"Singkirkan mantan suami wanitaku. Jangan sampai dia mengotori makan malamku bersamanya!"
Suara bariton seorang pria yang tidak asing di telinganya membuat Vanya reflek menoleh sambil memutar tubuhnya 180 derajat. Wanita itu sungguh terkejut begitu melihat siapa yang sedang berdiri di belakangnya.
"Di-dia." Vanya melirih sambil menutup mulutnya tidak percaya. Kenapa bisa kebetulan seperti ini?
Dua tangan Vanya semakin bergetar tatkala tahu pria yang berdiri di hadapannya adalah Marco. Mantan kekasihnya sewaktu SMA yang pernah ia putuskan karena lebih memilih pria lain.
Sementara Adit yang masih terpuruk di lantai merasa heran sejadi-jadinya. Sejak kapan aku berniat menceraikan Vany? Apa ada perjanjian yang aku lewatkan? Sepertinya tidak, aku sudah membaca surat itu dengan Rinci. Adit Bermonolog dengan diri sendiri.
"Sepertinya aku ingin makan malam dulu Her. Momen-momen jarang seperti ini sayang kalau dilewatkan," ucap pria itu.
"Ehmm! Baiklah Tuan." Seseorang yang muncul dari belakang punggung Marco tersenyum saat Vanya dan Adit tengah larut dalam pikirannya masing-masing. Tentunya senyum itu bermakna licik sama halnya dengan seringai yang menghiasi wajah Marco sedari tadi.
"Salam kenal Nona Vanya Bagaskara. Nama saya adalah Hero, sekretaris pribadi Tuan Marco. Mulai hari ini, Nona Vanya sudah resmi menjadi milik Tuan Marco. Saya akan mengurus perceraian Anda dengan tuan Adit secepat mungkin."
"Gila, siapa yang sudi menjadi wanitanya dia!" Vanya nyaris melangkah dan meninggalkan kekacuaan gila di tempat ini, tapi dua bodyguard yang sedari tadi memperhatikannya langsung menarik tubuh wanita itu agar tidak kabur.
"Keparat kalian semua!" Lengkingan kuat keluar dari bibir gemetar Vanya. Jelas dia sangat takut, tapi sifatnya yang angkuh masih belum bisa luntur. Wanita itu terus meronta sampai lengannya lecet karena digenggam kuat oleh tangan kekar dua bodyguar suruhan Marco.
"Mas Adit, cepat katakan pada mereka bahwa kamu tidak jadi menjualku! Kembalikan semua uang mereka, kali ini aku akan memaafkan kebodohanmu. Kita bisa memulai hidup sederhana bersama-sama. Membangun semunya dari enol kembali."
Seolah tak punya malu, Vanya memelas pada sang suami yang notabene sudah tidak memiliki kekuasan apa-apa atas hidupnya.
Adit bangun dari lantai marmer yang dingin itu, kemudian menatap Vanya dengan wajah kuyu sekaligus pasrah.
"Maaf, kali aku tidak bisa mundur atau menarik ucapanku lagi, Van. Aku sudah terlanjur menandatangani perjanjian hitam di atas kertas dengan tuan Marco. Jika perjanjian itu dibatalkan, kamu juga akan ikut mendekam di penjara bersamaku dalam jangka waktu yang lama."
"Br*ngsek!" Tamparan kasar melayang untuk kedua kalinya di pipi Adit. Mata Vanya menatap pria itu semakin jijik dan berapi-api.
"Maaf Van, ini salahku karena gegabah dalam mengambil keputusan. Waktu itu aku terlalu senang saat ada perusahaan besar yang mau berinvestasi di perusaan kecil milikku. Jadi aku tidak berpikir dua kali saat perwakilan tuan Marco meminta kamu sebagai jaminannya. Kupikir kamu akan mengerti jika sudah dijelaskan keadaan dan duduk perkara yang sesungguhnya. Apalagi ini demi kebaikan kita."
Vanya berteriak keras-keras dengan mengerahkan seluruh tenaganya. "Bagian mana yang harus aku ngertiin? Dengan cara apa aku wajib menerima semua perlakukan gila ini, Mas? Apalagi kamu mau menceraikanku setelah berhasil menjualku. Bukankah itu jalan penghancur hubungan kita. Di mana letak kebaikan yang kamu ucapkan itu?"
Vanya tertunduk dalam. Runtuh sudah dunia dan sejuta keaungkuhan yang sempat ia sombongkan di hadapan Marco tadi. Wanita itu menangis hebat sambil memegangi bagian dada kirinya yang serasa sedang tercabik-cabik tanpa bisa berkata-kata lagi.
"Sebenernya bukan begitu perjanjian awalnya, Van." Adit ingin sekali memeluk tubuh tak berdaya Vanya, namun ia takut pada lelaki berkuasa yang bisa menghancurkan hidupnya dengan mudah kapan pun dia mau. Lalu, ia berpaling pada Marco untuk membicarakan sesuatu yang mengganjal di hatinya.
"Tuan, sepertinya ada kekeliruan dari perjanjian kita sebelumnya. Saya memang memperbolehkan Anda memiliki istri saya selama satu setengah tahun, tapi saya tidak berniat menceraikan dia. Saya rasa itu tidak perlu."
Dengan arogannya Marco menendang perut Adit sampai pria itu tersungkur ke lantai kembali.
"Kau berani bernegosiasi denganku?" Marco memberi kode khusus pada Hero yang setia berdiri di sampingnya agar pria itu saja yang menjelaskan. Ia melangkah pelan, lalu duduk di kursi sambil ungkang-ungkang kaki.
Hero membuka lembaran file yang ia bawa di tangannya. "Dalam perjanjian memang menyatakan bahwa tuan Marco menginginkan istri Anda selama satu setengah tahun, tapi tidak mungkin beliau mau memiliki wanita yang masih sah menjadi istri orang lain. Maka perceraian ini harus terjadi, setelah satu setengah tahun, kalian bisa menikah lagi, itu sudah bukan urusan tuan Marco."
Sialan! Adit mengumpat penuh emosi dalam hati. Kini ia mulai sadar bahwa Marco adalah pria licik yang tidak mungkin mau bersabahat baik dengan orang rendahan sepertinya.
Adit juga tidak tahu, bahwa pria kejam itu adalah mantan kekasih Vanya di masa lalu. Pria itu hanya tahu bahwa Marco menginginkan istrinya karena Vanya termasuk golongan wanita yang menarik untuk dijadikan jaminan. Sama sekali tidak terlintas di pikiran Adit bahwa Marco memiliki niat tersembunyi di balik konspirasi berdalil barter yang mereka sepakati bersama.
***
Salam sayang. Jangan marah apalagi baper. Ini cuma cerita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
mana kamu tahu aku marah......
2024-05-28
0
Aiur Skies
subhanallah,,, musibah banget punya suami begini, seburuk-buruknya istri ya gak dijual juga kali mas, ya kali istrinya Manekin🪿🪿🪿🪿🪿
2023-09-20
1
Ibu Dewi
y tpi aku kan prrempuan juga hati ku sangat ter iris mbaca cerita ini ta jarang bukan cerita saja jaman sekarang yang memang orang banyak ysng bobrok ada juga ke jadian asli nya malah banyak tuh banyak manusia lanat seperti adit auotor l sory
2023-09-20
0