Bertemu Sang Paman

Dalam pertemuan, Patriark Tao Lian memang sempat menyinggung Arya dalam pembahasan. Dia memberitahukan pada semua orang yang ada di ruangan pertemuan mengenai seorang pendekar yang baru saja bergabung dengan Aliansi Pendekar Surgawi. Patriark Tao Lian tidak memberitahukan jika pendekar itu adalah Tabib Xian, melainkan dia memperkenalkannya sebagai Pendekar Naga Emas. Julukan itu dia sematkan terhadap Arya, karena ia menyaksikan sendiri pada saat kelahiran anak tersebut, yang mana bersamaan dengan kelahiran Li Xian dia melihat penampakan Naga Emas di angkasa.

Jelas saja semua orang yang ada di tempat pertemuan dibuat penasaran, sebab mereka selama ini tidak pernah mendengar adanya Pendekar yang memiliki julukan seperti itu. Ketika mendengar Pendekar Naga Emas sudah tiba di Lembah Petir, merekapun serta-merta meminta agar Patriark Tao Lian mempertemukan mereka dengan Pendekar tersebut.

Patriark Tao Lian menyetujuinya, dia mengatakan akan memperkenalkan Pendekar Naga Emas pada mereka semua di pertemuan besok.

Selepas membubarkan pertemuan, Patriark Tao Lian dan Tetua Din Thai Fung menuju ke kamar yang di persediakan untuk Arya. Meski sudah di beritahukan jika Arya masih belum sadarkan diri, namun Patriark Tao Lian tetap ingin menemui pemuda itu. Dia sudah tidak sabar ingin memastikan benar tidaknya Arya adalah anak dari adik angkatnya, Li Hongyi.

Dalam keadaan tidak sadarkan diri, Arya seperti di tarik ke dalam dunia lain. Dia melihat rentetan kejadian di masalalu Kaisar Dewa Naga Emas. Mulai dari permulaan terciptanya alam semesta, pertempuran dahsyat dengan para monster dan Dewa Iblis Ashura, sampai terpecahnya roh Kaisar Dewa Naga Emas yang berakhir dengan reinkarnasi dirinya sendiri.

Huang She, Putri Ming Yu Hua dan ketiga bocah bersaudara melihat keanehan pada tubuh Arya yang terbaring di atas ranjang. Mereka menyaksikan tubuh pemuda itu bersinar keemasan dan lalu terangkat mengambang di udara.

Karena panik takut terjadi sesuatu pada Arya, Huang She mencoba meraih tubuh pemuda itu. Namun baru beberapa jengkal dia melompat, tubuhnya terpelanting membentur dinding ruangan sampai jebol.

Kejadian itu membuat ketiga bocah bersaudara ketakutan, tanpa sadar mereka beringsut mundur dengan tubuh gemetaran.

"Jangan takut, tidak akan terjadi sesuatu padanya." Putri Ming Yu Hua berkata sambil terus mengamati tubuh Arya yang di selimuti cahaya berupa Naga Emas yang melilit tubuh pemuda itu.

Peristiwa tersebut berlangsung beberapa menit sebelum semuanya menjadi gelap, bersamaan dengan kesadaran Putri Ming Yu Hua dan ketiga bocah bersaudara yang turut menghilang, alias pingsan.

Patriark Tao Lian dan Tetua Din Thai Fung mengetuk pintu meminta izin masuk, namun beberapa saat menunggu mereka tidak kunjung mendapatkan jawaban dari dalam. Merekapun kemudian memaksa masuk dan mendapati semua orang yang ada di dalam ruangan itu dalam kondisi terbaring di atas lantai, kecuali Arya yang sudah kembali terbaring tenang di ranjang. Namun anehnya tembok yang tadinya jebol telah kembali utuh, seolah tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.

"Mungkin mereka kelelahan.." Gumam Tetua Din Thai Fung, meski begitu dia menghampiri dan memeriksa mereka semua satu persatu.

Patriark Tao Lian berjalan perlahan dan berhenti tepat di sisi kanan ranjang Arya. "Adik Li, anakmu Xian'er telah kembali." Ucapnya lirih dengan mata berkaca-kaca.

Terlihat jari jemari Arya bergerak dan kemudian matanya terbuka.

"Xian'er.."

Arya menoleh, meski tidak pernah bertemu dengan pria tersebut, namun dari ingatan Li Xian, dia mengenalnya sebagai Paman Toa Lian, seseorang yang dulu tidak pernah putus asa dalam melatih dirinya yang cacat tanpa Dantian.

"Paman Lian.." Arya berusaha duduk.

Patriark Tao Lian dengan sigap membantu mendudukkan Arya. "Benarkah kau Xian'er kami?” Meski Patriark Tao Lian mendapati kemiripan Arya dengan Nie Xun istri dari Li Hongyi, tetapi Patriark Tao Lian merasa perlu untuk memastikannya langsung dari pemuda itu.

Arya mengangguk. "Maaf paman jika aku baru kembali sekarang."

"Ah sudahlah tidak perlu di pikirkan, justru aku merasa lega dan sangat senang melihatmu masih hidup, Xian'er." Patriark Tao Lian tersenyum hangat dan lalu bertanya. "Tapi bagaimana kau bisa membentuk dantianmu?"

Arya lantas menceritakan tentang kematian orang tua Li Xian, dan mengenai dirinya yang di selamatkan oleh seorang kakek tua ketika terjatuh ke dalam jurang kematian.

"Aku beruntung paman, kakek Zhen Long menyelamatkanku pada saat itu. Beliau juga mengangkatku menjadi cucu angkatnya, serta mengajariku berbagai ilmu sehingga aku bisa menjadi seperti ini."

"Tidak di sangka di balik musibah yang menimpamu, ternyata Sang Maha Kuasa memberkahimu berbagai anugerah yang besar." Patriark Tao Lian tersenyum namun terlihat kesedihan dari pancaran sorot matanya ketika menatap Arya.

Arya kemudian mengeluarkan lukisan seseorang yang sudah sejak lama dia lukis ketika masih berada di jurang kematian. "Apa paman mengenali orang ini?"

Patriark Tao Lian mengamati sosok yang ada di lukisan itu dan lalu mengangguk pelan. "Xu Zhong.. Apa dia yang telah membunuh orang tuamu?"

Sebenarnya Patriark Tao Lian sudah menduga pelaku dibalik kematian Li Hongyi dan Nie Xun adalah Xu Zhong, namun dia tidak mendapatkan bukti yang kuat. Semua itu hanyalah dugaan karena dia tahu Xu Zhong menyimpan kebencian pada keduanya, terlebih setelah Li Hongyi dan Nie Xun meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan.

"Iya paman, orang inilah yang membunuh mereka. Apa paman mengetahui dimana dia berada?"

"Tidak ku sangka api cemburu telah merubah seseorang yang baik menjadi jahat." Patriark Tao Lian membatin sambil mengepalkan tangannya.

"Xu Zhong sempat menjadi anggota Sekte Pedang Teratai, tapi beberapa tahun yang lalu dia telah menghilang dan tidak di ketahui lagi keberadaannya sampai sekarang." Jelas Patriark Tao Lian.

"Apa paman bisa membantuku mencarikan informasi dimana orang itu.. Bagaimanapun mereka harus membayar mahal atas kematian orang tuaku."

"Tanpa kau minta sekalipun aku akan mencarinya, bahkan jika perlu sampai ke ujung dunia." Patriark Tao Lian berkata dengan nada berat, batinnya kini di penuhi kemarahan, dia bertekad kematian adik angkatnya Li Hongyi dan Nie Xun harus terbalaskan.

"Paman, aku masih ingat beberapa orang yang juga ikut menyerang orang tuaku. Nanti aku akan melukiskan wajahnya dan menunjukkannya pada paman."

"Baiklah,.." Patriark Tao Lian menghela nafas berat. "Xian'er.. seingatku dulu ibumu memberimu kalung giok embun biru, dan ada tanda lahir di punggungmu. Bolehkah aku melihatnya." Meski percaya pemuda di hadapannya adalah Li Xian anak dari adik angkatnya Li Hongyi, namun Patriark Tao Lian merasa perlu untuk menguatkan keyakinannya.

Arya tersenyum dan kemudian melepaskan kalung yang dia pakai, lalu memberikannya kepada Patriark Tao Lian. Setelahnya, dia juga menanggalkan bajunya agar Patriark Tao Lian bisa melihat tanda lahir yang ada di punggungnya.

Patriark Tao Lian mengangguk setelah memeriksa kalung giok embun biru. Matanya sedikit melebar saat melihat tanda lahir di punggung Arya kini hampir memenuhi permukaan kulitnya. Sebuah tanda lahir seperti tatoo yang bergambar Naga berkepala sembilan. Kini tanda lahir itu memancarkan sinar keemasan.

****** 

Di luar Perisai Pelindung. Sesosok manusia bertengger di dahan pohon dengan tatapan matanya tertuju ke markas Lembah Petir dari kejauhan.

"Jadi memang benar ada di sini.." Sosok tersebut tersenyum dan lalu berkelebat pergi.

Setelah melihat bukti, Patriark Tao Lian kini sepenuhnya sudah percaya jika Arya memang benar keponakan angkatnya. Patriark Tao Lian kemudian menceritakan mengenai asal-usul orang tuanya, yang mana ibu Li Xian adalah seorang putri dari permaisuri Kaisar Wei Heng, Kaisar dari Dinasti Kekaisaran Yun.

Patriark Tao Lian menceritakan sebelum Nie Xun menjadi Tetua Sekte Lembah Petir. Nie Xun dan ibunya terpaksa melarikan diri karena di fitnah telah membunuh Kaisar Wei Heng. Bertahun-tahun Nie Xun dan ibunya menyamar dan bersembunyi demi menghindari para pendekar bayaran maupun prajurit yang menginginkan kematiannya. Namun pada akhirnya Nie Xun harus rela melihat kematian ibunya di tangan para pendekar suruhan Kekaisaran. 

Karena merasa kehidupannya di Kekaisaran Yun semakin tidak tenang, Nie Xun kemudian memutuskan keluar dari wilayah Kekaisaran Yun, berharap bisa memulai kehidupan baru yang damai di Kekaisaran Ming. 

Setelah Kaisar Wei Heng meninggal, kursi kekuasaan Kekaisaran Yun di gantikan oleh adik mendingan Sang Kaisar, yaitu Wei Yanshio. Dan belakangan baru diketahui jika Wei Yanshio lah dalang di balik terbunuhnya Sang Kaisar, Wei Heng.

Meski kebenaran sudah terungkap namun tidak ada yang berani menggulingkan posisi Wei Yanshio dari jabatan Kaisar, sebab dengan kekuasaan yang di milikinya, dia mengancam akan menghabisi siapapun yang berani memberontak. Terlebih dia juga mendapatkan dukungan dari hampir separuh sekte aliran hitam yang ada di kekaisaran Yun.

Bertahun-tahun Nie Xun hidup di kekaisaran Ming. Hingga pada suatu saat dirinya ikut mendaftarkan diri agar bisa menjadi murid Sekte Lembah Petir. Takdir kemudian mempertemukan Nie Xun dan Li Hongyi di bawah bimbingan guru yang sama, sampai akhirnya timbullah benih-benih cinta di antara mereka.

Arya hanya diam mendengarkan, sebenarnya dia tidak terlalu perduli mengenai masalalu ibu dari tubuh yang dia pakai. Namun karena saat ini dia hidup dengan menggunakan tubuh Li Xian, yang mana juga adalah bagian dari pecahan roh Kaisar Dewa Naga Emas sama seperti dirinya. Arya merasa memiliki tanggungjawab dan juga perlu menghormati orang tua maupun orang-orang yang dekat dengan Li Xian.

"Sepertinya kau tidak tertarik dengan ceritaku." Patriark Tao Lian merasa sedikit kecewa, sebenarnya tujuannya menceritakan masalalu Nie Xun hanya untuk mengakrabkan diri dengan keponakan angkatnya tersebut yang sudah hampir sepuluh tahun dia cari-cari keberadaannya.

"Xian'er, sebenarnya kalung giok embun biru ini adalah peninggalan dari kerajaan yang hilang di kekaisaran Yun. Menurut penjelasan dari ibumu, di dalam kalung ini terdapat sesuatu yang bisa membuka tempat rahasia di kerajaan itu." Patriark Tao Lian mengembalikan kalung giok embun biru kepada Arya.

"Kerajaan yang hilang?"

"Menurut cerita, kerajaan itu pernah ada namun tiba-tiba lenyap seperti di telan bumi. Ibumu adalah salah satu keturunan dari kerajaan itu, karena itulah kalung ini ada di tangan ibumu." Patriark Tao Lian mengambil nafas lalu kembali melanjutkan. "Ibumu sudah seperti adikku sendiri, dia juga sudah menganggapku sebagai keluarganya. Ibumu pernah menyampaikan padaku mengenai rahasia leluhurnya, dia mengatakan jika kalung inilah yang akan membawa seseorang untuk bisa mendapatkan kelima pecahan Pusaka Legenda."

Arya hanya mengangguk, dia sama sekali tidak tertarik dengan pusaka yang di bicarakan Patriark Tao Lian. Sudah banyak pusaka yang dia miliki, sehingga dia merasa tidak perlu lagi menambah koleksi pusakanya.

"Akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan Pusaka Legenda itu, aku khawatir jika pusaka itu akan jatuh ke tangan yang salah."

"Selama kalung ini ada padaku, tidak ada yang perlu di khawatirkan, paman." Arya berkata dengan tenang.

"Memang kalung itu adalah kunci membuka ruang rahasia kerajaan yang hilang, tetapi kata ibumu ada cara lain untuk membuka ruangan rahasia itu. Yaitu dengan memecahkan teka-teki kuno yang ada di sana. Dan aku yakin saat ini banyak orang yang sedang mencari keberadaan kerajaan yang hilang itu."

"Kenapa orang-orang suka sekali menggantungkan kekuatan pada pusaka..." Arya bergumam sambil menggeleng pelan.

"Hahaha... Tentu saja mereka ingin mendapatkan kekuatan besar dengan cara mudah dan cepat." Patriark Tao Lian terkekeh ringan atas kepolosan Arya.

Patriark Tao Lian kemudian menceritakan kisah mengenai Dewa yang memusnahkan seluruh kehidupan makhluk di masalalu, termasuk tentang Pusaka Matahari Penghancur yang di percaya memiliki kekuatan besar yang dapat mengguncang dunia, bahkan memusnahkan kehidupan seluruh umat manusia.

"Walaupun itu hanyalah cerita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, namun setidaknya kita juga harus bertindak. Jika sampai pusaka itu benar adanya, dunia ini pasti akan semakin kacau."

Arya mengangguk, dia juga menyembunyikan beberapa pusaka bersamanya dengan tujuan agar pusaka itu tidak jatuh ke tangan yang salah.

"Paman terus terang saja padaku, aku merasa paman meyakini pusaka itu ada karena paman mengetahui keberadaan salah satunya."

Perkataan Arya tersebut membuat Patriark Tao Lian sedikit tercekat namun dengan cepat dia menenangkan diri.

"Apa orang tuamu pernah memberitahukan hal itu padamu?" Tanya Patriark Tao Lian menyelidik.

Arya tentu saja tidak bisa mengatakan yang sebenarnya jika dia telah membaca pikiran Patriark Tao Lian. Dengan sedikit kebingungan diapun mengangguk pelan.

Patriark Tao Lian menunjukkan ekspresi tidak percaya. Karena bagaimanapun rahasia ini hanya segelintir orang Lembah Petir yang tahu, dia dan Li Hongyi di amanahi Patriark Lembah Petir sebelumnya untuk menjaga rahasia ini dari siapapun.

"Orang tuamu mengatakan apa padamu?" Patriark Tao Lian bertanya melalui telepati. Dia tidak ingin sampai rahasia ini di ketahui orang-orang yang ada di ruangan tersebut, termasuk sahabatnya sendiri, tetua Din Thai Fung.

Arya tersenyum tipis saat mendengar suara Patriark Tao Lian di dalam pikirannya, dan lantas diapun menjawab. "Salah satu pusaka legenda itu ada di sini."

Patriark Tao Lian begitu terkejut, matanya melebar dan dahinya mengkerut tebal. Sekilas wajahnya terlihat lebih tua dari sebelumnya. Meski sudah mengira jika Arya dapat berkomunikasi melalui gelombang energi, tapi mengetahuinya langsung adalah hal yang berbeda. Terlebih Arya mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dia sangka.

"Aku yakin tidak mungkin Li Hongyi memberitahukan hal ini padamu. Sekalipun kau adalah anaknya sendiri." Sergah Patriark Tao Lian masih melalui telepati.

"Maaf paman, bukan maksudku membohongi paman. Tapi meskipun aku sudah tahu yang sebenarnya, paman percayalah padaku, aku tidak ada sedikitpun niatan untuk merebut pusaka itu."

Patriark Tao Lian menghela nafas panjang. "Aku percaya padamu, Xian'er. Tapi aku minta, jangan beritahukan hal ini pada siapapun."

"Aku berjanji padamu paman, aku akan merahasiakan hal ini, meski nyawaku taruhannya." Arya bersumpah dengan mengangkat satu tangannya ke atas.

Patriark Tao Lian tersenyum dan bisa bernafas lega. "Sebenarnya aku dan ayahmu di tugaskan untuk menghancurkan pusaka itu agar tidak menimbulkan malapetaka bagi sekte maupun seluruh dunia." Patriark Tao Lian mengambil jeda, lalu melirik tetua Din Thai Fung yang terlihat sedang mengalirkan energinya untuk menyadarkan Huang She dan yang lainnya.

"Jangankan untuk menghancurkannya, menyentuh pusaka itu saja kami tidak bisa. Sudah beberapa generasi Sekte Lembah Petir yang berusaha menghancurkannya, tetapi sampai saat ini pusaka itu..." Patriark Tao Lian menghentikan ucapannya.

"Apa Pusaka itu memiliki roh pusaka yang kuat paman?" Tanya Arya melalui telepati.

"Entahlah Xian'er, tapi menurut sesepuh, roh pusaka itu berwujud roh kekuatan murni, tidak seperti kebanyakan pusaka pada umumnya."

Arya mengangguk, sedikit banyak dia mengetahui hal tersebut. "Jika paman mengizinkan, aku akan mencoba menghancurkannya."

Patriark Tao Lian kembali di buat mengerutkan dahi, dia sedikit curiga khawatir Arya akan menyalahi kepercayaannya dan berniat mencuri pusaka itu. Tapi setelah mengingat pesan dari Dewi Bulan yang mengatakan jika pemuda di hadapannya itu adalah seseorang yang akan membawa perdamaian di dunia, Patriark Tao Lian lantas mengangguk setuju.

Terpopuler

Comments

Yanka Raga

Yanka Raga

🤩😎

2024-03-12

1

Harman LokeST

Harman LokeST

foooooikkkuuuuuuuuuosssssssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss Li Tian

2024-02-29

1

Rusliza Deraman

Rusliza Deraman

betul tu.. guna la nama xianer.😁

2023-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 Legenda Pusaka Matahari Penghancur
2 Tiba Di Sekte Lembah Petir
3 Bertemu Sang Paman
4 Rencana Penyerangan
5 Formasi Badai Petir
6 Pendekar Penyair
7 Membantu Putri Ming Yu Hua
8 Menyerap Energi Matahari
9 Amanat Dewa Petir
10 Kuda Bersayap
11 Serangan Mayat Hidup
12 Pertempuran
13 Berlatih Di Dimensi Cahaya Keabadian
14 Selamat Jalan Dewa Petir
15 Bantuan Tiba
16 Jebakan Leluhur
17 Tubuh Dewi Bulan
18 Memberikan Hukuman
19 Pedang Ilusi Penguasa Jiwa
20 Kembali
21 Kemunculan Dua Gadis Berpakaian Hitam
22 Arya Vs Tiga Tetua Iblis Berdarah
23 Membawa Tawanan
24 Keterkejutan Para Tetua
25 Rencana Arya
26 Menerima Tantangan
27 Menunjukkan Kemampuan
28 Ritual Persembahan
29 Ramuan Kejujuran
30 Tubuh Raja Kegelapan
31 Latih Tanding
32 Menghancurkan Pusaka Legenda
33 Sekte Yang Menghilang
34 Pengejaran Ke Daratan Utara
35 Asap Hijau Dari Pedang
36 Meningkatkan Kultivasi Paman
37 Zhiyuhan Pemuda Penyair
38 Makhluk Asap
39 Efek Kekuatan Raja Kegelapan
40 Membuka Gerbang
41 Saatnya Berpetualang
42 Amarah Sang Legenda Naga
43 Merubah Wujud
44 Nikmat Sesaat Derita Yang Bertubi-tubi
45 Tetua Muda
46 Menyelamatkan Anak Perempuan
47 Markas Bandit Taring Hitam
48 Tewasnya Wakil Ketua Bandit
49 Karma
50 Penyelamat Yang Di Nantikan
51 Bayangan Putih Dan Hitam
52 Sihir Hitam
53 Organisasi Yenmin
54 Air Suci Biarawati
55 Sosok Sebenarnya Biarawati
56 Gunung Phoenix
57 Pertapa Gila
58 Memberikan Tugas
59 Penjambret
60 Memenuhi Janji Nenek
61 Ujian Menjadi Prajurit
62 Kemunculan Panglima Kegelapan
63 Nasib Wanita Malang
64 Wabah Penyakit
65 Kericuhan Di Dalam Kedai
66 Awal Manis Berujung Kecewa
67 Menjalankan Rencana
68 Pertemuan Para Penyusup
69 Situasi Kerajaan
70 Rumah Seribu Bunga
71 Membeli Para Gadis
72 Memulai Pembersihan Kota
73 Kekacauan Di Dalam Kota
74 Duel Sengit
75 Pertarungan Di Dalam Kerajaan
76 Keputusasaan Para Penduduk
77 Transformasi
78 Penyerangan Dimulai
79 Jenderal Sun Jian Vs Demiao
80 Portal Dimensi
81 Rasa Bersalah
82 Mengirim Bantuan Ke Kerajaan Goading
83 Munculnya Pendekar Khusus
84 Membantu Pertempuran Di Kerjaaan
85 Pendekar Khusus Dan Ke-empat Tetua Iblis Berdarah
86 Ratu Hewan Iblis
87 Kemunculan Yang Selalu Membuat Rusuh
88 Akhir Dari Ratu Hewan Iblis
89 Racun Penyerap Sukma
90 Bunga Anggrek Hantu
91 Bersulang
92 Pembasmian Di Kota Goading
93 Pembasmian Kota Goading II
94 Pembasmian Kota Goading III
95 Pembasmian Kota Goading IV
96 Pembasmian Kota Goading V
97 Akhir Dari Sang Panglima Hewan Iblis
98 Panglima Kegelapan
99 Kembali Ke Benua Timur
100 Tiga Dara Di Sungai
101 Hantu Kepala Buntung
102 Rasa Penasaran
103 Pencuri Kacang
104 Teknik Terlarang
105 Kematian Yang Di Janjikan
106 Situasi Di Dalam Kerajaan
107 Keseriusan Arya
108 Arya Vs Yeva
109 Arya Vs Yeva II
110 Arya Vs Yeva III
111 Akhir Pertarungan
112 Memberikan Penjelasan
113 Kondisi Raja Kegelapan
114 Mengangkat Saudara
115 Rasa Penasaran Jenderal Yong We
116 Pertemuan Di Bukit Cinta
117 Memberikan Bukti
118 Berujung Perkelahian
119 Pertarungan Sepanjang Malam
120 Undangan
121 Berlatih Kembali
122 Keanehan Arya
123 Kerajaan Danau Lembah Peri
124 Dibawa Menghadap Tuan Rumah
125 Kehidupan Bawah Danau
126 Bertemu Sang Ratu
127 Bentuk Bunga Yang Dicari
128 Mengambil Bunga Energi
129 Meninggalkan Kerajaan Danau Lembah Peri
130 Pil Bunga Anggrek Hantu
131 Mengobati Sang Raja
132 Pendekar Bunga Darah
133 Kembalinya Raja Kegelapan
134 Soal Asmara Terbawa Sampai Tua
135 Pertarungan Sepasang Kekasih Dimasa lalu
136 Nasib Nie Zha
137 Kejahilan Putri Zhou Jing Yi
138 Orang Terluka Di Tengah Hutan
139 Pasukan Pangeran Tong Shun
140 Ajakan Bergabung
141 Surat Cinta
142 Ditangkap
143 Ketegangan Yang Berlarut-larut
144 Lengan Api
145 Cerita Desa Huangpu
146 Tiga Pembawa Maut
147 Pertarungan Di Tepi Sungai
148 Dendam Seorang Anak
149 Mendapatkan Teman Perjalanan
150 Potongan Tangan
151 Pertunjukan Nie Zha
152 Pengintip
153 Cinta Bersemi Di Malam Purnama
154 Niat Terselubung
155 Membantu Penyatuan Energi
156 Manusia Iblis
157 Tekad Melawan Sampai Mati
158 Pangeran Istana Es
159 Menginterogasi
160 Mencari Goa Tengkorak
161 Terjebak
162 Salah Memilih Lawan
163 Lorong Rahasia
164 Pesta Gila
165 Kebebasan Sang Pangeran Es
166 Menyelamatkan Sandera
167 Siluman Penjaga
168 Kakek Malang
169 Si Tua Sadis
170 Pedang Es Abadi
171 Kembalinya Pedang Pusaran Angin
172 Tewasnya Lima Biksu Sesat
173 Pengumuman
Episodes

Updated 173 Episodes

1
Legenda Pusaka Matahari Penghancur
2
Tiba Di Sekte Lembah Petir
3
Bertemu Sang Paman
4
Rencana Penyerangan
5
Formasi Badai Petir
6
Pendekar Penyair
7
Membantu Putri Ming Yu Hua
8
Menyerap Energi Matahari
9
Amanat Dewa Petir
10
Kuda Bersayap
11
Serangan Mayat Hidup
12
Pertempuran
13
Berlatih Di Dimensi Cahaya Keabadian
14
Selamat Jalan Dewa Petir
15
Bantuan Tiba
16
Jebakan Leluhur
17
Tubuh Dewi Bulan
18
Memberikan Hukuman
19
Pedang Ilusi Penguasa Jiwa
20
Kembali
21
Kemunculan Dua Gadis Berpakaian Hitam
22
Arya Vs Tiga Tetua Iblis Berdarah
23
Membawa Tawanan
24
Keterkejutan Para Tetua
25
Rencana Arya
26
Menerima Tantangan
27
Menunjukkan Kemampuan
28
Ritual Persembahan
29
Ramuan Kejujuran
30
Tubuh Raja Kegelapan
31
Latih Tanding
32
Menghancurkan Pusaka Legenda
33
Sekte Yang Menghilang
34
Pengejaran Ke Daratan Utara
35
Asap Hijau Dari Pedang
36
Meningkatkan Kultivasi Paman
37
Zhiyuhan Pemuda Penyair
38
Makhluk Asap
39
Efek Kekuatan Raja Kegelapan
40
Membuka Gerbang
41
Saatnya Berpetualang
42
Amarah Sang Legenda Naga
43
Merubah Wujud
44
Nikmat Sesaat Derita Yang Bertubi-tubi
45
Tetua Muda
46
Menyelamatkan Anak Perempuan
47
Markas Bandit Taring Hitam
48
Tewasnya Wakil Ketua Bandit
49
Karma
50
Penyelamat Yang Di Nantikan
51
Bayangan Putih Dan Hitam
52
Sihir Hitam
53
Organisasi Yenmin
54
Air Suci Biarawati
55
Sosok Sebenarnya Biarawati
56
Gunung Phoenix
57
Pertapa Gila
58
Memberikan Tugas
59
Penjambret
60
Memenuhi Janji Nenek
61
Ujian Menjadi Prajurit
62
Kemunculan Panglima Kegelapan
63
Nasib Wanita Malang
64
Wabah Penyakit
65
Kericuhan Di Dalam Kedai
66
Awal Manis Berujung Kecewa
67
Menjalankan Rencana
68
Pertemuan Para Penyusup
69
Situasi Kerajaan
70
Rumah Seribu Bunga
71
Membeli Para Gadis
72
Memulai Pembersihan Kota
73
Kekacauan Di Dalam Kota
74
Duel Sengit
75
Pertarungan Di Dalam Kerajaan
76
Keputusasaan Para Penduduk
77
Transformasi
78
Penyerangan Dimulai
79
Jenderal Sun Jian Vs Demiao
80
Portal Dimensi
81
Rasa Bersalah
82
Mengirim Bantuan Ke Kerajaan Goading
83
Munculnya Pendekar Khusus
84
Membantu Pertempuran Di Kerjaaan
85
Pendekar Khusus Dan Ke-empat Tetua Iblis Berdarah
86
Ratu Hewan Iblis
87
Kemunculan Yang Selalu Membuat Rusuh
88
Akhir Dari Ratu Hewan Iblis
89
Racun Penyerap Sukma
90
Bunga Anggrek Hantu
91
Bersulang
92
Pembasmian Di Kota Goading
93
Pembasmian Kota Goading II
94
Pembasmian Kota Goading III
95
Pembasmian Kota Goading IV
96
Pembasmian Kota Goading V
97
Akhir Dari Sang Panglima Hewan Iblis
98
Panglima Kegelapan
99
Kembali Ke Benua Timur
100
Tiga Dara Di Sungai
101
Hantu Kepala Buntung
102
Rasa Penasaran
103
Pencuri Kacang
104
Teknik Terlarang
105
Kematian Yang Di Janjikan
106
Situasi Di Dalam Kerajaan
107
Keseriusan Arya
108
Arya Vs Yeva
109
Arya Vs Yeva II
110
Arya Vs Yeva III
111
Akhir Pertarungan
112
Memberikan Penjelasan
113
Kondisi Raja Kegelapan
114
Mengangkat Saudara
115
Rasa Penasaran Jenderal Yong We
116
Pertemuan Di Bukit Cinta
117
Memberikan Bukti
118
Berujung Perkelahian
119
Pertarungan Sepanjang Malam
120
Undangan
121
Berlatih Kembali
122
Keanehan Arya
123
Kerajaan Danau Lembah Peri
124
Dibawa Menghadap Tuan Rumah
125
Kehidupan Bawah Danau
126
Bertemu Sang Ratu
127
Bentuk Bunga Yang Dicari
128
Mengambil Bunga Energi
129
Meninggalkan Kerajaan Danau Lembah Peri
130
Pil Bunga Anggrek Hantu
131
Mengobati Sang Raja
132
Pendekar Bunga Darah
133
Kembalinya Raja Kegelapan
134
Soal Asmara Terbawa Sampai Tua
135
Pertarungan Sepasang Kekasih Dimasa lalu
136
Nasib Nie Zha
137
Kejahilan Putri Zhou Jing Yi
138
Orang Terluka Di Tengah Hutan
139
Pasukan Pangeran Tong Shun
140
Ajakan Bergabung
141
Surat Cinta
142
Ditangkap
143
Ketegangan Yang Berlarut-larut
144
Lengan Api
145
Cerita Desa Huangpu
146
Tiga Pembawa Maut
147
Pertarungan Di Tepi Sungai
148
Dendam Seorang Anak
149
Mendapatkan Teman Perjalanan
150
Potongan Tangan
151
Pertunjukan Nie Zha
152
Pengintip
153
Cinta Bersemi Di Malam Purnama
154
Niat Terselubung
155
Membantu Penyatuan Energi
156
Manusia Iblis
157
Tekad Melawan Sampai Mati
158
Pangeran Istana Es
159
Menginterogasi
160
Mencari Goa Tengkorak
161
Terjebak
162
Salah Memilih Lawan
163
Lorong Rahasia
164
Pesta Gila
165
Kebebasan Sang Pangeran Es
166
Menyelamatkan Sandera
167
Siluman Penjaga
168
Kakek Malang
169
Si Tua Sadis
170
Pedang Es Abadi
171
Kembalinya Pedang Pusaran Angin
172
Tewasnya Lima Biksu Sesat
173
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!