Kunci Mobil

Pengantin adalah raja dan ratu di hari bahagia mereka. Sama halnya dengan Marisa dan Elvan yang kini tengah duduk di singga sananya laksana raja dan ratu sungguhan. Mereka terlihat tengah terlibat obrolan yang sepertinya cukup menggelitik karena aura yang ditampilkan Marisa tampak malu-malu.

Elvan menyadari akan kedatangan seseorang yang datang dengan membawa buket bunga di tangannya. Namun sang istri yang masih malu-malu setelah Elvan membahas malam pertama itu, sepertinya tak menyadari kedatangan laki-laki berkemeja biru itu.

Elvan berdiri hendak menyalaminya namun Marisa seolah masih melayang dengan pikirannya sendiri.

"Jadi kamu pulang buat menikah Ris?" Terdengar suara laki-laki yang dikenali Marisa, membuatnya mengangkat kepalanya dan seketika berdiri dihadapannya.

"Kamu." Kata Marisa.

"Iya ini aku, bukankah aku sudah bilang akan ke rumah? Tapi aku tidak menyangka jika rumahmu telah di sulap menjadi tempat pesta seperti ini." Kata Andi yang masih memegang erat buket bunga ditangannya.

"Iya, kamu benar, ini adalah pernikahan impianku yang telah diwujudkan oleh suamiku." Kata Marisa kemudian menggandeng erat lengan Elvan yang berdiri disampingnya.

"Selamat ya, kalau aku tau kamu menikah, aku pasti bawakan kado untukmu, terimalah ini bunga untukmu." Kata Andi menyerahkan buket bunga kepada Marisa.

Risa menatap mata suaminya, ia seakan meminta ijin kepada Elvan. Elvan pun mengangguk sembari tersenyum. Setelah itu Marisa menerima bunga pemberian Andi dengan setengah hati.

Andi kemudian turun dari pelaminan setelah menyalami kedua mempelai.

Para tetangga yang menghadiri acara pun mulai memberi selamat kepada Marisa dan Elvan. Tak lupa mereka berswafoto untuk mengabadikan momen-momen pernikahan yang mereka hadiri.

Acara demi acara telah terlewati, hari juga semakin sore, dan akhirnya para tamu pun beranjak meninggalkan rumah Marisa.

Marisa mulai membersihkan make-up nya di kamar, sementara Elvan masih bercengkrama bersama para keluarga di ruang tamu.

Pak Erwin papa Elvan juga terlihat akrab dengan pak Rahmad ayah Marisa. Mereka memang baru bertemu dan baru mengenal satu sama lain, tapi seolah mereka telah saling mengenal lama. Pak Rahmad yang ramah membuat Pak Erwin yang berwibawa berbaur dengan para keluarga membicarakan tentang banyak hal.

Galih masih tertinggal bersama Pak Erwin dan kakek nenek Elvan. Sementara Ratna dan pacarnya telah pulang sebelum maghrib bersama orang tua Ratna dan juga pacar Galih.

Diam-diam Elvan meninggalkan ruang tamu untuk menyusul Marisa. Sesungguhnya ia begitu lelah setelah perjalanan yang cukup jauh dan melakukan beberapa ritual adat yang awalnya sama sekali tak ia mengerti.

"Mas." Sapa Marisa yang baru keluar dari kamar mandi saat Elvan tengah mengendap-endap menutup pintu kamarnya.

"Eh,,, sayang kamu sudah mandi?" Tanya Elvan yang terkejut melihat Marisa telah berdiri dibelakangnya, masih mengenakan handuk kimononya dengan rambutnya yang tertutup rapat oleh handuk.

"Iya mas tadi setelah bersihin wajah aku langsung mandi karena gerah banget. Mas Elvan mau mandi juga?" Tanya Marisa yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi.

Elvan mendekat kearah Marisa. Mengagumi wajah polos Marisa yang baru selesai mandi. Tercium aroma sabun yang menusuk hidung Elvan saat ia semakin mendekati Marisa. Wajah keduanya pun semakin dekat, Marisa melihat tatapan mata Elvan. Tatapan mata yang sama ketika Elvan akan men*iu*mnya malam itu. Marisa hanya pasrah, ia sadar sekarang Elvan adalah suaminya.

Marisa memejamkan matanya, ia dapat merasakan hembusan nafas Elvan yang menerpa kulit wajahnya. Elvan semakin mendekat, hidungnya kini bersentuhan dengan hidung Marisa. Dan, sebuah kecupan mendarat lembut dibibir Marisa. Kecupan yang begitu lama. Ya, Elvan hanya mengecupnya.

"Mas mandi dulu ya." Kata Elvan yang kini telah menarik wajahnya menjauhi Marisa.

Marisa membuka matanya, dilihatnya Elvan yang tengah tersenyum menyaksikan rona merah di pipi Marisa. Marisa sungguh merasa malu, ia baru pertama kali merasakan pertemuan bibir seumur hidupnya. Sedangkan suaminya masih saja memperhatikan raut wajahnya yang bersemu kemerahan.

"Aku siapin bajunya mas." Kata Marisa beranjak pergi.

"Kamu pakai baju dulu sayang, lagian baju Mas masih di mobil." Kata Elvan yang masih berdiri di tempatnya. "Kunci mobil ada sama Papa, nanti sekalian ambilin handuk ya." Kata Elvan yang kemudian membuka pintu kamar mandi.

"Iya mas." Kata Marisa.

Elvan pun masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Marisa memakai bajunya dan merapikan rambutnya yang masih basah. Lalu keluar dari kamarnya.

Marisa melihat Pak Erwin tengah berbincang santai dengan Pak Rahmad dan beberapa anggota keluarga laki-laki Marisa.

"Em,, pak Erwin." Sapa Marisa.

"Eh, menantu papa, panggil papa saja kamu kan sekarang menantu papa." Kata Pak Erwin.

"Em itu Pa, kata Mas Elvan suruh ambil kunci mobil buat ambil baju mas Elvan." Kata Marisa sedikit gugup, ia tak pernah berinteraksi dengan santai dengan Pak Erwin yang merupakan bosnya di kantor.

"Oh iya, ini." Pak Erwin menyerahkan kunci mobil itu kepada Marisa.

Risa pun keluar rumah dengan memegang kunci mobil suaminya.

Bagaimana cara bukanya. Aku harus pencet yang mana? Gumam Marisa dalam hatinya.

Risa masih menatap kunci mobil ditangannya. Sebenarnya ia sendiri tak pernah memegang kunci mobil apalagi membukanya.

"Risa kamu ngapain?" Tanya Galih yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Marisa.

"Em, ini mas aku disuruh ambil baju sama Mas Elvan, tapi aku bingung gimana cara buka mobilnya." Kata Marisa yang kebingungan.

"Ohhhh itu, sini biar aku ambilin." Kata Galih.

Marisa pun menyerahkan kunci mobil itu kepada Galih. Kemudian Galih mengambil koper milik Elvan dan membawanya masuk ke dalam rumah diikuti Marisa, dan menaruhnya didepan kamar Marisa dan Elvan. Lalu menyerahkan kembali kunci mobil Elvan kepada Marisa.

"Makasih ya Mas Galih." Kata Marisa setelah menerima kunci mobil dari Galih.

Galih pun mengangguk kemudian bergabung dengan Pak Rahmad dan Pak Erwin juga kakek Elvan. Lalu Marisa membawa masuk koper Elvan dan menutup kembali pintu kamarnya.

Marisa membuka koper suaminya dan mengambil beberapa potong baju juga handuk untuk suaminya. Lalu memindahkan sisa baju yang masih ada di koper kedalam lemarinya. Karena mereka telah memutuskan untuk tinggal beberapa hari di rumah Pak Rahmad.

Marisa yang telah selesai menata baju Elvan kedalam lemari, mengetuk pintu kamar mandi yang ada dikamarnya itu. Tak berapa lama Elvan membuka pintu, tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun dapat Marisa lihat dengan jelas. Namun Marisa yang begitu malu dengan reflek memutar tubuhnya membelakangi Elvan dan menutup kedua matanya dengan handuk yang tadinya akan ia berikan kepada Elvan.

"Mas, Mas Elvan ini apa nggak malu?" Tanya Marisa yang sudah merah padam tak karuan melihat tubuh polos sang suami.

Elvan berjalan mendekati Marisa yang masih menutup matanya dengan handuk. "Kenapa memangnya?" Tanya Elvan yang seolah tak mengerti maksud Marisa. Lalu kedua tangannya memegang tangan Marisa yang masih memegang erat handuk yang menutup matanya.

"Mas.... Mas Elvan mau apa?" Tanya Marisa saat merasakan tangan Elvan menyentuh tangannya. Jantungnya berdebar-debar karena sentuhan lembut tangan Elvan yang masih basah.

bersambung....

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

wadduuhh ... Elvan langsung pamer tongkat sakti ... ☺️☺️

2023-01-05

1

Arty Asik

Arty Asik

kayak ngulang waktu dulu nikahan🤣 berasa banget degdekannya

2022-11-13

0

HNF G

HNF G

latihan pegang pedang ms elvan dl ris🤭🤭🤭

2022-10-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Boleh Minta Nomermu?
3 Mengantar Pulang
4 Kriteria Calon Suami
5 Agar Tak Berbohong
6 Mencari Rumput
7 Meminta Restu
8 Jawabannya
9 Kamu Kerja Disini?
10 Cincin Nikah
11 Aku Akan Menikah
12 Mas Elvan Ganteng
13 Dia Papaku
14 Latihan Peluk
15 Bertemu kembali dengan masa lalu
16 Hari Yang Dinanti
17 Kunci Mobil
18 Pertama Kali
19 Alergi
20 Apa kurang Romantis?
21 Honeymoon 1
22 Honeymoon 2
23 Rumah Siapa?
24 Visual / Bukan bab cerita
25 Demi Tas Cantik
26 Jangan Khawatir
27 Hari Patah Hati
28 Beri Aku Semangat
29 Berkunjung Ke Rumah Besar
30 Berguna Untuk Perusahaan
31 Usaha dan Do'a
32 Putra Kedua
33 Sakit
34 Hamil
35 Kehilangan
36 Kesedihan Calon Orang Tua
37 Kembali Bekerja
38 Keputusan Elvan
39 Sekretarisku
40 Pertunangan
41 Tes Kehamilan
42 Merahasiakan Kehamilan
43 Rencana Jahat Anita
44 Kecelakaan
45 Tertangkap Basah
46 Hilang Ingatan
47 Ancaman
48 Setelah Aku Meninggalkanmu
49 Menuju Lahiran
50 Melahirkan
51 Penculikan Zayn
52 Beberapa Tahun Setelahnya
53 Zayn dan Zea
54 Zayn Rindu Mama
55 Janji Zayn
56 Panggil Papa Saja
57 Tanggal Ulang Tahun Yang Sama
58 Aku Telah Kembali
59 Tanyakan Pada Cintamu
60 Mengungkap Fakta
61 Zea Yang Usil
62 Masih Suami Istri
63 Dipecat
64 Siapa Wanita Itu?
65 Malam Bahagia Untuk Elvan
66 Aku Nggak Suka
67 Apa lagi?
68 Jangan Ganggu Keluargaku
69 Selalu dan Selamanya Mencintaimu
70 Tentang Zayn
71 Pertemuan dengan Sylvia
72 Tega Banget Sih
73 Jangan Menangis Sayang
74 Kebun Binatang
75 Jangan Percaya Dia
76 Jangan Sakiti Mamaku
77 Seluruh Saham Kalian
78 Kakek Darma yang Licik
79 Maafkan Kakek
80 Rencana Ulang Tahun
81 Jangan Merusak Hidupmu
82 Kapan Punya Adik?
83 Usaha Yuk
84 Siapa yang Sakit
85 Kesetiaan Elvan
86 Berhentilah Menyakiti
87 Maafkan Mama
88 Happy Birthday My Twins
89 Kejutan Untuk Istri
90 Malam Kita
91 Aku Beruntung (Ending)
92 Pengumuman Novel Baru Menikahi Anak Sopir
93 Bonchap1 Kamar Hotel
94 Bonchap2 Wanita Pembohong
95 Bonchap3 Sylvia kenapa?
96 Bonchap4 Anggota Baru (Final End)
97 PENGUMUMAN SEASON 2
98 Terjerat Gairah Musuh by Itta Haruka
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Prolog
2
Boleh Minta Nomermu?
3
Mengantar Pulang
4
Kriteria Calon Suami
5
Agar Tak Berbohong
6
Mencari Rumput
7
Meminta Restu
8
Jawabannya
9
Kamu Kerja Disini?
10
Cincin Nikah
11
Aku Akan Menikah
12
Mas Elvan Ganteng
13
Dia Papaku
14
Latihan Peluk
15
Bertemu kembali dengan masa lalu
16
Hari Yang Dinanti
17
Kunci Mobil
18
Pertama Kali
19
Alergi
20
Apa kurang Romantis?
21
Honeymoon 1
22
Honeymoon 2
23
Rumah Siapa?
24
Visual / Bukan bab cerita
25
Demi Tas Cantik
26
Jangan Khawatir
27
Hari Patah Hati
28
Beri Aku Semangat
29
Berkunjung Ke Rumah Besar
30
Berguna Untuk Perusahaan
31
Usaha dan Do'a
32
Putra Kedua
33
Sakit
34
Hamil
35
Kehilangan
36
Kesedihan Calon Orang Tua
37
Kembali Bekerja
38
Keputusan Elvan
39
Sekretarisku
40
Pertunangan
41
Tes Kehamilan
42
Merahasiakan Kehamilan
43
Rencana Jahat Anita
44
Kecelakaan
45
Tertangkap Basah
46
Hilang Ingatan
47
Ancaman
48
Setelah Aku Meninggalkanmu
49
Menuju Lahiran
50
Melahirkan
51
Penculikan Zayn
52
Beberapa Tahun Setelahnya
53
Zayn dan Zea
54
Zayn Rindu Mama
55
Janji Zayn
56
Panggil Papa Saja
57
Tanggal Ulang Tahun Yang Sama
58
Aku Telah Kembali
59
Tanyakan Pada Cintamu
60
Mengungkap Fakta
61
Zea Yang Usil
62
Masih Suami Istri
63
Dipecat
64
Siapa Wanita Itu?
65
Malam Bahagia Untuk Elvan
66
Aku Nggak Suka
67
Apa lagi?
68
Jangan Ganggu Keluargaku
69
Selalu dan Selamanya Mencintaimu
70
Tentang Zayn
71
Pertemuan dengan Sylvia
72
Tega Banget Sih
73
Jangan Menangis Sayang
74
Kebun Binatang
75
Jangan Percaya Dia
76
Jangan Sakiti Mamaku
77
Seluruh Saham Kalian
78
Kakek Darma yang Licik
79
Maafkan Kakek
80
Rencana Ulang Tahun
81
Jangan Merusak Hidupmu
82
Kapan Punya Adik?
83
Usaha Yuk
84
Siapa yang Sakit
85
Kesetiaan Elvan
86
Berhentilah Menyakiti
87
Maafkan Mama
88
Happy Birthday My Twins
89
Kejutan Untuk Istri
90
Malam Kita
91
Aku Beruntung (Ending)
92
Pengumuman Novel Baru Menikahi Anak Sopir
93
Bonchap1 Kamar Hotel
94
Bonchap2 Wanita Pembohong
95
Bonchap3 Sylvia kenapa?
96
Bonchap4 Anggota Baru (Final End)
97
PENGUMUMAN SEASON 2
98
Terjerat Gairah Musuh by Itta Haruka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!