Kinan menatap laki-laki dengan tatapan berkaca-kaca, Bahkan Kinan seolah-olah tidak mau bertemu dengan laki-laki itu lagi.
"Untuk apa dia datang lagi?" Batin Kinan.
"Untuk apalagi kamu datang kesini?" Tanya Kinan dengan tegas.
Laki-laki yang berbadan tinggi tegak, Dia sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya. Dialah Arga Dharmawan, Laki-laki yang tidak lain mantan kekasih Kinan dulu. Mereka putus karena orang tua Arga menentang hubungan mereka, entah apa yang membuat hubungan mereka ditentang oleh kedua orang tua Arga? Tidak ada yang tahu karena Kinan tidak pernah menceritakan pada siapapun.
Arga adalah bos di salah satu perusahaan kecil milik keluarganya, Kalau dibandingkan dengan Aftar. Arga tidak ada apa-apanya.
Laki-laki itu mendekati Kinan, Lalu berusaha memegang tangan Kinan. Namun dengan cepat Kinan menepisnya.
"Jangan berani menyentuhku!" Bentak Kinan dengan tatapan tidak suka.
"Kenapa? Bukankah kamu masih sangat mencintaiku?" Tanya Arga dengan tatapan penuh penuh arti.
"Sekarang kamu mau apalagi?" Tanya Kinan dengan tegas, Arga langsung menatap Kinan rasanya Arga ingin sekali memeluknya.
"Minggu depan aku akan menikah, Tapi jujur aku masih mencintaimu," jawab Arga yang membuat hati Kinan terasa sesak.
Sebenarnya Kinan masih mencintai Arga, Namun Kinan juga tidak mau Arga sampai kenapa-kenapa, Jadi Kinan dengan terpaksa melepaskan Arga sesuai dengan kemauan orang tua Arga.
"Aku sudah tidak mencintaimu lagi," tegas Kinan yang terpaksa membohongi diri sendiri, Kini hatinya terasa tercabik-cabik mendengar Arga mau menikah.
"Kalau saja bukan karena orang tuamu, Aku pasti tidak akan meninggalkanmu," batin Kinan.
Arga adalah sosok laki-laki yang begitu perhatian, bahkan dia sangat menyayangi Kinan selama ini. Itulah yang membuat Kinan sangat mencintai Arga.
"Tapi sorot matamu tidak bisa berbohong, Kamu masih mencintaiku kan?" Tanya Arga memastikan, Arga bisa melihat kalau Kinan sedang berbohong pada dirinya.
"Cukup katakan apa tujuanmu kesini? Dan tidak usah perdulikan sorot mataku!" jawab Kinan dengan tegas, Arga masih terus mendekati Kinan, Namun Kinan terus menjauh dari Arga.
"Berhentilah disitu!!" bentak Kinan dengan lantang. Arga langsung memberhentikan langkah kakinya.
"Aku kesini untuk memberikan undangan pernikahanku dengan Vira," ucap Arga yang
kembali membuat hati Kinan tercabik-cabik.
Arga memberikan undangan pernikahannya yang ada ditangannya pada Kinan, dengan hati begitu sakit karena masih punya perasaan pada Arga, Kinan menerima undangan tersebut.
"Kamu harus hadir di acara pernikahanku!" Pinta Agra dengan tatapan mata berkaca-kaca, Sungguh Arga sebenernya ingin menarik Kinan masuk ke dalam pelukannya.
Kinan menarik nafasnya, lalu menghembuskannya dengan pelan.
"Aku akan datang nanti," jawab Kinan singkat.
"Kinan, Apa kamu tidak mau memberikan kesempatan padaku lagi?" Tanya Arga dengan tatapan sedih.
Arga juga sebenernya masih mencintainya Kinan, Namun Kinan memutuskannya begitu saja tanpa memberikan alasan apa-apa pada Arga. Kinan hanya bilang pada Arga, Kita akhiri hubungan kita saja, Itulah kata-kata terakhir Kinan waktu putus dengan Arga.
Mungkin Kinan punya alasan kenapa Kinan meninggalkan Arga begitu saja, namun Kinan tidak pernah memberi tahu pada Arga apa alasannya?
"Maaf aku tidak bisa, aku doakan kamu bahagia bersama istrimu nanti." jawab Kinan yang diiringi doa untuk kebahagiaan Arga dan calon istrinya nanti.
Arga terus menatap Kinan, Mata Arga masih menujukan bahwa dirinya masih ingin lebih lama bersama Kinan, Kinan langsung membalikkan badannya kini posisi Kinan sudah membelakangi Arga. Arga terus menatap punggung Kinan dengan begitu lembut.
"Andai aku bisa memeluknya, Pasti aku akan memeluknya, Aku tahu pasti kamu ingin menangis namun kamu berusaha menahan air matamu," batin Arga.
"Pulanglah! Aku lelah mau istirahat." Ucap Kinan dengan nada lembut, Namun Kinan tidak berani menatap Arga karena air matanya sudah membasahi pipi mulusnya.
"Kinan...." Panggil Arga.
Namun Kinan enggan menoleh dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Maaf Arga, Mudah-mudahan kamu bahagia." Batin Kinan.
Arga langsung menjatuhkan dirinya kini posisi Arga sudah duduk, Rintik-rintik hujan juga mulai berjatuhan dan mulai membasahi baju yang Arga pakai.
Setelah setengah jam kemudian, Kinan baru selesai mandi dan ganti pakaian. Mendengar hujan yang begitu lebat, Kinan langsung membuka tirai jendela rumahnya.
Kinan langsung meneteskan air mata, Melihat Arga masih terduduk di depan rumahnya, Kinan ingin keluar untuk memeluknya. Namun Kinan ingat akan ancaman orang tua Arga, Akhirnya Kinan mengurungkan niatnya.
"Maaf Arga, aku tidak bisa keluar menemuimu, aku tidak mau sesuatu terjadi padamu" batin Kinan yang buliran air matanya terus berjatuhan.
Kinan menjatuhkan dirinya, di belakang pintu, kini Kinan benar-benar merasa hancur , Kinan tidak tahu harus berbuat apa? Kinan hanya berdoa mudah-mudahan Arga segera pergi dari depan rumahnya.
Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan rumah Kinan, dan ternyata itu orang suruhan Nyonya Rosa yang tidak lain adalah Orang tua Arga, untuk menjemput Arga.
"Den, Ayo kita pulang sekarang! Atau Nyonya akan datang kesini." kata Pak Vito yang tidak lain adalah supir pribadi Rosa.
Dua pengawal pribadi Nyonya Rosa yang ikut datang menjemput Arga, Langsung mengangkat tubuh Arga dan memasukkan Arga ke dalam mobil.
Pak Vito langsung membawa Arga pulang ke rumahnya, lalu kedua pengawal yang ikut langsung membawa mobil Arga pulang dan mengikuti mobil Pak Vito di belakangnya.
Kinan kembali membuka sedikit tirai jendelanya, lalu melihat Arga sudah tidak ada ditempatnya.
"Arga, Maaf aku tidak bisa memberi tahu apa alasanku meninggalkanmu begitu saja," batin Kinan.
Kinan kembali masuk ke dalam kamarnya, lalu dia tiba-tiba mengingat surat perjanjian dengan sang bos.
"Sekarang hidupku berantakan, aku harus melepaskan orang yang aku sayang karena Orang tuanya menentang hubunganku dengannya dan sekarang aku harus menerima pernikahan kontrak yang tidak pernah aku bayangkan." keluh Kinan yang langsung menangis sejadi-jadinya.
Kinan menangis begitu lama, Hingga tidak terasa Kinan tidur begitu saja dan tidak jadi makan malam.
Keesokan hari kemudian, Kinan sudah rapi dengan setelan kemeja dan celana panjang, Kinan berjalan menelusuri jalanannya yang begitu rame menuju ke tempat kerjanya.
Tempat kerja Kinan tidak terlalu jauh dari rumahnya, Jadi kalau Kinan sedang tidak malas pasti jalan kaki tapi kalau Kinan malas Kinan biasanya naik ojek.
Setelah beberapa menit jalan, akhirnya Kinan sampai ditempat kerjanya. Kinan langsung berganti pakaian dengan pakaian kerja.
"Kinan," panggil salah satu cleaning servis yang lainnya.
"Iya kak Caca?" Sahut Kinan, yang langsung menoleh kearah Caca.
"Kinan, Kamu yang bersihin ruangan Pak Aftar ya. Aku kemarin diomelin habis-habisan," pinta Caca dengan wajah memelas.
Kinan merasa kasian pada Caca, akhirnya Kinan mau mengantikan Caca di ruangan Aftar.
"Dasar laki-laki, tapi tidak ada lembutnya sama sekali." Batin Kinan.
Kinan langsung masuk ke dalam ruangan Aftar, namun salahnya Kinan tidak mengetuk pintu lebih dulu, karena mengira Aftar belum datang.
Betapa terkejutnya Kinan melihat adegan yang ada hadapan.
"Haaaahhhh apa-apaan mereka," ucap Kinan dengan sorot mata yang tertujuh pada dua laki-laki yang sedang berpelukan.
Aftar langsung menjatuhkan tubuh Vino, Membuat Vino merintih kesakitan.
"Aduh bos, Kenapa kamu menjatuhkanku?" Tanya Vino dengan kesal.
"Apa kalian saling suka? Atau mungkin kalian jeruk makan jeruk," ucap Kinan yang langsung mengeluarkan tawanya, Membuat Aftar langsung menghampirinya lalu menutup mulutnya dengan tangannya.
"Jaga mulutmu! Atau aku akan memecatmu," ancam Aftar yang membuat Kinan langsung menghentikan tawanya.
"Lagian bapak dan Sekretaris Vino, kalian berpelukan," ucap Kinan dengan pelan.
"Kita berpelukan karena takut ada kecoa," cetus Aftar, Yang membuat Kinan langsung kembali mengeluarkan tawanya, Aftar langsung memelototi Kinan, Kinan langsung menghentikan tawanya.
"Mba Kinan, Itu kecoanya." ucap Vino sambil menunjukkan kecoanya yang tepat ada dibaju Aftar, membuat Aftar ketakutan.
"Kinan...Kinan cepat ambil kecoanya!" Pinta Aftar yang terus loncat-loncat tidak jelas, Membuat Kinan kuwalahan mengambil kecoa tersebut.
Karena Aftar tidak bisa tenang, alhasil Aftar kesandung dan dengan tepat jatuh ke pelukan Kinan, Namun karena tubuh Aftar begitu berat akhirnya Kinan terjatuh.
Brukkk..!
Aftar terjatuh tepat diatas tubuh Kinan, kini wajah mereka begitu dekat dan hanya berjarak beberapa centi.
"Aku bisa merasakan hembusan nafasnya," batin Aftar, Aftar mendekatkan bibirnya ke bibir mungil Kinan.
"Apa yang mau Pak Aftar lakukan." Batin Kinan.
Kira-kira apa yang terjadi pada Kinan dan Aftar?
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Roroazzahra
kecoanya ga mau kalah eksis hehehehe
2022-10-25
0
Sweet Girl
Ndak terjadi apa apa, terus mereka tersadar😀😀😀
2022-02-17
0
Eli Erlinda
untuk epesode 12bahasaya masih bagus
2022-02-11
0