Satu hari telah berlalu, hari ini tepat jam 7 malam Kinan akan pergi menghadiri acara pernikahan Arga dan Vira.
Kinan sudah cantik dengan gaun putih yang begitu indah yang di belikan oleh Aftar. Kado untuk Arga juga tidak lupa sudah Kinan bawa.
Visual Kinan.
Kini baru saja sampai di tempat resepsi Arga dan Vira, dengan tatapan penuh arti Kinan berusaha tersenyum dan dia berusaha untuk kuat dan iklhas menerima semuanya.
Melihat resepsi pernikahan Arga dan Vira, tiba-tiba kaki Kinan berat melangkah hatinya bergetar hebat seakan-akan dia tidak kuat, tapi dia tidak boleh lemah.
Kinan menarik nafasnya dengan pelan lalu kembali menghembuskan dengan pelan "Aku, harus kuat ingat Kinan jangan hancurkan hari bahagia Arga!" Kinan memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Kinan kembali melangkahkan kakinya, melihat kedatangan Kinan, Arga tersenyum bahagia.
"Kinan, kamu datang." Batin Arga dalam hatinya.
Rosa yang melihat kedatangan Kinan, dia tampak tidak suka.
"Untuk apa gadis itu datang kesini? Apa dia berniat merusak acara pernikahan anakku, dasar gadis miskin tidak tahu malu." Batin Rosa dalam hatinya.
"Selamat atas pernikahanmu ya, Arga." Kinan tersenyum sambil menjabat tangan Arga.
Arga menatap Kinan penuh arti, jabatan tangannya juga sangat erat membuat Kinan menatapnya kesal.
"Lepaskan!" Lirih Kinan dengan ketus, Arga melepaskan tangannya dari tangan Kinan.
"Ini kado buat kamu." Kinan memberikan kado yang dia beli pada Arga.
Vira melirik Kinan dengan tatapan tidak suka, apalagi waktu tangan Arga menggenggam tangan Kinan dengan erat.
"Siapa sih gadis ini," Tanya Vira dalam hatinya.
Setelah memberikan kado buat Arga, Kinan berlalu pergi dari hadapan Arga dan Vira, tapi Arga mengejarnya dan tiba-tiba menarik tangan Kinan dengan cepat hingga Kinan hampir terjatuh.
Visual Kinan dan Arga.
Tatapan mata mereka masih sama-sama menunjukkan rasa sayang mereka, tapi karena Rosa atau mamanya Arga mereka harus berpisah satu sama lain.
"Arga, dia ini apa-apaan? Dia mengejar gadis itu, dia bahkan meninggalkan aku sendirian." Vira berdecak kesal, tapi dia hanya diam saja.
"Arga, lepaskanlah!"
Arga melepaskan Kinan dan Kinan langsung membenarkan posisinya menjadi berdiri.
"Lihat saja, apa yang akan selanjutnya terjadi?" Rosa semakin kesal, tapi dia masih menahannya karena sedang mengobrol dengan para tamu undangannya.
"Izinkan, aku bernyanyi untukmu, ini untuk terakhir kalinya." Arga berjongkok dia memegang tangan Kinan, membuat para tamu tertuju pada mereka berdua.
"Arga, hentikan!" Sentak Kinan.
"Biarkan dia melakukannya! Dan setelah itu, kamu pergilah dari hidupnya selamanya!" Kata Rosa tiba-tiba, yang ternyata sudah berada tepat di belakang Arga.
Arga pergi mengambil alat musik, dia akan bernyanyi untuk Kinan di hari pernikahannya dengan Vira.
Arga datang sambil memainkan musik, membuat para tamu undangan yang datang bertepuk tangan.
Visual Arga.
Kinan hanya berdiri, sambil menatap Arga dengan hati yang rasanya campur aduk. Setelah selesai Arga kembali dengan membawa buket bunga mawar merah dan dia memberikannya pada Kinan.
Visual Kinan dan Arga.
"Kinan, bunga ini untukmu. Kamu seperti bunga mawar ini, kamu cantik tapi kamu sudah menjadi duri dalam hidupku, kamu tega menyakiti aku dan meninggalkan aku begitu saja, kamu tahu betapa sayangnya aku sama kamu." Arga berjongkok, dia menunduk sambil mempersembahkan buket bunga mawar itu pada Kinan.
Kinan berusaha menahan air matanya yang sudah ingin keluar, mendengar Arga berkata dirinya seperti duri mawar hati Kinan begitu sakit. Arga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Kinan sampai meninggalkan dirinya?
"Arga, kamu tidak patut berkata seperti itu! Bahagialah dengan Vira, lupakan aku iya aku seperti duri karena aku ini wanita yang jahat." Tutur Kinan dengan lembut, tapi dia tidak menerima buket bunga mawar itu.
Rosa semakin kesal, matanya sudah penuh dengan amarah.
"Sampai kapan, mereka akan bermain drama ini?" Batin Rosa dalam hatinya.
Vira sudah mengepalkan kedua tangannya, rasanya dia ingin sekali menj*mbak rambut panjang Kinan.
Tiba-tiba Rosa datang dan Vira mengikutinya di belakangnya.
"Sekarang drama kalian sudah selesai, sekarang kamu pergilah dari acara pernikahan anakku!" Sentak Rosa dengan lantang.
Kinan hendak pergi, tapi tiba-tiba Vira mendorong tubuh Kinan hingga Kinan terjebur ke dalam kolam renang.
Byurrrr...... anggap saja suara Kinan jatuh ke dalam kolam renang.
Visual Aftar.
Aftar yang ternyata dari tadi sudah berada di tempat resepsi Arga, melihat Kinan terjatuh ke dalam kolam renang dia segera berlari untuk menolongnya.
Arga juga hendak menolongnya, tapi keduluan dengan Aftar.
Aftar menolong Kinan, ntah kapan Aftar datang tapi dia bagaikan pahlawan penyelamat untuk seorang Kinanti Alisya.
Aftar membopong tubuh mungil Kinan seperti kapas yang begitu ringan, Kinan hanya tersenyum lalu mengalungkan tangannya ke leher Aftar.
"Terimakasih," Lirih Kinan.
"Aftar?" Arga tampak terkejut melihat ke datangan Aftar.
"Berikan gadis itu padaku!" Pinta Arga, dia berniat mengambil alih Kinan dari tangan Aftar.
"Buat apa? Kamu permalukan lagi?" Tanya Aftar dengan malas.
"Dia mantan kekasihku, aku ingin membawa dia bersamaku!" Jawab Arga dengan tegas.
Aftar tertawa sejadi-jadinya, membuat Arga menatapnya dengan kesal.
"Dasar b*doh, dia hanya mantan kekasihmu. Tapi perlu kamu tahu Kinan adalah calon istriku." Aftar mempertegas perkataannya.
Arga tampak terkejut, darimana Kinan bisa kenal Aftar? Padahal selama Arga pacaran dengan Kinan, Arga tidak pernah mengenal Kinan pada Aftar.
Arga dan Aftar ini saling mengenal, mereka berteman hanya saja tidak terlalu dekat. Ingat waktu malam-malam Arga datang ke rumah Kinan dan Aftar melihat itu, Dia langsung mencari tahu tentang Arga dan Kinan melalui Vino atau sekertarisnya.
Waktu Vino memberikan kabar kalau Arga adalah mantan kekasih Kinan, Aftar sengaja membelikan gaun cantik yang saat ini Kinan pakai, Aftar juga sengaja membelikan kado yang Kinan bawa karena Aftar tidak mau sampai Kinan di permalukan di acara pernikahan mantannya, jadi waktu di Butik kemarin sebenarnya Aftar sudah tahu semuanya kalau Kinan mau menghadiri acara pernikahan mantan kekasihnya yaitu Arga Dharmawan.
"Jangan bergurau!" Kata Arga.
"Kamu yang jangan bermimpi bisa bersama Kinan lagi, karena minggu depan aku akan menikah dengan dia."Aftar tertawa penuh kemenangan.
"Dasar gadis pembawa masalah!" Cetus Rosa tiba-tiba.
"Suruh jaga ucapan ibumu. Dasar wanita tua yang sombong, bilang pada dirinya jangan pernah menganggu Kinan lagi atau akan membeli perusahaan dia dan tidak akan membiarkan hidup kalian tenang!" Tegas Aftar pada Arga, dia tidak rela kalau sampai Kinan di ganggu oleh keluarga Dharmawan.
Aftar tahu betul, kalau keluarga Dharmawan itu terkenal sombong padahal kekayaannya tidak ada seberapanya dengan kekayaan keluarga Sanjaya.
Aftar berlalu pergi membawa Kinan di gendongannya bersamanya. Wajah Aftar tampak sangat marah, Kinan menatap lekat wajah tampan Aftar.
"Terimakasih pahlawan penyelamatku." Batin Kinan dalam hatinya.
Kinan menaruh kepalanya di dada bidang Aftar, sungguh rasanya nyaman sekali.
Visual Aftar dan Kinan.
"Pak Aftar...." Lirih Kinan.
"Diamlah!" Sambung Aftar.
Kinan hanya diam, sesampainya di mobil Aftar menaruh Kinan di jok belakang, lalu Aftar duduk di sebelah Kinan. Dia juga melepaskan jasnya lalu memakaikannya pada Kinan.
Visual Kinan dan Aftar.
Di dalam mobil mereka saling membuang muka, Aftar hanya melihat ke jendela, Kinan juga hanya diam saja.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
Cerita hanya sesuai pemikiran Author, jika ada kesalahan atau yang kurang mohon di maafkan 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Nane JN
gak bisa bayangkan Arga nyanyikan lagu dan kasih bunga mawar ke kinan. --> bagian ini hayalannya terlalu berlebihan deh.
sptnya hal ini gak mungkin tjd di dunia nyata.
pengantin turun dari singahsana nya utk rayu cewek lain.
2025-04-01
0
annie 💜💜💜💜💜💜💜
suka cerita 🥰🥰🥰🥰
2022-02-19
0
annie 💜💜💜💜💜💜💜
👍👍👍
2022-02-19
0