Pertempuran

Patriark Tao Lian yang telah tiba di area perkemahan, memberi arahan untuk semua tetua dan Patriark dari berbagai sekte, agar mau bekerjasama membuat segel pelindung serta mau menyalurkan tenaga mereka untuk melawan pasukan mayat hidup yang menyerang.

"Sebenarnya apa tujuan mereka menyerang? Dan lalu siapa pelaku di balik penyerangan ini?" Patriark Long Sha dari Sekte Pedang Teratai nampak geram. Dia sama sekali tidak tahu menahu mengenai hal ini, tujuannya pergi ke Lembah Petir hanyalah untuk menghadiri pertemuan Aliansi Pendekar Surgawi dan melihat kompetisi yang akan di selenggarakan. Jelas dia tidak siap melakukan pertempuran dengan ribuan mayat hidup.

"Sepertinya semua ini rencara dari aliran hitam. Tujuannya jelas ingin melemahkan kita melalui serang mendadak seperti ini." Patriark Xin Fei dari Sekte Pedang Tunggal berkomentar.

"Sekte aliran hitam mana yang memiliki teknik membangkitkan mayat? Setahuku di negeri kita tidak ada yang memiliki teknik semacam itu." Tandas Jenderal Qian Tangjiang.

Patriark Tao Lian tersenyum kecut, dia menyadari sesuatu. "Penyerangan ini sepertinya hanyalah pengalihan, tujuan mereka sebenarnya mungkin saja ingin mengincar pecahan Pusaka Legenda." Pikirnya.

"Kalau begitu, pelaku penyerangan ini pasti adalah Pendekar dari negeri lain." Tukas Patriark Gu Ta Sian dari Sekte Cakar Naga.

"Lalu apa tujuan mereka? Bukankah kita tidak memiliki perselisihan dengan para pendekar dari negeri lain?" Tanya Patriark Liu Bei dari Sekte Macan Putih.

"Entahlah, mungkin saja ini perbuatan Sekte Iblis Berdarah. Bukankah mereka juga berasal dari sekte negeri lain." Tukas Patriark Tao Lian dengan wajah masam, sepertinya dia mengkhawatirkan sesuatu.

"Daripada kita menduga-duga, lebih baik kita pastikan sendiri kebenarannya." Tandas Jenderal Qian Tangjiang.

"Baiklah, mohon kerjasamanya. Aku akan kembali dulu untuk menyiapkan anggotaku, kami akan segera menyusul kalian di medan pertempuran. Kalau begitu aku pamit." Patriark Tao Lian menelangkupkan tangannya dan lalu melesat terbang ke Markas Lembah Petir dengan tergesa-gesa.

**** 

'Aku harus cepat, jika tidak mayat hidup ini cepat atau lambat akan menyerang Markas.' Berfikir demikian, Tetua Lin Hai mengeluarkan sebuah busur dari ruang kosong.

Berada di atas udara membuat Tetua Lin Hai memiliki pandangan yang luas untuk membidik setiap mayat hidup di bawahnya. Dalam satu tarikan busur, tetua Lin Hai melepaskan sepuluh anak panah berupa energi api. Mengincar mayat hidup yang berada di barisan terdepan.

Panah Api Petir Penghancur.

Setiap panah api yang terlepas dari busur memencar dan membakar puluhan mayat hidup menjadi abu. 

Dari analisa serangan pertama yang dilancarkannya, tetua Lin Hai tidak mau lagi memotong tubuh mayat hidup, sebab hal itu malah akan membuat mereka semakin banyak. Tetua Lin Hai menduga jika dia membakar mayat hidup menjadi abu, maka mayat hidup itupun tidak akan lagi bisa bergerak. Dan memang benar dugaan tetua Sekte Lembah Petir tersebut, para mayat hidup yang hancur menjadi abu tidak lagi menunjukkan pergerakan, mereka benar-benar telah lenyap.

Tetua Lin Hai terus memanahi pasukan mayat hidup terdepan, dia tidak ingin pasukan mayat hidup tersebut semakin mendekati Markas Lembah Petir. Namun serangan itu memiliki batas, dan terpaksa diapun turun melakukan serangan jarak dekat.

Di tengah kepungan ratusan mayat hidup, pandangan Tetua Lin Hai menangkap lokasi di sekitarnya menjadi terang benderang. Sebuah Cakar raksasa berupa api terlihat di atas udara, lantas meluncur deras menghantam ratusan mayat hidup didekatnya.

Ratusan mayat hidup tersebut terhempas. Namun beberapa tarikan nafas, mereka bangkit lagi dan kembali berjalan dengan tubuh berkobaran api.

"Bakar! Dan hancurkan mereka sampai tidak ada satupun bagian tubuh mereka yang tersisa." Seru tetua Lin Hai dengan suara yang di aliri Qi, membuat perkataannya menggema ke seluruh penjuru.

Baru saja tetua Lin Hai selesai berseru demikian, puluhan bayangan berkelebatan menyambut ribuan mayat hidup yang terus berjalan maju tanpa gentar.

Zang Lu melompat tinggi, dia menyadari tebasan senjata tidak berarti. Pemuda itu melepaskan gelombang energi tebasan jarak jauh.

Slaaaaasshh...

Gelombang kekuatan tebasan yang di aliri Qi besar membentuk lengkungan cahaya bening menebas puluhan mayat hidup. Zang Lu terpana.

"Harusnya bisa ratusan!... Mayat hidup itu bisa berfikir dan menghindar." Decak kesal Zang Lu dan kembali melepaskan kekuatan tebasan energi jarak jauh bertubi-tubi. 

Semakin mayat hidup terpotong, semakin banyak yang mengepung Zang Lu, sebagian terus maju melewatinya. Dengan sekuat tenaga pemuda itu menahan agar ratusan mayat hidup di hadapannya tidak semakin banyak yang dapat melewatinya. Beruntung di belakangnya ada Pendekar lain yang baru tiba, menghadang dan membakar mayat hidup yang telah melewati Zang Lu.

Salah satu mayat hidup tinggi besar menyeruak, membelah kerumunan mayat hidup yang ada hadapan Zang Lu. Di tangan mayat hidup tinggi besar tersebut tergenggam golok besar, yang dengan cepat di ayunkan ke bagian atas tubuh pemuda itu.

Zang Lu terpaksa melompat mundur, dia sadar makhluk besar yang menyerangnya tersebut adalah pendekar pada masa hidupnya. Bukan karena takut beradu tenaga, namun Zang Lu khawatir jika ada serangan lain pada saat dia sedang beradu tenaga.

"Jika menebas tidak berhasil, baiklah kalau begitu akan aku cincang kalian semua sampai kecil-kecil." Teriak Zang Lu melontarkan tubuhnya, menyerang mayat hidup tinggi besar yang memegang golok.

Mayat hidup tinggi besar itupun mengayunkan golok bersiap memapak serangan Zang Lu, tetapi tubuhnya mendadak mematung setelah cahaya tipis menembus tubuhnya. Tubuh mayat hidup itupun meledak dan berhamburan segala arah, namun kepalanya yang menggelinding terlihat meringis. Zang Lu yang muak langsung menginjak kelapa itu sampai hancur.

"Kami sudah datang, mari kita bertarung bersama." Suara seorang gadis dengan nada bersemangat bersalto di udara dan mendarat tepat di samping Zang Lu.

"Saudari Qin.." Muka Zang Lu menunjukkan keheranan saat melihat Qin Ling masih bisa tersenyum melihat kengerian di hadapannya.

Bagi kebanyakan gadis akan takut jika melihat hantu, tapi tidak dengan Qin Ling. Dia sudah terbiasa melihat penampakan hantu, sebab dari lahir dia diberkati sepasang mata sakti yang membuat dirinya dapat melihat makhluk halus.

"Kenapa malah bengong, ayo kita habisi mereka." Ucap Qin Ling dengan senyum seringai, lalu melesat menyerang.

"Gadis aneh, aku saja sedikit takut pada mereka. Kenapa dia masih bisa tersenyum." Pikir Zang Lu sambil menggeleng dan lalu melesat menyusul Qin Ling.

Sebelum meninggalkan area perkemahan, para pendekar dari berbagai Sekte menciptakan perisai pelindung untuk menahan pasukan mayat hidup agar tidak semakin bisa bergerak terlalu dalam ke Markas Lembah Petir.

Setiap sekte mengirimkan sebagian anggotanya dan beberapa tetua mereka untuk pergi ke tempat pertarungan, begitu pula dengan orang-orang dari Kekaisaran maupun kerajaan, mereka mengirim puluhan pasukan serta panglimanya.

"Kita tidak akan bisa menahan mayat-mayat ini terlalu lama." Seru Zang Lu agar Qin Ling yang berada jauh darinya dapat mendengar.

"Bakar tubuh mereka, atau serang bagian belakang." Balas Qin Ling dengan suara setengah berteriak.

Zang Lu yang kerepotan menahan ratusan mayat hidup, terlihat mengerutkan dahi. 'Apa maksudnya menyerang dari belakang?'

Qin Ling sendiri juga tidak tau. Pada satu kesempatan dia menyerang bagian belakang mayat hidup yang menjadi lawannya, namun serangannya itu ternyata membuat mayat hidup tersebut tumbang dan tidak lagi bergerak, meski serangannya tersebut tidak mengenai tubuh targetnya.

Semua anggota Sekte Pedang Teratai yang mendengar teriakan dari Qin Ling dengan segera merubah pola serangan. Mereka menciptakan elemen api untuk melapisi senjata mereka, tetapi bagi yang tidak memiliki elemen api, mereka menggunakan jurus yang dapat menghancurkan para mayat hidup menjadi berkeping-keping.

Berjam-jam pertarungan melawan pasukan mayat hidup terus berlangsung. Para pendekar yang kelelahan, dengan segera mundur dari pertarungan untuk memulihkan diri. Meski tidak memakan korban dari pihak pendekar, namun tidak sedikit para Pendekar yang mengalami luka, baik luka luar maupun dalam.

_______________

Terimakasih masih setia mengikuti petualangan Arya sampai disini.

Bagi yang tidak keberatan, mohon bantu like, komen dan votenya ya, agar novel ini semakin berkembang dan banyak pembaca. 👍🙏

Terpopuler

Comments

Yanka Raga

Yanka Raga

oke thor

2024-03-12

1

Harman LokeST

Harman LokeST

laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuutttttt

2024-02-29

1

Teddy

Teddy

,,

2022-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 Legenda Pusaka Matahari Penghancur
2 Tiba Di Sekte Lembah Petir
3 Bertemu Sang Paman
4 Rencana Penyerangan
5 Formasi Badai Petir
6 Pendekar Penyair
7 Membantu Putri Ming Yu Hua
8 Menyerap Energi Matahari
9 Amanat Dewa Petir
10 Kuda Bersayap
11 Serangan Mayat Hidup
12 Pertempuran
13 Berlatih Di Dimensi Cahaya Keabadian
14 Selamat Jalan Dewa Petir
15 Bantuan Tiba
16 Jebakan Leluhur
17 Tubuh Dewi Bulan
18 Memberikan Hukuman
19 Pedang Ilusi Penguasa Jiwa
20 Kembali
21 Kemunculan Dua Gadis Berpakaian Hitam
22 Arya Vs Tiga Tetua Iblis Berdarah
23 Membawa Tawanan
24 Keterkejutan Para Tetua
25 Rencana Arya
26 Menerima Tantangan
27 Menunjukkan Kemampuan
28 Ritual Persembahan
29 Ramuan Kejujuran
30 Tubuh Raja Kegelapan
31 Latih Tanding
32 Menghancurkan Pusaka Legenda
33 Sekte Yang Menghilang
34 Pengejaran Ke Daratan Utara
35 Asap Hijau Dari Pedang
36 Meningkatkan Kultivasi Paman
37 Zhiyuhan Pemuda Penyair
38 Makhluk Asap
39 Efek Kekuatan Raja Kegelapan
40 Membuka Gerbang
41 Saatnya Berpetualang
42 Amarah Sang Legenda Naga
43 Merubah Wujud
44 Nikmat Sesaat Derita Yang Bertubi-tubi
45 Tetua Muda
46 Menyelamatkan Anak Perempuan
47 Markas Bandit Taring Hitam
48 Tewasnya Wakil Ketua Bandit
49 Karma
50 Penyelamat Yang Di Nantikan
51 Bayangan Putih Dan Hitam
52 Sihir Hitam
53 Organisasi Yenmin
54 Air Suci Biarawati
55 Sosok Sebenarnya Biarawati
56 Gunung Phoenix
57 Pertapa Gila
58 Memberikan Tugas
59 Penjambret
60 Memenuhi Janji Nenek
61 Ujian Menjadi Prajurit
62 Kemunculan Panglima Kegelapan
63 Nasib Wanita Malang
64 Wabah Penyakit
65 Kericuhan Di Dalam Kedai
66 Awal Manis Berujung Kecewa
67 Menjalankan Rencana
68 Pertemuan Para Penyusup
69 Situasi Kerajaan
70 Rumah Seribu Bunga
71 Membeli Para Gadis
72 Memulai Pembersihan Kota
73 Kekacauan Di Dalam Kota
74 Duel Sengit
75 Pertarungan Di Dalam Kerajaan
76 Keputusasaan Para Penduduk
77 Transformasi
78 Penyerangan Dimulai
79 Jenderal Sun Jian Vs Demiao
80 Portal Dimensi
81 Rasa Bersalah
82 Mengirim Bantuan Ke Kerajaan Goading
83 Munculnya Pendekar Khusus
84 Membantu Pertempuran Di Kerjaaan
85 Pendekar Khusus Dan Ke-empat Tetua Iblis Berdarah
86 Ratu Hewan Iblis
87 Kemunculan Yang Selalu Membuat Rusuh
88 Akhir Dari Ratu Hewan Iblis
89 Racun Penyerap Sukma
90 Bunga Anggrek Hantu
91 Bersulang
92 Pembasmian Di Kota Goading
93 Pembasmian Kota Goading II
94 Pembasmian Kota Goading III
95 Pembasmian Kota Goading IV
96 Pembasmian Kota Goading V
97 Akhir Dari Sang Panglima Hewan Iblis
98 Panglima Kegelapan
99 Kembali Ke Benua Timur
100 Tiga Dara Di Sungai
101 Hantu Kepala Buntung
102 Rasa Penasaran
103 Pencuri Kacang
104 Teknik Terlarang
105 Kematian Yang Di Janjikan
106 Situasi Di Dalam Kerajaan
107 Keseriusan Arya
108 Arya Vs Yeva
109 Arya Vs Yeva II
110 Arya Vs Yeva III
111 Akhir Pertarungan
112 Memberikan Penjelasan
113 Kondisi Raja Kegelapan
114 Mengangkat Saudara
115 Rasa Penasaran Jenderal Yong We
116 Pertemuan Di Bukit Cinta
117 Memberikan Bukti
118 Berujung Perkelahian
119 Pertarungan Sepanjang Malam
120 Undangan
121 Berlatih Kembali
122 Keanehan Arya
123 Kerajaan Danau Lembah Peri
124 Dibawa Menghadap Tuan Rumah
125 Kehidupan Bawah Danau
126 Bertemu Sang Ratu
127 Bentuk Bunga Yang Dicari
128 Mengambil Bunga Energi
129 Meninggalkan Kerajaan Danau Lembah Peri
130 Pil Bunga Anggrek Hantu
131 Mengobati Sang Raja
132 Pendekar Bunga Darah
133 Kembalinya Raja Kegelapan
134 Soal Asmara Terbawa Sampai Tua
135 Pertarungan Sepasang Kekasih Dimasa lalu
136 Nasib Nie Zha
137 Kejahilan Putri Zhou Jing Yi
138 Orang Terluka Di Tengah Hutan
139 Pasukan Pangeran Tong Shun
140 Ajakan Bergabung
141 Surat Cinta
142 Ditangkap
143 Ketegangan Yang Berlarut-larut
144 Lengan Api
145 Cerita Desa Huangpu
146 Tiga Pembawa Maut
147 Pertarungan Di Tepi Sungai
148 Dendam Seorang Anak
149 Mendapatkan Teman Perjalanan
150 Potongan Tangan
151 Pertunjukan Nie Zha
152 Pengintip
153 Cinta Bersemi Di Malam Purnama
154 Niat Terselubung
155 Membantu Penyatuan Energi
156 Manusia Iblis
157 Tekad Melawan Sampai Mati
158 Pangeran Istana Es
159 Menginterogasi
160 Mencari Goa Tengkorak
161 Terjebak
162 Salah Memilih Lawan
163 Lorong Rahasia
164 Pesta Gila
165 Kebebasan Sang Pangeran Es
166 Menyelamatkan Sandera
167 Siluman Penjaga
168 Kakek Malang
169 Si Tua Sadis
170 Pedang Es Abadi
171 Kembalinya Pedang Pusaran Angin
172 Tewasnya Lima Biksu Sesat
173 Pengumuman
Episodes

Updated 173 Episodes

1
Legenda Pusaka Matahari Penghancur
2
Tiba Di Sekte Lembah Petir
3
Bertemu Sang Paman
4
Rencana Penyerangan
5
Formasi Badai Petir
6
Pendekar Penyair
7
Membantu Putri Ming Yu Hua
8
Menyerap Energi Matahari
9
Amanat Dewa Petir
10
Kuda Bersayap
11
Serangan Mayat Hidup
12
Pertempuran
13
Berlatih Di Dimensi Cahaya Keabadian
14
Selamat Jalan Dewa Petir
15
Bantuan Tiba
16
Jebakan Leluhur
17
Tubuh Dewi Bulan
18
Memberikan Hukuman
19
Pedang Ilusi Penguasa Jiwa
20
Kembali
21
Kemunculan Dua Gadis Berpakaian Hitam
22
Arya Vs Tiga Tetua Iblis Berdarah
23
Membawa Tawanan
24
Keterkejutan Para Tetua
25
Rencana Arya
26
Menerima Tantangan
27
Menunjukkan Kemampuan
28
Ritual Persembahan
29
Ramuan Kejujuran
30
Tubuh Raja Kegelapan
31
Latih Tanding
32
Menghancurkan Pusaka Legenda
33
Sekte Yang Menghilang
34
Pengejaran Ke Daratan Utara
35
Asap Hijau Dari Pedang
36
Meningkatkan Kultivasi Paman
37
Zhiyuhan Pemuda Penyair
38
Makhluk Asap
39
Efek Kekuatan Raja Kegelapan
40
Membuka Gerbang
41
Saatnya Berpetualang
42
Amarah Sang Legenda Naga
43
Merubah Wujud
44
Nikmat Sesaat Derita Yang Bertubi-tubi
45
Tetua Muda
46
Menyelamatkan Anak Perempuan
47
Markas Bandit Taring Hitam
48
Tewasnya Wakil Ketua Bandit
49
Karma
50
Penyelamat Yang Di Nantikan
51
Bayangan Putih Dan Hitam
52
Sihir Hitam
53
Organisasi Yenmin
54
Air Suci Biarawati
55
Sosok Sebenarnya Biarawati
56
Gunung Phoenix
57
Pertapa Gila
58
Memberikan Tugas
59
Penjambret
60
Memenuhi Janji Nenek
61
Ujian Menjadi Prajurit
62
Kemunculan Panglima Kegelapan
63
Nasib Wanita Malang
64
Wabah Penyakit
65
Kericuhan Di Dalam Kedai
66
Awal Manis Berujung Kecewa
67
Menjalankan Rencana
68
Pertemuan Para Penyusup
69
Situasi Kerajaan
70
Rumah Seribu Bunga
71
Membeli Para Gadis
72
Memulai Pembersihan Kota
73
Kekacauan Di Dalam Kota
74
Duel Sengit
75
Pertarungan Di Dalam Kerajaan
76
Keputusasaan Para Penduduk
77
Transformasi
78
Penyerangan Dimulai
79
Jenderal Sun Jian Vs Demiao
80
Portal Dimensi
81
Rasa Bersalah
82
Mengirim Bantuan Ke Kerajaan Goading
83
Munculnya Pendekar Khusus
84
Membantu Pertempuran Di Kerjaaan
85
Pendekar Khusus Dan Ke-empat Tetua Iblis Berdarah
86
Ratu Hewan Iblis
87
Kemunculan Yang Selalu Membuat Rusuh
88
Akhir Dari Ratu Hewan Iblis
89
Racun Penyerap Sukma
90
Bunga Anggrek Hantu
91
Bersulang
92
Pembasmian Di Kota Goading
93
Pembasmian Kota Goading II
94
Pembasmian Kota Goading III
95
Pembasmian Kota Goading IV
96
Pembasmian Kota Goading V
97
Akhir Dari Sang Panglima Hewan Iblis
98
Panglima Kegelapan
99
Kembali Ke Benua Timur
100
Tiga Dara Di Sungai
101
Hantu Kepala Buntung
102
Rasa Penasaran
103
Pencuri Kacang
104
Teknik Terlarang
105
Kematian Yang Di Janjikan
106
Situasi Di Dalam Kerajaan
107
Keseriusan Arya
108
Arya Vs Yeva
109
Arya Vs Yeva II
110
Arya Vs Yeva III
111
Akhir Pertarungan
112
Memberikan Penjelasan
113
Kondisi Raja Kegelapan
114
Mengangkat Saudara
115
Rasa Penasaran Jenderal Yong We
116
Pertemuan Di Bukit Cinta
117
Memberikan Bukti
118
Berujung Perkelahian
119
Pertarungan Sepanjang Malam
120
Undangan
121
Berlatih Kembali
122
Keanehan Arya
123
Kerajaan Danau Lembah Peri
124
Dibawa Menghadap Tuan Rumah
125
Kehidupan Bawah Danau
126
Bertemu Sang Ratu
127
Bentuk Bunga Yang Dicari
128
Mengambil Bunga Energi
129
Meninggalkan Kerajaan Danau Lembah Peri
130
Pil Bunga Anggrek Hantu
131
Mengobati Sang Raja
132
Pendekar Bunga Darah
133
Kembalinya Raja Kegelapan
134
Soal Asmara Terbawa Sampai Tua
135
Pertarungan Sepasang Kekasih Dimasa lalu
136
Nasib Nie Zha
137
Kejahilan Putri Zhou Jing Yi
138
Orang Terluka Di Tengah Hutan
139
Pasukan Pangeran Tong Shun
140
Ajakan Bergabung
141
Surat Cinta
142
Ditangkap
143
Ketegangan Yang Berlarut-larut
144
Lengan Api
145
Cerita Desa Huangpu
146
Tiga Pembawa Maut
147
Pertarungan Di Tepi Sungai
148
Dendam Seorang Anak
149
Mendapatkan Teman Perjalanan
150
Potongan Tangan
151
Pertunjukan Nie Zha
152
Pengintip
153
Cinta Bersemi Di Malam Purnama
154
Niat Terselubung
155
Membantu Penyatuan Energi
156
Manusia Iblis
157
Tekad Melawan Sampai Mati
158
Pangeran Istana Es
159
Menginterogasi
160
Mencari Goa Tengkorak
161
Terjebak
162
Salah Memilih Lawan
163
Lorong Rahasia
164
Pesta Gila
165
Kebebasan Sang Pangeran Es
166
Menyelamatkan Sandera
167
Siluman Penjaga
168
Kakek Malang
169
Si Tua Sadis
170
Pedang Es Abadi
171
Kembalinya Pedang Pusaran Angin
172
Tewasnya Lima Biksu Sesat
173
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!