"Pak...." Kata-kata Kinan terpotong.
"Sebenarnya untuk apa? Manusia es membawaku kesini?" Tanya Kinan dalam hatinya.
"Jangan banyak bertanya, ikut saja!" Sambung Aftar dan Kinan hanya mengikuti langkah kaki Aftar di belakang Aftar, karena dia tidak berani berjalan di samping Aftar Takut salah.
Aftar membawa Kinan ke rumah sakit tempat kakeknya di rawat, dia sengaja membawa Kinan ke rumah sakit agar sang kakek bahagia melihat calon istrinya dan tentunya berharap kakeknya cepat sehat.
Tatapan mata Kinan tampak bingung, tapi tiba-tiba dia mengingat kata-kata Vino waktu di ruangannya.
"Apa, Pak Aftar ingin mengajak aku bertemu dengan kakeknya yang sedang sakit?" Tanya Kinan pada hatinya.
Kini mereka sudah sampai di depan ruangan VIP tempat Kakek Sanjaya di rawat.
Aftar langsung menarik tangan Kinan lalu dia menggandengnya dengan mesra.
"Tersenyumlah, tunjukkan pada kakek aku kalau kita itu saling mencintai!" Aftar menatap Kinan dengan tajam.
Kinan hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak mau kalau akhirnya sampai berdebat jadi dia cukup menuruti apa yang di katakan oleh bos nya itu.
"Haah saling mencintai? Ternyata Pak Aftar pandai sekali bersandiwara." Kinan tertawa dalam hatinya, iyalah kalau dia berani tertawa di hadapan Aftar pasti Aftar akan langsung menatapnya dengan garang.
"Kamu siap kan?" Sebelum membuka pintu ruangan sang kakek, Aftar memastikan lebih dulu kesiapan Kinan.
"Siap pak." Jawab Kinan singkat.
"Apa harus pakai aba-aba dulu?" Kinan terus tertawa dalam hatinya.
Laki-laki sedingin Aftar, akan seperti apa? Saat dia menunjukkan sandiwara cintanya di hadapan sang kakek.
Dengan hati-hati Aftar membuka pintu ruangan rawat kakeknya, dia tersenyum melihat kakeknya sedang duduk bersandarkan bantal sambil membaca koran.
"Syukurlah, kondisi kakek sudah semakin membaik." Batin Aftar dalam hatinya.
Aftar kembali menutup pintu ruang rawat kakeknya, kakek yang baru dasar dengan suara pintu dia menoleh ke sumber suara itu seketika senyum kakek Sanjaya mengembangkan dengan sempurna.
"Aftar, apa ini calon istrimu?" Tanya Sanjaya sambil tersenyum.
"Iya kek, dia namanya Kinan dan dia calon istriku." Jawab Aftar dengan nada lembut.
Kini Aftar dan Kinan sudah berdiri di sebelah Sanjaya berbaring. Kinan tersenyum lalu menyalami tangan Sanjaya dengan sopan.
"Kinan, kamu cantik sekali." Puji Sanjaya membuat Kinan tersenyum malu-malu.
"Sayang, duduklah! Kamu ngobrol dulu sama kakek. Aku mau cari makan dulu buat sarapan," Aftar tersenyum pada Kinan sambil mengacak-acak rambut Kinan dengan pelan.
Aftar tadi belum sempat sarapan jadi dia merasa lampar. Makanya dia berpamitan untuk membeli sarapan dulu.
Kinan hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak menyangka bosnya ini bisa melakukan sandiwara cinta yang begitu manis seperti ini.
Aftar pergi meninggalkan ruang rawat kakeknya, setelah Aftar pergi Sanjaya dan Kinan asik mengobrol iya mereka seolah-olah sudah saling mengenal sebelumnya.
Sanjaya membenarkan posisi duduknya "Nak Kinan, kenal Aftar sudah lama?" Tanya Sanjaya dengan nada lembut.
Kinan tersenyum "Sudah kek, saya mengenal Pak Aftar sudah hampir 2 tahun kek." Jawab Kinan dengan sopan.
Iya Kinan sudah bekerja di kantor Aftar hampir dua tahun dan Kinan sering di tugaskan untuk membersihkan ruangan kerja Aftar. Tentunya itu yang membuat Aftar lebih mengenal Kinan bahkan sering memarahi Kinan kalau Kinan melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, hingga akhirnya waktu kakeknya meminta Aftar untuk menikah ntah apa yang membuat Aftar tiba-tiba berpikir kalau Kinan adalah gadis yang cocok untuk diajak menikah kontrak dengannya? Mungkin karena Kinan yang jutek dan suka bawel, itu yang membuat Aftar tertarik pada Kinan.
"Em, kamu memanggil Aftar dengan sebutan pak? Bukannya hany, baby atau sayang gitu nak." Tutur Sanjaya sambil tersenyum.
Seketika Kinan menyalahkan mulutnya yang kebiasaan memanggil Aftar dengan sebutan Pak Aftar.
Usia Kinan dan Aftar terpaut jauh Kinan berusia 19 tahun dan beberapa bulan lagi usianya akan genap 20 tahu. Sedangkan Aftar berusia 28 tahun, tapi biarpun dia usianya 28 tahun dia masih terlihat gagah dan sangat tampan.
"Maaf kek, emmm.... Iya kek biasanya aku memanggilnya sayang." Jawab Kinan dengan gugup, seketika mulutnya agak sulit untuk berbicara.
"Pak Aftar, kemana sih? Beli makanan saja lama sekali?" Batin Kinan dalam hatinya.
"Kalian untuk lucu sekali, kakek yakin kalian adalah pasangan yang serasi. Oh iya kapan kakek bisa bertemu dengan keluargamu?" Tanya Sanjaya raut wajahnya tampak sangat bahagia.
"Kakek, aku hanya hidup sebatang karah papaku sudah meninggal dan ibuku aku tidak tahu, ibu aku kemana kek." Jawab Kinan matanya tampak berkaca-kaca rasanya ingin sekali menangis.
Sanjaya tersenyum lalu memeluk Kinan sebagai calon cucu menantunya.
"Sekarang ada kakek dan juga Aftar calon suamimu. Jadi kamu jangan sedih lagi ya nak!" Pinta Sanjaya dia terus mengusap-usap punggung Kinan.
"Terimakasih kek." Lirih Kinan di sela-sela pelukannya.
"Sama-sama nak." Jawab Sanjaya.
Sanjaya melepaskan Kinan dari pelukannya lalu dia tersenyum bahagia melihat Kinan.
"Sudah kamu tidak boleh sedih lagi! Sekarang kamu adalah cucuku." kata Sanjaya sambil tersenyum melihat Kinan yang juga sudah tersenyum.
Melihat semyum bahagia yang begitu tulus di sudut bibir Sanjaya, membuat Kinan merasa bersalah karena sudah melakukan sandiwara cinta bersama Aftar.
"Maafkan aku kek, kata Pak Aftar ini semua demi kakek dan Pak Aftar juga sedang menunggu wanita yang selama ini Pak Aftar cintai." Batin Kinan dalam hatinya.
Setelah beberapa lama, akhirnya Aftar kembali membawa beberapa bungkus makanan untuk sarapan.
"Sayang, sarapan dulu! Oh iya kakek sudah sarapan?" Aftar menaruh semua makanan yang dia beli di atas meja.
"Iya sayang, kakek Kinan makan dulu ya." Kinan berlalu pergi dan duduk di sofa untuk makan dulu.
"Kakek sudah makan, kalian makanlah berdua biar romantis." Jawab Sanjaya dengan nada meledek.
Aftar dan Kinan akhirnya makan berdua, mereka juga saling suap-suapan agar sang kakek tidak meragukan hubungan mereka.
Kinan dan Aftar saling tertawa bahagia, membuat Sanjaya juga sangat bahagia.
"Akhirnya, cucuku sudah bertemu dengan jodohnya." Batin Sanjaya dalam hatinya.
Dalam hati Sanjaya, kata Aftar mereka akan Minggu depan. Tapi apakah Aftar sudah fitting baju pengantin?" Tanya Sanjaya pada hatinya.
"Aftar, kalian akan menikah minggu depan. Apa kalian sudah fitting baju pengantin?" Tanya Sanjaya, yang membuat Kinan hampir saja tersedak.
"Belum kek, nanti Aftar sempatkan untuk fitting baju pengantin." Jawab Aftar sambil melihat kakeknya yang sedang duduk.
Sambil menikmati makanannya, Kinan agak malas rasanya sudah tidak ingin makan lagi apalagi dia sedang memikirkan kalau satu minggu lagi, dia akan menjadi istri laki-laki yang tidak dia cintai dengan embel-embel pernikahan kontrak.
"Gadis jutek, besok kita fitting baju pengantin ya!" Lirih dengan nada ketus.
"Besok, saya tidak bisa pak." Jawab Kinan dengan suara lirih dan lirikan mata kesal.
"Kenapa?" Tanya Aftar dengan suara lirih.
"Aku mau menghadiri acara pernikahan mantan pak." Jawab Kinan sambil tersenyum kecil.
Seketika tatapan Aftar menjadi begitu garang pada Kinan.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
annie 💜💜💜💜💜💜💜
entah 🤔ada yang kurang di sini 🙏
2022-02-19
0
Hartin Marlin ahmad
ajak aja pak aftar menghadiri pernikahan mantan mu
2022-02-12
0
Ani S
kaya dracin atau dracor... yg lakon cakep cakep...
2022-02-02
0