Kembali

Sementara itu di pertarungan Patriark Gu Ta Sian. Rupanya kemampuan kakek tua yang berjuluk Pendekar Cakar Naga itu bukanlah omong kosong, pengalaman bertarung serta jurus-jurusnya yang terkenal di kalangan para pendekar Kekaisaran Ming memanglah sangatlah mengerikan.

Kedua tangan Patriark Gu Ta Sian diselimuti energi hitam berupa kobaran api, menyebabkan hawa di sekitarnya begitu panas. Hal itu membuat para mayat hidup langsung terbakar ketika mencoba mendekatinya.

Meski demikian, tidak ada mayat hidup yang gentar, mereka terus saja mengeroyok Patriark Gu Ta Sian dari segala arah. Dalam sekali terkaman cakar Patriark Gu Ta Sian, puluhan mayat hidup berakhir menjadi abu.

Hanya dalam hitungan detik saja, ratusan mayat hidup berakhir mengenaskan. Para keluarga mayat hidup tersebut tidak akan mungkin lagi dapat mengenali mereka ataupun menguburkan kembali jasad mereka dengan layak.

Sembari berusaha mengurangi jumlah mayat hidup, Patriark Gu Ta Sian bergerak merangsek menuju ke dalam hutan. Patriark Gu Ta Sian yakin seseorang yang mengendalikan pasukan mayat hidup sedang bersembunyi di sana.

Hal serupa juga dilakukan beberapa Patriark dan tetua lainnya. Ternyata mereka sudah merencanakan hal ini dan berniat menghadapi seseorang yang mengendalikan mayat hidup secara bersama-sama. Mereka yakin seseorang yang sanggup mengendalikan ribuan mayat hidup pastilah bukan pendekar sembarangan atau mungkin jumlah mereka lebih dari satu.

Tetua Lin Hai melayang di atas kepala para mayat hidup sembari bertubi-tubi melemparkan kilatan petir ke arah kerumunan mayat hidup di bawahnya. Dia terus menuju ke dalam hutan.

Tetua Lin Hai terus menyapu kerumunan para mayat hidup tanpa kesulitan dan perlawanan berarti. Hingga tanpa sadar dia sudah semakin mendekati hutan tempat ribuan mayat hidup datang.

Beralih ke pertarungan Tetua Ye Han. Gadis yang menjadi lawannya ternyata sejauh ini mampu mengimbangi serangan serta jurus-jurus Tetua Ombak Karang tersebut. Serangan dari pertarungan mereka seringkali nyasar dan mengenai gerombolan mayat hidup ataupun para pendekar yang berada di bawah mereka.

Wajah tetua Ye Han terlihat merah padam, tetua Ombak Karang itu begitu kesal sebab serangannya yang hampir mengenai targetnya terus saja digagalkan oleh tetua Wu Zhang.

Tetua Wu Zhang memang membiarkan tetua Ye Han bertarung dengan gadis yang kesadarannya telah dikendalikan, namun dia tetap mengawasi pertarungan tersebut sebab tidak ingin ada lagi para gadis yang tidak bersalah menjadi korban.

Kesekian kalinya serangannya di mentahkan oleh tetua Wu Zhang, akhirnya kesabaran tetua Ye Han mencapai batas. Tetua Ye Han kemudian meninggalkan lawannya dan menuju ke tempat tetua Wu Zhang.

"Apa sebenarnya maumu? Kenapa suka sekali mencampuri pertarunganku." Bentak tetua Ye Han menatap tajam kepada Tetua Wu Zhang.

"Sudah ku katakan, aku tidak akan membiarkanmu membunuh orang-orang yang tidak bersalah." Tukas tetua Wu Zhang dengan tersenyum sinis.

"Jangan sok suci, membiarkan mereka sama saja membiarkan saudara-saudara kita terluka karena peperangan ini." Tetua Ye Han nampak bersiap menyerang.

"Apakah kau tuli? Sebelumnya sudah aku katakan padamu agar membantu mereka menghadapi mayat hidup, biarkan gadis ini aku yang tangani."

"Jadi kau ingin mengaturku." Tetua Ye Han menyeringai dan lalu mulai melancarkan serangan.

Seberkas sinar melengkung dari ayunan tombak Tetua Ye Han mengarah kepada Tetua Wu Zhang. Kilatan energi itu berukuran tipis namun berkecepatan tinggi. Nyaris saja tetua Wu Zhang terkena serangan itu jika satu detik saja dia tidak mengelak mundur.

"Bagaimana bisa orang seperti dirinya menjadi tetua aliran putih. Keegoisan serta perangainya lebih mirip dengan orang-orang aliran hitam." Tetua Wu Zhang membatin sambil terus menerus menghindar dan menangkis serangan yang bernafsu membunuhnya.

Puluhan serangan yang berkecepatan tinggi dilancarkan Tetua Ye Han memaksa tetua Wu Zhang tidak lagi bertahan dan menghindar. Tetua Wu Zhang kini mulai melakukan perlawanan, dia sadar tetua Ye Han tidak hanya ingin melukainya tetapi benar-benar berniat ingin merenggut nyawanya.

Di kejauhan terlihat ada sosok melesat menuju ke pertarungan mereka. Kakek tua yang berpakaian sama seperti tetua Ye Han menghentakkan pukulan jarak jauh yang akhirnya melabrak dan meledakan peraduan energi antara tetua Wu Zhang dan tetua Ye Han.

Ledakan energi tersebut menghempaskan tetua Ye Han dan tetua Wu Zhang. Mereka baru bisa berhenti ketika sudah berhasil mendapatkan kembali keseimbangan di udara.

"Apa-apaan kalian! Bukannya membantu malah bertarung dengan sesama." Kakek tua tersebut membentak dengan aura yang begitu menekan keduanya.

"Maaf sesepuh, aku hanya ingin menghentikan tetua anda ini yang berniat membunuh gadis itu." Tetua Wu Zhang menunjuk ke pertarungan gadis yang sebelumnya menjadi lawan tetua Ye Han. Gadis tersebut sekarang sedang bertarung dengan salah satu tetua dari sektenya.

"Apa benar yang dikatakannya, Ye Han?" Tatapan kakek tua itu begitu mengintimidasi tetua Ye Han.

"Maaf Patriark, dia berbohong. Aku tadi sedang berusaha menghentikan gadis itu yang akan menyerang saudara kita. Tapi dia malah menyerangku." Kilah tetua Ye Han sambil sedikit melirik tetua Wu Zhang.

Patriark Sekte Ombak Karang tersebut mengerutkan dahi, beralih menatap tetua Wu Zhang. "Sudahlah, jika kalian ingin bertarung lakukanlah saja nanti di acara turnamen. Sekarang kalian ikutlah denganku mencari dalang dari semua ini."

Tetua Ye Han mengepalkan tangan, dia menatap tetua Wu Zhang dengan hati yang tersulut dendam. Tetua Wu Zhang menanggapinya dengan tersenyum sinis dan kemudian melesat terbang mengikuti Patriark Sekte Ombak Karang yang sudah terbang menuju hutan.

Di arah barat sekitar lokasi perkemahan, Arya keluar dari portal bersama Huang She dan Liu Wei. Mereka bertiga kembali dengan pakaian yang berbeda dari saat mereka memasuki dimensi lain. Baik Arya, Huang She dan Liu Wei kini mengenakan jubah berwarna hitam dan ikat kepala yang juga berwarna hitam.

Tidak berselang lama, dari belakang mereka muncul harimau putih dan tupai kecil. Dua siluman itu nampak begitu senang sambil celingukan menikmati udara segar serta pemandangan disekitar mereka.

"Akhirnya aku bisa keluar dari dunia membosankan itu." Honglong melompat-lompat kegirangan. Tupai kecil itu melompat kesana-kemari dengan gerakan begitu cepat berpindah-pindah tempat dari tanah, bebatuan juga pepohonan.

Arya menoleh dan tersenyum, melihat tingkah konyol Honglong dia jadi teringat sewaktu dirinya masih kecil. Saat itu dia juga melompat-lompat kegirangan ketika dapat menguasai jurus-jurus yang diberikan oleh kakeknya dulu. 

"Maaf kek, sepertinya dalam waktu dekat ini aku tidak bisa menjenguk kakek." Arya membatin sambil mengingat senyuman Zhen Long.

"Sebaiknya kita segera kembali ke Markas.. guru pastinya sudah lama menunggu dan mencemaskan kita." Meski sudah tahu jika waktu di dimensi hutan Hei'an berjalan lambat, namun Liu Wei tidak tau persis sudah berapa lama dia meninggalkan Markas Lembah Petir.

Perkataan Liu Wei menyadarkan lamunan Arya.

"Benar, aku juga sudah sangat merindukan ketiga bersaudara." Timpal Huang She dengan tatapan tertuju ke arah lokasi Markas Lembah Petir berada.

"Baiklah, mari kita kembali." Baru saja Arya melangkah, perkataan Hulao membuat pemuda itu berhenti.

"Tuan, tidak jauh dari sini ada pertarungan besar."

Arya kemudian mengerahkan teknik Panca Indera Naga Emas. Sesudah memastikan dan merasakan memang sedang terjadi pertarungan yang tidak jauh dari tempat mereka, diapun mengangguk.

"Sekarang saatnya kalian menunjukkan hasil dari latihan kalian. Di sana sedang terjadi pertempuran, ayo kita kesana."

Arya melontarkan tubuhnya ke atas dan terbang melesat ke arah timur. Kemudian di susul Huang She, Liu Wei, Honglong dan Hulao yang juga melesat terbang menuju ke lokasi pertempuran.

Terpopuler

Comments

Roni Sakroni

Roni Sakroni

telaaaattt...sudah bnyk korban baru datang.... pendekar egois....mikirin sendiri doang....

2024-04-08

1

Harman LokeST

Harman LokeST

baaaannnntttttttaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii seeeeeeemuuuuuuanyaaaaaaaaaaa

2024-02-29

1

Harman LokeST

Harman LokeST

buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh seeeeeeemuuuuuuanya

2022-06-17

1

lihat semua
Episodes
1 Legenda Pusaka Matahari Penghancur
2 Tiba Di Sekte Lembah Petir
3 Bertemu Sang Paman
4 Rencana Penyerangan
5 Formasi Badai Petir
6 Pendekar Penyair
7 Membantu Putri Ming Yu Hua
8 Menyerap Energi Matahari
9 Amanat Dewa Petir
10 Kuda Bersayap
11 Serangan Mayat Hidup
12 Pertempuran
13 Berlatih Di Dimensi Cahaya Keabadian
14 Selamat Jalan Dewa Petir
15 Bantuan Tiba
16 Jebakan Leluhur
17 Tubuh Dewi Bulan
18 Memberikan Hukuman
19 Pedang Ilusi Penguasa Jiwa
20 Kembali
21 Kemunculan Dua Gadis Berpakaian Hitam
22 Arya Vs Tiga Tetua Iblis Berdarah
23 Membawa Tawanan
24 Keterkejutan Para Tetua
25 Rencana Arya
26 Menerima Tantangan
27 Menunjukkan Kemampuan
28 Ritual Persembahan
29 Ramuan Kejujuran
30 Tubuh Raja Kegelapan
31 Latih Tanding
32 Menghancurkan Pusaka Legenda
33 Sekte Yang Menghilang
34 Pengejaran Ke Daratan Utara
35 Asap Hijau Dari Pedang
36 Meningkatkan Kultivasi Paman
37 Zhiyuhan Pemuda Penyair
38 Makhluk Asap
39 Efek Kekuatan Raja Kegelapan
40 Membuka Gerbang
41 Saatnya Berpetualang
42 Amarah Sang Legenda Naga
43 Merubah Wujud
44 Nikmat Sesaat Derita Yang Bertubi-tubi
45 Tetua Muda
46 Menyelamatkan Anak Perempuan
47 Markas Bandit Taring Hitam
48 Tewasnya Wakil Ketua Bandit
49 Karma
50 Penyelamat Yang Di Nantikan
51 Bayangan Putih Dan Hitam
52 Sihir Hitam
53 Organisasi Yenmin
54 Air Suci Biarawati
55 Sosok Sebenarnya Biarawati
56 Gunung Phoenix
57 Pertapa Gila
58 Memberikan Tugas
59 Penjambret
60 Memenuhi Janji Nenek
61 Ujian Menjadi Prajurit
62 Kemunculan Panglima Kegelapan
63 Nasib Wanita Malang
64 Wabah Penyakit
65 Kericuhan Di Dalam Kedai
66 Awal Manis Berujung Kecewa
67 Menjalankan Rencana
68 Pertemuan Para Penyusup
69 Situasi Kerajaan
70 Rumah Seribu Bunga
71 Membeli Para Gadis
72 Memulai Pembersihan Kota
73 Kekacauan Di Dalam Kota
74 Duel Sengit
75 Pertarungan Di Dalam Kerajaan
76 Keputusasaan Para Penduduk
77 Transformasi
78 Penyerangan Dimulai
79 Jenderal Sun Jian Vs Demiao
80 Portal Dimensi
81 Rasa Bersalah
82 Mengirim Bantuan Ke Kerajaan Goading
83 Munculnya Pendekar Khusus
84 Membantu Pertempuran Di Kerjaaan
85 Pendekar Khusus Dan Ke-empat Tetua Iblis Berdarah
86 Ratu Hewan Iblis
87 Kemunculan Yang Selalu Membuat Rusuh
88 Akhir Dari Ratu Hewan Iblis
89 Racun Penyerap Sukma
90 Bunga Anggrek Hantu
91 Bersulang
92 Pembasmian Di Kota Goading
93 Pembasmian Kota Goading II
94 Pembasmian Kota Goading III
95 Pembasmian Kota Goading IV
96 Pembasmian Kota Goading V
97 Akhir Dari Sang Panglima Hewan Iblis
98 Panglima Kegelapan
99 Kembali Ke Benua Timur
100 Tiga Dara Di Sungai
101 Hantu Kepala Buntung
102 Rasa Penasaran
103 Pencuri Kacang
104 Teknik Terlarang
105 Kematian Yang Di Janjikan
106 Situasi Di Dalam Kerajaan
107 Keseriusan Arya
108 Arya Vs Yeva
109 Arya Vs Yeva II
110 Arya Vs Yeva III
111 Akhir Pertarungan
112 Memberikan Penjelasan
113 Kondisi Raja Kegelapan
114 Mengangkat Saudara
115 Rasa Penasaran Jenderal Yong We
116 Pertemuan Di Bukit Cinta
117 Memberikan Bukti
118 Berujung Perkelahian
119 Pertarungan Sepanjang Malam
120 Undangan
121 Berlatih Kembali
122 Keanehan Arya
123 Kerajaan Danau Lembah Peri
124 Dibawa Menghadap Tuan Rumah
125 Kehidupan Bawah Danau
126 Bertemu Sang Ratu
127 Bentuk Bunga Yang Dicari
128 Mengambil Bunga Energi
129 Meninggalkan Kerajaan Danau Lembah Peri
130 Pil Bunga Anggrek Hantu
131 Mengobati Sang Raja
132 Pendekar Bunga Darah
133 Kembalinya Raja Kegelapan
134 Soal Asmara Terbawa Sampai Tua
135 Pertarungan Sepasang Kekasih Dimasa lalu
136 Nasib Nie Zha
137 Kejahilan Putri Zhou Jing Yi
138 Orang Terluka Di Tengah Hutan
139 Pasukan Pangeran Tong Shun
140 Ajakan Bergabung
141 Surat Cinta
142 Ditangkap
143 Ketegangan Yang Berlarut-larut
144 Lengan Api
145 Cerita Desa Huangpu
146 Tiga Pembawa Maut
147 Pertarungan Di Tepi Sungai
148 Dendam Seorang Anak
149 Mendapatkan Teman Perjalanan
150 Potongan Tangan
151 Pertunjukan Nie Zha
152 Pengintip
153 Cinta Bersemi Di Malam Purnama
154 Niat Terselubung
155 Membantu Penyatuan Energi
156 Manusia Iblis
157 Tekad Melawan Sampai Mati
158 Pangeran Istana Es
159 Menginterogasi
160 Mencari Goa Tengkorak
161 Terjebak
162 Salah Memilih Lawan
163 Lorong Rahasia
164 Pesta Gila
165 Kebebasan Sang Pangeran Es
166 Menyelamatkan Sandera
167 Siluman Penjaga
168 Kakek Malang
169 Si Tua Sadis
170 Pedang Es Abadi
171 Kembalinya Pedang Pusaran Angin
172 Tewasnya Lima Biksu Sesat
173 Pengumuman
Episodes

Updated 173 Episodes

1
Legenda Pusaka Matahari Penghancur
2
Tiba Di Sekte Lembah Petir
3
Bertemu Sang Paman
4
Rencana Penyerangan
5
Formasi Badai Petir
6
Pendekar Penyair
7
Membantu Putri Ming Yu Hua
8
Menyerap Energi Matahari
9
Amanat Dewa Petir
10
Kuda Bersayap
11
Serangan Mayat Hidup
12
Pertempuran
13
Berlatih Di Dimensi Cahaya Keabadian
14
Selamat Jalan Dewa Petir
15
Bantuan Tiba
16
Jebakan Leluhur
17
Tubuh Dewi Bulan
18
Memberikan Hukuman
19
Pedang Ilusi Penguasa Jiwa
20
Kembali
21
Kemunculan Dua Gadis Berpakaian Hitam
22
Arya Vs Tiga Tetua Iblis Berdarah
23
Membawa Tawanan
24
Keterkejutan Para Tetua
25
Rencana Arya
26
Menerima Tantangan
27
Menunjukkan Kemampuan
28
Ritual Persembahan
29
Ramuan Kejujuran
30
Tubuh Raja Kegelapan
31
Latih Tanding
32
Menghancurkan Pusaka Legenda
33
Sekte Yang Menghilang
34
Pengejaran Ke Daratan Utara
35
Asap Hijau Dari Pedang
36
Meningkatkan Kultivasi Paman
37
Zhiyuhan Pemuda Penyair
38
Makhluk Asap
39
Efek Kekuatan Raja Kegelapan
40
Membuka Gerbang
41
Saatnya Berpetualang
42
Amarah Sang Legenda Naga
43
Merubah Wujud
44
Nikmat Sesaat Derita Yang Bertubi-tubi
45
Tetua Muda
46
Menyelamatkan Anak Perempuan
47
Markas Bandit Taring Hitam
48
Tewasnya Wakil Ketua Bandit
49
Karma
50
Penyelamat Yang Di Nantikan
51
Bayangan Putih Dan Hitam
52
Sihir Hitam
53
Organisasi Yenmin
54
Air Suci Biarawati
55
Sosok Sebenarnya Biarawati
56
Gunung Phoenix
57
Pertapa Gila
58
Memberikan Tugas
59
Penjambret
60
Memenuhi Janji Nenek
61
Ujian Menjadi Prajurit
62
Kemunculan Panglima Kegelapan
63
Nasib Wanita Malang
64
Wabah Penyakit
65
Kericuhan Di Dalam Kedai
66
Awal Manis Berujung Kecewa
67
Menjalankan Rencana
68
Pertemuan Para Penyusup
69
Situasi Kerajaan
70
Rumah Seribu Bunga
71
Membeli Para Gadis
72
Memulai Pembersihan Kota
73
Kekacauan Di Dalam Kota
74
Duel Sengit
75
Pertarungan Di Dalam Kerajaan
76
Keputusasaan Para Penduduk
77
Transformasi
78
Penyerangan Dimulai
79
Jenderal Sun Jian Vs Demiao
80
Portal Dimensi
81
Rasa Bersalah
82
Mengirim Bantuan Ke Kerajaan Goading
83
Munculnya Pendekar Khusus
84
Membantu Pertempuran Di Kerjaaan
85
Pendekar Khusus Dan Ke-empat Tetua Iblis Berdarah
86
Ratu Hewan Iblis
87
Kemunculan Yang Selalu Membuat Rusuh
88
Akhir Dari Ratu Hewan Iblis
89
Racun Penyerap Sukma
90
Bunga Anggrek Hantu
91
Bersulang
92
Pembasmian Di Kota Goading
93
Pembasmian Kota Goading II
94
Pembasmian Kota Goading III
95
Pembasmian Kota Goading IV
96
Pembasmian Kota Goading V
97
Akhir Dari Sang Panglima Hewan Iblis
98
Panglima Kegelapan
99
Kembali Ke Benua Timur
100
Tiga Dara Di Sungai
101
Hantu Kepala Buntung
102
Rasa Penasaran
103
Pencuri Kacang
104
Teknik Terlarang
105
Kematian Yang Di Janjikan
106
Situasi Di Dalam Kerajaan
107
Keseriusan Arya
108
Arya Vs Yeva
109
Arya Vs Yeva II
110
Arya Vs Yeva III
111
Akhir Pertarungan
112
Memberikan Penjelasan
113
Kondisi Raja Kegelapan
114
Mengangkat Saudara
115
Rasa Penasaran Jenderal Yong We
116
Pertemuan Di Bukit Cinta
117
Memberikan Bukti
118
Berujung Perkelahian
119
Pertarungan Sepanjang Malam
120
Undangan
121
Berlatih Kembali
122
Keanehan Arya
123
Kerajaan Danau Lembah Peri
124
Dibawa Menghadap Tuan Rumah
125
Kehidupan Bawah Danau
126
Bertemu Sang Ratu
127
Bentuk Bunga Yang Dicari
128
Mengambil Bunga Energi
129
Meninggalkan Kerajaan Danau Lembah Peri
130
Pil Bunga Anggrek Hantu
131
Mengobati Sang Raja
132
Pendekar Bunga Darah
133
Kembalinya Raja Kegelapan
134
Soal Asmara Terbawa Sampai Tua
135
Pertarungan Sepasang Kekasih Dimasa lalu
136
Nasib Nie Zha
137
Kejahilan Putri Zhou Jing Yi
138
Orang Terluka Di Tengah Hutan
139
Pasukan Pangeran Tong Shun
140
Ajakan Bergabung
141
Surat Cinta
142
Ditangkap
143
Ketegangan Yang Berlarut-larut
144
Lengan Api
145
Cerita Desa Huangpu
146
Tiga Pembawa Maut
147
Pertarungan Di Tepi Sungai
148
Dendam Seorang Anak
149
Mendapatkan Teman Perjalanan
150
Potongan Tangan
151
Pertunjukan Nie Zha
152
Pengintip
153
Cinta Bersemi Di Malam Purnama
154
Niat Terselubung
155
Membantu Penyatuan Energi
156
Manusia Iblis
157
Tekad Melawan Sampai Mati
158
Pangeran Istana Es
159
Menginterogasi
160
Mencari Goa Tengkorak
161
Terjebak
162
Salah Memilih Lawan
163
Lorong Rahasia
164
Pesta Gila
165
Kebebasan Sang Pangeran Es
166
Menyelamatkan Sandera
167
Siluman Penjaga
168
Kakek Malang
169
Si Tua Sadis
170
Pedang Es Abadi
171
Kembalinya Pedang Pusaran Angin
172
Tewasnya Lima Biksu Sesat
173
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!