Seketika Aftar mulai kesal, bisa-bisanya Kinan berani sekali meminta dirinya untuk mengantarkan membeli kado buat mantannya.
"Baiklah." Jawab Aftar dengan ketus, tapi di otaknya penuh ide licik untuk mengerjai Kinan nanti.
Kinan tersenyum begitu manis tapi Aftar malah menatapnya dengan tatapan datar.
___
Sesampainya di sebuah Butik gaun pengantin mewah, Kinan ternganga tidak percaya karena ini pertama kalinya dia ke Butik semewah ini.
"Hanya orang kaya yang mampu datang ke tempat seperti ini, apalagi aku yang hanya gadis biasa dan gajian hanya cukup buat makan satu bulan saja." Kinan masih tidak percaya, matanya berbinar bahagia.
"Sudah mengocehnya?" Tanya Aftar ketus, dia menggeser tubuhnya lalu mengandeng tangan Kinan untuk masuk ke dalam Butik.
Kini mereka masuk ke dalam Butik sambil bergandengan tangan. Semua pegawai Butik langsung membungkuk dengan sopan menyambut kedatangan Aftar dan Kinan.
Lagi-lagi Kinan di buat terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya, Kinan menggelengkan kepalanya tidak percaya "Sungguh, Pak Aftar adalah seorang sultan. Bahkan semua pegawai Butik menyambut dirinya dengan begitu hangat." Kinan melihat wajah tampan Aftar sambil tersenyum kecil.
Aftar hanya menatap Kinan dengan tatapan datar "Diamlah, jangan terus bicara bawel!" Bisik Aftar di telinga Kinan.
Dua pelayan cantik datang menghampiri Kinan dan Aftar sambil tersenyum dengan manis.
"Tuan Aftar, ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu pelayan dengan sopan.
"Nona, tolong carikan gaun pengantin yang cantik untuk gadis ini!" Pinta Aftar dengan nada lembut.
Kedua pelayan itu sama menganggukkan kepalanya, lalu mengajak Kinan ke sebuah ruang ganti untuk mencoba gaun pengantin.
Semua pelayan pasti kenal dengan Aftar, selain sebagai pengusaha muda yang sukses. yang punya Butik juga sangat mengenal Aftar dia adalah Nyonya Herlin, yang tidak lain seorang desainer baju terkenal dan tentunya setelan jas yang saat ini Aftar pakai itu buatan Nyonya Herlin.
Aftar duduk di sebuah sofa ruang tunggu sambil menikmati kopi capuccino yang sudah di siapkan oleh pegawai Butik.
Aftar melihat sekeliling Butik, tiba-tiba dia teringat wajah cantik seseorang yang tidak lain adalah wanita yang dia tunggu selama ini, sekilas Aftar tersenyum kecil mengingat wajah cantik wanita itu.
"Aturan aku mengajakmu fitting gaun pengantin, tapi sayangnya kamu malah selalu sibuk dengan dunia modelmu itu." Batin Aftar dalam hatinya.
Setelah beberapa lama akhirnya Kinan keluar dengan gaun pengantin berwarna putih tulang yang begitu indah dan tentunya Kinan terlihat begitu anggun dengan gaun pengatin yang dia kenakan saat ini. Rambutnya di hiasi dengan mahkota kecil dan wajahnya di rias senatural mungkin.
Mata Aftar menatapnya dengan lekat tanpa berkedip sedikitpun. Aftar sungguh tidak percaya hari ini Kinan di sulap menjadi putri yang begitu cantik.
"Cantik sekali," Cetusnya dengan pelan.
Kinan berjalan malu-malu, sungguh ini pertama kalinya dia dandan secantik ini.
"Pak Aftar, bagaimana?" Tanya Kinan dengan nada pelan.
"Cantik." Jawab Aftar dengan jutek.
"Nona, gaunnya yang ini saja!" Suruh Aftar dengan nada lembut.
Dalam hati Kinan, dia bisa bicara selembut itu pada para pelayan disini tapi dia selalu berbicara padaku dengan ketus. Dasar manusia es menyebalkan.
"Baik tuan, sekarang giliran Tuan Aftar!" Kata sang pelayan dengan sopan.
"Aku tidak usah, cukup carikan yang menurut kalian cocok denganku saja. Untuk ukuran kalian tahukan ukuran jas aku, jadi carikan saja ya! Aku masih ada urusan soalnya." Tolak Aftar dengan nada lembut.
Aftar berharap dia fitting baju pengantin dengan wanita yang dia tunggu, tapi nyatanya malah bersama wanita lain yang dia tidak cintai sama sekali, jadi Aftar menolak untuk fitting bajunya dia sendiri dia hanya mempercayakan semuanya pada para pelayan Butik di Butik itu.
Kinan kembali berganti pakaian, tapi belum sempat Kinan beranjak dari tempat dia berdiri tiba-tiba Aftar memegang tangannya, membuat Kinan tampak terkejut dan menjadi salah tingkah.
"Emm, kenapa pak?" Tanya Kinan gugup.
"Gantilah dress yang cantik! Nona tolong pilihkan dress yang cantik untuk gadis ini!" Suruh Aftar dengan nada lembut, mata Kinan terus menatap Aftar dengan lekat.
"Dress? Apa dress yang aku pakai pagi ini tidak cantik?" Batin Kinan dalam hatinya.
Kedua pelayan itu langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Aftar. Setelah beberapa menit Kinan keluar dengan dress warna pink muda yang begitu anggun.
"Nona, sama tolong bungkus gaun ini!" Pinta Aftar, sambil memberikan gaun yang di pilihnya tadi untuk Kinan dan memberikan kartu ATM pada pelayan itu untuk membayar gaun-gaun Kinan.
Pelayan Butik langsung pergi membungkus gaun-gaun itu.
Kinan menatap Aftar dengan tatapan bingung.
"Kenapa?" Tanya Aftar yang tahu tatapan bingung Kinan.
"Gaun-gaun itu untuk apa? Pasti itu mahal harganya, sayang uangnya pa mending buat makan satu bulan ke depan." Jawab Kinan dengan raut wajah yang begitu polos.
Sungguh Kinan itu membuat Aftar gemas, bisa-bisanya dia akan menikahi gadis yang begitu polos selama 100 hari.
"Kamu mau datang ke acara pernikahan mantanmu, jadi kamu harus berdandan secantik mungkin!" Jawab Aftar dengan tengil.
Dalam hati Kinan, hanya untuk menghadiri acara pernikahan mantanku, Pak Aftar membeli gaun-gaun mahal untukku. Padahal tanpa memakai gaun mahal saja di hati Arga masih ada aku, sungguh tidak habis pikir nanti aku datang hanya sebagai tamu undangan, tapi aku berharap besok di acara pernikahan Arga aku tidak bertemu dengan Nyonya Rosa.
"Tanpa aku berdandan, di hati dia juga masih ada aku pak." Jawab Kinan dengan senyum meledek.
Aftar melirik Kinan dengan tatapan kesal"Tunggu, apa dia sedang pamer padaku?" Batin Aftar dalam hatinya.
"Aku tidak perduli," Jawab Aftar dengan nada datar.
Setelah beberapa lama akhirnya pelayan datang kembali membawa pa perbag berisi gaun Kinan dan mengembalikan ATM milik Aftar.
"Ini tuan," salah satu pelayan memberikan ATM dan pa perbag pada Aftar.
"Terimakasih nona." Aftar menerimanya sambil tersenyum.
Setelah selesai fitting baju pengantin, Aftar juga membelikan gaun cantik untuk di pakai oleh Kinan nanti di acara pernikahan sang mantan yang masih belum bisa Kinan lupakan dan masih ada rasa juga dengan Arga.
Kini mereka langsung menuju ke sebuah mall untuk mengantar Kinan membeli kado untuk pernikahan mantannya.
Kini mereka sudah sampai di sebuah mall yang tidak terlalu jauh dari Butik tempat mereka fitting baju tadi.
Di dalam mall Kinan berjalan lebih dulu sedangkan Aftar berjalan di belakang Kinan, raut wajah Aftar tampak kesal karena banyak orang yang melihat mungkin mereka pikir Aftar ini pengawal pribadi Kinan kali. Apalagi saat ini Kinan memakai gaun yang cantik dan berdandan sangat cantik sedangkan Aftar berjalan di belakang Kinan dan dia memakai setelan jas warna hitam, ya bagaimana orang-orang tidak mengira kalau Aftar ini hanya pengawal pribadi Kinan.
Aftar mempercepat langkah kakinya dan tiba-tiba tangannya menarik tangan Kinan dengan kasar, Kinan yang merasa kaget dia menghentikan langkah kakinya lalu menoleh pada Aftar.
Raut wajah Kinan tampak kesal "Kenapa pak?" Tanya Kinan dengan suara lirih.
"Berjalanlah di sebelahku!" Tegas Aftar dengan sorot mata malas.
Kinan tersenyum malas, lagian ada angin apa? Aftar tiba-tiba meminta dirinya berjalan di sebelahnya.
Kini mensejajarkan dirinya dengan Aftar, lalu mereka berjalan berdampingan Aftar juga memegangi tangan Kinan dengan erat, bagi mereka yang melihat pasti akan mengira Aftar dan Kinan itu adalah dua sejoli yang sedang kasmaran.
"Gadis jutek, ikut denganku!" Aftar menarik tangan Kinan, ntah Aftar mau membawa Kinan kemana?
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🙏
Kalau pada nanya, Danis cuma 1 bab? Tapi Aftar kok lebih dari 1 bab? Iya karena Author ngejar biar bisa tamat barengan 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
annie 💜💜💜💜💜💜💜
aturan??
2022-02-19
0
Ineng Suiyati Aminn
gadis jutek bentar lo juga bakal jatuh cinta sma dia ko 🤭🤪
2022-02-17
1
Hartin Marlin ahmad
mau di bawak kemana kinan oleh aftar
2022-02-15
0