Sandiwara Cinta

"Pak...." Kata-kata Kinan terpotong.

"Sebenarnya untuk apa? Manusia es membawaku kesini?" Tanya Kinan dalam hatinya.

"Jangan banyak bertanya, ikut saja!" Sambung Aftar dan Kinan hanya mengikuti langkah kaki Aftar di belakang Aftar, karena dia tidak berani berjalan di samping Aftar Takut salah.

Aftar membawa Kinan ke rumah sakit tempat kakeknya di rawat, dia sengaja membawa Kinan ke rumah sakit agar sang kakek bahagia melihat calon istrinya dan tentunya berharap kakeknya cepat sehat.

Tatapan mata Kinan tampak bingung, tapi tiba-tiba dia mengingat kata-kata Vino waktu di ruangannya.

"Apa, Pak Aftar ingin mengajak aku bertemu dengan kakeknya yang sedang sakit?" Tanya Kinan pada hatinya.

Kini mereka sudah sampai di depan ruangan VIP tempat Kakek Sanjaya di rawat.

Aftar langsung menarik tangan Kinan lalu dia menggandengnya dengan mesra.

"Tersenyumlah, tunjukkan pada kakek aku kalau kita itu saling mencintai!" Aftar menatap Kinan dengan tajam.

Kinan hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak mau kalau akhirnya sampai berdebat jadi dia cukup menuruti apa yang di katakan oleh bos nya itu.

"Haah saling mencintai? Ternyata Pak Aftar pandai sekali bersandiwara." Kinan tertawa dalam hatinya, iyalah kalau dia berani tertawa di hadapan Aftar pasti Aftar akan langsung menatapnya dengan garang.

"Kamu siap kan?" Sebelum membuka pintu ruangan sang kakek, Aftar memastikan lebih dulu kesiapan Kinan.

"Siap pak." Jawab Kinan singkat.

"Apa harus pakai aba-aba dulu?" Kinan terus tertawa dalam hatinya.

Laki-laki sedingin Aftar, akan seperti apa? Saat dia menunjukkan sandiwara cintanya di hadapan sang kakek.

Dengan hati-hati Aftar membuka pintu ruangan rawat kakeknya, dia tersenyum melihat kakeknya sedang duduk bersandarkan bantal sambil membaca koran.

"Syukurlah, kondisi kakek sudah semakin membaik." Batin Aftar dalam hatinya.

Aftar kembali menutup pintu ruang rawat kakeknya, kakek yang baru dasar dengan suara pintu dia menoleh ke sumber suara itu seketika senyum kakek Sanjaya mengembangkan dengan sempurna.

"Aftar, apa ini calon istrimu?" Tanya Sanjaya sambil tersenyum.

"Iya kek, dia namanya Kinan dan dia calon istriku." Jawab Aftar dengan nada lembut.

Kini Aftar dan Kinan sudah berdiri di sebelah Sanjaya berbaring. Kinan tersenyum lalu menyalami tangan Sanjaya dengan sopan.

"Kinan, kamu cantik sekali." Puji Sanjaya membuat Kinan tersenyum malu-malu.

"Sayang, duduklah! Kamu ngobrol dulu sama kakek. Aku mau cari makan dulu buat sarapan," Aftar tersenyum pada Kinan sambil mengacak-acak rambut Kinan dengan pelan.

Aftar tadi belum sempat sarapan jadi dia merasa lampar. Makanya dia berpamitan untuk membeli sarapan dulu.

Kinan hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak menyangka bosnya ini bisa melakukan sandiwara cinta yang begitu manis seperti ini.

Aftar pergi meninggalkan ruang rawat kakeknya, setelah Aftar pergi Sanjaya dan Kinan asik mengobrol iya mereka seolah-olah sudah saling mengenal sebelumnya.

Sanjaya membenarkan posisi duduknya "Nak Kinan, kenal Aftar sudah lama?" Tanya Sanjaya dengan nada lembut.

Kinan tersenyum "Sudah kek, saya mengenal Pak Aftar sudah hampir 2 tahun kek." Jawab Kinan dengan sopan.

Iya Kinan sudah bekerja di kantor Aftar hampir dua tahun dan Kinan sering di tugaskan untuk membersihkan ruangan kerja Aftar. Tentunya itu yang membuat Aftar lebih mengenal Kinan bahkan sering memarahi Kinan kalau Kinan melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, hingga akhirnya waktu kakeknya meminta Aftar untuk menikah ntah apa yang membuat Aftar tiba-tiba berpikir kalau Kinan adalah gadis yang cocok untuk diajak menikah kontrak dengannya? Mungkin karena Kinan yang jutek dan suka bawel, itu yang membuat Aftar tertarik pada Kinan.

"Em, kamu memanggil Aftar dengan sebutan pak? Bukannya hany, baby atau sayang gitu nak." Tutur Sanjaya sambil tersenyum.

Seketika Kinan menyalahkan mulutnya yang kebiasaan memanggil Aftar dengan sebutan Pak Aftar.

Usia Kinan dan Aftar terpaut jauh Kinan berusia 19 tahun dan beberapa bulan lagi usianya akan genap 20 tahu. Sedangkan Aftar berusia 28 tahun, tapi biarpun dia usianya 28 tahun dia masih terlihat gagah dan sangat tampan.

"Maaf kek, emmm.... Iya kek biasanya aku memanggilnya sayang." Jawab Kinan dengan gugup, seketika mulutnya agak sulit untuk berbicara.

"Pak Aftar, kemana sih? Beli makanan saja lama sekali?" Batin Kinan dalam hatinya.

"Kalian untuk lucu sekali, kakek yakin kalian adalah pasangan yang serasi. Oh iya kapan kakek bisa bertemu dengan keluargamu?" Tanya Sanjaya raut wajahnya tampak sangat bahagia.

"Kakek, aku hanya hidup sebatang karah papaku sudah meninggal dan ibuku aku tidak tahu, ibu aku kemana kek." Jawab Kinan matanya tampak berkaca-kaca rasanya ingin sekali menangis.

Sanjaya tersenyum lalu memeluk Kinan sebagai calon cucu menantunya.

"Sekarang ada kakek dan juga Aftar calon suamimu. Jadi kamu jangan sedih lagi ya nak!" Pinta Sanjaya dia terus mengusap-usap punggung Kinan.

"Terimakasih kek." Lirih Kinan di sela-sela pelukannya.

"Sama-sama nak." Jawab Sanjaya.

Sanjaya melepaskan Kinan dari pelukannya lalu dia tersenyum bahagia melihat Kinan.

"Sudah kamu tidak boleh sedih lagi! Sekarang kamu adalah cucuku." kata Sanjaya sambil tersenyum melihat Kinan yang juga sudah tersenyum.

Melihat semyum bahagia yang begitu tulus di sudut bibir Sanjaya, membuat Kinan merasa bersalah karena sudah melakukan sandiwara cinta bersama Aftar.

"Maafkan aku kek, kata Pak Aftar ini semua demi kakek dan Pak Aftar juga sedang menunggu wanita yang selama ini Pak Aftar cintai." Batin Kinan dalam hatinya.

Setelah beberapa lama, akhirnya Aftar kembali membawa beberapa bungkus makanan untuk sarapan.

"Sayang, sarapan dulu! Oh iya kakek sudah sarapan?" Aftar menaruh semua makanan yang dia beli di atas meja.

"Iya sayang, kakek Kinan makan dulu ya." Kinan berlalu pergi dan duduk di sofa untuk makan dulu.

"Kakek sudah makan, kalian makanlah berdua biar romantis." Jawab Sanjaya dengan nada meledek.

Aftar dan Kinan akhirnya makan berdua, mereka juga saling suap-suapan agar sang kakek tidak meragukan hubungan mereka.

Kinan dan Aftar saling tertawa bahagia, membuat Sanjaya juga sangat bahagia.

"Akhirnya, cucuku sudah bertemu dengan jodohnya." Batin Sanjaya dalam hatinya.

Dalam hati Sanjaya, kata Aftar mereka akan Minggu depan. Tapi apakah Aftar sudah fitting baju pengantin?" Tanya Sanjaya pada hatinya.

"Aftar, kalian akan menikah minggu depan. Apa kalian sudah fitting baju pengantin?" Tanya Sanjaya, yang membuat Kinan hampir saja tersedak.

"Belum kek, nanti Aftar sempatkan untuk fitting baju pengantin." Jawab Aftar sambil melihat kakeknya yang sedang duduk.

Sambil menikmati makanannya, Kinan agak malas rasanya sudah tidak ingin makan lagi apalagi dia sedang memikirkan kalau satu minggu lagi, dia akan menjadi istri laki-laki yang tidak dia cintai dengan embel-embel pernikahan kontrak.

"Gadis jutek, besok kita fitting baju pengantin ya!" Lirih dengan nada ketus.

"Besok, saya tidak bisa pak." Jawab Kinan dengan suara lirih dan lirikan mata kesal.

"Kenapa?" Tanya Aftar dengan suara lirih.

"Aku mau menghadiri acara pernikahan mantan pak." Jawab Kinan sambil tersenyum kecil.

Seketika tatapan Aftar menjadi begitu garang pada Kinan.

BERSAMBUNG 😊

Terimakasih para pembaca setia 🙏

Terpopuler

Comments

annie 💜💜💜💜💜💜💜

annie 💜💜💜💜💜💜💜

entah 🤔ada yang kurang di sini 🙏

2022-02-19

0

Hartin Marlin ahmad

Hartin Marlin ahmad

ajak aja pak aftar menghadiri pernikahan mantan mu

2022-02-12

0

Ani S

Ani S

kaya dracin atau dracor... yg lakon cakep cakep...

2022-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Kinan dan Aftar
2 Undangan dari mantan
3 Bos tidak ada ahklak
4 Siapa sih?
5 Gadis jutek & Manusia es
6 Sandiwara Cinta
7 Gadis otak m*sum
8 Fitting baju pengantin
9 Hadiah untuk mantan
10 Hanya jadi tamu undangan
11 Jangan Menangis!
12 Raja drama & Ratu drama
13 C*uman pertama
14 Kinan, terimakasih
15 Masakan Kinan
16 Panggil, Nona Kinan!
17 Teh rasa mantan
18 Ehem-ehem apaan?
19 Panggil aku sayang!
20 Dia adalah jodohku
21 Panggil aku Mas Aftar
22 Dasar manusia es
23 Dasar gadis genit
24 Manusia es aneh?
25 Pernikahan Aftar & Kinan
26 Kesedihan Vira
27 Aftar tidur di sofa
28 Ada angin apa?
29 Mata-mata kakek
30 Main drama-dramaan
31 Telpon dari Karin
32 Nanti kamu jatuh cinta
33 Drama, apalagi?
34 Seperti perangko & amplop
35 Membasmi kucing garong
36 Menunggu suami pulang
37 Obat tidur
38 Adonan, kalian sudah jadi?
39 Mengantar berkas
40 Kinan, aku mencintaimu
41 Kinan Vs Karin
42 Telpon dari Ziyan
43 Kesambet setan di Danau
44 Istriku sepolos toples
45 Makan hati
46 Bertemu Ziyan
47 Kepergok satpol pp
48 Baju tidur cauple
49 Istriku terlalu polos
50 Takut Vino ngiler
51 Terimakasih istriku
52 Rela jadi istri kedua
53 Dasar wanita ular
54 Ternyata suamiku lebih pintar
55 Vino, jomblo halu
56 Tumben menelpon?
57 Vino belum bisa melupakannya
58 Hanya 20 menit sayang
59 Lebih dari 20 menit
60 Kopi rasa garam
61 Mas cuma pingin dimanja
62 Kabar bahagia dari Vira
63 Pingin makan somay
64 Reuni mantan
65 Aftar semakin manja
66 Vino diam-diam kepo
67 Rasa bahagia Aftar
68 Vino dan Caca
69 Ciuman pertama
70 Apa Vino sudah gila?
71 Pergi shopping
72 Otak Mas Aftar traveling
73 Kinan pingin jadi ponsel
74 Rasa curiga Vino
75 Senjata makan tuan
76 Main cemburu-cemburuan
77 Aftar & Kinan berbaikan
78 Mari kencan ganda
79 Boneka bentuk hati
80 Menggoda suami
81 Klien cantik
82 Senjata makan tuan
83 Gara-gara ide Vino
84 Rasa bersalah Aftar & Vino
85 Perjuangan dapat maaf
86 Maafkan aku
87 Menanti kata maaf
88 Ciuman pertama
89 Kinan dan Vira
90 Ramuan cinta Vino
91 Dunia terbalik
92 Yang ketiganya setan
93 Merindukan orang tua
94 Kado untuk Kinan
95 Siapa gadis ini?
96 Calon istriku
97 Acara 7 bulanan Kinan
98 Kado dari kakek
99 Jadilah laki-laki sejati
100 Kabar bahagia dari Karin
101 Pernikahan Karin
102 Kado dari Vino
103 Mas aku merindukanmu
104 Aftar melamar wanita lain
105 Aku juga pingin dilamar
106 Lamaran di terima
107 Gara-gara keramasan
108 Kimmy Dharmawan
109 Kenzo Putra Sanjaya
110 Pertemuan yang mengharukan
111 Undangan dari Vino
112 Pernikahan Caca & Vino
113 Gara-gara resep
114 Rumah baru Vino & Caca
115 Satu bulan telah berlalu
116 Akhirnya topcer
117 Kenzo tiba-tiba menangis
118 Kesepakatan Vino & Aftar
119 Bayangan Vino & Caca
120 Ajang rebutan mantu
121 Melysa Permata
122 Tidak mau ada Arga kedua
123 Kebusukan Rosa terungkap
124 Kinan anakku
125 Kebahagiaan yang nyata
126 Kenyataan yang ada
127 Lima tahun telah berlalu
128 Kemanjaan Kenzo
129 Pergi ke taman bermain
130 Melly dan Kenzo camping
131 Shopping bareng mama
132 Keluarga bahagia yang nyata
133 Kalandra Sanjaya
134 20 tahun kemudian
135 Kenzo Vs Kalandra
136 Vino dan Caca kepo
137 Pertanyaan dari mama
138 Kepergian Sanjaya
139 Semuanya sedih
140 Tujuh hari telah berlalu
141 Hampir saja ternodai
142 Apa dia jodohku?
143 Menentang perjodohan
144 Perasaan terpendam Kenzo
145 Pamandangan panas
146 Rasa canggung tiba-tiba
147 Cinta segitiga
148 Melly tidak percaya
149 Alex dan Rasti
150 Pilih salah satu
151 Tikungan ada dimana-mana
152 Pacar Kimmy
153 Flashback Kenzo & Melly
154 Kenzo dan Kalandra
155 Akhirnya diterima
156 Melanggar peraturan
157 Dedemit pembawa cinta
158 Ketemu Kimmy
159 Kita sudah pacaran
160 Br*ng*s*k vs j*l*ng
161 Perdebatan Kinan & Aftar
162 Kalandra vs Aftar
163 Siapa laki-laki itu?
164 Vira......!!
165 Akhirnya besanan
166 BBQ bersama
167 Pernikahan Ken & Kalan
168 Cie pengantin baru
169 Pergi bulan madu
170 Persiapan tempur
171 Terimakasih istriku
172 Masih pengantin baru
173 Kalandra dan Kimmy
174 Bermain pasir
175 Pulang bulan madu
176 Kita pindah ke Apartemen
177 Diam-diam suka Kalandra
178 Dasar dedemit penganggu
179 Saling memaafkan
180 Kalandra buka puasa
181 Kejailan Kimmy & Kenzo
182 Kenzo kena prank
183 Apartemen Kenzo
184 Orang ketiga!!
185 Melly manyun
186 Suami-suami takut istri
187 Sudah 6 minggu
188 Kabar bahagia
189 Nikmati saja Kenzo
190 Usaha Kalandra
191 Mangga muda tetangga
192 Berebut mangga muda
193 Metik buah mangga
194 Adonan Kalandra jadi
195 Kejailan Melly pada Kenzo
196 Dibuat kagum oleh Kenzo
197 Perdebatan kecil
198 Monita
199 Jenuh dirumah
200 Ikut suami ke kantor
201 Senjata makan tuan
202 Dimas?!
203 Erika dalangnya
204 Semua masalah beres
205 Kalandra sok tua
206 Wanita itu ratu belanja
207 Kenzo cemburu
208 Mereka hanya temanku
209 Berkunjung ke yayasan
210 Membasmi ulet bulu
211 Menjadi sekretaris suami
212 Rayuan maut Melly
213 Menagih janji Melly
214 Oleh-oleh dari Kinan
215 Kepergian Herlin
216 Masih suasana sedih
217 Satu minggu telah berlalu
218 Ruangan meeting
219 Kimmy minta jatah lebih
220 Cek ke Dokter
221 Danau kenangan
222 Jajanan pasar
223 Menggibah bersama
224 Keluarga bahagia
225 Menjadi laki-laki kedua.
226 Di Apartemen Kenzo
227 Kalandra vs Kenzo
228 Burung sambal balado
229 Harganya puluhan juta
230 Gara-gara burung peliharaan
231 Taruhan sama suami
232 Dika Prastyo
233 Hukuman yang tertunda
234 Berasa punya dua istri
235 Panggil Nyonya Muda
236 Mawar merah untuk istri
237 Buket bunga lili
238 Kiriman bunga lili lagi
239 Siapa pengirimnya?
240 Wanita 100 juta
241 Cinta pertama Dika
242 Wanita hebat
243 Bukan muhrim
244 Dika hanya terobsesi
245 Kenzo vs Kalandra
246 Acara 7 bulanan Melly
247 Acara 7 bulanan Kimmy
248 Perjuangan Melly
249 Cucu pertama
250 Suami menyebalkan
251 Penantian Kimmy & Kalan
252 Cucu kedua lahir
253 Kiran Putri Sanjaya
254 Ide cerdik para suami
255 Pernikahan kontrak 100 hari
256 Akhirnya semuanya bahagia
257 Baca karya Author yuk
258 Promo karya baru
Episodes

Updated 258 Episodes

1
Kinan dan Aftar
2
Undangan dari mantan
3
Bos tidak ada ahklak
4
Siapa sih?
5
Gadis jutek & Manusia es
6
Sandiwara Cinta
7
Gadis otak m*sum
8
Fitting baju pengantin
9
Hadiah untuk mantan
10
Hanya jadi tamu undangan
11
Jangan Menangis!
12
Raja drama & Ratu drama
13
C*uman pertama
14
Kinan, terimakasih
15
Masakan Kinan
16
Panggil, Nona Kinan!
17
Teh rasa mantan
18
Ehem-ehem apaan?
19
Panggil aku sayang!
20
Dia adalah jodohku
21
Panggil aku Mas Aftar
22
Dasar manusia es
23
Dasar gadis genit
24
Manusia es aneh?
25
Pernikahan Aftar & Kinan
26
Kesedihan Vira
27
Aftar tidur di sofa
28
Ada angin apa?
29
Mata-mata kakek
30
Main drama-dramaan
31
Telpon dari Karin
32
Nanti kamu jatuh cinta
33
Drama, apalagi?
34
Seperti perangko & amplop
35
Membasmi kucing garong
36
Menunggu suami pulang
37
Obat tidur
38
Adonan, kalian sudah jadi?
39
Mengantar berkas
40
Kinan, aku mencintaimu
41
Kinan Vs Karin
42
Telpon dari Ziyan
43
Kesambet setan di Danau
44
Istriku sepolos toples
45
Makan hati
46
Bertemu Ziyan
47
Kepergok satpol pp
48
Baju tidur cauple
49
Istriku terlalu polos
50
Takut Vino ngiler
51
Terimakasih istriku
52
Rela jadi istri kedua
53
Dasar wanita ular
54
Ternyata suamiku lebih pintar
55
Vino, jomblo halu
56
Tumben menelpon?
57
Vino belum bisa melupakannya
58
Hanya 20 menit sayang
59
Lebih dari 20 menit
60
Kopi rasa garam
61
Mas cuma pingin dimanja
62
Kabar bahagia dari Vira
63
Pingin makan somay
64
Reuni mantan
65
Aftar semakin manja
66
Vino diam-diam kepo
67
Rasa bahagia Aftar
68
Vino dan Caca
69
Ciuman pertama
70
Apa Vino sudah gila?
71
Pergi shopping
72
Otak Mas Aftar traveling
73
Kinan pingin jadi ponsel
74
Rasa curiga Vino
75
Senjata makan tuan
76
Main cemburu-cemburuan
77
Aftar & Kinan berbaikan
78
Mari kencan ganda
79
Boneka bentuk hati
80
Menggoda suami
81
Klien cantik
82
Senjata makan tuan
83
Gara-gara ide Vino
84
Rasa bersalah Aftar & Vino
85
Perjuangan dapat maaf
86
Maafkan aku
87
Menanti kata maaf
88
Ciuman pertama
89
Kinan dan Vira
90
Ramuan cinta Vino
91
Dunia terbalik
92
Yang ketiganya setan
93
Merindukan orang tua
94
Kado untuk Kinan
95
Siapa gadis ini?
96
Calon istriku
97
Acara 7 bulanan Kinan
98
Kado dari kakek
99
Jadilah laki-laki sejati
100
Kabar bahagia dari Karin
101
Pernikahan Karin
102
Kado dari Vino
103
Mas aku merindukanmu
104
Aftar melamar wanita lain
105
Aku juga pingin dilamar
106
Lamaran di terima
107
Gara-gara keramasan
108
Kimmy Dharmawan
109
Kenzo Putra Sanjaya
110
Pertemuan yang mengharukan
111
Undangan dari Vino
112
Pernikahan Caca & Vino
113
Gara-gara resep
114
Rumah baru Vino & Caca
115
Satu bulan telah berlalu
116
Akhirnya topcer
117
Kenzo tiba-tiba menangis
118
Kesepakatan Vino & Aftar
119
Bayangan Vino & Caca
120
Ajang rebutan mantu
121
Melysa Permata
122
Tidak mau ada Arga kedua
123
Kebusukan Rosa terungkap
124
Kinan anakku
125
Kebahagiaan yang nyata
126
Kenyataan yang ada
127
Lima tahun telah berlalu
128
Kemanjaan Kenzo
129
Pergi ke taman bermain
130
Melly dan Kenzo camping
131
Shopping bareng mama
132
Keluarga bahagia yang nyata
133
Kalandra Sanjaya
134
20 tahun kemudian
135
Kenzo Vs Kalandra
136
Vino dan Caca kepo
137
Pertanyaan dari mama
138
Kepergian Sanjaya
139
Semuanya sedih
140
Tujuh hari telah berlalu
141
Hampir saja ternodai
142
Apa dia jodohku?
143
Menentang perjodohan
144
Perasaan terpendam Kenzo
145
Pamandangan panas
146
Rasa canggung tiba-tiba
147
Cinta segitiga
148
Melly tidak percaya
149
Alex dan Rasti
150
Pilih salah satu
151
Tikungan ada dimana-mana
152
Pacar Kimmy
153
Flashback Kenzo & Melly
154
Kenzo dan Kalandra
155
Akhirnya diterima
156
Melanggar peraturan
157
Dedemit pembawa cinta
158
Ketemu Kimmy
159
Kita sudah pacaran
160
Br*ng*s*k vs j*l*ng
161
Perdebatan Kinan & Aftar
162
Kalandra vs Aftar
163
Siapa laki-laki itu?
164
Vira......!!
165
Akhirnya besanan
166
BBQ bersama
167
Pernikahan Ken & Kalan
168
Cie pengantin baru
169
Pergi bulan madu
170
Persiapan tempur
171
Terimakasih istriku
172
Masih pengantin baru
173
Kalandra dan Kimmy
174
Bermain pasir
175
Pulang bulan madu
176
Kita pindah ke Apartemen
177
Diam-diam suka Kalandra
178
Dasar dedemit penganggu
179
Saling memaafkan
180
Kalandra buka puasa
181
Kejailan Kimmy & Kenzo
182
Kenzo kena prank
183
Apartemen Kenzo
184
Orang ketiga!!
185
Melly manyun
186
Suami-suami takut istri
187
Sudah 6 minggu
188
Kabar bahagia
189
Nikmati saja Kenzo
190
Usaha Kalandra
191
Mangga muda tetangga
192
Berebut mangga muda
193
Metik buah mangga
194
Adonan Kalandra jadi
195
Kejailan Melly pada Kenzo
196
Dibuat kagum oleh Kenzo
197
Perdebatan kecil
198
Monita
199
Jenuh dirumah
200
Ikut suami ke kantor
201
Senjata makan tuan
202
Dimas?!
203
Erika dalangnya
204
Semua masalah beres
205
Kalandra sok tua
206
Wanita itu ratu belanja
207
Kenzo cemburu
208
Mereka hanya temanku
209
Berkunjung ke yayasan
210
Membasmi ulet bulu
211
Menjadi sekretaris suami
212
Rayuan maut Melly
213
Menagih janji Melly
214
Oleh-oleh dari Kinan
215
Kepergian Herlin
216
Masih suasana sedih
217
Satu minggu telah berlalu
218
Ruangan meeting
219
Kimmy minta jatah lebih
220
Cek ke Dokter
221
Danau kenangan
222
Jajanan pasar
223
Menggibah bersama
224
Keluarga bahagia
225
Menjadi laki-laki kedua.
226
Di Apartemen Kenzo
227
Kalandra vs Kenzo
228
Burung sambal balado
229
Harganya puluhan juta
230
Gara-gara burung peliharaan
231
Taruhan sama suami
232
Dika Prastyo
233
Hukuman yang tertunda
234
Berasa punya dua istri
235
Panggil Nyonya Muda
236
Mawar merah untuk istri
237
Buket bunga lili
238
Kiriman bunga lili lagi
239
Siapa pengirimnya?
240
Wanita 100 juta
241
Cinta pertama Dika
242
Wanita hebat
243
Bukan muhrim
244
Dika hanya terobsesi
245
Kenzo vs Kalandra
246
Acara 7 bulanan Melly
247
Acara 7 bulanan Kimmy
248
Perjuangan Melly
249
Cucu pertama
250
Suami menyebalkan
251
Penantian Kimmy & Kalan
252
Cucu kedua lahir
253
Kiran Putri Sanjaya
254
Ide cerdik para suami
255
Pernikahan kontrak 100 hari
256
Akhirnya semuanya bahagia
257
Baca karya Author yuk
258
Promo karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!