Dini terbangun dari tidurnya saat dirasakannya guncangan yang cukup kuat .
Dengan perlahan dia membuka mata dan saat mata indah bernetra Hazel itu terbuka sempurna , dirinya dibuat terkejut saat melihat selimut coklat yang menutupi tubuhnya ,dan semakin terkejut saat matanya menangkap sesosok pria yang duduk disampingnya dan sedang menatap dirinya .
" Kenapa kaget gitu ekpresi wajahnya , belum pernah liat pria tampan ya ." suara bariton itu terdengar pelan namun masih bisa terdengar jelas ditelinga Dini .
Dini memperbaiki posisi duduknya, selain selimut dan kehadiran kapten tampan di sebelahnya, Dini juga dikejutkan dengan hidangan di meja depan dia duduk, apa disini ada lampu ajaib milik Aladin, yang bisa menghadirkan semuanya dengan tiba-tiba .
" Iya siapa yang tidak terkejut kalau tiba-tiba melihat ada sosok hantu yang menduduki kursi kosong disebelahku ." sungut Dini kesal ," Kok mas ada disini ?."
" Emangnya tidak boleh ?." sahut Guntur dengan senyum jahilnya .
" Ya ngga gitu , pan tadi pagi mas bilang ngga tau apa ikut pulang hari ini atau ngga ."
" Kan tadi pagi belum tau , nah sekarang kan udah tau ." jawab Guntur membuat Dini menyebikkan bibirnya .
" Kalau tidak tau kok bisa kita duduk dikursi yang sama? Pasti sudah direncanakan ya. "
Guntur tersenyum tipis dan menyentil ujung hidung Dini gemas.
" Berarti tadi kamu sangat berharap bisa pulang bareng ya ." tanya Guntur sembari terkekeh kecil .
" Sok tau , jangan ge er ." sahut Dini sembari memalingkan kepalanya kearah jendela .
-" Tentu saja tau , tuch buktinya pipi kamu memerah , berarti bener kan ?." Guntur masih menggoda Dini yang semakin menunjukkan wajah kesal .
Tiba-tiba Guntur menarik tengkuk Dini dan membawanya kedalam dekapannya membuat gadis itu terkejut sesaat .
" Sudah jangan ngambek , mas emang pagi tadi belun tau tentang kepastian akan ikut pulang hari ini atau nyusul , makanya mas tidak berani bilang kekamu ." ucap Guntur sembari mengelus kepala Dini
" Tapi kalau masih ragu kenapa bisa duduk disebelah Dini ."
" Oh itu , ticket ini udah mas pesan 5 hari yang lalu , kalau pun mas tidak jadi pulang bersamamu , paling tidak mas memastikan kamu nyaman dalam perjalanan ini , dan ternyata keberuntungan berpihak pada mas , mas bisa pulang bareng wanita tersayang ."
Dini tersenyum manis setelah mendengar penjelasan Guntur , lalu kembali wajahnya dirapatkan ke dada bidang Guntur , hangat dan nyaman itu yang dirasa Dini saat ini .
Dini merasakan Guntur mencium puncak kepalanya berulang kali , sementara satu tangan pria itu mengenggam tangannya erat, terasa ada getar bahagia dihatinya .
"Berarti Devian juga pulang hari ini ?." tanya Dini penasaran.
Guntur hanya memgangguk, " kalau sayang tidak percaya, lihat saja sendiri ."
Dini mengangkat kepalanya keluar dari dekapan hangat Guntur , lalu sedikit menoleh kebelakang kearah kursi Rianty , tampak Rianty sedang ngobrol sembari bersandar dipundak Devian , so sweet sekali .
Dini tersenyum lalu kembali duduk .
" Lagi pula mana tega mas melihat kekasih hati duduk sendirian , nanti malah digondol pria lain ."
" Ishhh emangnya aku ikan ." sungut Dini sembari mengambil selimutnya yang terjatuh .
Guntur terkekeh lalu tangannya terulur menarik kepala Dini untuk bersandar di bahunya kembali.
" Udah tidur saja lagi , kamu pasti masih ngantuk ." ucap Guntur sambil mengusap kepala Dini dan satu tangannya kembali menggenggam tangan gadis itu erat .
" Udah ngga ngantuk lagi ." ucap Dini sambil menegakkan badannya .
" Ya sudah kalau begitu , giliran mas saja yang tidur , mas ngantuk sedari tadi karena nungguin putri tidur tidak bangun-bangun ." sahut Guntur lalu meletakkan kepalanya dipundak Dini dan memejamkan matanya , semakin terlelap karena tepukan lembut tangan halus Dini di pipinya .
Tak terasa 3 jam perjalanan awal sudah dilalui Pilot menginfokan kalau pesawat akan transit di Bandara Internasional Dubai Emirat Arab selama 10 jam untuk kemudian melanjutkan penerbangan lagi selama 8 jam menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta .
Dini menepuk nepuk pipi Guntur untuk membangunkannya , pria itu membuka matanya perlahan lalu menegakkan badannya .
" Lama ya mas tidur ."
" Iya , sampe kebas bahuku ." sahut Dini sembari tersenyum saat melihat raut wajah malu Guntur .
" Maaf , mas beneran lelah jadi tidak nyadar kalau tidurnya kelamaan , gimana bahumu masih kebas ?." sahut Guntur sembari mengelus pundak Dini yang tadi disandarinnya .
" Udah ngga mas , cuman sedari tadi aku nahan mau ketoilet ." ucap Dini sembari tersenyum malu .
" Kenapa tidak bangunin mas ."
" Ngga tega , mas tidurnya nyenyak banget ."
" Ya sudah ke toiletnya nanti saja pas sudah mendarat dibandara Dubai sekalian cari makan , karena makanan dipesawat ngga mengenyangkan , masih bisa ditahan kan sayang ?." Guntur menatap wajah Dini intens , Dini mengangguk dan balas tersenyum .
" Iya, lagipula ini sudah mau mendarat, tuh udah kelihatan bandaranya. " tunjuk Dini membuat Guntur ikut melongokkan kepala ke jendela dan saat menariknya digunakan oleh Gintur untuk mencium pipi Dini dengan cepat membuat gadis itu mendelik kaget.
" Mas, usil banget sih. Diliatin sama para pimpinan dan yang lain. "
" Yaa biar saja. Malah bagus kan , biar mereka tau, kalau wanita cantik ini sudah ada yang punya. "
Dini hanya menyebik menanggapi ucapan Guntur.
Sekali lagi Guntur mencium kening Dini , membuat gadis itu harus menahan debaran jantungnya yang abnormal .
Pesawat Boing 747-200 Garuda Indonesia yang mereka tumpangi mendarat sempurna di runway bandara internasional Dubai dan pilot sudah menginfokan pesawat akan mekanjutkan penerbangan pada pukul 06.00 waktu Dubai itu berarti mereka akan menginap semalam Di Dubai .
Setelah dari toilet , Guntur mengajak Dini untuk mencari makan bersama mereka ikut juga Devian dan Rianty.
Setelah mengisi perut direstoran cepat saji kemudian Guntur mengajak buat mengunjungi Burj Khalifa bangunan pencakar langit yang merupakan ikon kota Dubai .
Mereka naik metro menuju Burj Khalifa , sebelumnya Devian melakukan reservasi tempat dilantai 122 dan lantai 148 atas permintaan Guntur .
Akhirnya mereka sampai di depan Burj Khalifa , Guntur dan Devian menggandeng pasangannya masing-masing memasuki lobby gedung tertinggi di Dunia untuk menyelesaikan transaksi pemesanan .
Burj Khalifa memiliki arti Menara Pemimpin , Burj Khalifa sendiri menyandang banyak rekor. Tak sekadar gedung tertinggi di dunia tapi juga memiliki rekor lift double-decker tercepat di dunia, observatorium luar ruangan tertinggi di dunia, bangunan berstruktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia, dan lantai tertinggi yang dihuni manusia di dunia.
Burj Khalifa memiliki tinggi 868 meter atau 2.717 meter di atas permukaan laut. Tinggi Burj Khalifa sendiri dua kali lipat Menara Eiffel, Paris dan lebih tinggi dari Gunung Bromo bila diukur dari permukaan laut.
Seorang petugas memandu mereka saat akan memasuki lift .
"Lift ini berkecepatan 10 meter per detik. Jadi nanti anda akan sampai dilantai 148 dalam waktu satu menit," kata petugas Gedung Burj Khalifa gedung tertinggi di dunia yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dini terperangah dalam.hati dia berkata ," Bagaimana mungkin lift ini akan membawa mereka meluncur cepat ke lantai 148 Gedung Burj Khalifa?."
" Kalian tidak takut ketinggian kan ? ." tanya Devian pada Dini dan Rianty kedua gadis itu menggeleng .
Petugas lalu menekan angka 148 dan lift pun tertutup dan mulai meluncur .
Dini mengenggam erat tangan Guntur , jujur ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya naik lift hingga kelantai 148 , itu sangat luar biasa .
" Kenapa kamu takut ?." bisik Guntur. Mereka berada dibagian belakang sehingga bisa bersandar .
" Ngga , cuman gugup aja karena baru pertama kali kesini ." sahut Dini malu. Guntur tersenyum lalu merengkuh pundak Dini memberi rasa aman buat gadis itu .
Seperti yang dikatakan petugas tadi hanya butuh waktu 1 menit mereka sudah sampai di lantai 148 Burj Khalifa , mereka langsung disambut dengan senyuman dan sapaan hangat petugas yang melayani pengunjung dilantai itu sembari menawarkan minum selamat datang .
Dek observasi lantai 148 ini dikelilingi kaca tebal yang memungkinkan pengunjung untuk melihat keluar gedung , pemandangan diluar sungguh menakjubkan , kota-kota di Emirat Arab terlihat seperti miniatur sebuah Kota modern.
Dilantai ini juga adalah tempat yang paling ideal untuk melihat sunset dari ufuk yang berbeda berdasarkan ketinggian lantai dimana wisatawan berada .
Guntur mengajak Dini berkeliling lantai 148 , genggaman tangan mereka tak terlepas sama sekali , bahkan sesekali Guntur dengan lugasnya merangkul pundak Dini saat melewati kerumunan wisatawan.
Atau memeluk wanita itu dari belakang saat menikmati indahnya cahaya jingga sunset dari ketinggian.
Setelah puas mengambil photo mereka turun ke lantai 122 untuk menikmati sajian makan malam di restoran At.mosphere .
Setelahnya mereka menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di Dubai Mall di dekat Burj Khalifa sekalian membeli baju ganti karena semua koper mereka masih berada dalam bagasi dibandara , selain itu mereka juga mengunjungi tempat wisata malam lainnya sebelum mereka beristirahat di hotel Holiday in Expres Dubai Airport yang sudah dipesan Guntur .
" Kita nginapnya beda kamar ya , ntar kalau sudah halal baru boleh seranjang berdua ." bisik Guntur ditelinga Dini membuat gadis itu tersipu malu .
" Emang mas serius mau halalin aku ?."
" Insha Allah , bantu doa biar niat baik itu diijabah ."
" Aamiin ."
Ada rona bahagia diwajah keduanya , setelah membersihkan diri , Guntur mengajak Dini menikmati malam di Kota Dubai memanfaatkan waktu yang ada sebaik - baiknya untuk bersama .
********
Guntur mengajak Dini kembali ke Burj Khalifa untuk menikmati keindahan air mancur yang terkenal sebagai air mancur terbesar di dunia dengan luas lahan sebesar 12 hektare.
" Kamu tau Din, semasa SMA aku ingin sekali bekerja di tambang minyak lepas pantai , entah kenapa aku suka saat melihat om Wisnu adik almarhum ibuku yang bekerja di perusahaan minyak milik Amerika pulang kerumah dengan pakaian kerjanya dan cerita serunya bertarung dengan ombak ditengah samudera yang ganas ."
" Selain itu apa yang membuat mas tertarik bekerja di sektor migas ?"
" Solary yang besar, siapa yang tidak tergiur. "
" Lalu kenapa nggak jadi? "
" Entahlah, mungkin hanya ketakutan semu saja, tiba-tiba aku beralih keinginan hanya karena melihat rumah tangga om Wisnu yang hancur. Istrinya selingkuh dengan sahabatnya, dan karena itu akhirnya om Wisnu memutuskan tidak pernah kembali ke Indonesia. "
" Sebenarnya semua itu bisa dihindari asal masing-masing personal benar-benar memegang teguh cinta yang mereka miliki dan sikap percaya satu dengan yang lainnya. "
" Iya, semua kembali lagi ke pribadi masing-masing. "
" Lalu kenapa malah memilih karier militer? "
" Karena kecewa. "
" Kecewa? Kenapa? "
" Patah hati. "
" Cemen. "
Guntur tertawa mendengar ejekan Dini, lalu meletakkan tangannya dibahu Dini dan kembali berkata, " tapi ternyata pilihanku menjadi seorang prajurit nggak salah. Buktinya aku menemukan dirimu. "
Dini pun ikut tertawa dan selanjutnya wanita iru terpekik kaget saat Guntur yang tiba-tiba mengendongnya dan menyapukan kakinya ke air mancur.
" Mas basah. " pekik Dini, namun Guntur hanya tertawa melihat kepanikan kekasihnya.
Dini memukuli lengan Guntur saat pria itu menurunkan dirinya.
Guntur lalu meraih tangan Dini dan menggandengnya erat.
Kembali berjalan menikmati malam kota Dubai yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya.
*********
Pukul 05.00 waktu Dubai mereka sudah duduk ruang tunggu bandara Doha. Guntur dengan cueknya menyandarkan kepala ke bahu Dini yang fakus dengan pekerjaan di layar ipadnya.
Akhirnya panggilan untuk masuk ke pesawatpun terdengar, dan Guntur dengan percaya dirinya tetap merangkul bahu Dini saat memasuki pesawat, memgakibatkan celetukan usil pun terdengar buat mereka.
" Wait, ada yang cinlok ternyata. "
" Ternyata serangan rudal dan desingan peluru tak menyurutkan dewa amor melepaskan panahnya. "
" Enak ya jadi komandan, bisa dapat dokter cantik. "
" Dok, kalau pak kapten masih ngelirik perempuan lain suntik mati saja. "
" Jangan, di formalin saja, atau buat geser syaraf di kepalanya. "
" Undangannya kapt jangan lupa, jangan cuman cerita malam pertamanya saja kita diceritain, acara makan-makannya juga donk kita diajak. "
" Tenang saja, undangan pasti sampai ke kalian. "
" Pokoknya selama bersama pak kapten, dokter Dini aman saja. Ya nggak dok? "
Dini hanya menyibir sebelum masuk ke kabin bisnis.
"Seperti itulah mereka. Kamu harus siap mental untuk jadi istri prajurit. " ucap Guntur saat keduanya sudah duduk dikursinya masing-masing .
" Insha Allah, asal mas nggak seperti yang mereka katakan tadi, kalau sampai terjadi siap-siap saja ."
" Kemana? "
" Suntik mati. "
" Kejam banget sayang."
" Biarin. " jawab Dini yang lalu menyandarkan punggungnya dengan nyaman dan tangan Guntur yang tak lepas dari tangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Nabil abshor
transitnya lama ya,,, 10 jam,,,,, lumayan nt buat jln2,,,,🤭🤭🤭
2023-01-29
0
Salminah Burhanuddin
di Dubainya kurang lama..nanti kl sdh halal balik lagi ke Dubai Dok Kapt...romantisss
2022-03-07
0
Rienandha Fuji
lebanon i'am in love
2021-08-08
0