Rombongan Arya kemudian berjalan menuju tenda yang berkibar lambang bulan sabit dan bintang, ciri khas lambang Kekaisaran Ming.
Ketika berjarak beberapa puluh meter dari tenda, segerombolan prajurit langsung menghadang mereka dan menanyakan maksud tujuan mereka mendatangi tenda tersebut.
Arya menyampaikan tujuannya yang ingin bertemu dengan Putri Ming Yu Hua. Para prajurit itu saling berpandangan sesaat, dan lalu salah satu prajurit memasuki tenda untuk menyampaikan perihal tersebut kepada atasan mereka.
"Panglima, di depan ada orang-orang dari Sekte Lembah Petir, mereka mengatakan ingin bertemu dengan Tuan Putri." Ucap prajurit tersebut sambil berlutut di hadapan seorang pria yang memakai jubah abu-abu, dia adalah panglima Yang Gang.
Panglima Yang Gang mengangguk, lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar tenda.
"Hmm.. ternyata tetua Lin Hai, mari silahkan masuk." Panglima Yang Gang tersenyum ramah kepada tetua Lin Hai, namun saat pandangannya tertuju pada Arya, dia sedikit mengerutkan dahi karena tidak bisa melihat pancaran Qi dari pemuda itu.
Setelah memasuki tenda, panglima Yang Gang lantas mempersilahkan para tamunya itu untuk duduk di kursi yang terbuat dari anyaman bambu yang mengelilingi meja bundar.
"Ku dengar tetua ingin bertemu dengan Tuan Putri, ada apa tetua?" Tanya panglima Yang Gang membuka obrolan.
"Hahaha.. bukan aku yang ingin bertemu Tuan Putri tapi pemuda inilah yang mungkin rindu padanya. Haha.." Tetua Lin Hai melirik Arya sambil terkekeh kecil.
Panglima Yang Gang mengalihkan pandangannya kepada Arya dengan ekspresi keheranan.
"Tuan, perkenalkan namaku Li Xian. Ada sedikit urusan yang ingin aku sampaikan kepada Tuan Putri. Mohon tuan panglima mengizinkanku bertemu dengan Tuan Putri." Arya berkata dengan ramah dan tenang.
"Baiklah, tunggu sebentar."
Panglima Yang Gang lantas bangkit dari duduknya dan berjalan ke salah satu ruangan yang ada di dalam tenda besar itu.
"Tuan Putri, ada yang ingin bertemu dengan anda." Panglima Yang Gang berkata pelan sambil berdiri di depan ruangan. Meski pelan, suara panglima Yang Gang yang telah di aliri Qi dapat terdengar oleh Putri Ming Yu Hua yang sedang sibuk membaca buku.
"Ya aku sudah tahu, suruh pemuda itu datang kesini menghadapku." Putri Ming Yu Hua tersenyum tipis dengan pandangan masih menatap buku yang dia pegang.
Panglima Yang Gang menaikan alisnya, dia keheranan kenapa Sang Putri memperbolehkan pria asing memasuki ruangannya. Sedangkan ruangan yang di tempati Sang Putri biasanya di sakralkan, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memasukinya, seperti keluarga Kekaisaran ataupun pelayan kepercayaan Sang Putri sendiri. Namun meski demikian panglima Yang Gang tidak bisa menolak permintaan Putri Ming Yu Hua.
"Baik Tuan Putri." Setelah memberi hormat panglima Yang Gang kembali ke ruangan rombongan Arya dan yang lainnya berada.
Liu Wei dan Huang She nampak terkejut setelah mendengar penjelasan dari panglima Yang Gang, meski mereka bukan dari kalangan bangsawan namun sedikit banyak mereka mengetahui peraturan yang di tetapkan sebagian besar kerajaan, yaitu larangan keras bagi siapapun memasuki ruangan khusus yang di tempati Sang Putri. Sedangkan tetua Lin Hai malah terkekeh pelan saat melihat ekspresi kedua murid gadisnya itu. Tetua Sekte Lembah Petir tersebut dapat melihat persaingan kedua gadis tersebut untuk mendapatkan Arya, di tambah lagi kini ada gadis lain yang juga nampaknya menyukai Arya, terlebih gadis itu adalah seorang putri penguasa tertinggi di negri ini.
"Sepertinya kalian mendapatkan saingan berat." Tetua Lin Hai terkekeh sambil menengok ke arah Liu Wei dan Huang She yang duduk di sebelah kirinya.
Liu Wei dan Huang She melirik tetua Lin Hai sekilas dan lalu menatap Arya dengan mengepalkan tangan. Kedua gadis itu sadar dan membenarkan perkataan tetua Lin Hai, bagaimanapun mereka tidak akan mampu bersaing dengan seorang putri Kaisar. Tapi mereka masih merasa memiliki harapan sebab Arya yang mereka kenal adalah pemuda yang polos dan tidak pernah membedakan derajat sesama manusia.
Tanpa berfikir panjang Arya menyetujui permintaan tersebut. Panglima Yang Gang lantas mengantarkan Arya ke ruangan yang di tempati Putri Ming Yu Hua.
"Aku sudah memutuskan akan membantumu. Tapi setelah ini, ku harap kita lupakan saja semua hubungan kita di masalalu. Aku sudah bukanlah Hydra, saat ini aku adalah manusia yang bernama Arya Pamungkas. Dan kau sudah bukanlah lagi Qinqin. Semua kesalahanmu di masalalu sudah aku maafkan, kau tidak perlu lagi mengikutiku dan merasa perlu untuk menebus semua kesalahanmu itu." Arya berkata dengan lugas seraya menatap Putri Ming Yu Hua yang duduk di pinggir ranjang.
Dari penjelasan Putri Ming Yu Hua di malam itu, Arya mengetahui jika Sang Putri ternyata adalah reinkarnasi Naga Surgawi yang bernama Qinqin, yang mana adalah kekasih Kaisar Dewa Naga Emas di masalalu.
Mata Putri Ming Yu Hua nampak berkaca-kaca, dan sesaat kemudian matanya berubah putih sepenuhnya. Dengan tatapan kosong, Sang Putri kemudian berdiri dan berkata tanpa menunjukkan ekspresi. "Aku benar-benar sangat menyesal telah melakukan kesalahan besar pada waktu itu. Dan karena itulah aku sudah bertekad akan mencari dimanapun tuan di kehidupan selanjutnya. Aku sudah sadar diri bahwa tuan tidak akan mungkin lagi mau menerimaku sebagai kekasih, tapi setidaknya biarkan aku jadi pengikut tuan untuk menebus semua kesalahanku itu."
"Semua yang telah terjadi adalah takdir yang sudah digariskan oleh Sang Maha Kuasa. Dengan perantaraan dirimu, Sang Maha Kuasa ingin merombak tatanan kehidupan alam semesta." Arya menghela nafas dan lalu menghentakkan kakinya, menciptakan kursi dari tanah.
Arya lantas duduk dan tersenyum hangat kepada Putri Ming Yu Hua. "Semua itu tidaklah sepenuhnya kesalahanmu, aku juga salah karena mungkin saja telah mengabaikanmu dan larut dalam kesibukanku. Sehingga kau merasa kesepian dan kemudian melanggar aturan langit dengan turun ke alam manusia."
"Semua yang sudah terjadi biarkanlah berlalu dan jadikanlah sebagai pelajaran. Jangan terbuai lagi pada keindahan sesaat dan syukurilah apapun kehidupan yang kamu jalani saat ini."
"Sekarang kau sudah menemukanku.. jadi biarkan tubuh gadis itu menyatu sepenuhnya denganmu. Aku akan membantu menyatukan kalian. Mengenai kita, kita sudah tidak lagi memiliki hubungan, jadi biarkan takdir yang akan menentukan kedepannya." Lanjut Arya dengan tenang.
Selalu mengejar kesenangan sama saja mengundang kesengsaraan. Kita hidup di buat khayal akan keadaan yang lebih baik dan lebih menyenangkan seperti apa adanya. Kita selalu menganggap keadaan buruk tidak menyenangkan, dan kita selalu memandang ke atas, mencari-cari dan mengkhayalkan yang tidak ada, keadaan yang kita anggap menyenangkan. Karena kebodohan inilah maka kita hidup di kejar-kejar kebutuhan setiap saat. Kebutuhan adalah keinginan akan sesuatu yang belum tercapai, lupa kalau satu kebutuhan yang kita kejar-kejar itu dapat tercapai, di depan masih menanti seribu hal lain yang akan menjadi keinginan dan kebutuhan kita selanjutnya.
Maka berbahagialah dia yang tidak membutuhkan apa-apa, bukan berarti menolak segala kesenangan melainkan tidak mengejar apa-apa, sehingga kalau ada sesuatu yang datang menimpa diri, bukan lagi merupakan kesenangan ataupun kesusahan, melainkan akan di hadapi sebagai sesuatu yang sudah wajar dan semestinya, sehingga tampaklah keindahan yang murni.
"Penyesalan memang selalu datang belakangan. Setelah berjuta-juta tahun berlalu, akhirnya aku dapat bertemu dengan tuan kembali. Sekarang aku sudah rela, semoga tuan di kemudian hari mendapatkan kekasih yang jauh lebih baik dariku." Putri Ming Yu Hua meneteskan air mata, dan tetesan air mata itupun jatuh menjadi berlian.
Tubuh Putri Ming Yu Hua memancarkan cahaya hijau yang perlahan-lahan semakin menyilaukan. Cahaya itupun kemudian meredup dan meninggalkan kegelapan di ruangan tersebut. Semua nyala cahaya lentera maupun obor yang ada di ruangan tersebut seketika padam bersamaan dengan padamnya sinar hijau yang menyelimuti tubuh Putri Ming Yu Hua.
Arya menjentikkan jarinya, lentera dan obor yang padam seketika kembali menyala. Kini dia mendapati tubuh Putri Ming Yu Hua tergeletak pingsan di atas permadani (karpet, tikar).
"Semoga kau juga akan mendapatkan kebahagiaan." Gumam Arya sambil menghampiri Putri Ming Yu Hua.
Setelah mendudukkan tubuh Putri Ming Yu Hua, Arya lalu meletakkan satu tangannya di atas kepala gadis itu. Butuh lebih dari separuh energi yang dimilikinya untuk membantu menyatukan energi Naga Surgawi ke seluruh bagian tubuh Putri Ming Yu Hua.
Tempat Arya dan Putri Ming Yu Hua kini terlihat diselubungi energi emas bercampur putih yang membentuk sebuah kubah energi. Jika saja Arya sebelumnya tidak menciptakan segel pelindung di ruangan tersebut, energi yang mereka pancarkan itupun akan berdampak pada seluruh makhluk hidup yang berada dalam radius ratusan mil jauhnya.
Panglima Yang Gang nampak gelisah, terlebih Huang She dan Liu Wei. Mereka bahkan berspekulasi yang tidak-tidak mengenai kedua manusia berbeda kelamin yang sampai saat ini masih asyik berduaan di sebuah ruangan tanpa adanya seorangpun yang mengawasi.
Sudah berjam-jam berlalu, kini matahari hampir berada di atas kepala, menunjukkan hari sudah menjelang siang. Panglima Yang Gang yang sudah tidak tahan lagi, khawatir Arya dan Putri Ming Yu Hua melakukan perbuatan yang tidak bermoral, lantas bangkit dari duduk dan menuju ke ruangan Sang Putri untuk memastikan keadaan di sana.
Panglima Yang Gang tidak lantas memasuki ruangan, dia berhenti tepat di depan kain tebal yang menjadi pembatas ruangan Sang Putri. Jika dia memaksa masuk tanpa izin terlebih dahulu, dan ternyata Sang Putri baik-baik saja disana, dia akan mendapatkan hukuman berat karena telah berbuat lancang dan melanggar aturan.
"Apa Tuan Put..." Ucapan panglima Yang Gang terpotong karena Putri Ming Yu Hua dan Arya telah menyibakkan kain dan keluar dari dalam ruangan.
Arya berbalik menghadap Putri Ming Yu Hua sambil menelangkupkan tangan. "Sekarang urusan kita sudah selesai, ku harap Tuan Putri tidak mengikutiku lagi."
"Baiklah, tapi aku masih ingin bertemu denganmu." Balas Putri Ming Yu Hua lirih, hatinya merasa sangat berat jika harus berpisah dengan Arya.
"Kalau masih ada takdir, di lain kesempatan kita pasti akan bertemu lagi. Aku izin pamit, Tuan Putri." Arya menundukkan kepalanya sebelum membalikkan badan dan berjalan keluar tenda.
Huang She, Liu Wei dan tetua Lin Hai yang melihat kemunculan Arya sebenarnya ingin mengajukan pertanyaan mengenai apa yang di lakukannya sehingga menghabiskan waktu berjam-jam di dalam ruangan bersama Putri Ming Yu Hua. Namun Arya membungkam mereka sebelum dapat membuka mulut dengan perkataan yang mengajak mereka kembali.
Sepanjang perjalanan, ada beberapa orang dari berbagai Sekte yang memperhatikan rombongan Arya. Beberapa diantaranya adalah tetua yang ikut serta dalam pertemuan di Sekte Lembah Petir pagi tadi, ketika melihat Arya, mereka ingin menguji kemampuan pemuda itu namun segera di urungkannya karena tidak ingin menimbulkan masalah. Dan beberapa diantaranya nampak tertarik pada kecantikan Liu Wei dan Huang She, ada beberapa pemuda yang bahkan tidak bisa menahan diri untuk sekedar berkenalan dan ada pula yang terang-terangan menggoda kedua gadis itu.
"Mereka membuatku risih saja." Huang She mendengus kesal.
"Aku tau kalian sebenarnya kesal bukan karena mereka, tapi karena Xian'er tidak memperdulikan kalian saat kalian di goda lelaki lain. Hahaha..." Celetuk Tetua Lin Hai sambil tertawa lepas.
Huang She sedikit melebarkan matanya, dia heran kenapa Tetua Lin Hai seolah dapat dengan mudah membaca perasaannya. Sedangkan Liu Wei nampak biasa saja, dia sudah seringkali berada di situasi demikian.
Arya terus berjalan dan baru berhenti saat sudah jauh meninggalkan lokasi perkemahan. Pemuda itu lantas berbalik menghadap tetua Lin Hai. "Maaf paman, aku masih ada urusan dengan kedua gadis ini. Jadi paman kembalilah dulu, setelah urusan kami selesai, kami akan segera kembali."
"Baiklah aku mengerti... Cepatlah kembali." Tetua Lin Hai mengangguk sambil menepuk pundak Arya dan lantas berkelebat pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Yanka Raga
🤩😎
2024-03-12
1
Harman LokeST
kreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnn baaaaaaaaaaaaaaaaannnnggggaaaaaaaaaatt
2024-02-29
0
Baraqburuq Yaquti
luar biasa
2022-09-08
0