Pagi datang terasa lebih awal di pertengahan musim dingin, tak seperti biasanya, matahari bersinar hangat di atas taman Shenhua.
Salju di ranting pohon persik meleleh menjadi titik air, membuat alur yang dramatis di batang pohonnya.
Bunga meihua, seperti biasa merah merona seolah tersenyum membebaskan diri dari pelukan gumpalan putih yang selalu melekat padanya sepanjang musim dingin ini.
Xiao Yi berdiri di tengah jembatan kayu di atas danau, tangannya berpegangan pada pagar jembatan, bola matanya menembus permukaan air danau yang kemilau di timpa cahaya.
Hari-hari berat yang dilaluinya terasa seperti kuk, menekan pundaknya. Membuatnya berat melangkah dan sulit bernafas.
Dua hari lagi malam bulan purnama, bagaimana cara dia melewatinya? Hanya itu yang terdoktrin kuat di dalam kepalanya. Dan sang raja tentu saja berkuasa melakukan apapun yang di mintanya, apapun itu. Termasuk meminta kesucian dirinya. Dan yang lebih menyakitkan, dia bahkan berdosa besar jika berani menolak. Di belahan bumi manapun tak akan ada yang menyalahkan sang raja dalam statusnya sebagai suami, meminta penyerahan diri dari istrinya sendiri.
Chu Cu berdiri di belakang majikannya itu, tanpa berniat untuk menganggu.
Dia tahu benar, sekembali dari istana Rongyu, majikannya itu lebih murung dan sepanjang malam pasti tidak terlalu banyak memejamkan mata. Karena pagi-pagi benar, dia sudah di panggil untuk mempersiapkan air mandi.
Wajahnya pucat seperti warna salju dengan lingkaran gelap samar mengelilingi mata seolah bercerita, sepanjang malam nona muda kesayangannya ini mungkin tidak tidur.
"Terlalu pagi untuk melamun di sini..."
Xiao yi berbalik mencari asal suara, sementara di belakangnya Chu Cu mundur beberapa langkah memberi jalan.
Xiao Yi mengenalnya sebagai salah satu dari perempuan yang menghadiri perjamuan di aula Qin Ren kemarin. Dia pasti salah satu dari selir yang mulia Yan Yue.
"Selir Yi?" dia tersenyum ramah. Sementara pelayan di belakangnya memberi hormat pada Xiao Yi.
Xiao Yi memberi salam dengan menekuk kakinya dan dibalas hal yang sama oleh perempuan berjubah biru langit ini. Wajahnya lonjong serupa telur dengan hidung bangir kecil. Rambutnya di gelung sedemikian rupa menjadi dua di hiasi jepitan dari giok berukir, seperti bunga lotus.
Matanya tampak berkilau cerah, menatap Xiao Yi dengan penasaran.
"Maafkan jika menganggu," tambahnya dengan riang.
"Oh, sama sekali tidak menganggu, maafkan jika menghalangi jalan anda..." Xiao Yi menekuk kakinya lagi mengisyaratkan penyesalan.
"Tidak perlu terlalu formal. Perkenalkan, namaku Chie Yuan, dipanggil sebagai selir Yuan.
Aku berasal dari propinsi Sichuan. Bukankah tempat asal kita berdekatan? Propinsi Sichuan bertetangga dengan propinsi Youwu. Tempatmu itu sangat indah dan aku sangat menyukai manisan tanghulunya yang sangat manis" Selir Yuan tampak bersemangat.
Xiao Yi hanya tercengang, dia hanya pernah mendengar propinsi tetangga bernama Sichuan, tapi dia tidak tahu apapun tentang wilayah itu. Dia tidak pernah keluar dari kota Youwu bahkan tidak pernah menginjak desa - desa yang berada di sekitar kota Youwu.
Xiao Yi selalu berada di bawah pengawasan kakak-kakaknya yang sangat protektif padanya.
Xiao Yi hanya di ijinkan bermain di dalam kota, bahkan mungkin separuh hidupnya hanya dihabiskannya berkeliaran di sekitar sungai Yalu. Untuk urusan politik dan negara, Xiao Yi sama sekali buta.
Dan betapa terasa bodohnya, saat seperti ini, seseorang mengetahui keberadaan kotanya tapi dia tidak tahu apapun tentang tempat selain kotanya sendiri.
"Aku pernah di ajak ayahku ke kota Youwu saat berusia empat belas tahun, saat itu ayah di undang oleh gubernur Qian Lie untuk pernikahan putranya." senyumnya merekah.
"Sayangnya, itu pertama dan terakhir aku berkunjung ke Youwu, karena tiga tahun setelah itu aku di bawa ke Yubei." wajah riangnya berubah murung sesaat.
"Padahal aku sangat ingin melihat sungai es yang terkenal di Youwu pada saat musim dingin."Senyum kecil merekah di bibir tipisnya.
Xiao Yi masih terpaku, mendengar selir yang mungkin kurang lebih dengan usianya itu, berbicara tanpa berhenti.
"Selir Yi, bisa kah kamu ceritakan tentang sungai Yalu yang indah itu?" matanya berbinar penuh harap.
"Oh...iya...tentu saja" Xiao Yi tergagap.
"Senang berkenalan denganmu Selir Yi, kita sekarang adalah teman..." Selir Yuan meraih tangan Xiao Yi dengan gembira.
Tanpa aba-aba atau persetujuan, dia telah menarik tangan Yi menuju Gazebo di tengah danau.
Taman Shenhua masih sepi di pagi hari, tapi di salah satu gazebo sudah duduk berhadapan dua orang gadis seperti dua orang teman lama yang baru bersua. Mereka minum teh bersama sambil bercerita layaknya telah lama saling mengenal satu sama lain.
Selir Yuan tampak bersemangat mendengar cerita Xiao Yi tentang Youwu yang selalu mempunyai musim dingin terlama.
Jika musim dingin di tempat lain dari bulan ke sepuluh setiap tahunnya tapi di Youwu musim dingin selalu datang lebih awal dari tempat lain. Di pertengahan bulan sembilan, sudah turun salju.
Kalau musim semi di tempat lain sudah di mulai dari bulan keempat di tahun berikutnya, tetapi di Youwu pada saat itu salju yang membatu menjadi es di sungai Yalu baru saja mencair. Jika beruntung, sungai Yalu tidak meluap maka tidak sampai terjadi bencana banjir yang hampir selalu menjadi bencana tahunan di Youwu.
"Jika tiba musim semi, maka di dataran Pingyuan kamu akan melihat pemandangan hijau dan merah dari Mu Dan dan houyun yang sedang mekar di sepanjang dataran sampai lembah. Kadang-kadang salju turun di awal musim semi, sehingga kita bisa melihat peony yang berselimut perak di siang hari"
Xiao Yi bercerita seolah sedang melihat Youwu di depan matanya.
Kerinduannya meluap seperti danau Yalu di penghujung musim dingin, membuat mata indahnya berkaca-kaca.
Selir Yuan tampak begitu menikmati cerita itu dengan begitu senang, seolah dia sedang berjalan-jalan di sana.
"Musim panas di Yalu sangat pendek, bahkan kamu tidak menyadarinya datang dan pergi...sampai kamu melihat dataran pingyuan berubah menjadi kuning karena rumput tianlu menguning.
Kamu akan sadar musim panas telah berlalu saat di lembah, pohon pinus berjejer seperti barisan tentara itu di timpa cahaya musim gugur menjadi keemasan.
Semua itu menjadi sangat indah jika kamu melihatnya dari seberang sungai Yalu, di bawah pohon willow tua..."
Air mata Xiao Yi menetes perlahan, kerinduannya membuncah. Pada semua sudut kota Youwu yang telah di tinggalkannya, pada orangtuanya yang selalu menyayanginya, pada kakak-kakak lelakinya, Xiao Ce dan Xiao Ying.
Kerinduan yang tak tertahan kepada pohon willow tua di tepi sungai Yalu, tempatnya memperdengarkan tawanya bila dia bahagia dan tempatnya menumpahkan banyak air mata saat kesedihan menerpanya.
Dan kerinduan terakhir yang tak bisa ditahannya adalah pada seorang lelaki, yang adalah teman masa kecilnya dan juga lelaki pertama yang dicintainya, Qian Ren.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like nya🙏☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
mama yuhu
semoga selir Yuan tulus mau berteman
2023-04-05
1
Sehrazat
Cinta suci seorang gadis belia 😢🤧🤧🤧
2022-12-31
0
Hani Ekawati
Hah pertengahan bulan kesembilan sudah turun salju, berarti wilayahnya dataran tinggi banget🤭 biasanya kn turun salju bulan ke 12 ☺️🤭
2022-11-19
0