Enam

Ketika hidup sudah tak selaras lagi dengan makna yang terkandung dalam prinsip manusia, mati adalah cara terbaik untuk melupakan kejamnya konflik nyata yang harus Vanya hadapi saat ini. Ia memutuskan mengakhiri hidupnya demi terbebas dari neraka dunia yang membelenggunya.

Vanya tahu bunuh diri itu dosa, namun hidup seperti ini juga tak ada guna. Dalam sekejap dunia wanita itu jungkir balik sampai mentalnya tak dapat lagi berfungsi normal. Jangankan melanjutkan hidup, menghirup udara saja ruang di dada Vanya seakan menolak.

Saat Hero dan beberapa penjaga lengah, Vanya langsung menusuk bagian nadi di pergelangan tangannya dengan pisau steak, kemudian menyayat luka tusukkan itu agar lubangnya semakin lebar. Nahas, aksi bunuh diri itu berhasil digagalkan oleh Hero dengan penanganan tepat dan cepat. Beruntung luka di tangan Vanya juga tidak terlalu dalam. Kini wanita itu sudah kembali ke tangan Marco dengan selamat. Di mana pria itu terus menatap wajah pucat Vanya dengan senyum jahat yang tidak pernah lepas sedari tadi.

Vanya mengerjap-ngerjap pelan, dan mulai tersadar dari pingsan akibat pengaruh obat bius. Ia menatap langit-langit kamar yang dihiasi dengan desain interior mewah, tak perlu menebak lagi, jelas Vanya sudah tahu bahwa ia sedang berada di kamar hotel.

"Eugh." Vanya merintih, merasakan tangan kirinya yang kaku karena luka yang ia buat sendiri.

"Apa kau sudah bangun, Nona Manis?" Suara Marco menyambut bangunnya Vanya dari mimpi buruk. Lalu kembali pada kehidupan nyata yang jauh lebih buruk.

Pria itu mendekat dan duduk tepat di bibir tempat tidur. Ia membelai wajah Vanya seraya melempar seringai licik. Marco juga menyururi wajah teduh Vanya dengan jari-jemarinya. Bermain di sana sambil terus menatap muka itu penuh kebencian. "Nyawamu ada di tanganku, jika aku belum ingin melihatmu mati, maka kau masih terus bernapas dengan hidup penuh siksaan seperti ini," lirihnya.

"Kau bukan Tuhan. Mati dan hidupku bukan di tentukan olehmu," kecam Vanya tak peduli. Suaranya yang lemas ia paksakan kuat demi melawan kekejaman seorang Marco.

"Mulutmu sungguh berdusta Vanya. Bukankan yang kau lakukan tadi adalah bagian dari penghianatanmu terhadap Tuhan? Jadi tidak usah munafik dan membawa nama Tuhan lagi di depanku. Sekarang kau hanyalah wanita murahan yang ingin lepas dari karma alam, tapi sayangnya kau tidak mampu melakukan itu, Van!" tukas Marco tak mau kalah murka.

"Tanggung jawab apa, Marco? Dasar spikopat sinting!" tukas Vanya semakin menggila hebat. Ia mencoba mengambil posisi duduk. Kemudian menggeser tubuhnya ke tengah agar tidak terlalu berdekatan dengan Marco. Wanita itu berdecak tidak paham atas apa yang Marco ucapkan tadi.

"Jangan pura-pura lupa!" Marco merogoh saku jasnya, lalu melempar lembaran foto yang ia simpan rapat-rapat selama ini ke wajah pucat Vanya.

Wanita itu membelalak sempurna saat melihat fotonya beberapa tahun lalu. Diambilnya satu-persatu foto itu. Ada sosok ia dan pria selingkuhannya sedang bermesraan mengenakan seragam sekolah putih abu-abu. Tubuh Vanya mulai gemetar kembali melihat tatapan nyalang Marco. Bahkan ia tidak berani membayangkan nasib selingkuhannya itu seperti apa. Mungkin dia sudah dilenyapkan. Mengingat kepada Vanya yang notabene wanita saja Marco sampai segila itu. Tak dipungkiri Vanya memang sempat berselingkuh, tapi hubungannya juga tidak berjalan lama lantaran pria itu tiba-tiba memutuskannya tanpa kejelasan. Bisa jadi itu ulah Marco, yang jelas saat itu Vanya tidak peduli karena hatinya masih abu-abu dan menganggap cinta hanyalah sebatas senang-senang.

"Bertanggung jawablah, karena kau telah menggoreskan pisau tajam padaku di masa lalu," ucap Marco kemudian.

"I-tu hanya masa lalu Marco! Bagaimana mana bisa kau merasa dendam di saat perasaan yang kita jalani hanya sebatas cinta monyet?"

"Jadi kau menganggap perasaanku seremeh itu?" Marco menggeleng samar. Matanya memerah dan tangannya sudah mencengkeram leher jenjang wanita itu penuh ancaman.

Vanya berusaha menepis tangan Marco yang mencekiknya tidak terlalu kuat. "Sudah kubilang itu hanya cinta monyet. Seharusnya kau bisa membedakan yang mana cinta tulus dan cinta anak remaja."

"Cih! Beraninya kau berkata seperti itu! Apa kau tahu betapa hancurnya aku di masa itu? Aku sampai harus pindah sekolah dan dirawat ke luar negeri hanya karena depresi memikirkan perselingkuhanmu, Van. Foto-foto itu selalu membayangi kehidupanku sampai aku merasakan hal yang sama sepertimu. Ingin mati juga!"

Saat itu Vany terlonjak dengan mata membeliak. Ia tidak menyangka bahwa permainan hati yang pernah dimulainya dulu menimbulkan dampak semengerikan itu di hidup Marco.

"Ma-maafkan aku Marco, a-aku benar-benar tidak tahu kabarmu lagi setelah kita putus. Kau yang menjauh dariku." Tergugu-gugu Vanya mengatakannya. Hatinya ikut sakit mendengar penuturan Marco yang sepertinya sangat hancur kala itu.

"Aku menjauh karena benci terhadapmu. Untuk apa aku mendekati wanita yang jelas-jelas sudah menipuku dari awal kita pacaran," ketus Marco.

"I-ini salahku. Aku yang salah. Tolong lupakankanlah dendam yang bersarang di hatimu, Co. Aku yakin kau akan mendapatkan wanita terbaik jika hatimu ikhlas." Vanya berusaha mengambil hati Marco. Mengajak pria itu agar mau berdamai dengan keadaan. Sayangnya, Marco sudah terlanjur membatu. Tidak bisa digoyahkan lagi baik otak maupun hatinya.

"Cih! Mudah sekali kau mengatakan maaf setelah menghancurkan hidupku sampai separah ini. Dasar wanita tidak tahu diri!" Nada mengejek kembali terdengar dari bibir Marco yang sepertinya sudah biasa sekali menghina Vanya. "Maafmu hanya bisa terbalaskan dengan ini ...."

Marco menyunggingkan seringai jahat lagi. Tangannya mulai merambat dan langsung berlabu pada bagian sensitif milik wanita itu. Ia menekan bagian terlarang itu sangat kasar sampai Vany memekik tanpa suara. Tubuh Vany benar-benar sakit karena perlakukan Marco, tapi ia berusaha menahannya sebisa mungkin. Sekali lagi faktor lemah adalah pemicu utama yang selalu ingin Vanya hindari sebisa mungkin.

"Aku tidak butuh wanita terbaik! Cukup kau menjadi mainanku, itu sudah jauh lebih baik dari apa pun."

Marco tertawa lepas setelahnya.

***

Terpopuler

Comments

Diana diana

Diana diana

cintamu terlalu dalam dan besar hingga membuatmu sampai seperti itu . .

2024-01-26

0

liberty

liberty

aku mah tau kebencianmu begitu besar, sebesar cintamu pada Vanya tapi gengsi mengalahkan segalanya...kepo gue gimana nanti kalian bisa bersama kembali😁

2023-11-28

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

cuma karena cinta masa putih abu-abu Marco jadi psikopat kyk gini??? yaasalaaaaammmmm

2023-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Satu
2 Dua
3 Tiga
4 Empat
5 Lima
6 Enam
7 Tujuh
8 Delapan
9 Sembilan
10 Sepuluh
11 Sebelas
12 Dua Belas
13 Tiga Belas
14 Empat Belas
15 Lima Belas
16 Enam Belas
17 Tujuh Belas
18 Delapan Belas
19 Sembilan belas
20 Dua Puluh
21 Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Dua Puluh Empat
25 Dua Puluh Lima
26 Dua Puluh Enam
27 Dua Puluh Tujuh
28 Dua Puluh Delapan
29 Dua Puluh Sembilan
30 Tiga Puluh
31 Tiga Puluh Satu
32 Tiga Puluh Dua
33 Tiga Puluh Tiga
34 Tiga Puluh Empat
35 Tiga Puluh Lima
36 Tiga Puluh Enam
37 Tiga Puluh Tujuh
38 Tiga Puluh Delapan
39 Tiga Puluh Sembilan
40 Empat Puluh
41 Empat Puluh Satu
42 Empat Puluh Dua
43 Empat Puluh Tiga
44 Empat Puluh Empat
45 Empat Puluh Lima
46 Empat Puluh Enam
47 Empat Puluh Tujuh
48 Empat Puluh Delapan
49 Empat Puluh Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Puluh Satu
52 Lima Puluh Dua
53 Lima Puluh Tiga
54 Lima Puluh Empat
55 Lima Puluh Lima
56 Lima Puluh Enam
57 Lima Puluh Tujuh
58 Curhat.
59 Lima Puluh Delapan
60 Lima Puluh Sembilan
61 Enam Puluh
62 Enam Puluh Satu
63 Enam Puluh Dua
64 Enam Puluh Tiga
65 Enam Puluh Empat
66 Enam Puluh Lima
67 Enam Puluh Enam
68 Enam Puluh Tujuh
69 Enam Puluh Delapan
70 Enam Puluh Sembilan
71 Tujuh Puluh
72 Tujuh Puluh Satu
73 Tujuh Puluh Dua
74 Tujuh Puluh Tiga
75 Tujuh Puluh Empat
76 Tujuh Puluh Lima
77 Tujuh Puluh Enam
78 Tujuh Puluh Tujuh
79 Tujuh Puluh Delapan
80 Tujuh Puluh Sembilan
81 Delapan Puluh
82 Delapan Puluh Satu
83 Delapan Puluh Dua
84 Delapan Puluh Tiga
85 Delapan Puluh Empat
86 Delapan Puluh Lima
87 Delapan Puluh Enam
88 Delapan Puluh Tujuh
89 Delapan Puluh Delapan
90 Delapan Puluh Sembilan
91 Sembilan Puluh
92 Sembilan Puluh Satu
93 Sembilan Puluh Dua
94 Sembilan Puluh Tiga
95 Sembilan Puluh Empat
96 Sembilan Puluh Lima
97 Sembilan Puluh Enam
98 Sembilan Puluh Tujuh
99 Sembilan Puluh Delapan
100 Sembilan Puluh Sembilan
101 Seratus
102 Seratus Satu
103 Seratus Dua
104 Seratus Tiga
105 Seratus Empat
106 Seratus Lima
107 Seratus Enam
108 Seratu Tujuh
109 Seratus Delapan
110 Seratus Sembilan
111 Seratus Sepuluh
112 Seratus Sebelas
113 Seratus Dua Belas
114 Seratus Tiga Belas
115 Seratus Empat Belas
116 Seratus Lima Belas
117 Seratus Enam Belas
118 Seratus Tujuh Belas
119 Seratus Delapan Belas
120 Seratus Sembilan Belas
121 Waktunya Telah Tiba
122 Visual Ella
123 Seratus Dua Puluh
124 Seratus Dua Puluh Satu
125 Seratus Dua Puluh Dua
126 Seratus Dua Puluh Tiga
127 Seratus Dua Puluh Empat
128 Seratus Dua Puluh Lima
129 Seratus Dua Puluh Enam
130 Seratus Dua Puluh Tujuh
131 Seratus Dua Puluh Delapan
132 Seratus Dua puluh Sembilan
133 Seratus Tiga Puluh
134 Seratus Tiga Puluh Satu
135 Seratus Tiga Puluh Dua
136 Seratus Tiga Puluh Tiga
137 Seratus Tiga Puluh Empat
138 Seratus Tiga Puluh Lima
139 Seratus Tiga Puluh Enam
140 Seratus Tiga Puluh Tujuh
141 Seratus Tiga Puluh Delapan
142 Seratus Tiga Puluh Sembilan
143 Seratus Empat Puluh
144 Seratus Empat Puluh Satu
145 Seratus Empat Puluh Dua
146 Seratua Empat Puluh Tiga
147 Seratus Empat Puluh Empat
148 TAMAT
149 Info Give Away dan Novel lanjutan
150 Anna dan Hero
151 Boncap 1. Tiket Bulan Madu
152 Boncap 2. Rayuan Maut
153 Boncap 3. Kedatangan Anna
154 Boncap 5
155 Boncap 6
156 Boncap 7
157 Boncap 8
158 Boncap 9
159 Boncap 10
160 Boncap 11
161 Boncap 12
162 Boncap 13
163 Info Novel Vanya Marco On Noveltoon
164 Season 2 : Prahara Mertua
165 Maafkan Aku!
166 Misteri Kehamilan
167 Bonus Chapter 14
168 Boncap 15
169 Boncap 16
170 Ending Season
171 Si Gadis Malang
172 Numpang m
Episodes

Updated 172 Episodes

1
Satu
2
Dua
3
Tiga
4
Empat
5
Lima
6
Enam
7
Tujuh
8
Delapan
9
Sembilan
10
Sepuluh
11
Sebelas
12
Dua Belas
13
Tiga Belas
14
Empat Belas
15
Lima Belas
16
Enam Belas
17
Tujuh Belas
18
Delapan Belas
19
Sembilan belas
20
Dua Puluh
21
Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Dua Puluh Empat
25
Dua Puluh Lima
26
Dua Puluh Enam
27
Dua Puluh Tujuh
28
Dua Puluh Delapan
29
Dua Puluh Sembilan
30
Tiga Puluh
31
Tiga Puluh Satu
32
Tiga Puluh Dua
33
Tiga Puluh Tiga
34
Tiga Puluh Empat
35
Tiga Puluh Lima
36
Tiga Puluh Enam
37
Tiga Puluh Tujuh
38
Tiga Puluh Delapan
39
Tiga Puluh Sembilan
40
Empat Puluh
41
Empat Puluh Satu
42
Empat Puluh Dua
43
Empat Puluh Tiga
44
Empat Puluh Empat
45
Empat Puluh Lima
46
Empat Puluh Enam
47
Empat Puluh Tujuh
48
Empat Puluh Delapan
49
Empat Puluh Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Puluh Satu
52
Lima Puluh Dua
53
Lima Puluh Tiga
54
Lima Puluh Empat
55
Lima Puluh Lima
56
Lima Puluh Enam
57
Lima Puluh Tujuh
58
Curhat.
59
Lima Puluh Delapan
60
Lima Puluh Sembilan
61
Enam Puluh
62
Enam Puluh Satu
63
Enam Puluh Dua
64
Enam Puluh Tiga
65
Enam Puluh Empat
66
Enam Puluh Lima
67
Enam Puluh Enam
68
Enam Puluh Tujuh
69
Enam Puluh Delapan
70
Enam Puluh Sembilan
71
Tujuh Puluh
72
Tujuh Puluh Satu
73
Tujuh Puluh Dua
74
Tujuh Puluh Tiga
75
Tujuh Puluh Empat
76
Tujuh Puluh Lima
77
Tujuh Puluh Enam
78
Tujuh Puluh Tujuh
79
Tujuh Puluh Delapan
80
Tujuh Puluh Sembilan
81
Delapan Puluh
82
Delapan Puluh Satu
83
Delapan Puluh Dua
84
Delapan Puluh Tiga
85
Delapan Puluh Empat
86
Delapan Puluh Lima
87
Delapan Puluh Enam
88
Delapan Puluh Tujuh
89
Delapan Puluh Delapan
90
Delapan Puluh Sembilan
91
Sembilan Puluh
92
Sembilan Puluh Satu
93
Sembilan Puluh Dua
94
Sembilan Puluh Tiga
95
Sembilan Puluh Empat
96
Sembilan Puluh Lima
97
Sembilan Puluh Enam
98
Sembilan Puluh Tujuh
99
Sembilan Puluh Delapan
100
Sembilan Puluh Sembilan
101
Seratus
102
Seratus Satu
103
Seratus Dua
104
Seratus Tiga
105
Seratus Empat
106
Seratus Lima
107
Seratus Enam
108
Seratu Tujuh
109
Seratus Delapan
110
Seratus Sembilan
111
Seratus Sepuluh
112
Seratus Sebelas
113
Seratus Dua Belas
114
Seratus Tiga Belas
115
Seratus Empat Belas
116
Seratus Lima Belas
117
Seratus Enam Belas
118
Seratus Tujuh Belas
119
Seratus Delapan Belas
120
Seratus Sembilan Belas
121
Waktunya Telah Tiba
122
Visual Ella
123
Seratus Dua Puluh
124
Seratus Dua Puluh Satu
125
Seratus Dua Puluh Dua
126
Seratus Dua Puluh Tiga
127
Seratus Dua Puluh Empat
128
Seratus Dua Puluh Lima
129
Seratus Dua Puluh Enam
130
Seratus Dua Puluh Tujuh
131
Seratus Dua Puluh Delapan
132
Seratus Dua puluh Sembilan
133
Seratus Tiga Puluh
134
Seratus Tiga Puluh Satu
135
Seratus Tiga Puluh Dua
136
Seratus Tiga Puluh Tiga
137
Seratus Tiga Puluh Empat
138
Seratus Tiga Puluh Lima
139
Seratus Tiga Puluh Enam
140
Seratus Tiga Puluh Tujuh
141
Seratus Tiga Puluh Delapan
142
Seratus Tiga Puluh Sembilan
143
Seratus Empat Puluh
144
Seratus Empat Puluh Satu
145
Seratus Empat Puluh Dua
146
Seratua Empat Puluh Tiga
147
Seratus Empat Puluh Empat
148
TAMAT
149
Info Give Away dan Novel lanjutan
150
Anna dan Hero
151
Boncap 1. Tiket Bulan Madu
152
Boncap 2. Rayuan Maut
153
Boncap 3. Kedatangan Anna
154
Boncap 5
155
Boncap 6
156
Boncap 7
157
Boncap 8
158
Boncap 9
159
Boncap 10
160
Boncap 11
161
Boncap 12
162
Boncap 13
163
Info Novel Vanya Marco On Noveltoon
164
Season 2 : Prahara Mertua
165
Maafkan Aku!
166
Misteri Kehamilan
167
Bonus Chapter 14
168
Boncap 15
169
Boncap 16
170
Ending Season
171
Si Gadis Malang
172
Numpang m

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!