"Apa? Tampar kalau mau tampar!" Vira mendekatkan pipinya ke Arga.
Arga menatap Vira dengan tatapan penuh amarah, karena tidak mau sampai marah pada Vira akhirnya Arga masuk ke dalam kamar.
Setelah Arga masuk ke dalam kamarnya, Vira hanya diam. Sungguh laki-laki yang kini telah di nikahi oleh dirinya dia begitu kejam dan sungguh arogant.
Visual Vira.
Biarpun Vira bukan wanita yang di inginkan oleh Arga, tapi Vira harus kuat dengan cobaan yang ada saat ini.
"Tok...tok...." Suara ketukan pintu.
Mendengar suara ketukan pintu, Vira langsung berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.
"Ceklek...." Suara gagang pintu, melihat ternyata mamanya mertuanya yang datang Vira langsung tersenyum dengan hangat.
"Mama," sapa Vira dengan nada lembut.
Rosa dan Vira sama-sama masuk ke dalam rumah, mereka duduk di sofa ruang tengah. Mata Rosa mencari-cari sosok Arga karena tidak kelihatan.
"Suamimu mana nak?" Tanya Rosa pada Vira.
"Ada di kamar ma, tadi baru pulang mungkin sedang mandi. Vira panggilkan dulu ya ma." Jawab Vira yang seolah tidak terjadi apa-apa antara dia dan Arga.
Vira beranjak dari tempat duduknya, menuju ke kamarnya.
"Tok...tok...." Vira mengetuk pintu kamarnya, karena tidak di kunci Vira langsung masuk ke dalam kamar.
Vira melihat Arga sedang berbaring, bahkan Arga masih memakai jas dan sepatunya sambil berbaring.
"Sabar Vira, jika kamu melawannya dengan keras makan semuanya akan hancur. Kamu harus sabar dan menjadi wanita yang tangguh." Batin Vira dalam hatinya.
"Ada apa?" Ketus Arga dengan tatapan tidak suka pada Vira.
"Di depan ada Mama Rosa." Jawab Vira tanpa ekspresi, bahkan Vira saja enggan melihat wajah tampan suaminya.
Arga buru-buru bangun dari tempat tidurnya untuk menemui sang mama.
"Untuk apa, mama datang ke rumahku?" Tanya Arga dalam hatinya.
"Vira, ingat ya jangan mengadu apapun pada mama! Apalagi tentang rumah tangga kita." Arga menatap Vira dengan tatapan tajam.
"Aku bukan anak kecil yang apa-apa serba mengadu, sekarang keluarlah temui mama!" Jawab Vira dengan tatapan malas.
Kini mereka berdua keluar dari kamar mereka dan langsung pergi menemui Rosa yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Aduh pengantin baru, kok pada diam-diam sajad dirumah." Cetus Rosa yang melihat Arga dan Vira sudah keluar dari kamar.
"Aku banyak kerjaan ma." Jawab Arga singkat.
"Pengantin baru, aku cintanya sama Kinan ma bukan sama Vira. Jadi jangan salahkan aku jika aku tidak akan menyukai Vira." Batin Arga dalam hatinya.
"Kerjaankan bisa cutti dulu nak, kamu ajaklah istrimu liburan, kalian harus pergi bulan madu biar mama cepat-cepat dapat cucu dari kalian!" Rosa begitu bahagia, tapi Vira hanya tersenyum sedangkan Arga menatap mamanya dengan tatapan tidak suka.
"Aku sibuk ma." Jawab Arga dengan malas.
Vira dan Arga duduk bersebelahan, mereka tampak tenang. Vira juga berusaha menyembunyikan rasa sedih di hatinya.
"Iya ma, Arga sibuk sekali. Jadi tidak usah pergi bulan madu, kalau masalah anak nanti bisa produksi di rumah ma." Sambung Vira dengan senyum terpaksanya.
"Mama mengharapkan cucu dari anak mama, tapi perlu mama tahu Arga tidak pernah menyentuhku sama sekali." Vira menangis dalam hatinya.
Dulu sebelum Vira menikah dengan Arga, Rosa bilang pada Vira kalau Arga itu laki-laki yang sangat lembut dan begitu perhatian, tapi nyatanya tidak seperti apa yang Rosa katakan pada Vira, saat ini Vira hanya merasakan sakit hati karena Arga sering sekali kasar dan tidak mau menyentuh dirinya sama sekali.
"Lebih penting kerjaan atau istri?" Tanya Rosa sambil melihat Arga dan Vira.
"Sudahlah ma, nanti kalau aku ada waktu aku pasti akan mengajak istriku berlibur." Arga merasa geram, hanya saja dia tidak bisa Melakukan apa-apa di depan mamanya.
Vira menganggukkan kepalanya seolah-olah memberikan isyarat pada mama mertuanya, Rosa juga akhirnya dia ya dia paham dengan isyarat yang Vira berikan.
____
Di ruangan Aftar, dia masih sibuk dengan laptopnya dan Kinan juga masih setia menemani Aftar berkerja hanya saja Kinan malah ketiduran di atas meja kerja Aftar.
Melihat Kinan tertidur nyenyak, Aftar tersenyum lalu dia menghentikan aktivitasnya dan beranjak dari tempat duduknya.
"Di suruh nemenin kerja, ini malah tidur." Aftar membenarkan rambut Kinan yang berantakan dia meyesipkan ke belakang telinga Kinan.
Melihat wajah cantik Kinan lagi-lagi Aftar tersenyum "Dia ternyata cantik sekali, Kinan bibirmu manis sekali." Aftar menyentuh bibir Kinan dengan tangannya, jari-jarinya membelai bibir mungil Kinan.
Kinan merasakan ada sentuhan demi sentuhan, tiba-tiba dia bergulat dan Aftar buru-buru menyingkirkan tangannya dari bibir mungil Kinan.
"Aku ketiduran ya, Pak Aftar!" Kinan terkejut dan langsung membenarkan posisinya menjadi duduk yang benar.
Aftar tersenyum "Bisa-bisanya, kamu tidur di saat hanya berduaan saja dengan seorang laki-laki, ingat jangan lakukan ini di depan laki-laki lain!" Aftar menatap Kinan dengan tatapan penuh makna.
Kinan melirik Aftar dengan kesal "Memangnya kenapa? Dulu juga aku sering kok ketiduran saat bersama Arga." Kinan tersenyum pada Aftar.
"Tapi, Arga tidak sampai meniduri kamu kan?" Tanya Aftar dengan tatapan penuh tanda tanya? Sungguh Aftar kawatir kalau Kinan sudah dipakai oleh Arga.
"Tidaklah, Arga itu kalau pacaran tidak nakal dia hanya pegang tangan saja, terus kita suka pergi nonton flim romantis." Kinan senyam-senyum, membayangkan kenangan bersama Arga dulu.
Ntahlah, tiba-tiba Aftar merasa kesal mendengar cerita Kinan itu.
"Apa dia sedang pamer denganku?" Tanya Aftar dalam hatinya.
"Kalian nonton film romantis, apa kalian menirukan adegan romantis di flim yang kalian tonton? Seperti ciuman atau hal lainnya?" Tanya Aftar, pikirannya sudah traveling kemana-mana.
"Aish, apa pikiran bapak sem*sum itu?" Sungguh Kinan tidak habis pikir dengan pikiran Aftar.
Aftar menjulurkan lidahnya "Takutnya, siapa tahu kalian sudah ehem-ehem." Aftar tertawa meledek.
Kinan mencerna perkataan Aftar, wajahnya tampak bingung "Ehem-ehem, apaan pak?" Tanya Kinan dengan begitu polosnya.
Lagi Aftar menjulurkan lidahnya "Anak kecil tidak boleh tahu, ini rahasia orang dewasa." Aftar dengan jail menyentil jidat Kinan dan Kinan meringis kesakitan "Dasar, sakit pak." Kinan mengerucut bibir mungilnya.
Lagi-lagi Aftar hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar sambil membayangkan waktu Kinan dan dirinya ciuman waktu mereka di hotel.
"Kapan, aku bisa menikmati bibir mungilnya itu? Sungguh kamu menggemaskan sekali Kinan." Batin Aftar dalam hatinya.
"Lupakan ehem-ehem itu! Ayo kita temanin aku pergi makan siang!" Ajak Aftar dan tangannya langsung mengandeng tangan Kinan, membuat Kinan ternganga tidak percaya.
"Apa, Pak Aftar mengandeng tanganku?" Pikiran Kinan melayang-layang.
"Aku penasaran dengan ehem-ehem itu apaan?" Kinan kekeh pingin tahu.
"Nanti, kamu akan tahu kalau sudah waktunya." Jawab Aftar sambil terus mengandeng tangan Kinan menuju kantin kantor.
Banyak yang melihat mereka, tapi Aftar tidak perduli, Kinan meronta-ronta dengan pelan agar Aftar melepas tangannya tapi Aftar malah mempererat gandengan tangannya ke tangan Kinan.
"Banyak orang melihat kita pak." Lirih Kinan dengan suara kesal.
"Biarkan saja! Mereka punya mata jadi mereka melihat kita," Jawab Aftar dengan begitu cuek.
Rasanya Kinan merasa kesal, tapi mau bagaimana lagi?
Siang ini mereka makan siang di meja yang sama, iya mereka seperti dua sejoli yang sedang kasmaran. Sebenarnya Kinan agak risih karena banyak mata yang menatap dirinya yang saat ini sedang makan siang bersama Aftar.
Setelah selesai makan siang, Aftar kembali ke ruangan kerjanya, Kinan juga kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Banyak yang bergosip tentang dirinya dan bosnya, tapi Kinan hanya bisa diam saja dan membiarkan mereka semua bergosip tentang dirinya dan bosnya.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
Siapa tau suka, mampir yuk ke lapak Mba Diana dan Mas Wisnu. Ceritanya tidak kalah seru loh kakak-kakak semuanya 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Berqis Varah Dewi
mudah mudahan lama2 Arga cinta Vira
2023-01-25
0
Dewi AmarRaya
visual Vira cocok buat kinan
2022-06-25
0
Dil Dil
lucu jg ya...
2022-04-26
0