Tangis Kinan tambah pecah dan Aftar langsung membawa Kinan masuk ke dalam pelukannya, dia berusaha menenangkan Kinan dari tangisnya.
"Setelah 100 hari, aku akan menjadi janda." Kinan menangis di dalam pelukan Aftar.
Aftar baru sadar, kalau 100 hari setelah pernikahannya nanti Aftar dan Kinan akan bercerai. Sungguh malang nasib Kinan jika harus mengalami perceraian juga, sudah di tinggal menikah dengan orang yang dia sayang.
"Apa aku ini ber*ngsek sekali, aku menikahi seorang wanita dan itu hanya 100 hari, aku mungkin tidak akan menyentuhnya sama sekali, tapi sadarlah Aftar makin sering bersama nafsu itu bisa muncul kapan saja, Aish aku sekarang merasa pusing." Batin Aftar dalam hatinya.
"Sudahlah, jangan pikirinkan itu!" Pinta Aftar dia melepaskan Kinan dari pelukannya.
"Kita makan dulu ya! Kamu mau makan dimana? Di restauran atau di kamar saja?" Tanya Aftar dengan nada lembut.
"Terserah bapak saja," Jawab Kinan dengan nada lirih.
"Kita makan di kamar saja kalau gitu, kalau kita makan di luar. Pasti para pegawai hotel akan berpikir kalau aku yang membuatmu menangis." Jawab Aftar tanpa expresi seperti biasanya.
Mata Kinan yang terlihat sembab gara-gara menangis dari tadi, jadi Aftar memilih makan di kamar saja.
Aftar menuntun Kinan agar duduk di sofa, lalu dia menghubungi salah satu pelayan hotel untuk mengantarkan makanan ke dalam kamarnya.
Sambil menunggu makanan datang Aftar menyalakan televisinya, kali ini mereka nonton flim drama romantis dan adegannya itu begitu romantis, membuat Kinan malu-malu karena melihat adegan c*uman bibir dan membuat Aftar menelan ludahnya dengan kasar gara-gara adegan yang di lihatnya.
"*Kenapa, adegan filmnya seperti itu sih?" Tanya Aftar dalam hatinya.
"Aduh adegannya bikin cenat-canut," Batin Kinan dalam hatinya*.
Aftar mematikan televisinya "Apa, kamu masih sedih?" Tanya Aftar untuk merubah suasana canggung yang terjadi saat ini.
"Aku sudah tidak apa-apa, pak." Jawab Kinan yang sudah mau mulai tersenyum.
____
"Kamu mau bawa kemana makanan itu?" Tanya salah satu pegawai.
"Buat Pak Aftar dan gadis yang bersamanya." Jawabnya.
"Tapi, kalian tahu gadis yang dia bawa bukan Nona Karin." Cetus salah satu pelayan.
"Sudahlah, aku tidak setuju jika Tuan Aftar yang tampan itu bersama dengan Nona Karin." Sambung salah satu pelayan.
"Sudahlah, jangan bergosip cepat antarkan makanan itu!" Suruh salah satu pelayan.
Ntah siapa wanita yang para pelayan itu gosipin barusan.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pesanan makanan Aftar datang juga. Aftar dan Kinan sama-sama menikmati makanan itu dengan lahap.
"Pak Aftar, apa acara pernikahan kita sungguh akan di gelar minggu depan?" Tanya Kinan sambil meyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Sungguh, aku sudah menyuruh Vino meyiapkan semuanya." Jawab Aftar dengan nada datar.
Kinan hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti "Jika pernikahan kita belum ada 100 hari, tapi wanita yang Pak Aftar tunggu itu datang kita harus bagaimana pak?" Tanya Kinan.
Aftar terdiam sesaat "Untuk masalah itu, akan aku urus nanti." Jawab Aftar dengan malas.
Penantian Aftar sudah cukup lama mungkin sudah hampir 3-4 tahun Aftar menunggu wanita yang dia cintai itu. Tapi sayangnya wanita itu lebih cinta dengan karirnya yang sedang naik daun, sering sekali Aftar ingin menyusulnya ke tempat wanita itu berkerja tapi wanita itu selalu melarangnya dengan alasan dia sangat sibuk, sibuk dan sibuk setiap hari.
Aftar pernah meminta wanita yang dia cintai untuk berhenti berkarir dan dia berjanji akan mencukupi semua kebutuhannya. Tapi wanita itu menolak dengan alasan, dia belum siap untuk berumah tangga dan dia juga belum siap untuk punya anak karena takut bentuk tubuhnya akan berubah, apalagi dia adalah seorang model.
"Baiklah pak." Jawab Kinan, dia kembali melanjutkan menikmati makanannya.
Tiba-tiba ponsel Kinan berbunyi, ternyata telpon dari Arga dan itu video call. Kinan melirik ponselnya tapi dia hanya melihatnya saja dan membiarkan berdering.
Arga yang dari tadi tidak bisa tidur padahal Vira sudah tidur dari tadi. Mungkin karena memikirkan Kinan jadi Arga tidak bisa tidur dengan nyenyak dia terus berusaha menelpon Kinan.
"Kinan angkat teleponmu, aku masih sangat mencintaimu." Batin Arga dalam hatinya.
Berulang kali ponsel Kinan berbunyi dan sangat menganggu telinga Aftar, Aftar berdecak kesal lalu mengambil ponsel Kinan dan menggeser tombol hijaunya.
"Apasih, malam-malam menganggu saja!" Bentak Aftar yang melihat wajah Arga di layar ponsel Kinan.
"Kenapa di angkat?" Kinan menatap kesal Aftar.
"Sayang, aku ini calon suamimu dan telpon dari mantan kekasihmu ini sangat menggangu sekali." Aftar berpindah tempat duduk, sekarang Aftar duduk di sebelah Kinan.
"Kalian sedang dimana?" Tanya Arga tegas.
"Kita sedang di hotel, malam ini kita akan menginap di hotel berdua." Aftar senyam-senyum dengan jail.
"Biar seperti cacing kepanasan, dasar laki-laki, b*doh jika kamu sungguh mencintai Kinan aturan kamu perjuangin bukannya malah di tinggalin nikah sama yang lain." Batin Aftar dalam hatinya.
"Jangan berbuat macam-macam kamu pada Kinan, dia itu gadis polos dia belum pernah aku apa-apain, Aftar jika kamu menyentuh Kinan akan ke hajar." Tegas Arga dengan tatapan garang.
Aftar tertawa bahagia, lalu dia merangkul bahu Kinan dengan tangannya dan mengarahkan bibirnya ke kening Kinan lalu menciumnya dengan lembut.
Kinan merasa sangat kesal dalam hatinya, tapi Kinan juga tidak ingin Arga terus menganggu dirinya.
Tangan Kinan mendorong tubuh Aftar tapi Aftar malah mempererat rangkulannya pada Kinan "Diamlah, biarkan saja mantanmu itu seperti cacing kepanasan!" Bisik Aftar di telinga Kinan.
"Baguslah kalau kamu belum pernah menyentuhnya jadi aku menjadi laki-laki pertama." Jawab Aftar dia semakin menunjukkan kemesraannya di depan Arga.
Melihat pemandangan di layar ponselnya, rasanya Arga marah sekali.
"Ini semua gara-gara mama, mama menyuruhku menikah dengan gadis yang tidak pernah aku cinta." Batin Arga dalam hatinya.
"Kinan, kamu di hotel mana sekarang? Aku jemput ya. Aku tidak rela kalau laki-laki br*ngsek itu ngapa-ngapain kamu." Arga terus menatap Kinan dengan lekat.
"Tidak usah, aku pergi ke hotel bersama calon suamiku. Jadi kamu tidak usah kawatir cukup nikmati kebahagiaanmu saja," Jawab Kinan dia menyandarkan kepalanya di bahu Aftar dengan manja.
Sungguh rasanya Arga marah sekali, Arga masih belum rela jika Kinan bersanding dengan laki-laki lain. Di hatinya hanya ada Kinan, Kinan dan Kinan.
"Sudah ya, kita mau bersenang-senang dulu, iyakan sayang." Kata Aftar dan di anggukin oleh Kinan.
Aftar mematikan saluran teleponnya, Sedangkan Arga membanting ponselnya karena merasa sangat kesal.
"Kinan, kamu membuatku gila. Kenapa kamu tega ninggalin aku, kamu tahu kita saling mencintai satu sama lain." Arga merasa frustasi, sungguh untuk saat ini dia tidak rela melihat Kinan bersama dengan laki-laki lain.
Kinan mendorong tubuh Aftar "Menjauhlah, dasar raja drama!" Omel Kinan dengan tatapan mata marah.
Aftar meringis "Raja drama? Berati kamu ratu dramanya, sudah bagus aku buat mantanmu itu seperti cacing kepanasan." Aftar tertawa dan langsung di tatap kesal oleh Kinan.
Kinan beranjak dari tempat duduknya "Sudahlah, aku mau tidur!" Kinan enggan meladeni Aftar.
Dalam hati Aftar, dia sebenarnya menggemaskan tapi sayangnya dia jutek dan juga bawel. Diam-diam Aftar merasa kagum pada Kinan.
Kinan membaringkan tubuhnya di atas kasur lalu menyelimuti tubuh dengan selimut yang ada di atas ranjang tempat tidur. Sedangkan Aftar dia mengalah untuk tidur di sofa.
"Arga, mungkin jika kamu tahu kalau mama kamu yang menyuruh aku ninggalin kamu, mungkin kamu akan membenci mama kamu jadi aku tidak mau kamu tahu, kamu cukup salahkan aku saja." Batin Kinan dalam hatinya.
Arga adalah anak satu-satunya yang tinggal bersama ibunya, karena bapaknya Arga sudah meninggal gara-gara sakit keras yang di deritanya pada waktu itu.
Malam ini mereka menginap di hotel, karena sudah larut malam dan Aftar juga malas menyetir jadi Aftar akan mengantarkan Kinan pulang besok pagi.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Nyoman Sartini
ceritanya makin seru lanjut
2022-07-05
0
Tieny Roesmiasih
baru absen nih ... moga cerita selanjutnya tetap bagus... 💪😍👍😍💪
2022-03-22
0
Pa'tam
ternyata ceritanya bagus
2022-02-19
0