Bukit Zhiesan yang sepi, kabut tipis turun membuat pemandangan malam semakin samar. Cahaya lampu dari Kuil Sunyen menjadikan bangunan itu terang di antara pepohonan wisteria yang berdiri aneh dalam kegelapan dengan cabang-cabang yang terkulai.
Yang Mulia Yan Yue menghentikan lari kudanya, tepat di atas tanjakan yang lebih tinggi dari tempat bangunan kuil itu berdiri, sekitar dua li jaraknya dari Kuil Sunyen. Kuda yang di tunggangi Xiao Yi dengan empat pengawal mereka seperti di beri aba-aba juga berhenti.
"Jian, pergilah ke kuil Sunyen dengan Selir Yi. Bawakan beberapa kantong Liang, serahkan kepada Biksu kepala. Biarkan Selir Yi yang menyerahkannya atas nama Selir Yi sendiri" perintah Yang Mulia Yan Yue pada salah satu pengawalnya.
"Selir Yi, Jian akan mengantarmu kepada biksu di dalam kuil Sunyen. Kamu menyerahkan persembahan atas namamu. Perkenalkan namamu sebagai salah satu istri dari Raja Yanzhi, katakan kamu datang untuk menyerahkan persembahan karena sudah melangsungkan pernikahan denganku." Kata Yang Mulia kepada Xiao Yi.
"Inikah permintaan Yang Mulia yang harus ku lakukan? Menyerahkan persembahan ke Kuil? hanya ini?"
Xiao Yi membatin, benar-benar di luar perkiraannya.
Ada sedikit rasa malu menjalari hatinya, telah banyak berfikir keras untuk hal-hal bodoh selama beberapa hari terakhir ini.
Ketakutan yang tidak beralasan.
"Kamu akan melakukan hal ini setiap hari ke 27 di tiap bulannya, apakah kamu mengerti?" tanya Yang Mulia kemudian.
"Ya, Yang Mulia, saya mengerti" Xiao Yi menjawab cepat, mengusir keraguan Yang Mulia kepadanya.
Yang Mulia memberi kode kepada Sang pengawal intuk segera berangkat.
"Yang Mulia tidak ikut?" tanyanya dengan volume rendah.
"Selir Yi akan melakukannya untukku" jawab Yang Mulia pendek.
"Kami akan menunggu di sini!"
"Baik Yang Mulia, kami akan segera kembali"
Jian Jie, sang pengawal kepercayaan Raja itu menarik kekang kudanya perlahan lalu di ikuti oleh Xiao Yi dari belakangnya.
Yang Mulia Yan Yue menatap dua kuda itu menjauh sampai derap itu menghilang diantara pepohonan wisteria menuju kuil di tengah hutan itu.
Ada perasaan senang yang tak dapat dia ungkapkan, menemukan seorang gadis yang bisa menjadi kepercayaannya adalah hal yang tersulit dan entah mengapa sejak awal bertemu dengan Xiao Yi, dia merasa bisa mempercayai gadis ini.
Xiao Yi adalah gadis pertama yang tidak menginginkannya. Gadis dengan matanya menolak di sentuh olehnya. Di mata gadis ini pula ditemukannya ada kilat keberanian, perlawanan sekaligus kejujuran yang belum pernah ditemukannya dalam mata gadis manapun.
Setelah Jiu Fei memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan dunia luar termasuk dengan Yang Mulia Yan Yue, tak ada lagi yang dipercayai olehnya.
Jiu Fei adalah satu-satunya gadis yang dicintainya. Gadis itu adalah anak dari seorang mata-mata kerajaan Niangxi, musuh dari kerajaan Yanzhi. Dalam suatu penyamaran, gadis yang sangat pintar bela diri ini menyusup dalam perkemahan Yang Mulia Yan Yue sebagai seorang pelayan, saat terjadi perang perebutan wilayah di perbatasan antara wilayah Yanzhie dan Niangxi.
Entah bagaimana awalnya, Jiu Fei akhirnya jatuh cinta dengan pangeran muda ini yang kala di kirim ke perbatasan saat dia berusia 17 tahun. Jiu Fei lah yang menyelamatkan Yang Mulia Yan Yue ketika rombongannya di jebak oleh pasukan Niangxi di pegunungan Yanshan.
Konon ceritanya, mereka berdua bahu membahu melawan ratusan pasukan musuh dan untuk menyelamatkan Yang Mulia Yan Yue, Jiu Fei rela menghadang sebuah anak panah dengan punggungnya.
Yang Mulia Yan Yue membawa Jiu Fei pulang ke Yubei dan merawatnya dengan kasih sayang.
Sekembali dari perebutan wilayah yang dimenangkan oleh Yanzhi ini, Pangeran muda Yan Yue di angkat menjadi raja Yanzhi yang kemudian di panggil dengan Yang Mulia Yan Yue.
Karena cinta Yang Mulia, dia membangun sebuah istana di belakang istananya sendiri untuk Jiu Fei jauh dari istana harem yang berisi wisma-wisma yang di bangun untuk para selir karena Yang Mulia ingin selalu berada di dekat Jiu Fei.
Istana untuk Jiu Fei itu diberi nama oleh Yang Mulia sendiri. Namanya Istana Chu Lian atau istana cinta pertama, karena Jiu Fei adalah wanita pertama yang di cintai oleh Raja.
Tapi sayangnya keinginan Yang Mulia untuk menjadikan Jiu Fei sebagai permaisuri, tidak pernah terjadi karena hal itu di tentang oleh semua menteri dan dewan di Istana Weiyan, termasuk ibu suri karena latar Jiu Fei yang berasal dari kerajaan musuh.
Dengan alasan Jiu Fei telah terlatih sebagai mata-mata, yang menurut dewan pertimbangan istana, kesetiaannya pada negara diragukan ditambah dengan garis keturunan yang tidak jelas serta bukan darah Yanzhi menjadikan Jiu Fei dianggap tidak layak menjadi permaisuri raja.
Jiu Fei yang malang pun tak mungkin kembali ke negaranya karena dianggap sebagai penjahat, menurut kabar semua keluarganya telah di eksekusi oleh kerajaan Niangxi karena dianggap sebagai keluarga pengkhianat.
Akhirnya Jiu Fei memutuskan menjadi seorang biksu di kuil Sunyen, kuil yang masih berada dalam kota Yubei dan tidak jauh dari istana raja.
Karena tidak bisa menikahi orang yang sangat dicintainya, Jiu Fei memilih menggunduli kepalanya dan mengabdikan hidupnya untuk mendoakan Yang Mulia Yan Yue dan negara Yanzhi sampai akhir hayatnya.
Kisah cinta ini, mematahkan hati Yang Mulia Yan Yue sehingga tidak ingin memiliki permaisuri selain seorang Jiu Fei.
Tapi kenyataannya seorang raja harus mempunyai istri meskipun dia tidak menginginkannya. Sehingga terjadi perkawinan atas dasar politik, untuk memperkuat dukungan dari setiap wilayah demi kedaulatan kerajaan Yanzhi.
Sembilan pemimpin Wilayah mengirimkan masing-masing putrinya ataupun keponakannya untuk menjadi selir persembahan bagi Yang Mulia Yan Yue, dengan harapan kedua belah pihak menghormati ikatan perkawinan itu sehingga tidak ada pemberontakan wilayah karena pemimpin wilayahnya adalah mertua dari sang raja. Demikian pula para pemimpin Wilayah merasakan keamanan posisi mereka karena mempunyai menantu seorang raja.
Raja tidak pernah melakukan ritual pernikahan resmi mengangkat seorang furen atau istri utama yang memangku jabatan permaisuri baginya. Selama ini dia hanya menikahi selir dengan status sebagai shiqie atau selir menengah dan tongfang atau selir yang lebih rendah kedudukannya dari shiqie.
Biasanya selir-selir yang telah lama akan diangkat menjadi shiqie dan yang baru otomatis adalah tongfang. Status selir-selir yang sudah lama akan lebih di hormati dari pada selir yang baru di dalam istana harem.
Dalam kehidupan cinta Yang Mulia Yan Yue dengan Jiu Fei, meski cinta dan pengorbanan yang di lakukan Jiu Fei kepada Yang Mulia sangat besar tapi jika tidak memiliki dukungan dari dewan istana maka pernikahan tidak akan pernah bisa di lakukan. Jika itu dipaksakan maka bisa terjadi perpecahan dalam intern istana yang mungkin saja menjadi alasan terjadinya pemberontakan atau kudeta.
Untuk menghindari hal ini, mereka berdua harus merelakan cinta mereka berakhir dan kandas
Hampir sepuluh tahun sejak Jiu Fei menjadi biksu, Yang Mulia Yan Yue tidak pernah membuka hatinya pada siapapun termasuk tidak menyentuh perempuan meskipun mereka adalah selir-selir di istana harem kerajaan.
Kisah cinta Yang Mulia Yan Yue dan Jiu Fei ini menjadi kisah yang di ceritakan orang di kerajaan Yanzhi tapi Yang Mulia Yan Yue menutup telinganya.
Setiap bulan di minggu terakhir, Yang Mulia akan mengunjungi Kuil Sunyen di malam hari. Mengirimkan bantuan untuk kehidupan di Kuil Sunyen meskipun dia hanya bisa memandang dari kegelapan, berharap melihat Jiu Fei dari kejauhan.
...Terimakasih readers tersayang yang sudah kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan UP episode selanjutnya......
...🌹🌹...
...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like dan dukungannya🙏...
...Love you all☺️😊...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
fitriani
defenisi cinta yg mulia yan yue habis di jiu fei
2024-08-02
0
Royani Arofat
kaciaannn
2024-05-19
0
🎼shanly_keys
waw waw... kerennn, bnr2 menyayat hati
2023-06-29
1