Kini Aftar dan Arga sudah sama-sama sampai di taman xx.
Aftar sudah berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya ke dada. Arga menatap Aftar dengan tatapan garang.
Aftar melihat Arga "Kamu hanya mantan, tapi kamu belum bisa move on dari calon istriku." Aftar menggelengkan kepalanya.
Arga meludah kasar, dia seolah-olah menunjukkan ke sombongannya di hadapan Aftar "Aku masih mencintai Kinan, aku menikahi Vira hanya karena terpaksa." Jawab Arga dia tetap kekeh dengan perasaan cinta yang masih ada dalam hatinya saat ini.
Aftar hanya diam mendengarkan semuanya dengan baik, Arga tiba-tiba melangkahkan kakinya dan hendak mendaratkan pukulan di pipi mulus Aftar, tapi dengan cepat Aftar menahan tangan Arga dan langsung memelintirnya ke belakang.
"Jangan pernah tangan ini menyentuhku, atau aku akan membuatmu miskin dalam sekejap!" Tegas Aftar yang tidak mau di bantah.
Arga tersenyum kesal, lagi-lagi dia meludah menunjukkan rasa sombongnya. Arga memberontak hingga di antara mereka terjadi perkelahian yang begitu hebat. Mereka tidak ada yang mau mengalah Arga terus berusaha menghajar Aftar tapi Aftar terus melindungi dirinya sendiri dan malah Arga yang babak belur karena ulah Aftar, Aftar mengalami luka di sudut bibirnya karena tonjokkan dari Arga.
Arga juga mengalami hal yang sama, tapi keduanya tidak ada yang mau mengalah hingga Arga tersungkur lemah karena Aftar terus menghajarnya dan tidak memberikan ampun pada Arga.
"Dasar br*ngsek!" Arga memegangi luka di sudut bibirnya.
"Yang br*ngsek itu kamu, kamu sudah menikah dengan wanita lain tapi kamu masih mengejar mantan kekasihmu." Aftar tertawa meremehkan.
"Karena aku sangat mencintainya, aku akan terus merebut Kinan dari dirimu." Tegas Arga dia masih tidak terima.
"Kalau kamu mencintainya, kamu tidak akan menikah dengan wanita lain. Dan ingat aku tidak akan membiarkan dirimu merebut Kinan dariku!" Jawab Aftar dia mengeluarkan tawa kemenangannya.
Rasanya Arga marah sekali, tangannya sudah mengepal dengan erat, dia beranjak dari tempat dia tersungkur, dia hendak menjotos wajah tampan Aftar tapi lagi-lagi Aftar menahan tangannya Arga hingga tidak mengenai dirinya.
"Jangan pernah menyentuhku! Ingat, Kinan adalah calon istriku, berani kamu menyentuh dia maka, aku akan membuatmu miskin dalam sekejap. Aku tidak akan rela laki-laki manapun menyakiti hati Kinan!" Tegas Aftar dengan tegas, Aftar mendorong tubuh Arga hingga jatuh dan dia langsung pergi meninggalkan Arga begitu saja.
Sambil berjalan Aftar masih tidak percaya, ternyata mantan kekasihnya Kinan itu sungguh masih mencintai Kinan, padahal jelas-jelas Arga sudah menikah. Tapi Arga menganggap pernikahannya itu adalah mau mamanya dan Arga juga tidak menyentuh Vira sama sekali karena memang Arga saat ini belum ada rasa apa-apa dengan Vira, hati dan pikiran Arga hanya ada Kinanti Alisya.
____
Vira hanya bisa meratapi nasibnya, dia menangis sambil memeluk bantal guling, sungguh dia tidak habis pikir kalau laki-laki yang baru kemarin di nikahinya itu benar-benar tidak mau menyentuh dirinya sama sekali.
"Salahku, menerima perjodohan ini dari Mama Rosa. Mungkin jika aku dulu menolak pasti aku tidak akan tersakiti seperti ini." Lirih Vira sambil menangis.
Harapan indah di sebuah pernikahan yang dia impikan, kini bukan lagi impian melainkan neraka yang dia dapat.
"Aku tidak mungkinkan, baru menikah kemarin lalu aku minta di talak? Itu pasti akan lucu." Tangis Vira semakin pecah, sungguh dia akan kuat menghadapi semuanya atau tidak.
Dua jam telah berlalu, Vira tertidur karena mungkin lelah menangis.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan kasar, membuat Vira kaget dan langsung bangun dari tidurnya.
"Dasar br*ngsek!!"
Arga membanting pintu kamarnya dengan kasar, Vira tidak tahu ada apa dengan suaminya? Pulang-pulang suaminya seperti orang kesetanan tidak jelas.
"Suamiku, kamu kenapa?" Vira beranjak dari tempat tidurnya, dia menghampiri suaminya, melihat sudut bibir suaminya agak biru,Vira tahu pasti suaminya habis berkelahi.
"Apa ini gara-gara gadis yang semalam? Sungguh kamu beruntung sekali, kamu sangat di cintai oleh suamiku." Vira menangis dalam hatinya.
Vira hendak menyentuh sudut bibir Arga, tapi Arga menepisnya dengan kasar, membuat Vira semakin sedih tapi dia berusaha menahan air matanya.
"Aku obati dulu, lukanya!" Vira beranjak pergi mengambil kotak perlengkapan obat.
Setelah beberapa lama, Vira kembali membawa kotak obat, Vira berniat mengobati luka suaminya tapi lagi-lagi Arga menepis tangan Vira dengan kasar.
Sungguh Vira harus berbuat apa lagi? Vira sendiri juga bingung. Vira hanya mendengus kesal, lalu dia pergi meninggalkan kotak obat itu di hadapan suaminya. Vira kembali berbaring di atas tempat tidur.
"Kenapa kamu malah tidur? Buatkan aku teh!" Sentak Arga dengan kasar, Vira tidak menjawab dia hanya beranjak dari tempat tidurnya dan langsung pergi ke dapur untuk membuat teh yang suaminya minta.
"Aku kira, kamu tidak mau di urusin oleh aku tapi ternyata kamu mau juga teh buatannku." Batin Vira dalam hatinya.
Setelah beberapa lama, Vira kembali membawa teh buatannya dan menaruhnya di atas meja, Vira duduk di sofa yang sama dengan Arga hanya saja Vira memilih duduk berjauhan.
"Minumlah!" Kata Vira dengan nada lembut.
Demi pernikahannya, Vira berusaha sabar dan dia akan terus mengalah pada suaminya, ntah sampai kapan?
Arga menikmati teh buatan Vira tanpa berbicara pada Vira, Vira juga hanya diam saja karena tidak mau di perlakukan kasar lagi oleh Arga.
Kasian Vira, impian pernikahan yang indah sekarang malah menjadi seperti neraka bagi dirinya.
____
Bukannya pulang, Aftar malah ke rumah Kinan, mendengar suara ketukan pintu Kinan buru-buru keluar dari rumahnya.
"Jangan bilang yang datang adalah Arga." Gumam Kinan.
Kinan melangkahkan kakinya menuju pintu depan, lalu dia membuka pintu rumahnya dengan hati-hati, melihat Aftar datang dengan luka lebam di sudut bibirnya, membuat Kinan langsung panik.
"Pak Aftar, kenapa?" Tanya Kinan dengan nada panik.
"Suruhlah aku masuk dulu, interogasinya nanti di dalam saja!" Jawab Aftar dan langsung masuk ke dalam rumah Kinan, padahal Kinan belum mempersilahkan masuk.
Kini mereka sudah duduk di sofa, Kinan masih bingung dengan apa yang terjadi pada Aftar?
"Sebentar pak, saya obati dulu luka bapak." Kinan beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil kotak obat.
Kinan kembali dengan kotak obat di tangannya, Kinan membuka kotak obat itu lalu mengobati luka di sudut bibir Aftar dengan hati-hati.
Aftar memegangi tangan Kinan, karena Kinan menekan lukanya terlalu kencang.
"Pelan-pelan sakit!" Omel Aftar dengan manja.
"Tapi dia cantik sekali." Puji Aftar dalam hatinya.
"Lagian, sudah seperti anak kecil saja, pasti bapak berkelahikan?" Kinan malah balik mengomeli sang bosnya.
Dasar mereka satu bosnya tidak ada ahlak, yang kedua pegawainya juga tidak mau kalah.
"Obati saja lukaku dengan benar, jangan terus mengomel!" Bentak Aftar dengan tatapan kesal.
"Kamu tidak tahu saja, ini semua gara-gara mantanmu yang gila itu." Batin Aftar dalam hatinya.
Kinan menganggukkan kepalanya, dia mengobati luka Aftar dengan hati-hati.
"Dengan siapa dia berkelahi? Aku kira dia sudah sampai rumah tadi." Gerutu Kinan dalam hatinya.
"Sudah selesai," Kata Kinan sambil merapikan perlengkapan obat-obatan itu kembali.
Aftar diam-diam tersenyum, ntahlah dia kenapa? Tapi menurutnya tangan Kinan itu begitu hangat.
"Karin tidak pernah melakukan hal ini. Dan ini pertama kalinya aku membiarkan seorang wanita menyentuh tubuhku, kemarin dia menciumku dan sekarang dia mengobati lukaku." Aftar berbicara dalam hatinya.
Kinan hendak beranjak dari tempat duduknya, karena mau menaruh kembali kotak obat itu tapi tiba-tiba tangan Aftar menahan tangannya, membuat Kinan langsung menoleh dan tersenyum simpul.
"Ada apa pak?" Tanya Kinan dengan nada lembut.
"Kinan terimakasih sudah mengobati lukaku," Jawab Aftar kali ini dengan senyum manis di sudut bibirnya.
Kinan tersenyum, sungguh dia tidak percaya ternyata manusia es seperti Aftar bisa tersenyum begitu manis juga.
"Pak Aftar tersenyum," Kinan malah meledeknya.
"Hanya terpaksa!" Seketika, Aftar kembali menjadi dingin lagi.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Shity Sarah
pak Attar ny jual mahal 😃
2022-02-22
1
annie 💜💜💜💜💜💜💜
😂😂😂😂😂
2022-02-19
0
Hartin Marlin ahmad
awas nanti bucin lo pak aftar sama kinan
2022-02-16
0