"Gadis jutek, ikut denganku!" Aftar menarik tangan Kinan, ntah Aftar mau membawa Kinan kemana?
"Mau kemana? Ayo kita ke toko bunga itu!" Ajak Kinan tapi Aftar sudah menarik tangan dan menuju ke toko d*l*man pria.
Kinan ternganga tidak percaya, sungguh apa otak bosnya ini sudah tidak waras? Dia malah mengajaknya ke toko d*l*man pria. Betapa malunya Kinan melihat apa yang ada di toko yang dia datangi bersama Aftar, sungguh ini pertama kalinya dia masuk ke toko d*l*man pria.
"Manusia es, sungguh kamu sudah tidak waras!" Kinan melirik Aftar dengan tajam.
"Gadis jutek, kita belikan kado ini saja buat mantan kamu lumayankan bisa buat bekal ehem-ehem nanti sama istri barunya." Aftar tertawa jail, tapi Kinan malah diam sambil berpikir "Ehem-ehem, itu apa? Apa ehem-ehem itu, butuh bekal juga? Sudah seperti anak sekolah saja." Tanya Kinan dengan begitu polosnya.
Sungguh Aftar tidak habis pikir, lagi-lagi Kinan menanyakan hal yang menurutnya b*doh di saat yang tidak tepat.
"Aish, Kenapa aku bisa mengajak dia menikah kontrak denganku? Bisa gila aku di buat oleh dirinya." Aftar marah-marah dalam hatinya.
"Sudahlah, kamu anak kecil tidak akan paham. Ayo kita ke tempat lain saja!" Ajak Aftar, dia tidak mau di toko itu terlalu lama lagi atau Kinan akan terus bertanya dengan hal-hal yang tidak penting.
"Kita mau kemana lagi?" Kinan merasa kesal.
"Beli mobil baru, buat kado pernikahan mantan kekasihmu!" Jawab Aftar dengan kesal.
"Aish, aku tidak punya uang sebanyak itu." Kinan semakin kesal di buatnya.
"Aturan, aku tadi tidak usah minta di antar membeli kado. Semuanya jadi kacau gara-gara manusia es ini." Batin Kinan dalam hatinya.
Aftar menarik tangan Kinan menuju ke toko lain, iya dia membawa Kinan ke toko baju tidur cauple. Tapi Kinan tidak mau masuk ke dalam dan dia malah mengajak Aftar ke toko jam tangan.
"Itu pasti akan cocok untuk hadiah Arga," Kinan tersenyum melihat jam tangan yang menurutnya cocok untuk Arga.
Kali ini Aftar yang mengikuti langkah kaki Kinan menuju ke toko jam tangan itu.
Mereka sudah ada di toko jam tangan.
"Ada yang bisa kami bantu, Nona?" Tanya salah satu pelayan toko.
"Saya, mau lihat jam tangan yang itu." Jawab Kinan dengan nada lembut, sang pelayan mengerti dan dia langsung mengambilkan jam tangan itu lalu memberikannya pada Kinan.
"Ini Nona!"
Kinan menerima jam tangan itu, lalu dia mengecek harganya dan ternyata harganya cukup mahal membuat Kinan menaruh Kembali jam tangan itu di atas meja.
"Maaf Nona, saya tidak jadi." Kinan tersenyum simpul pada sang pelayan.
Aftar yang paham, kenapa Kinan tidak jadi membeli jam tangan itu. Tiba-tiba dia mengambil jam tangan itu kembali dari atas meja.
"Ini bagus, pasti akan cocok untuk mantanmu. Nona, tolong bungkus jam tangan ini dan bayarnya pakai ini." Aftar tersenyum sambil memberikan ATM yang sudah ada di tangannya pada sang pelayan toko.
"Pak Aftar, tapi itu harganya hampir 20 juta. Itu sangat mahal sekali pak." Kinan geleng-geleng kepala.
"Tidak apa-apa, yang penting kamu suka." Jawab Aftar dengan tatapan datar.
"Aku, akan mencicilnya pak." Kinan merasa tidak enak.
"Sudah jangan di pikiran," Jawab Aftar tanpa expresi.
Setelah beberapa lama akhirnya pesanan jam tangan Kinan sudah di bungkus rapi. Setelah selesai membeli jam tangan mereka Aftar mengajak Kinan makan dulu sebelum pulang ke rumah Kinan.
"Pak, ini jam tangannya mahal sekali, gajian saya beberapa bulan saja tidak akan cukup, sungguh orang kaya itu enak ya mereka beli apa saja bisa," Kinan terus bawel, membuat Aftar geram.
"Gadis jutek, berhentilah berkicau! Kamu sungguh seperti burung beo, telingaku capek mendengar dari tadi kamu ngoceh." Aftar ngomel-ngomel sambil mengandeng tangan Kinan.
"Berkicau, memangnya say burung." Jawab Kinan dengan kesal.
"Iya kamu emaknya burung, jika kamu terus bicara maka aku akan menciummu di depan semua orang!" Ancam Aftar, agar Kinan tidak bawel terus.
Kinan komat-kamit tidak jelas, tapi dia tidak berani bawel lagi karena takut Aftar akan mencium bibir mungilnya yang masih suci itu.
"Kita makan dulu, aku lapar!" Aftar mengajak Kinan ke restauran yang ada di dalam mall itu dan mereka juga sudah memesan makanan.
Kini mereka sudah duduk di salah satu meja sambil menunggu pesanan makanan mereka.
"Arga, kamu akan menikah dengan wanita lain dan aku datang hanya sebagai tamu undangan, sungguh aku masih tidak percaya." Kinan berbicara sambil menatap kado yang akan diberikan pada Arga.
"Apa, hatimu sakit sekali karena laki-laki yang kamu cintai bersanding dengan wanita lain?" Tanya Aftar tiba-tiba.
"Ntahlah, mulutku bilang rela tapi hatiku berkata lain." Jawab Kinan dengan nada santai.
Aftar menatap Kinan dengan tatapan penuh arti, tangannya ingin menggenggam tangan Kinan tapi dia mengurungkannya.
"Untung saja aku hanya menikah dengannya secara kontrak, coba kalau tidak dan dia masih terus memikirkan mantannya ini pasti aku sudah ngamuk." Batin Aftar dalam hatinya.
"Sudahlah lupakan mantanmu itu! Lagian dia juga akan menjadi suami orang, buat apa kamu mikirin suami orang? Tidak baik tahu." Jawab Aftar, yang seketika dirinya merasa kesal.
"Iya Pak Aftar benar." Jawab Kinan singkat.
Makanan pesanan mereka sudah datang dan mereka sama-sama menikmati makanan pesanan mereka, Kinan memakan makanan itu dengan malas, bahkan dia hanya memainkan makanan dengan sendok yang ada di tangannya.
Aftar dari tadi memperhatikan Kinan, dia merasa tidak suka, karena gara-gara mantan kekasihnya Kinan tidak semangat makan membuat Aftar ingin sekali marah padanya.
"Dasar gadis b*doh, hanya gara-gara satu laki-laki kamu dari tadi bersikap menyebalkan." Batin Aftar dalam hatinya.
Aftar beranjak dari tempat duduknya, dia berpindah duduk di sebelah Kinan, untuk menyuruh Kinan makan Aftar menujukan senyum manisnya.
"Kamu mau makan sendiri atau aku yang suapi?" Tanya Aftar dengan nada lembut, dia juga tersenyum begitu manis pada Kinan.
Buru-buru Kinan memegang sendok yang ada di tangannya dengan benar.
"Aku bisa makan sendiri." Kinan meyuapkan makanan yang dia pesan ke dalam mulutnya.
"Gadis pintar, makanlah yang banyak! Jangan sampai pingsan di acara pernikahan mantan tersayangmu itu!" Cetus Aftar, yang kembali memasang tatapan datarnya lagi.
"Aku tidak selemah itu!" Ketus Kinan karena merasa kesal.
"Aku tidak percaya, jaga dirimu baik-baik, besok tidak ada aku." Aftar tersenyum tengil pada Kinan.
Visual Kinan dan Aftar.
Sungguh Aftar itu manusia es batu yang menyebalkan, dia suka berubah-ubah seperti bunglon.
"Baiklah, aku akan menjaga diriku dengan baik" Jawab Kinan dengan malas.
"Dasar, manusia es menyebalkan." Batin Kinan dalam hatinya.
Setelah selesai makan Aftar langsung mengantarkan Kinan pulang ke rumah, setelah mengantar Kinan, Aftar juga langsung pulang ke rumahnya.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Dil Dil
cakep bangat thor
2022-04-26
0
Yelti Ningsih
ceritanya bagus cm gambar cowoknya enggak suka ..rada2 banci😆
2022-02-28
0
annie 💜💜💜💜💜💜💜
cakep🥰
2022-02-19
0