"Kenapa?" Tanya Aftar dengan suara lirih.
"Aku mau menghadiri acara pernikahan mantan pak." Jawab Kinan sambil tersenyum kecil.
Seketika tatapan Aftar menjadi begitu garang pada Kinan.
"Sama siapa kamu pergi?" Tanya Aftar dengan nada datar.
"Aku pergi sendirian pak, aku juga nanti pulang dari sini mau cari kado buat mantan aku dan istrinya." Jawab Kinan raut wajahnya tampak malas.
Kinan tidak habis pikir pacaran beberapa lama dengan Arga. Dan tentunya Kinan pernah berharap menjadi wanita satu-satunya dalam hidup Arga untuk selama-lamanya, tapi takdir berkehendak lain kini mereka sudah saling berpisah dan Kinan besok akan menjadi tamu undangan di pernikahan Arga dan Vira.
"Buat apa juga memberikan kado buat mantan?" Cetus Aftar dengan lirikan tidak suka, tapi Kinan hanya tersenyum simpul.
"Biar mantan ingat terus sama aku." Canda Kinan sambil tersenyum jail.
Sanjaya tampak bahagia melihat cucu dan calon cucu menantunya seakrab itu dalam hatinya, berharap mereka akan bahagia untuk selamanya.
"Kinan, Aftar, kemarilah nak!" Panggil Sanjaya dengan nada lembut.
Kinan dan Aftar sama-sama menghentikan makan mereka dan langsung beranjak ke tempat tidur sang kakek. Kini mereka sudah sama-sama berdiri di sebelah Sanjaya berbaring Aftar di sebelah kanan dan Kinan di sebelah kiri.
"Ada apa kek?" Tanya Aftar.
Tiba-tiba Sanyaja mengambil satu tangan Kinan dan satu tangan Aftar, mereka saling menatap dengan bingung, ntah apa yang akan di lakukan oleh Sanjaya pada tangan-tangan mereka.
Sanjaya menautkan tangan kedua dengan senyum bahagia "Mudah-mudahan kalian bahagia selamanya." Kata Sanjaya dengan bahagia.
Aftar sebenarnya merasa bersalah pada sang kakek, apalagi demi kesembuhan kakeknya, Aftar tega membuat sandiwara pernikahan kontrak dengan Kinan. Ntahlah apa yang akan terjadi apa Sanjaya jika dia tahu yang sebenarnya?
Kinan tersenyum simpul tapi hatinya tidak sebahagia senyumannya itu.
"Pak Aftar, kakekmu sungguh baik tapi kamu tega sekali membohongi dirinya dengan pernikahan kontrak yang akan aku lakukan." Batin Kinan dalam hatinya.
"Kalian segeralah menikah, buatkan cicit-cicit kecil yang banyak untuk kakek biar rumah kakek rame." Sanjaya begitu bahagia dan sangat bersemangat.
Aftar tersenyum "Iya kek, nanti aku buatkan yang banyak biar rumah kakek rame." Jawab Aftar sambil tersenyum.
Seketika pikiran Kinan traveling kemana-mana, dia berpikir apakah dia juga harus melayani Aftar di atas ranjang? Aish inikan hanya pernikahan kontrak, kalau aku hamil aku bagaimana? Nanti nasib anakku bagaimana? Sungguh, Pak Aftar kan ada wanita yang dia cintai yang sedang aku tunggu.
"Bagaimana cara kita membuatnya?" Cetus Kinan tiba-tiba, kebiasaan mulutnya suka asal nyeplos saja.
"Mulutku, pertanyaan macama apa yang kamu tanyakan pada Pak Aftar?" Kinan marah-marah dalam hatinya.
"Sayang, nanti aku ajarin bagaimana cara membuatnya. Jangan tanyakan hal seperti itu di depan kakek," Aftar tersenyum tapi lirikan matanya tampak kesal pada Kinan.
"Dasar Kinan, bisa-bisanya dia menanyakan hal bodoh seperti ini di hadapan kakek." Batin Aftar dalam hatinya.
Sanjaya dari tadi tertawa, dia bahagia melihat dua sejoli itu sangat lucu, Aftar yang sedingin es batu kalau di satukan dengan Kinan yang suka ceplas-ceplos pasti itu akan cocok, menurut Sanjaya.
"Iya maaf, kakek Kinan jadi malu." Jawab Kinan sambil senyam-senyum.
"Tidak usah malu nak, kalian itu sangat serasi. Sekarang kalian pergilah fitting baju pengantin, Aftar ajak Kinan fitting baju pengantin cepetan!" Suruh Sanjaya tidak sabaran.
"Tapi kakek sama siapa?" Tanya Aftar.
"Ada suster yang menjagaku, cepatlah bawa calon istrimu fitting baju pengantin!" Paksa Sanjaya tidak mau tahu.
"Baiklah kek." Jawab Aftar.
Aftar menarik tangan Kinan dengan pelan, lalu dia menggandengnya dengan mesra keluar dari ruang rawat Sanjaya. Sungguh Aftar tidak harus pikir kalau kakeknya itu selalu suka memaksa, apalagi dalam keadaan sakit Aftar paling tidak bisa menolak apa keinginan kekeknya.
"Pak Aftar, haruskah kita fitting baju pengantin hari ini juga?" Tanya Kinan dengan hati-hati.
"Kamu tidak dengar, apa yang kakek bilang tadi? Dia menyuruh kita fitting baju pengantin ya mau tidak mau hari ini juga kita harus fitting!" Jawab Aftar dengan nada datar.
Kinan mendengus malas, rasanya ingin sekali melepaskan tangannya yang saat ini sedang ada di gandengan tangan Aftar dan lari sejauh mungkin meninggalkan Aftar. Tapi itu tidak mungkin, karena Aftar menggenggam tangannya dengan erat.
Sesampainya di mobil dengan kasar Aftar menyuruh Kinan masuk ke dalam mobil. Kinan semakin kesal di buatnya apalagi Aftar tidak bisa bersikap lembut padanya.
"Apa dia harus bersikap kasar? Padahalkan dia yang butuh aku." Batin Kinan dalam hatinya.
"Pakai sabuk pengamannya!" Cetusnya dengan ketus.
Kinan memakai sabuk pengamannya tapi dia agak kesusahan, tiba-tiba Aftar mendekatkan wajahnya sehingga Kinan bisa merasakan hembusan nafasnya yang berbau mint.
"Aku bisa mencium hembusan nafasnya, sungguh wangi sekali." Batin Kinan dalam hatinya.
Wajah Aftar semakin mendekat dan membuat Kinan sadar, lalu tiba-tiba tangannya menahan tubuh kekar Aftar.
"Pak Aftar, mau apa?" Cetus Kinan sambil menahan tubuh kekar Aftar.
Sungguh Aftar merasa geram, dia paham pasti pikiran Kinan sudah macam-macam. Mungkin otaknya itu sudah di penuhi dengan pikiran kotor.
Aftar mendengus kesal, rasanya ingin sekali mencubit pipi mulus Kinan. Aftar sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Kinan, membuat jantung berdetak kencang dan Aftar hanya bisa menyembunyikan senyum simpulnya di bibir sexynya.
"Pak, jangan macam-macam!" Lirih Kinan, dia sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kamu kenapa?" Tanya Aftar dengan nada meledek sambil memasangkan sabuk pengaman di tubuh mungil Kinan.
Sambil memasangkan sabuk pengaman mulut Aftar komat-kamit tidak jelas, sungguh Aftar tidak habis pikir kalau gadis yang ada di hadapannya ini adalah gadis berotak mesum.
Pelan-pelan Kinan membuka wajahnya yang tertutup dengan tangannya, lalu dia melihat Aftar sedang sibuk memasangkan sabuk pengaman di tubuh mungilnya. Kinan merasa malu dia sudah berpikiran yang tidak-tidak barusan.
"Sudah selesai gadis berotak mesum!" Cetus Aftar dengan ketus.
"Dasar manusia es," Jawab Kinan tidak terima.
Kinan tiba-tiba tersenyum manis pada Aftar membuat Aftar menatapnya dengan dingin.
"Kenapa?" Tanya Aftar dengan ketus.
"Kita jadi fitting baju pengantin sekarang?" Tanya Kinan dengan nada lembut.
"Jadi, kita ke Butik langgananku sekarang!" Jawab Aftar tanpa expresi, biasalah dingin mulai kumat.
"Nanti, sekalian temanin aku membeli kado buat mantan aku ya pak." Pinta Kinan Aftar.
Seketika Aftar mulai kesal, bisa-bisanya Kinan berani sekali meminta dirinya untuk mengantarkan membeli kado buat mantannya.
"Baiklah." Jawab Aftar dengan ketus, tapi di otaknya penuh ide licik untuk mengerjai Kinan nanti.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
annie 💜💜💜💜💜💜💜
aku~dia
2022-02-19
0
annie 💜💜💜💜💜💜💜
kita ~ aku
2022-02-19
0
Hartin Marlin ahmad
makin lama makin seru
2022-02-15
0