Bos tidak ada ahklak

"Apa yang mau Pak Aftar lakukan." Batin Kinan.

Vino langsung geleng-geleng kepala, lalu berdehem agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi.

"Ehem...ehem, ingat bos belum mukrim," cetus Vino yang diiringi dengan deheman, Namun disambut tatapan kesal oleh Aftar.

"Menyingkirlah Pak Aftar berat sekali!" Keluh Kinan yang berusaha melindungi dua g*n*ng kemb*rnya dengan kedua tangannya, agar tidak tersentuh oleh dada bidang Aftar.

Aftar langsung membenarkan posisinya, Kini Aftar sudah berdiri. Namun Aftar tidak menolong Kinan.

"Aduh pinggangku sakit sekali," rintih Kinan.

Iya gimana pinggang Kinan tidak sakit, Badan Kinan yang mungil tertindih badan Aftar yang begitu kekar, Panteslah Kinan merasa sakit.

"Bangunlah!" Cetus Aftar.

Kinan pelan-pelan bangun dari tempat dirinya terjatuh "Dasar bos tidak ada akhlak bukannya di tolongin, Ini malah dibiarkan saja." Batin Kinan dalam hati.

Vino malah senyam-senyum melihat Aftar dan Kinan, lalu Aftar langsung menatap Vino dengan tatapan tajam.

"Kalian bos dan anak buah benar-benar b*doh, cuma kecoa saja kalian sampai main peluk-pelukkan. Bayangkan saja jika orang lain yang melihatnya pasti mereka akan berpikiran kalian itu jeruk makan jeruk," ucap Kinan yang langsung mengeluarkan tawanya, Aftar hanya berdecak kesal.

"Dasar gadis s*alan, bisa-bisanya dia berkata seperti itu pada bosnya." Batin Aftar.

Setelah selesai mengurus masalah kecoa, Kinan langsung melanjutkan membersihkan ruangan Aftar, dengan cepat Aftar juga mengisyaratkan Vino agar keluar dari ruangannya. Vino yang paham dengan isyarat itu langsung keluar dari ruangan kerja Aftar.

"Hey kamu," panggil Aftar yang tidak mau menyebutkan namanya Kinan.

"Nama saya Kinan Pak," jelas Kinan.

"Aku tidak perduli, cepat buatkan aku teh, Jangan terlalu manis dan jangan terlalu pahit juga!" ucap Aftar dengan nada ketus.

"Baik Pak," jawab Kinan.

"Tidak terlalu manis tidak terlalu pahit, Ingat saja pak kenangan sama mantan!"batin Kinan.

"Kenapa diam saja? Cepat buatkan aku teh!" Cetus Aftar, Kinan langsung pergi meninggalkan ruangan Aftar lalu menuju ke dapur kantor.

Sesampainya di dapur, Kinan langsung membuatkan teh untuk sang bos. Lalu setelah selesai Kinan langsung membawa teh buatannya ke ruangan Aftar.

"Ini Pak tehnya," ucap Kinan yang langsung menaruh segelas cangkir teh yang ada di tangannya, di atas meja kerja Aftar.

"lanjutkan pekerjaanmu!" Ucap Aftar dengan ketus, Membuat Kinan merasa kesal "Dasar bos galak," batin Kinan.

Kinan kembali membersihkan ruangan Aftar, Sedangkan Aftar langsung meminum teh buatan Kinan.

"Kinan, kan saya bilang jangan terlalu pahit dan jangan terlalu manis juga, Kamu buat teh rasanya tidak jelas." Ucap Aftar yang membuat Kinan terkejut.

Kinan berjalan menuju meja kerja sang bos, lalu mengambil cangkir teh yang ada di meja kerjanya Aftar.

Kinan langsung mencicipi teh buatannya" Rasanya sudah pas kok pak," ucap Kinan dengan begitu polos, Membuat Aftar langsung menatapnya dengan tatapan kesal.

Dengan begitu polosnya Kinan mencoba teh buatannya untuk sang bos, membuat Aftar hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Kinan "Menikah kontrak 100 hari dengannya Pasti ke palaku bisa pecah gara-gara tingkahnya." Batin Aftar.

"Sudahlah, Keluar kamu sekarang!" usir Aftar, Kinan langsung membawa semua alat-alat pembersih ruangan lalu langsung pergi dari ruangan Aftar.

"Dasar aneh, mulut dia lagi sariawan kali makanya teh enak gitu dibilang rasanya tidak jelas." Gerutu Kinan sambil berjalan.

Jam menunjukkan pukul 5 sore, Seperti biasa Kinan pulang dari tempat kerjanya.

Kinan berjalan santai menelusuri setiap ruangan kantor yang sudah mulai sepi, Tidak sengaja Kinan bertemu dengan Aftar. Kinan berusaha bersembunyi namun dengan cepat Aftar menarik tangan Kinan, membuat Kinan merasa takut.

Aftar terus memegang tangan Kinan "Kenapa? Kamu mau menghindar dariku?" Tanya Aftar yang belum melepaskan tangan Kinan dari cengkraman tangannya.

Kinan membalikkan badannya lalu berkata pada Aftar "Lepaskan saya Pak! Saya mau pulang." Pinta Kinan dengan wajah melas.

Aftar tidak memperdulikan ucapan Kinan, Kini Aftar langsung menarik tangan Kinan dengan kasar "Sebenarnya dia mau membawaku kemana?" Batin Kinan.

Aftar memecet tombol lift, Lalu setelah life terbuka Aftar langsung mengajak Kinan masuk kedalam lift.

"Pak saya bisa lewat tangga," ucap Kinan dengan suara pelan.

Iya Aftar lewat lift khusus dan itu hanya dipake oleh dirinya dan sekertarisnya saja, Sedangkan pegawai lain biasa lewat tangga dan ada life khusus karyawan juga.

"Jangan membantah, Cepat masuk atau aku akan menyeretmu dengan kasar." ucap Aftar yang penuh dengan ancaman.

Kinan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift dengan begitu hati-hati.

"Haruskah aku menikah dengan orang seperti ini?" Tanya Kinan dalam hatinya.

Kinan dan Aftar sudah berada di dalam lift, Namun Kinan hanya diam saja. Aftar tiba-tiba menoleh kearah Kinan membuat Kinan langsung membalikkan wajahnya.

"Kenapa? Kamu takut aku akan memakanmu?"Tanya Aftar yang terus menatap wajah cantik, membuat Kinan jadi salah tingkah.

"Maaf Pak, Bisa jaga mata bapak!" ucap Kinan, Karena merasa risih dengan tatapan mata Aftar.

Aftar langsung mengembangkan senyumnya, Lalu geleng-geleng kepala.

"Aku juga tidak mau menatapmu terlalu lama, takut mataku belekan nanti." jawab Aftar, Yang membuat Kinan langsung menatapnya dengan kesal "Rasanya pingin cepat-cepat pulang," batin Kinan.

Sesampainya diluar kantor, Kinan hendak jalan pulang namun dengan cepat Aftar menarik tangan tangan, membuat Kinan langsung menolehnya.

"Kenapa Pak?" Tanya Kinan pelan.

"Biar aku antar kamu pulang," jawab Aftar dengan tatapan datar. Kinan langsung memasang wajah terkejutnya "Mengantar pulang." batin Kinan tidak percaya.

"Saya pulang sendiri saja pak, rumah saya dekat dari sini kok." Tolak Kinan yang langsung di tatap tajam oleh Aftar "Apa aku menyuruhmu menolakku, Sudah cepat biar aku antar!" Ajak Aftar memaksa.

Akhirnya Kinan mau tidak mau menurut pada Aftar "Dasar tukang maksa," gerutu Kinan pelan yang ternyata di dengar oleh Aftar "Kamu bilang apa? Aku tukang maksa?" Cetus Aftar dengan tatapan kesal.

"Terus apa kalau bukan maksa?" Jawab Kinan yang tidak mau kalah, Aftar hanya geleng-geleng kepala lalu langsung menyalakan mesin mobilnya "Dasar gadis jutek, untung aku butuh kamu jika tidak aku sudah memecatmu." Batin Aftar kesal.

Setelah beberapa menit, sampailah di depan rumah Kinan. Kinan langsung turun dari mobil Aftar, Lalu Kinan mengucapkan terimakasih pada Aftar "Pak Aftra, Terimakasih." Ucap Kinan, yang di jawab dengan anggukan oleh Aftar.

Dalam hati Kinan, dasar bisa-bisanya dia hanya menjawab ucapan terimakasihku hanya dengan anggukan saja.

Kinan langsung masuk ke rumahnya, Namun Kinan memberhentikan langkah kakinya karena melihat Arga duduk di depan teras depan rumahnya. Aftar berniat meninggalkan rumah Kinan namun Aftar mengurungkan niatnya, Aftar melihat laki-laki yang duduk samping Kinan "Sepertinya kenal," batin Aftar yang terus menatap laki-laki yang duduk disebelah Kinan.

"Arga ada apa?" Tanya Kinan pelan, Arga menatap Kinan penuh arti membuat Kinan menghembuskan nafasnya dengan kesal "Katakan ada apa?" Tanya Kinan lagi.

"Kinan, Aku tidak bisa menikahi Vira gadis yang aku cintai adalah kamu." Ucap Arga yang lagi-lagi membuat Kinan begitu tersentak "Andai kamu tahu, Aku juga masih mencintaimu tapi sudahlah berpisah memang yang terbaik buat hubungan kita." Batin Kinan sedih.

"Dengarkan aku baik-baik, Kamu akan menikah 2 hari lagi aku mohon berhentilah mengangguku." Pinta Kinan dengan nada memohon.

"Arga yang namanya cinta itu tidak harus memiliki, asalkan kita bisa melihat orang yang kita sayangi bahagia mungkin itulah cinta sesungguhnya." Ucap Kinan yang sebenarnya tidak mau mengucapkan kata-kata itu, Arga menatap Kinan dengan tatapan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Kamu tidak perlu menangisi semuanya, Aku yakin kamu akan bahagia dengan Vira." Kinan berusaha menyakinkan Arga.

Vira adalah gadis pilihan Rosa Dharmawan yang tidak lain adalah Mamanya Arga.

"Kinan ayo kita kawin lari saja!" Ajak Arga dengan nada memohon, Kinan hanya geleng-geleng kepala lalu tertawa.

Biarpun Kinan masih mencintai Arga, Kinan juga tidak mau sampai kawin lari dengan Arga. Karena menurut Kinan pernikahan tanpa restu orangtua itu tidak akan bahagia.

"Arga berhentilah bercanda, kita sudah putus dan mari kita jalanin hidup kita masing-masing, pulanglah ini sudah larut Aku juga capek mau istirahat." Ucap Kinan yang langsung pergi meninggalkan Arga masuk ke dalam rumah.

Kinan langsung menjatuhkan tubuhnya dibelakang pintu. Dengan perasaan sesak dihatinya Kinan berusaha kuat.

"Arga, aku minta maaf," batin Kinan.

Arga berjalan gontai menuju mobilnya, Aftar terus melihat dengan tatapan serius "Bukankah itu Arga, Untuk apa dia menemui Kinan." Gumam Aftar.

Agra langsung melajukan mobilnya, Lalu segera pergi meninggalkan rumah Kinan.

"Kinan sebenernya apa yang terjadi, kenapa kamu memutuskanku begitu saja?" Gumam Arga sambil menyetir.

Mungkin jika Arga tahu alasan yang sebenarnya, Pasti Arga akan mengerti dan berhenti menyalahkan Kinan.

Aftar langsung mengubungi Vino atau Sekretarisnya sekaligus orang kepercayaannya selama ini.

"Vino, Tolong cari tahu sebenarnya Kinan dan Arga ada hubungan apa?" Suruh Aftar lalu langsung langsung mematikan saluran teleponnya.

Vino yang sudah paham perintah sang bos, Langsung menjalankan perintahnya.

"Pak Arga, Mba Kinan, Aku akan mencari tahunya." Ucap Vino dengan semangat.

Aftar langsung menyalakan mesin mobilnya, lalu segera menuju ke rumah sakit tempat kakeknya dirawat.

Iya jantung Kakek Sanjaya kambuh beberapa hari yang lalu dan harus menjalanin perawatan dirumah sakit sampai benar-benar pulih. Setiap pulang dari kantor Aftar pasti menjenguk sang kakek dirumah sakit.

Sebenarnya Aftar tidak perlu kawatir sih, Karena sang kakek dirawat dirumah sakit miliknya sendiri dan ditangani langsung oleh Dokter Sepesialis jantung terbaik dari luar negeri, Aftar juga sudah menyiapkan seorang perawat untuk menjaga sang kakek dirumah sakit.

Tapi sebagai cucu satu-satunya Aftar sangat menyayangi sang kakek, Aftar juga rela melakukan apapun demi kesembuhan kakeknya. Biarpun Aftar harus terpaksa menikah gadis yang dicintainya sama sekali, Iya gadis itu adalah Kinan. Gadis yang dirinya paksa menikah kontrak dengan dirinya.

Sesampainya dirumah sakit, Aftar langsung menuju ke ruangan kakeknya dirawat.

Sesampainya diruang rawat sang kakek, Aftar langsung mendekati kakeknya lalu tersenyum pada kakeknya.

"Mba Ijah, Kakek sudah makan belum?" Tanya Aftar pada Ijah, Ijah adalah wanita yang kira-kira berusia 35 tahun yang merawat kakeknya selama ini.

"Sudah Pak, tadi juga baru saja makan bubur terus minum obat." Jawab Ijah yang membuat Aftar tersenyum.

"Aftar, Kapan kamu menikah?" Tanya sang kakek, Aftar mengegam tangan kakeknya "Aftar akan segera menikah kek, minggu depan tapi kakek harus cepat sembuh ya!" Pinta Aftar dengan penuh harapan.

Kakek Sanjaya tersenyum bahagia, lalu langsung memeluk Aftar "Bagus cucuku, Akhirnya kamu akan segera menikah." Ucap Kakek Sanjaya dengan begitu bahagia.

Aftar membalas pelukan sang kakek, Melihat kakeknya tersenyum itu membuat Aftar sangat bahagia. "Demi kakek aku akan lakukan apapun." Batin Aftar.

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

Ini hanya visual sesuai pemikiran Author, buat kakak-kakak bisa juga membayangkan visual yang menunurut kalian cocok ya 🙏

Visual Aftar Sanjaya

Visual Kinan Alisya.

Terpopuler

Comments

bunda nYunyun🍭🍭

bunda nYunyun🍭🍭

siip visualnya

2024-01-28

0

Devan Rafandra

Devan Rafandra

##

2022-06-25

0

Lyaaa

Lyaaa

aftar mulai kepo ama kinan😆

2022-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kinan dan Aftar
2 Undangan dari mantan
3 Bos tidak ada ahklak
4 Siapa sih?
5 Gadis jutek & Manusia es
6 Sandiwara Cinta
7 Gadis otak m*sum
8 Fitting baju pengantin
9 Hadiah untuk mantan
10 Hanya jadi tamu undangan
11 Jangan Menangis!
12 Raja drama & Ratu drama
13 C*uman pertama
14 Kinan, terimakasih
15 Masakan Kinan
16 Panggil, Nona Kinan!
17 Teh rasa mantan
18 Ehem-ehem apaan?
19 Panggil aku sayang!
20 Dia adalah jodohku
21 Panggil aku Mas Aftar
22 Dasar manusia es
23 Dasar gadis genit
24 Manusia es aneh?
25 Pernikahan Aftar & Kinan
26 Kesedihan Vira
27 Aftar tidur di sofa
28 Ada angin apa?
29 Mata-mata kakek
30 Main drama-dramaan
31 Telpon dari Karin
32 Nanti kamu jatuh cinta
33 Drama, apalagi?
34 Seperti perangko & amplop
35 Membasmi kucing garong
36 Menunggu suami pulang
37 Obat tidur
38 Adonan, kalian sudah jadi?
39 Mengantar berkas
40 Kinan, aku mencintaimu
41 Kinan Vs Karin
42 Telpon dari Ziyan
43 Kesambet setan di Danau
44 Istriku sepolos toples
45 Makan hati
46 Bertemu Ziyan
47 Kepergok satpol pp
48 Baju tidur cauple
49 Istriku terlalu polos
50 Takut Vino ngiler
51 Terimakasih istriku
52 Rela jadi istri kedua
53 Dasar wanita ular
54 Ternyata suamiku lebih pintar
55 Vino, jomblo halu
56 Tumben menelpon?
57 Vino belum bisa melupakannya
58 Hanya 20 menit sayang
59 Lebih dari 20 menit
60 Kopi rasa garam
61 Mas cuma pingin dimanja
62 Kabar bahagia dari Vira
63 Pingin makan somay
64 Reuni mantan
65 Aftar semakin manja
66 Vino diam-diam kepo
67 Rasa bahagia Aftar
68 Vino dan Caca
69 Ciuman pertama
70 Apa Vino sudah gila?
71 Pergi shopping
72 Otak Mas Aftar traveling
73 Kinan pingin jadi ponsel
74 Rasa curiga Vino
75 Senjata makan tuan
76 Main cemburu-cemburuan
77 Aftar & Kinan berbaikan
78 Mari kencan ganda
79 Boneka bentuk hati
80 Menggoda suami
81 Klien cantik
82 Senjata makan tuan
83 Gara-gara ide Vino
84 Rasa bersalah Aftar & Vino
85 Perjuangan dapat maaf
86 Maafkan aku
87 Menanti kata maaf
88 Ciuman pertama
89 Kinan dan Vira
90 Ramuan cinta Vino
91 Dunia terbalik
92 Yang ketiganya setan
93 Merindukan orang tua
94 Kado untuk Kinan
95 Siapa gadis ini?
96 Calon istriku
97 Acara 7 bulanan Kinan
98 Kado dari kakek
99 Jadilah laki-laki sejati
100 Kabar bahagia dari Karin
101 Pernikahan Karin
102 Kado dari Vino
103 Mas aku merindukanmu
104 Aftar melamar wanita lain
105 Aku juga pingin dilamar
106 Lamaran di terima
107 Gara-gara keramasan
108 Kimmy Dharmawan
109 Kenzo Putra Sanjaya
110 Pertemuan yang mengharukan
111 Undangan dari Vino
112 Pernikahan Caca & Vino
113 Gara-gara resep
114 Rumah baru Vino & Caca
115 Satu bulan telah berlalu
116 Akhirnya topcer
117 Kenzo tiba-tiba menangis
118 Kesepakatan Vino & Aftar
119 Bayangan Vino & Caca
120 Ajang rebutan mantu
121 Melysa Permata
122 Tidak mau ada Arga kedua
123 Kebusukan Rosa terungkap
124 Kinan anakku
125 Kebahagiaan yang nyata
126 Kenyataan yang ada
127 Lima tahun telah berlalu
128 Kemanjaan Kenzo
129 Pergi ke taman bermain
130 Melly dan Kenzo camping
131 Shopping bareng mama
132 Keluarga bahagia yang nyata
133 Kalandra Sanjaya
134 20 tahun kemudian
135 Kenzo Vs Kalandra
136 Vino dan Caca kepo
137 Pertanyaan dari mama
138 Kepergian Sanjaya
139 Semuanya sedih
140 Tujuh hari telah berlalu
141 Hampir saja ternodai
142 Apa dia jodohku?
143 Menentang perjodohan
144 Perasaan terpendam Kenzo
145 Pamandangan panas
146 Rasa canggung tiba-tiba
147 Cinta segitiga
148 Melly tidak percaya
149 Alex dan Rasti
150 Pilih salah satu
151 Tikungan ada dimana-mana
152 Pacar Kimmy
153 Flashback Kenzo & Melly
154 Kenzo dan Kalandra
155 Akhirnya diterima
156 Melanggar peraturan
157 Dedemit pembawa cinta
158 Ketemu Kimmy
159 Kita sudah pacaran
160 Br*ng*s*k vs j*l*ng
161 Perdebatan Kinan & Aftar
162 Kalandra vs Aftar
163 Siapa laki-laki itu?
164 Vira......!!
165 Akhirnya besanan
166 BBQ bersama
167 Pernikahan Ken & Kalan
168 Cie pengantin baru
169 Pergi bulan madu
170 Persiapan tempur
171 Terimakasih istriku
172 Masih pengantin baru
173 Kalandra dan Kimmy
174 Bermain pasir
175 Pulang bulan madu
176 Kita pindah ke Apartemen
177 Diam-diam suka Kalandra
178 Dasar dedemit penganggu
179 Saling memaafkan
180 Kalandra buka puasa
181 Kejailan Kimmy & Kenzo
182 Kenzo kena prank
183 Apartemen Kenzo
184 Orang ketiga!!
185 Melly manyun
186 Suami-suami takut istri
187 Sudah 6 minggu
188 Kabar bahagia
189 Nikmati saja Kenzo
190 Usaha Kalandra
191 Mangga muda tetangga
192 Berebut mangga muda
193 Metik buah mangga
194 Adonan Kalandra jadi
195 Kejailan Melly pada Kenzo
196 Dibuat kagum oleh Kenzo
197 Perdebatan kecil
198 Monita
199 Jenuh dirumah
200 Ikut suami ke kantor
201 Senjata makan tuan
202 Dimas?!
203 Erika dalangnya
204 Semua masalah beres
205 Kalandra sok tua
206 Wanita itu ratu belanja
207 Kenzo cemburu
208 Mereka hanya temanku
209 Berkunjung ke yayasan
210 Membasmi ulet bulu
211 Menjadi sekretaris suami
212 Rayuan maut Melly
213 Menagih janji Melly
214 Oleh-oleh dari Kinan
215 Kepergian Herlin
216 Masih suasana sedih
217 Satu minggu telah berlalu
218 Ruangan meeting
219 Kimmy minta jatah lebih
220 Cek ke Dokter
221 Danau kenangan
222 Jajanan pasar
223 Menggibah bersama
224 Keluarga bahagia
225 Menjadi laki-laki kedua.
226 Di Apartemen Kenzo
227 Kalandra vs Kenzo
228 Burung sambal balado
229 Harganya puluhan juta
230 Gara-gara burung peliharaan
231 Taruhan sama suami
232 Dika Prastyo
233 Hukuman yang tertunda
234 Berasa punya dua istri
235 Panggil Nyonya Muda
236 Mawar merah untuk istri
237 Buket bunga lili
238 Kiriman bunga lili lagi
239 Siapa pengirimnya?
240 Wanita 100 juta
241 Cinta pertama Dika
242 Wanita hebat
243 Bukan muhrim
244 Dika hanya terobsesi
245 Kenzo vs Kalandra
246 Acara 7 bulanan Melly
247 Acara 7 bulanan Kimmy
248 Perjuangan Melly
249 Cucu pertama
250 Suami menyebalkan
251 Penantian Kimmy & Kalan
252 Cucu kedua lahir
253 Kiran Putri Sanjaya
254 Ide cerdik para suami
255 Pernikahan kontrak 100 hari
256 Akhirnya semuanya bahagia
257 Baca karya Author yuk
258 Promo karya baru
Episodes

Updated 258 Episodes

1
Kinan dan Aftar
2
Undangan dari mantan
3
Bos tidak ada ahklak
4
Siapa sih?
5
Gadis jutek & Manusia es
6
Sandiwara Cinta
7
Gadis otak m*sum
8
Fitting baju pengantin
9
Hadiah untuk mantan
10
Hanya jadi tamu undangan
11
Jangan Menangis!
12
Raja drama & Ratu drama
13
C*uman pertama
14
Kinan, terimakasih
15
Masakan Kinan
16
Panggil, Nona Kinan!
17
Teh rasa mantan
18
Ehem-ehem apaan?
19
Panggil aku sayang!
20
Dia adalah jodohku
21
Panggil aku Mas Aftar
22
Dasar manusia es
23
Dasar gadis genit
24
Manusia es aneh?
25
Pernikahan Aftar & Kinan
26
Kesedihan Vira
27
Aftar tidur di sofa
28
Ada angin apa?
29
Mata-mata kakek
30
Main drama-dramaan
31
Telpon dari Karin
32
Nanti kamu jatuh cinta
33
Drama, apalagi?
34
Seperti perangko & amplop
35
Membasmi kucing garong
36
Menunggu suami pulang
37
Obat tidur
38
Adonan, kalian sudah jadi?
39
Mengantar berkas
40
Kinan, aku mencintaimu
41
Kinan Vs Karin
42
Telpon dari Ziyan
43
Kesambet setan di Danau
44
Istriku sepolos toples
45
Makan hati
46
Bertemu Ziyan
47
Kepergok satpol pp
48
Baju tidur cauple
49
Istriku terlalu polos
50
Takut Vino ngiler
51
Terimakasih istriku
52
Rela jadi istri kedua
53
Dasar wanita ular
54
Ternyata suamiku lebih pintar
55
Vino, jomblo halu
56
Tumben menelpon?
57
Vino belum bisa melupakannya
58
Hanya 20 menit sayang
59
Lebih dari 20 menit
60
Kopi rasa garam
61
Mas cuma pingin dimanja
62
Kabar bahagia dari Vira
63
Pingin makan somay
64
Reuni mantan
65
Aftar semakin manja
66
Vino diam-diam kepo
67
Rasa bahagia Aftar
68
Vino dan Caca
69
Ciuman pertama
70
Apa Vino sudah gila?
71
Pergi shopping
72
Otak Mas Aftar traveling
73
Kinan pingin jadi ponsel
74
Rasa curiga Vino
75
Senjata makan tuan
76
Main cemburu-cemburuan
77
Aftar & Kinan berbaikan
78
Mari kencan ganda
79
Boneka bentuk hati
80
Menggoda suami
81
Klien cantik
82
Senjata makan tuan
83
Gara-gara ide Vino
84
Rasa bersalah Aftar & Vino
85
Perjuangan dapat maaf
86
Maafkan aku
87
Menanti kata maaf
88
Ciuman pertama
89
Kinan dan Vira
90
Ramuan cinta Vino
91
Dunia terbalik
92
Yang ketiganya setan
93
Merindukan orang tua
94
Kado untuk Kinan
95
Siapa gadis ini?
96
Calon istriku
97
Acara 7 bulanan Kinan
98
Kado dari kakek
99
Jadilah laki-laki sejati
100
Kabar bahagia dari Karin
101
Pernikahan Karin
102
Kado dari Vino
103
Mas aku merindukanmu
104
Aftar melamar wanita lain
105
Aku juga pingin dilamar
106
Lamaran di terima
107
Gara-gara keramasan
108
Kimmy Dharmawan
109
Kenzo Putra Sanjaya
110
Pertemuan yang mengharukan
111
Undangan dari Vino
112
Pernikahan Caca & Vino
113
Gara-gara resep
114
Rumah baru Vino & Caca
115
Satu bulan telah berlalu
116
Akhirnya topcer
117
Kenzo tiba-tiba menangis
118
Kesepakatan Vino & Aftar
119
Bayangan Vino & Caca
120
Ajang rebutan mantu
121
Melysa Permata
122
Tidak mau ada Arga kedua
123
Kebusukan Rosa terungkap
124
Kinan anakku
125
Kebahagiaan yang nyata
126
Kenyataan yang ada
127
Lima tahun telah berlalu
128
Kemanjaan Kenzo
129
Pergi ke taman bermain
130
Melly dan Kenzo camping
131
Shopping bareng mama
132
Keluarga bahagia yang nyata
133
Kalandra Sanjaya
134
20 tahun kemudian
135
Kenzo Vs Kalandra
136
Vino dan Caca kepo
137
Pertanyaan dari mama
138
Kepergian Sanjaya
139
Semuanya sedih
140
Tujuh hari telah berlalu
141
Hampir saja ternodai
142
Apa dia jodohku?
143
Menentang perjodohan
144
Perasaan terpendam Kenzo
145
Pamandangan panas
146
Rasa canggung tiba-tiba
147
Cinta segitiga
148
Melly tidak percaya
149
Alex dan Rasti
150
Pilih salah satu
151
Tikungan ada dimana-mana
152
Pacar Kimmy
153
Flashback Kenzo & Melly
154
Kenzo dan Kalandra
155
Akhirnya diterima
156
Melanggar peraturan
157
Dedemit pembawa cinta
158
Ketemu Kimmy
159
Kita sudah pacaran
160
Br*ng*s*k vs j*l*ng
161
Perdebatan Kinan & Aftar
162
Kalandra vs Aftar
163
Siapa laki-laki itu?
164
Vira......!!
165
Akhirnya besanan
166
BBQ bersama
167
Pernikahan Ken & Kalan
168
Cie pengantin baru
169
Pergi bulan madu
170
Persiapan tempur
171
Terimakasih istriku
172
Masih pengantin baru
173
Kalandra dan Kimmy
174
Bermain pasir
175
Pulang bulan madu
176
Kita pindah ke Apartemen
177
Diam-diam suka Kalandra
178
Dasar dedemit penganggu
179
Saling memaafkan
180
Kalandra buka puasa
181
Kejailan Kimmy & Kenzo
182
Kenzo kena prank
183
Apartemen Kenzo
184
Orang ketiga!!
185
Melly manyun
186
Suami-suami takut istri
187
Sudah 6 minggu
188
Kabar bahagia
189
Nikmati saja Kenzo
190
Usaha Kalandra
191
Mangga muda tetangga
192
Berebut mangga muda
193
Metik buah mangga
194
Adonan Kalandra jadi
195
Kejailan Melly pada Kenzo
196
Dibuat kagum oleh Kenzo
197
Perdebatan kecil
198
Monita
199
Jenuh dirumah
200
Ikut suami ke kantor
201
Senjata makan tuan
202
Dimas?!
203
Erika dalangnya
204
Semua masalah beres
205
Kalandra sok tua
206
Wanita itu ratu belanja
207
Kenzo cemburu
208
Mereka hanya temanku
209
Berkunjung ke yayasan
210
Membasmi ulet bulu
211
Menjadi sekretaris suami
212
Rayuan maut Melly
213
Menagih janji Melly
214
Oleh-oleh dari Kinan
215
Kepergian Herlin
216
Masih suasana sedih
217
Satu minggu telah berlalu
218
Ruangan meeting
219
Kimmy minta jatah lebih
220
Cek ke Dokter
221
Danau kenangan
222
Jajanan pasar
223
Menggibah bersama
224
Keluarga bahagia
225
Menjadi laki-laki kedua.
226
Di Apartemen Kenzo
227
Kalandra vs Kenzo
228
Burung sambal balado
229
Harganya puluhan juta
230
Gara-gara burung peliharaan
231
Taruhan sama suami
232
Dika Prastyo
233
Hukuman yang tertunda
234
Berasa punya dua istri
235
Panggil Nyonya Muda
236
Mawar merah untuk istri
237
Buket bunga lili
238
Kiriman bunga lili lagi
239
Siapa pengirimnya?
240
Wanita 100 juta
241
Cinta pertama Dika
242
Wanita hebat
243
Bukan muhrim
244
Dika hanya terobsesi
245
Kenzo vs Kalandra
246
Acara 7 bulanan Melly
247
Acara 7 bulanan Kimmy
248
Perjuangan Melly
249
Cucu pertama
250
Suami menyebalkan
251
Penantian Kimmy & Kalan
252
Cucu kedua lahir
253
Kiran Putri Sanjaya
254
Ide cerdik para suami
255
Pernikahan kontrak 100 hari
256
Akhirnya semuanya bahagia
257
Baca karya Author yuk
258
Promo karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!