa pening, matanya memandang kacang ginkgo yang di bawa Chu Cu di dalam mangkok porselen.
Benaknya di penuhi banyak tanda tanya, kenapa yang mulia sangat ingin membuat dia melakukan semua ini.
"Nyonya kenapa?" tanya Chu Cu dengan wajah khawatir.
"Jangan panggil aku nyonya!" Xiao Yi menyahut dengan wajah semakin masam.
"Nyonya, Chu Cu diharuskan memanggil demikian di sini, nanti jika di dengar yang lain, Chu Cu akan dihukum" Chu Cu berdalih.
"Terserahlah." Xiao Yi memasukkan Jamur salju yang telah dipotong menjadi kecil-kecil bersama buah longan yang telah dikupas sehingga menampakkan daging buah bening kenyal dan kurma merah segar ke dalam panci.
"Ambilkan air" pinta Xiao Yi kepada Chu Cu, segera Chu Cu mengambil centongan berisi air bersih.
"Biar aku saja, " Xiao Yi mengambilnya dan memasukkan kedalam panci, kemudian meminta di tambahkan sampai batas tengah panci.
Seorang pelayan membantu mengangkatnya ke atas tungku.
Xiao Yi duduk di atas kursi kayu dari kayu sambil mengawasi api tungku. Tidak berapa lama uap air seperti awan yang menguap dari sela tutup panci kayu.
"Kecilkan apinya" perintahnya sambil mengangkat lengan bajunya ke dahi. Keringatnya sebesar biji jagung.
Lalu beranjak dari duduknya dan membuka sedikit tutup panci kayu itu supaya tidak terlalu rapat. Terdengar bunyi menggelegak dari dalamnya.
Beberapa pelayan hanya berdiri memandang tidak jauh dari tempat Xiao Yi, siap sedia membantu jika Selir baru yang mulia ini memerlukan sesuatu.
Tapi Selir baru ini benar-benar gadis yang unik menurut mereka, dia begitu keras kepala melakukan sendiri semua pekerjaan berat yang tidak akan di sentuh oleh wanita bangsawan lainnya.
"Chu Cu, ambilkan yin xing"
Chu Cu menyodorkan dengan patuh kepada majikannya, Xiao Yi memasukkannya biji-biji yin Xing atau disebut kacang ginkgo berwarna putih kecoklatan itu sambil mulai mengaduknya dengan perlahan.
Setelah 10 menit kemudian, semua bahan-bahan di dalamnya terlihat lembut dan lunak dalam warna yang sangat cantik. Xiao Yi memasukkan beberapa biji gula batu, dan mengaduknya sebentar memastikan gulanya telah meleleh dan tercampur dengan baik.
Terakhir Xiao Yi memasukkan semangkok kecil goji berry dengan warna merah kemilau ke dalam panci sup nya.
Kasim Chen tiba tepat saat panci sup itu telah di angkat.
Dengan cekatan Xiao Yi menyendok sup itu kedalam rantang keramik bersusun dilapisi perak, yang di bawa oleh Kasim Chen.
"Antar segera kepada yang mulia" perintah Xiao Yi, dengan paras lega karena telah menyelesaikan tugasnya tepat waktu.
Hari telah mulai gelap, menyelimuti atap dapur istana, hari berubah menjadi dingin dengan segera.
"Tapi Nyonya selir juga di perintahkan oleh Yang mulia untuk mengantarkan sup ini ke Rongyu" tegas Kasim Chen dengan suara rendah.
"Kamu tidak lihat, pakaian saya kotor begini, bagaimana saya akan menghadap raja dengan penampilan dekil seperti ini" Xiao Yi berkilah.
"Saya dikirim Yang Mulia memastikan nyonya selir telah menyelesaikan masakan yang diminta yang mulia, sekaligus menjemput nyonya untuk menemani yang mulia makan malam di istana Rongyu"
Xiao Yi benar-benar kesal dalam hatinya, yang mulia Yan Yue memang sangat ingin membuatnya kerepotan.
"Tapi sup itu akan dingin jika tidak segera di antar!"
"Dan Yang Mulia telah berpesan bahwa nyonya Selir Yi harus segera bersiap-siap, setelah sup nya siap dan berangkat bersama saya"
Sepertinya kasim Chen juga tidak mau membantah perintah raja, karena sang kasim ini hanya berdiri saja tidak segera beranjak pergi.
Xiao Yi berjalan tanpa berbicara lagi melewati kasim Chen yang memegang rantang sup sambil menunduk. Menuju ke arah wisma Xingwu. Di ikuti Chu Cu dari belakang dengan tergesa dan Kasim Chen serta beberapa orang pelayan.
...***...
Xiao Yi menggunakan baju berwarna coklat muda yang bermotif bunga lotus mekar warna merah marun.
Rambutnya sebagian di gelung rapi kebelakang di jepit hiasan bunga dari emas di kiri kanannya, sisanya dibiarkannya tergerai begitu saja.
Xiao Yi meskipun dengan riasan sederhana tampak segar dan memukau. kecantikannya terpantul dari cahaya lampu di pinggiran taman Shenhua. Kasim Chen memandu jalan, karena Xiao Yi belum tahu letak Istana Rongyu kediaman pribadi raja di dalam istana Weiyan yang besar dan luas ini.
Langkah Xiao Yi mengikuti rima langkah sang kasim.
"Akan saya panggilkan tandu untuk nyonya" kasim Chen sudah menawari menyiapkan tandu untuk Xiao Yi. Tapi dengan tegas Xiao Yi menolak.
"Aku akan berjalan saja" jawab Xiao Yi tegas, dia akan mengulur waktu untuk sampai ke kediaman Yang mulia, supaya sup itu dingin dan Xiao Yi dapat memberi alasan, karena raja menginginkannya harus ikut ke istana Rongyu setelah memasak, sup itu menjadi dingin sementara dia bersiap-siap dan berjalan menuju kediaman raja.
Setelah melewati Taman Shenhua yang nampak begitu indah diantara malam yang turun dan sinar lampu temaram yang bertebaran di pinggiran taman, ujung-ujung jembatan serta bangunan gazebo di tengah taman.
Mereka tiba di Istana Rongyu kediaman raja, bangunan itu megah berdampingan dengan sebuah bangunan seperti perpustakaan dan sebuah bangunan besar lainnya yang merupakan aula Guanli tempat sidang kerajaan atau pertemuan antara raja dan para menteri dan bangsawan penting yang biasanya berlangsung hampir setiap hari.
Pengawal diluar pintu istana Rongyu berlipat-lipat mulai dari gapura besar di depan istana itu. sampai dengan selasar dan pintu istana.
"Nyonya Selir Yi tiba"
Pintu terbuka, ruangan istana Rongyu itu sangat luas. Ada beberapa tempat duduk dari beludru dan meja dari mahoni yang berukir bunga dan dan awan serta naga.
Ornamen yang ada di dalamnya di dominasi warna emas dan lukisan-lukisan indah di beberapa bagian dinding.
Di paling ujung ruangan sebuah tempat tidur besar dengan tirai yang indah sewarna gading dari sutra.
Ruangan itu empat atau mungkin lima kali lebih besar dari wisma Xingwu yang didiami oleh Xiao Yi.
Lampu minyak puluhan jumlahnya di setiap sudut ruangan, sehingga ruangan itu menjadi terang benderang.
Disebuah meja berukir dengan beberapa lilin dari wadah kuningan, duduk dengan begitu agung Yang Mulia raja Yan Yue, wajah tampannya bersinar-sinar diantara cahaya lilin.
Dia menggunakan jubah berwarna putih bersih dari sutra halus.
Di hadapannya tersaji beberapa hidangan makan malam, diatas peralatan makanan dari perak.
Tempat makanan raja memang semuanya berbahan perak, jika pun ada piring porselen maka akan ada sendok dari perak.
Semuanya memastikan tidak ada makanan yang mengandung racun yang di sajikan untuk raja.
Xiao Yi memberi hormat kepada raja, di sambut anggukan kepala Yang Mulia Yan Yue dan mempersilahkan Xiao Yi duduk dihadapannya.
Wajah Yang Mulia Yan Yue tampak datar, dengan mata berkilat hitam.
Kasim Chen memberi kode kepada Chu Cu untuk menuangkan sup dari rantang ke dalam sebuah mangkok.
Setelah Kasim Chen mencicipi semua makanan dan yakin tidak ada yang berbahaya, dia segera mundur diikuti oleh Chu Cu menuju sudut ruangan.
"Kalian boleh keluar"
Perintah Yang Mulia Yan Yue.
Kasim Chen dan Chu Cu membungkuk hormat dan segera keluar. Pintu di tutup oleh Kasim Chen.
"Kenapa begitu lama?" tanya Yang Mulia Yan Yue, tampak tidak senang.
"Ampuni hamba yang mulia, saya harus memastikan sup jamur salju yang mulia benar-benar siapa" jawab Xiao Yi.
"Aku sudah menunggumu dari tadi, "
"Ampuni hamba, Yang Mulia"
"Apakah kamu tahu, aku bisa saja menghukum kamu karena membuatku menunggu dan kelaparan?"
"Ampuni hamba Yang Mulia..."
"Apakah kamu tidak lelah selalu meminta ampun ketika berbicara?"
"Ampuni hamba Yang Mulia..."
Yang mulia Yan Yue hanya mendengus sambil menggeleng-geleng kepalanya, selir ini memang aneh ataukah dia sungguh bodoh?
"Kamu memasaknya sendiri?" Yang Mulia Yan Yue melirik pada mangkuk sup di tengah meja.
Sebuah basa-basi tentunya, karena saat Xiao Yi sibuk memasak, Kasim Chen telah mengirimkan seorang kasim bawahannya untuk memantau dapur istana selama Xiao Yi sedang berada di sana.
Sang kasim utusan memastikan bahwa Selir Yi melakukan sendiri sampai makanan itu siap.
Dia merasa puas dengan ujian yang telah di buatnya kepada selir yang cukup membuatnya penasaran ini.
Selir Yi memang berbeda dari selir yang lain yang pernah dilihatnya, dia jujur dan tidak takut apapun. Selir ini juga sangat polos dan tidak begitu mempermasalahkan kelasnya karena dia suka rela membuat dirinya melakukan pekerjaan seorang pelayan.
Selir Yi juga sepertinya cukup pintar dan yang paling membuat raja merasa tergelitik, sampai sedemikian rupa berusaha mencari alasan untuk mengundangnya ke istananya adalah si selir ini sama sekali tidak tertarik padanya. Bahkan jika di cermati, dia seolah berusaha menghindarinya dengan berbagai cara.
Baru kali ini Yang Mulia Yan Yue menemui, seorang wanita yang tidak menginginkannya.
Gadis cantik yang dikirim menjadi selir persembahan untuknya ini benar-benar berbeda, dari kesan pertama kali Yang Mulia melihatnya.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like nya🙏☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
N Wage
lanjut baca
2024-07-02
0
Nia Kurniasih
imajinasi outhor nya saluuuttt
2023-09-21
1
Atalia
next😅
2023-09-03
0