Karena merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan, Arya kemudian meminta izin pada Patriark Tao Lian untuk melihat-lihat suasana di Sekte Lembah Petir.
Ketika sedang berjalan di koridor menuju keluar gedung utama, Arya melihat puluhan murid sedang berlatih di halaman depan. Dia lalu berhenti dan berniat mempelajari kelemahan latihan mereka.
Dari banyaknya murid tersebut, Arya mengenali dua diantaranya yaitu Huang She dan Liu Wei yang juga sedang berlatih di sana.
"Hmmm.. baguslah dia tidak bermalas-malasan." Arya sedikit senang melihat Huang She tidak membuang-buang waktunya dan langsung berlatih di Sekte Lembah Petir.
Arya masih terus mengamati latihan mereka, dia sedikit kagum dengan gerakan jurus serta formasi perang yang di tunjukkan murid-murid Sekte Lembah Petir.
"Kenapa kau melihat dari kejauhan. Kemarilah.." Tegur seseorang mengalihkan perhatian Arya. Orang itu adalah Tetua Lin Hai.
Arya kemudian berkelebat dan mendarat ringan di samping tetua Lin Hai. "Bagaimana kabar paman?" Sapanya dengan tersenyum ramah.
"Hahaha.. Sudahlah tidak perlu berbasa-basi. Kau melihat dari kejauhan karena tidak ingin mengganggu latihan teman-teman gadismu, bukan."
"Aku hanya sedang mengamati formasi mereka paman. Sebenarnya formasi mereka bagus tapi ada beberapa bagian yang perlu dibenahi agar hasilnya lebih sempurna." Ucap Arya.
"Apa kau mau melatih mereka?"
Arya tidak menyangka jika ucapannya akan berbalik ke dirinya sendiri. Padahal niatnya hanya ingin memberikan saran saja.
"Berhenti semuanya, pemuda ini ingin memberitahukan kelemahan dari formasi dan latihan kalian." Seru tetua Lin Hai yang seketika membuat semua murid menghentikan latihan.
"Ya Gege.." Ucap Liu Wei pelan, jika saja dia tidak sedang berlatih tentu saja dia ingin menghampiri pemuda itu.
Arya mengusap tengkuknya dengan canggung, dia memang paling tidak suka menjadi pusat perhatian banyak orang.
"Sekarang jelaskanlah mengenai kelemahan formasi badai petir yang kau lihat dari mereka." Ucap tetua Lin Hai sambil menoleh kearah Arya.
Dengan canggung, Arya kemudian menjelaskan. "Inti formasi kalian adalah kecepatan, ketepatan dan alur dalam gerakan. Semakin cepat pergerakan kalian, ketepatan dalam bergerak dan menjaga alur serangan, maka formasi kalian akan mematikan."
Arya kemudian menjelaskan panjang lebar tentang kecepatan, ketepatan dan alur yang tadi dia sampaikan. Metode pembelajaran yang santai dan tidak kaku dia terapkan, agar apa yang dikatakannya bisa di rekam oleh mereka.
"Apa sampai disini sudah paham? Ada yang perlu di tanyakan?"
Semua murid Sekte Lembah Petir hening dalam pikiran masing-masing. Mereka hanyut dalam penjelasan Arya yang membius pikiran mereka. Senyum yang sesekali terlihat di bibir Arya seakan menjadi candu bagi para murid gadis. Pembelajaran yang sedikit di barengi dengan canda tawa dan sikap berwibawa, membuat mereka melupakan jika pemuda yang mengajari mereka itu seumuran atau bahkan di bawah usia mereka.
"Maaf saudara, kalau boleh tahu siapa nama anda." Tanya seorang pemuda tampan yang berbadan besar namun terlihat berotot.
"Aku memiliki banyak nama, kalian bisa memanggilku Li Xian." Balas Arya. Dia berfikir ada baiknya dia menggunakan nama dari tubuh yang dia pakai. Sebab memang disinilah rumah Li Xian sebenarnya.
"Apa Xian Gege sudah mempunyai kekasih?" Tanya seorang gadis berwajah oval dan memiliki mata berwarna biru. Dari wajahnya, Arya menduga jika gadis itu adalah anak dari Tetua Qin Si Juan.
Sesungguhnya pertanyaan itu juga ada di dalam pikiran setiap gadis yang ada di depan Arya.
"Kalau punya, kenapa? Kalau tidak punya, kenapa?
"Jika sudah punya, kami tidak akan berharap, tapi kalau belum punya, kami masih memiliki harapan." Jawab gadis tersebut dengan senyum semanis mungkin.
Arya tersenyum melihat tingkah gadis tersebut. "Jika kalian mau menungguku tidak apa-apa? Tapi aku tidak bisa memastikan kapan aku menyelesaikan tugasku. Bisa saja setahun, dua tahun, sepuluh tahun bahkan seribu tahun."
"Penonton kecewa, huuuu.." Teriak beberapa gadis murid Sekte Lembah Petir.
Arya tertawa dan lalu memanggil satu persatu murid Sekte Lembah Petir. Dia memilih beberapa murid sesuai karakter, mana yang lebih dominan menyerang dan mana yang dominan bertahan. Siapa yang kecepatannya lebih unggul dan mana yang biasa saja. Semuanya dia kombinasikan dan di tempatkan pada posisi masing-masing sesuai karakter.
"Sekarang serang aku dengan formasi sesuai arahan yang sudah aku jelaskan tadi." Arya berkelebat ke tengah lapangan, dan di susul belasan murid Sekte Lembah Petir yang mengepungnya dari segala sisi.
Latihan tanding di mulai. Arya yang terkepung hanya terus-terusan menghindar, gerakan murid-murid Sekte Lembah Petir kini sudah ada kemajuan dan lebih tertata rapi dari sebelumnya. Namun, kemampuan Arya yang sangat jauh di atas mereka, tentu tidak kesulitan sama sekali mengelaki setiap pukulan, tendangan, tebasan, serta lesatan energi petir yang menargetkan dirinya.
Tetua Lin Hai merasa kagum melihat gerakan Arya, dia tidak menyangka salah satu formasi terkuat Sektenya dapat di patahkan dengan mudah oleh Arya hanya menggunakan kecepatan biasa saja. Padahal menurutnya Formasi yang di gunakan anak didiknya tersebut telah mengalami kemajuan besar.
"Benar-benar jenius, dia bisa membaca setiap gerakan dengan sangat tepat." Puji Tetua Lin Hai seraya menggeleng pelan.
Sambil terus menghindar, Arya memberikan masukan. "Dengarkan! Bagaimanapun kondisi kalian, ingatlah kendalikan emosi dan jangan sampai emosi menguasai kalian." Arya menunduk ke belakang dengan satu kaki menjadi tumpuan untuk menghindari tusukan yang mengincar jantungnya.
"Jika kalian menyerang dengan menggunakan emosi yang berlebihan, maka lawan akan bisa dengan mudah membaca gerakan kalian dan memberikan serangan balasan. Seperti ini contohnya."
Arya menghindari tebasan yang mengancam kepalanya. Dia berkelit ke samping lalu memberikan pukulan menuju rusuk kanan lelaki tersebut. Namun sebelum pukulannya sampai, dia menarik pukulan tersebut karena itu hanyalah tipuan dan kakinya sudah melayang menuju perut lelaki itu dengan cepat.
Buuughh...
Lelaki itupun terpental belasan meter. Jika saja Arya tidak menekan kekuatan pukulannya sampai ke batas titik terlemah, sudah bisa di pastikan tubuh lelaki itu akan hancur.
"Pelajaran kedua, gunakan kelemahan lawan sebagai kekuatan." Arya berkata sambil berkelit ke samping dan berputar menghindari setiap serangan.
"Gunakan waktu sebaik mungkin untuk menemukan kelemahan lawan dengan cara melakukan gerakan tipuan."
Arya berkelebat dan melakukan tendangan mengincar kepala salah seorang gadis, namun itu hanyalah tipuan. Yang terjadi selanjutnya, Arya melompat dengan tolakan udara kosong dan lalu mengecoh gadis tersebut dengan tendangan lain yang mengarah ke perut. Ternyata semua serangannya itu hanyalah tipuan untuk membuat gadis tersebut lengah dan panik. Dan akhirnya Arya memberikan serang terkahir dengan menyentil kening gadis itu sampai membuatnya terjengkang beberapa meter ke belakang.
"Jika kalian berada di posisi tertekan dan banyak celah pertahanan kalian yang terbuka, usahakan mengulur waktu sambil kembali merancang rencana lain dan sesegera mungkin tutupilah kelemahan kalian dengan melebarkan jarak pertarungan."
Perkataan Arya masih mengudara, sedangkan pemilik suara itu sudah lenyap dari padangan. Yang terjadi sebenarnya, Arya bergerak secepat suara sehingga gerakannya tidak dapat dilihat. Dengan kecepatan seperti itu, Arya mengambil satu persatu senjata murid Sekte Lembah Petir yang mengepungnya.
"Bagaimana mungkin.." Pekik pria berbadan besar setelah sadar pedangnya telah hilang dari genggamannya.
Arya kembali ke tengah-tengah Formasi Badai Petir, dia lalu menggeletakkan semua senjata murid Sekte Lembah Petir yang telah dirampasnya.
"Kemajuan kalian cukup baik, tapi masih perlu terus di latih. Kalian juga harus meningkatkan kultivasi, sebab itu akan sangat berpengaruh pada kesempurnaan formasi kalian ini." Arya tersenyum bangga. Kecepatan penyerapan latihan murid-murid Sekte Lembah Petir ternyata melebihi harapannya.
"Xian Gege, ku rasa tadi formasi kami sudah jauh lebih baik. Tapi kenapa sama sekali tidak bisa menyentuhmu?" Gadis bermata biru tidak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada Arya.
"Itu karena pengalaman kalian masih kurang, kultivasi juga berperan menentukan kemenangan." Jelas Arya.
"Jadi kultivasi Xian Gege jauh di atas kami?"
"Bisa di katakan seperti itu. Sebenarnya dia adalah pemuda yang mungkin pernah kalian dengar sepak terjangnya. Dia adalah Tabib Xian." Ucap Tetua Lin Hai setelah mendarat ringan di samping Arya.
Semua murid Sekte Lembah Petir sedikit terkejut, dan lalu segera menenangkan diri. 'Pantas saja formasi mereka bisa di patahkan dengan mudah, ternyata pemuda yang mereka hadapi adalah pemuda yang dapat menghancurkan Sekte seorang diri.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Iwan Arema
😁😁😁😁😁
2024-05-11
1
Harman LokeST
semua terkejut
2024-02-29
1
Harman LokeST
memberikan teknik teknik jurus
2022-06-17
0