Satu minggu berlalu, seusai kejadian malam mengerikan itu Marco tidak pernah datang lagi menemui Vanya. Sama halnya dengan Adit, Marco menghilang bagai ditelan Bumi setelah puas menyiksanya. Baguslah, Vanya bisa menjadi ratu tahanan yang dimuliakan walau statusnya adalah seorang sandera. Kalau bisa Marco tidak usah datang menemuinya lagi saja. Meski bosan dengan aktifitasnya di kamar hotel, setidaknya hati wanita itu tidak meradang dengan sikap arogan Marco atau muak melihat wajahnya.
"Lama-lama kok aku jadi bosan, ya!" Vanya bergulang-guling tidak jelas. Ia melempar bantal yang dipeluk ke lantai, kemudian berjalan ke arah jendela kaca yang menampakkan pemandangan indah di luar sana. Ada mobil, orang berjalan, juga bus-bus besar yang melintasi jalan utama tersebut. Mereka tampak kecil seperti semut saat dilihat dari lantai tinggi yang Vanya tempati. Suatu penampakkan dan kegiatan sehari-hari yang sedernaha. Namun tak bisa ia jangkau belakangan ini.
"Aku ingin keluarrrr!" teriak Vanya kemudian. Ia melangkah pergi dari kaca besar nan tebal itu. Kemudian berjalan menuju ruang tamu untuk sekedar mengelilingi ruang hotel mewah tersebut.
Vanya menjatuhkan tubuhnya di sofa single, lalu menengadah sambil menaruh kepalanya di bahu sofa. Air mata wanita itu menetes perlahan dan menjadi semakin tumpah ruah.
"Adit sialan, apa yang kau lakukan di luar sana. Apa kamu bisa hidup dengan baik setelah membuatku jadi seperti ini?" Vanya mulai bermonolog dengan diri sendiri. Pikirannya terus tertuju pada Adit. Ia begitu penasaran. Otaknya tak bisa berhenti memikiran apa yang Adit lakukan di luar dana setelah berhasil menghancurkan hidupnya.
"Kau juga sangat menyedihkan, Van! Sudah tahu suamimu telah berbuat jahat, tapi kau masih khawatir dan sangat mencintainya. Seperti yang dikatakan Marco, kau adalah wanita bodoh!" Vanya beralih menghujat diri sendiri. Meratapi nasib dan perasaanya yang tidak bisa sejalan.
Ia ingin menyalahkan Adit, namun di sisi lain Vanya tahu bahwa yang Adit lakukan karena dipaksa keadaan. Ia juga ingin menyalahkan Marco atas sikapnya, namun sekali lagi Vanyalah yang menjadi faktor utama perubahan sikap tersebut.
Tidak ada yang bisa Vanya salahkan, semua ini berjalan mengikuti takdir. Dan warna-warna konflik yang Vanya hadapi adalah proses menjemput takdir yang sesungguhnya. Lewat mana pun jalannya, takdir hidup Vanya memang sudah seperti ini.
Miris.
Nista.
Terhina.
Dan terakhir penuh luka.
Inikah yang dinamakan balasan? Sekarang ia harus menanggung perbuatannya yang kurang menghargai cinta di masa lalu. Sehingga ia pun sudah mendapatkan balasannya, tak dihargai oleh suami yang sudah ia cinta sepenuh hati selama lima tahun ini.
Tring ...
Suara telepon yang selama ini hening berbunyi nyaring. Buru-buru Vanya mengusap air matanya. Kemudian berjalan menuju nakas di mana telepon rumah itu bertengger cantik.
"Hallo!" Suara Vanya diatur sedatar mungkin. Jika itu Marco, maka Vanya akan berubah tambah garang.
Hai juga Sayang. Bagaimana kabarmu?
Suara bariton itu menyapa sok manis dari dalam telepon.
Benar yang Vanya duga. Sosok menjijikkan di balik telepon tersebut adalah Marco.
"Aku masih hidup, sesuai harapanmu!" Vanya merubah suaranya jadi seketus mungkin. Untuk apa sih pria ini sok menanyakan kabar segala?
Jangan terlalu galak, aku hanya mau menyampaikan kalau Hero akan menemuimu untuk membicarahan perceraianmu dengan Adit.
"Terserah!" Vanya langsung menutup panggilan tersebut. Ia sudah tidak kuat lagi. Tubuhnya mendadak bergetar hebat saat mendengar kata 'perceraian' tersebut. Vanya tidak menyangka, secepat itu hubungannya dengan Adit hancur.
Mata wanita itu pun mulai berkaca-kaca lagi. Bayangan wajah lembut Adit perlahan lenyap dan berganti sosok Marco yang ganas.
"Sepertinya tidak ada lagi yang bisa diperbaiki dari hubungan kita ya, Mas. Meski waktu itu kamu bilang dan meyakinkanku tidak ingin cerai, tapi menjualku pada Marco bukanlah hal yang tepat. Kamu belum tahu bahwa Marco adalah orang dari masa lalu yang sangat membenciku."
***
Jangan lupa kasih dukungan ya... muach!💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Mirna Loden Mirna Mirna
ngapain masih mikirin manusia kaya adit,dialah yg membuatmu menderita di tngn si marco,demi perusahan dia rela mengorbankanmu
2023-04-12
0
Nanda Lelo
masih bisa cinta ma Adit setelah d buat menderita n sehina itu???
kepalanya kosong nih vanya
2023-02-02
0
Xiaomi Redmi 4a
Ha Hay...hati masih aja cinta ya Vanya..aneh kamu
2022-11-28
0