Bendera Start

Jangan pernah menangis untuk seseorang yang menyakitimu. Tersenyumlah dan katakan "terima kasih" karena dia telah memberimu kesempatan untuk menemukan seseorang yang lebih baik .

_________________________________

Untung pertemuan dilaksanakan ditempat yang berbeda sehingga ketakutan Dini untuk ketemu Rendy bisa dihindari , karena pertemuan hanya berlangsung sampai jam 1 siang saja sehingga keinginan Guntur untuk mengajak Dini menikmati suasana kota Beirut bisa terlaksana .

Dini tampak senang sekali , dia tidak pernah menyangka ternyata Lebanon bukanlah negara tandus seperti bayangannya , Lebanon satu-satunya negara di Timur Tengah yang tak memiliki gurun pasir , malah memiliki hamparan hutan trofis seperti di pulau Kalimantan , ada juga gunung berselimut salju yang menjadi arena wisatawan menikmati olahraga sky , air terjun yang menakjubkan juga pesisir pantai dengan pemandangan indah dan luas menghadap langsung ke laut Mediterania .

Guntur sudah memesan kamar di resort pantai di Lazy B Beach kota Beirut tempat yang bagus untuk menikmati sunset sembari menikmati hidangan khas Timur Tengah .

" Kita menginap ?." tanya Dini ketika Guntur mengajaknya memasuki resort , Guntur hanya mengangguk lalu mengajak Dini untuk beristirahat sebentar .

" Saya butuh istirahat sebentar , kepala saya masih penuh di jejali berbagai laporan kegiatan dan menyetir sejauh 80 km dari Tripoli ke Beirut ." jawab Guntur saat mereka berada di Lift .

Guntur membuka pinta kamar type president suit ," Sorry Din , saya terlambat memesan kamar yang tersisa hanya type president suit ini saja , jadi kamu harus rela berbagi kamar denganku ." ucap Guntur sembari berjalan masuk kedalam kamar , meletakkan tas travel milik Dini dikamar dan meletakkan tas ransel miliknya di meja dekat sofa .

" Kamu tidur dimana ?." tanya Dini ketika melihat hanya ada 1 ranjang ukuran king size dikamar itu.

" Tidur di Sofa ." sahut Guntur yang langsung merebahkan dirinya diatas sofa besar , menutupi mata dengan salah satu lengannya , tak lama nafasnya terlihat teratur yang menandakan pria itu sudah tertidur .

Dini mengambil selimut dan menyelimuti Guntur yang sudah tertidur pulas, kemudian memutuskan untuk membersihkan diri , berendam air hangat di bathtup dengan sabun aroma therapy merupakan pilihan tepat untuk merilekskan badan dan pikiran .

Setelah menikmati berendam diair hangat selama hampir 1 jam sekarang Dini sudah terlihat cantik dengan dress selutut warna biru tosca berlengan pendek yang tampak simple namun terlihat anggun , rambut sebahunya dikuncir sedikit ditengah dan membiarkan sisanya tergerai indah , hanya memakai pelembab dan bedak tipis ditambah eyeliner putih dibawah mata agar mata sipitnya tidak terlalu tampak segaris terakhir polesan tipis lipstik warna nude yang lembut .

Dini berjalan keluar kamar , untuk memastikan apakah pria tinggi tegap tampan namun dingin itu sudah bangun dari tidurnya atau belum karena sedari tadi dia tidak ada mendengar suaranya .

Ternyata Guntur masih berbaring di sofa , Dini tertarik untuk memperhatikan wajah tampan didepannya .

Sedikit membungkuk Dini memperhatikan garis wajah Guntur yang terlihat tegas dengan rahangnya yang kokoh , alis matanya yang tidak terlalu tebal namun rapi , bibirnya yang tidak tipis dan tidak juga tebal menambah keyakinan bahwa pria ini beneran tampan , hidung mancung seperti prosatan anak tk , plus kulit yang sedikit gelap sawo matang , bentuk tubuh yang terjaga otot-ototnya membuat tampilan mantlynya semakin tampak dan ditambah dengan badan setinggi 185 cm semakin membuat mata para wanita tak akan pernah kadaluarsa saat memandangnya .

" Udah puas menilai wajah saya ?." tiba - tiba suara bariton terdengar disusul dengan terbukanya mata dengan iris berwarna coklat membuat Dini terlonjak kaget .

Langsung saja Dini menegakkan tubuhnya lalu mengalihkan muka kelain tempat , sungguh dia sangat malu tertangkap basah sedang memperhatikan wajah seorang pria .

" Emmm enggak kok , siapa yang sedang menilai wajahmu ." elak Dini sembari berjalan kearah sofa untuk menutupi rasa kikuknya .

Guntur terkekeh melihat Dini yang salah tingkah wajah gadis itu merona merah karna malu .

" Lalu sedang apa kau didepan wajahku ?."

" Saya tadi hanya ingin membangunkanmu , karna udah sore katanya mas mau ngajak aku menikmati pantai dan juga mas belum sholat Ashar ." sahut Dini tanpa melihat kearah Guntur , gadis itu masih menundukkan kepalanya .

" Oh ya udah makasih ya udah bangumin aku ," Guntur lalu berdiri dan mengambil tasnya , berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri saat sudah berada didepan pintu pria itu berbalik .

" Kamu cantik sekali sore ini tapi Kalau pakai blush on jangan terlalu tebal , tuch pipi kamu sampe merah gitu ." ucapnya sembari tertawa lalu berbalik segera masuk ke dalam.

kamar mandi sebelum terkena lemparan bantal dari Dini .

Dini melihat wajahnya di kaca dekat meja kerja , memang benar pipinya merona merah tapi itu bukan karena blush on tapi karena malu kepergok merhatiin wajah Guntur , Dini ngga pernah pakai blush on .

****

Menikmati senja ditepi pantai dengan segelas lemon tea dingin dan cemilan ringan adalah moment yang pas .

Guntur dan Dini duduk menghadap laut , santai menikmati deburan ombak dan desiran angin dibawah langit yang sudah mulai berubah jingga keemasan .

Sedang asik mendengarkan Guntur bercerita tentang kegiatan pasukan garuda ponsel Dini berbunyi untuk kesekian kalinya .

" Kenapa ngga diangkat ?." tanya Guntur saat Dini hanya melihat layar ponselnya lalu meletakkan ponsel itu dimeja tanpa berniat menjawab panggilan tersebut .

" Biarkan saja ." sahut Dini cuek .

" Kalau merasa terganggu kenapa ngga di blok aja tuch nomor ."

" males aja ." jawaban Dini membuat Guntur penasaran , dilihatnya Id pemanggil saat ponsel itu berbunyi lagi .

Dr Rendy W , itu nama pemanggil .

" Mantan pacar mu nelphone tuch , angkat saja sapa tau dia sudah tobat untuk berhenti mengejarmu ." ucap Guntur sembari menyerumput kopinya , ada rasa tak suka memyelinap dalam hatinya saat mengatakan kalimat itu .

Dini tetap tidak menjawab panggilan itu , dia malah menikmati lagu nada dering ponselnya yang melantunkan reff soundtrek drama korea Sweet Dream yang di nyanyikan oleh Jang Nara .

Setiap mendengar lagu 'Sweet Dream", Dini selalu merasa semangat mengingat lirik lagu ini yang menggambarkan semangat mengapai mimpi manis.

ini akan menjadi hari yang lain

dengan sinar matahari

Sinar matahari mencerahkan jendela saya

Setengah ketika aku bangun

Senyummu mencintaiku

ketika kita bisa bersama

Saya merasakan surga

Anda tidak bisa lebih bahagia dari ini.

Mungkin.

Anda tepat di samping saya sekarang.

ini akan menjadi hari yang lain

Seperti itulah arti dari reff lagu itu.

" Gimana mau move on , klo lagu yang didengerin baper gitu ." celetuk Guntur membuat Dini menoleh lalu mencibirkan bibirnya .

" Aku suka lagunya ." sahut Dini .

Tak lama kembali ponsel itu berdering , Dini mengambil ponselnya lalu menyerahkannya ke Guntur , Guntur malah menatapnya bingung .

" Mas Guntur aja yang jawab , aku udah cape ngejawab chatnya ." ucap Dini seakan tau tatapan bingung dimata Guntur , Guntur menerima ponsel Dini lalu menggeser tombol hijau , terdengar suara pria dengan nada kalut .

" Saya Guntur ."

" Kenapa ponsel Dini ada sama kamu ."

" Kenapa ? Dini kan sedang bersamaku ,apa kamu lupa ?."

" Sialan , katakan dimana kalian sekarang ."

" Mau apa ? Mau melabrak kami ? Apa hak kamu ."

" Guntur ! Kamu jangan macam - macam , Dini itu wanita baik-baik ."

" Aku tau , karena itu aku menjaganya ."

" Builshit ! Aku tau kamu juga menginginkan Dini kan ."

" Kalau iya kenapa ?."

" Jangan buat perpecahan dikeluarga besar kita Guntur ."

" Itu keinginanmu bukan aku ."

" Kamu !!!."

" Ahh sudahlah kamu menganggu waktu kami berdua saja , assalamualaikum ."

Dan pembicaraan itu pun diputus secara sepihak oleh Guntur , Guntur lalu iseng membuka chat di ponsel Dini , ternyata ada 80 chat dari si dokter geblek yang isinya bucin semua , lalu Guntur membuka menu blokir untuk memblokir nomor Rendy di ponsel Dini .

" Bagaimana ceritanya kalian bisa putus ?." tanya Guntur dengan tatapan datarnya , Dini sedikit terkejut dengan pertanyaan Guntur yang tiba - tiba , ia menghela nafas sebentar sebelum menjawab.

" Cerita detailnya aku ngga tau , aku hanya tau kalau adikku juga menyukai Rendy dan mama yang merupakan mama kandung Hesti sangat mendukung hal ini , hingga akhirnya aku diberitahu kalau mereka akan menikah karena Hesti telah hamil dengan Rendy , dan Rendy sama sekali tak memberi aku penjelasan dan detail ceritanya , tak juga menolak pernikahan itu dan tak juga mengucapkan kata putus ." Dini menjeda sebentar kalimatnya .

" Akhirnya aku memutuskan ini memang harus berakhir walau tampa ada kata putus untuk mengakhiri , selain Rendy yang tampa penjelasan aku memikirkan perasaan papa yang setiap hari mendengar keluhan mama tentang aku. Hesti dan Rendy yang intinya meminta papa untuk bicara padaku agar melepaskan dan menjauhi Rendy , dan akhirnya ya seperti yang mas tau, mereka menikah , papa pindah kerumah alm mama di Wonogiri dan aku disini jadi relawan medis ."

Guntur menatap wajah Dini , dia masih bisa melihat rasa sakit dan terluka dari mata indah gadis didepannya . Dan senyum yang dibuat setegar mungkin .

" Berapa lama kamu pacaran dengan Rendy ?."

" 3 Tahun , atau tepatnya 3 tahun 4 bulan setelah kepulangannya dari Havard ."

" Lama juga ."

" Rendy itu seniorku dikampus. Kami bertemu saat ospek maba Fakultas kedokteran Unpad saat itu dia sudah semester akhir ."

Guntur hanya mengangguk mendengar cerita Dini .

" Lalu , kamu sendiri gimana ? ."  Dini balik bertanya pada Guntur, membuat pria itu menoleh.

" Gimana apanya ."

" Hubungan kamu dengan kekasihmu ."

" Oh itu ."

" Iya , ceritalah biar adil ."

" Namanya Gisele dia seorang model ."

" wow pasti sangat cantik dengan tubuh yang bagus ya ."

" Cantik itu relatif , semua wanita itu cantik tak terkecuali dirimu ."  ucapan Guntur sukses membuat Dini langsung blushing .

" Gisele seorang wanita mandiri yang menyanjung tinggi karier  dan materi , baginya ketenaran diatas segalanya , walau kami saling menyukai tapi dia tak sabar menungguku , hingga dia memutuskan untuk pergi dan menikah dengan seorang CEO Muda pemilik perusahaan multy internasional saat saya sedang bertugas di Kongo, yang tentu saja memiliki finasial yang melebihi daripada aku ."

" Kamu mencintainya ?." tanya Dini hati - hati , Guntur menghela nafasnya berat .

" Entahlah , aku tak pernah mengucapkan itu , tapi aku sayang dan sangat menyukainya ."

" Berapa lama kamu bersamanya ?."

" 3 Tahun ."

" Lalu apa kamu ngga cari penggantinya ?."

Guntur hanya menggeleng fan kembali meminum kopinya.

" Kenapa ? Bukannya kamu cukup terkenal , banyak cewek yang melirikmu ."

" Hanya melirik dan bersenang-senang , aku tak suka seperti itu ."

" Ohhh ."

Mereka lalu kembali diam sibuk dengan pikiran masing - masing .

" Kalau kamu , apa sudah punya pengganti Rendy ?." tanya Guntur tiba - tiba membuat Dini menoleh kearahnya .

" Aku belum memikirkannya , tapi kalau bisa aku ingin pria yang menyukaiku langsung mengkhitbah ku tampa harus pacaran atau apalah itu karena aku sudah capek jadi penunggu jodoh orang ."

" Kalau seandainya pria tersebut tidak kamu kenal lalu kalian tak cocok bagaimana ?."

" Untuk hal itu berserah saja pada Allah , karena hanya Dia yang mampu membolak balikkan hati manusia ."

Guntur tersenyun mendengar penuturan Dini , tiba - tiba sesuatu melintas di pikirannya .

" Kamu bisa nelp ayahmu ? Kalau bisa video call saja ."

" Untuk apa ? Sore tadi aku baru menelphone papa ." tanya Dini tak paham .

" Udah nurut aja dech , aku pengen lihat bagaimana anak perempuan menelphone papanya ." sahut Guntur dengan senyum diwajahnya .

Walau masih bingung Dini tetap membuka ponselnya dan mendial nomor papanya untuk melakukan panggilan video .

Tak lama wajah seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan tampak dilayar ponsel .

" Assalamulaiakum pa ."

" Walaikumsalam , ada apa Din , kok nelp lagi ."

" Emmm ini pa , eeee anu ." mendadak Dini diam , bingung mau bicara apa karena lidahnya mendadak kelu .

Guntur lalu mengambil ponsel ditangan Dini dan menghadapkan wajahnya dilayar ponsel dengan Dini yang berada di sebelahnya .

" assalamulaikum , malam pak ."

" walaikumsalam , tapi disini masih sore ."

" Oh iya maaf , perkenalkan saya Kapten Guntur Yumajaya , ST saya komandan Pasukan Garuda , dimana tim dokter Priandini bertugas ."

" Oh ya , baiklah ! Apa yang ingin kau sampaikan ."

" Begini pak , mungkin ini dinilai kurang sopan dan konyol , tapi niat saya baik , saya ingin meminta izin untuk menjadi teman dekat putri bapak dokter Priandini ."

Sejenak Pak Mahesa tampak berpikir, sementara Dini menatap Guntur dengan mata mendelik lucu sembari mencubit lengan pria itu,  lalu suara papanya kembali berbicara dengan nada lembut .

" Mengapa kamu ingin menjadi kekasih putri saya ?."

" Karena saya sngat menyukainya dan bisa juga saya mulai mencintai putri bapak ."

" Apakah kamu sudah menikah ?."

" Saya belum menikah pak !."

Pak Mahesa tampak berpikir sememtara Guntur harap - harap cemas takut ayahnya Dini menolak dirinya .

" Baiklah , aku izinkan kamu menjadi teman dekat putri saya dan saya minta kamu benar - benar menjaganya dan kalau sudah kembali ke Indonesia saya tunggu kamu dirumah saya ."

" Baik pak , Insha Allah saya akan penuhi permintaan bapak , terima kasih sudah mengizinkan saya ."

" Dini , kamu dengar sendiri ya nak , Guntur sudah memintamu pada papa langsung , papa harap kamu bisa menjadi teman dekat yang baik untuknya , jaga dirimu ya nak dan papa tunggu kalian dirumah ."

" Iya pa , papa juga jaga kesehatan , Dini masih berharap papa selalu ada disamping Dini setiap waktu , jangan sampai telat kontrol dan obatnya jangan disembunyiin dibawah bantal lagi ya pa , Dini sayang papa ."

Lalu obrolan pun terputus dengan senyum diwajah mereka , Dini menyusut airmata diujung mata indahnya dengan jarinya , dan hal itu tak lepas dari pandangan Guntur .

" Jangan nangis , cengerng banget sich , 4 bulan lagi kan sudah bisa bertemu papa lagi ." ucap Guntur sembari menghapus airmata diwajah Dini dengan jarinya .

" Cuman papa yang aku punya mas , dan beliau tidak dalam kondisi sehat , menikah kembali setelah mama meninggal tidak membuat beliau bahagia dan dihargai sebagai seorang laki-laki dan kepala keluarga , itu yang membuat aku juga mas Brama dan Danu merasa berat jauh darinya ."

Guntur mengangguk lalu mengelus kepala Dini sayang , " Sabar , papamu akan selalu ada buat kamu percayalah ."

Dini akhirnya tersenyum dan ikut mengangguk , dia masih tidak percaya Guntur dengan beraninya meminta izin kepada papanya , apakah ini nyata ? Apa ini akan berlanjut kehubungan yang lebih serius ? Entahlah Dini tak mau merangkai mimpi terlalu jauh .

" Jadi maksud mas tadi bicara pada papa apa ?." tanya Dini memastikan kembali apa yang barusan dia dengar.

Oh ya Dini sudah merubah panggilannya ke Guntur dengan sebutan Mas biar lebih sopan dan menghargai pria yang dekat dengannya .

Guntur meraih tangan Dini dan mengenggamnya , berkata dengan suara lembut ," aku tadi meminta izin untuk menjadi teman dekat atau kelasihmu , aku ngga mau menyebut pacar karena kesannya ngga sreg banget , dan aku sudah berjanji pada papamu untuk segera melamarmu secara resmi  setelah kita pulang ke Indonesia , doa kan itu bisa terlaksana ya ." Dini mengangguk , ada ribuan bunga mekar dihatinya namun dirinya belum merasa yakin.

" Kenapa mas memintaku ke papa, mas serius?  Apa alasannya? "

" Karena aku menyukaimu, dan berharap bisa mencintaimu, aku serius. Kalau tidak serius mana berani aku memintamu langsung ke papamu dan memberi janji ke beliau untuk segera melamarmu. "

Tatapan lembut dan ucapan tegasnya membuat Dini mengangguk yakin.

" Jadi mulai sekarang kamu secara ngga langsung sudah jadi tanggung jawabku dan akan benar - benar jadi tanggung jawabku setelah aku mengucapkan ijab kobul dihadapan papamu ."

" Jadi sekarang kita mengibarkan bendera start ya. " ucap Dini dengan senyum lebar dibibirnya membuat matanya terlihat segaris .

" Yups kita mulai dari garis start , mulai sekarang kita harus bisa menjaga perasaan masing - masing , belajar memahami sifat dan pribadi masing - masing , tolong ingatkan aku jika ada yang lupa ."

" Iya mas , tegur dan ingatkan Dini juga kalau Dini salah ."

Dan keduanya pun tersenyum , Guntur lalu mengajak Dini menikmati hangatnya pasir pantai dengan berjalan menyusuri bibir pantai dengan bertelanjang kaki sambil bercerita , kadang Guntur menyampaikan candaan atau sekedar menggoda Dini membuat gadis itu kesal .

Sementara dilain tempat ada seseorang yang sedang frustasi menatap nanar langit yang gelap .

Pria tampan itu kesal karena tak dapat memghubungi Dini jangankan menelphone mengirim chat saja tak bisa , atau jangan - jangan pulsa dan kuota internetnya habis ? Tapi ngga mungkin karena barusan pria itu mengecek dan semuanya masih ada , jadi kenapa susah banget menghubungi Dini...???

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

PERPECAHAN KELUARGA?? Maksudnya apa coba..Kamu aja udah gak ada hubungan apa2 sama Dini,Ngapain juga sampai keluarga berpecah,Kamu yg bikin ulah,Bukan Dini..Gak sadar diri banget..🙄🙄

2025-02-08

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Berarti anak sama Emak nya semuanya gak bener ya..Kalo gak bahagia ngapain masih bertahan,mending Ceraikan aja..

2025-02-08

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah ini tipe pria yg ku suka tanpa embel-embel, Gentleman dong,ya kan pak Kapten..👏👏👍👍👍

2025-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Priandimi Aprillia Larasati
2 Diantara Dua Dinding
3 Itu Semua Cerita Lalu
4 Menangis Dalam Diamku
5 Kamu Adalah Senyumku
6 Goodbye Indonesia
7 Gotcha
8 Senyummu Memgalihkan Fokusku
9 Bayi Yang Cantik
10 Jangan Jauh Dariku
11 Opss
12 Bertemu kembali
13 Jangan Tanya Kenapa
14 Anda Siapa
15 Bendera Start
16 Ini Lebanon Bukan Korea
17 Gone
18 Jangan Takut Baby
19 Pulang
20 Be With You
21 Rasa Itu Ada
22 Hufff
23 Praduga
24 Salah Paham
25 Maaf atau Mundur
26 Garis Depan
27 Iya Atau Tidak
28 Ikatan Dua Keluarga
29 Seharusnya Aku Tidak Disana
30 Sinetron Keluarga
31 Marahlah Jika Kau Ingin Marah
32 Pre Wedding
33 Hari Yang Mendebarkan
34 Lem Super
35 Is Back
36 Pasir Putih Karimun Jawa
37 Lawang Sewu
38 You and Me
39 Dia Yang Pergi
40 Ikhlaskan Dia
41 Strategi Yang Salah
42 Yang Tersembunyi
43 Menepi
44 Tuhan Tolongl Kuatkanlah
45 Kita Hanya Manusia
46 Maaf, Aku Harus Pergi
47 Pengakuan yang Tertunda
48 Where Are You Sleeping
49 Silahkan Anda Bicara
50 Bertemu Lagi
51 Masihkah Aku Mencintainya
52 Savana Di Bukit Sontiri
53 Please
54 Saya Seorang Dokter
55 Back In Time
56 Milano At Roma
57 Jamuan Hangat Italiano
58 Tiga Negara
59 Teluk Mediterania
60 Becouse I Love You
61 My Beloved
62 Aku Indonesia
63 Back Home
64 Embun Pagi
65 Anak Londo
66 Pak Boss Ngambek
67 Dia Yang Datang
68 Penjaga Mommy
69 Sepeda Jengki
70 Rescue Ambyar
71 Neji,Shinobii Baru
72 Maaf, dad
73 Hokage
74 Tanganmu Harimaumu
75 Aku Tak Bisa Menangis
76 Dia Mas Aku
77 My Daddy and My Mommy
78 Malu Yang Tersimpan
79 Sunset Candi Ijo
80 Hadiah Kecil
81 Sebuah Pilihan
82 Maaf
83 Keputusan King
84 Pembuka Kaleng Soda
85 Seeda Gembira
86 16 Yang Manis
87 Wayahe Sinau
88 Stay Be With You
89 Epilog (Tamat)
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Aku Priandimi Aprillia Larasati
2
Diantara Dua Dinding
3
Itu Semua Cerita Lalu
4
Menangis Dalam Diamku
5
Kamu Adalah Senyumku
6
Goodbye Indonesia
7
Gotcha
8
Senyummu Memgalihkan Fokusku
9
Bayi Yang Cantik
10
Jangan Jauh Dariku
11
Opss
12
Bertemu kembali
13
Jangan Tanya Kenapa
14
Anda Siapa
15
Bendera Start
16
Ini Lebanon Bukan Korea
17
Gone
18
Jangan Takut Baby
19
Pulang
20
Be With You
21
Rasa Itu Ada
22
Hufff
23
Praduga
24
Salah Paham
25
Maaf atau Mundur
26
Garis Depan
27
Iya Atau Tidak
28
Ikatan Dua Keluarga
29
Seharusnya Aku Tidak Disana
30
Sinetron Keluarga
31
Marahlah Jika Kau Ingin Marah
32
Pre Wedding
33
Hari Yang Mendebarkan
34
Lem Super
35
Is Back
36
Pasir Putih Karimun Jawa
37
Lawang Sewu
38
You and Me
39
Dia Yang Pergi
40
Ikhlaskan Dia
41
Strategi Yang Salah
42
Yang Tersembunyi
43
Menepi
44
Tuhan Tolongl Kuatkanlah
45
Kita Hanya Manusia
46
Maaf, Aku Harus Pergi
47
Pengakuan yang Tertunda
48
Where Are You Sleeping
49
Silahkan Anda Bicara
50
Bertemu Lagi
51
Masihkah Aku Mencintainya
52
Savana Di Bukit Sontiri
53
Please
54
Saya Seorang Dokter
55
Back In Time
56
Milano At Roma
57
Jamuan Hangat Italiano
58
Tiga Negara
59
Teluk Mediterania
60
Becouse I Love You
61
My Beloved
62
Aku Indonesia
63
Back Home
64
Embun Pagi
65
Anak Londo
66
Pak Boss Ngambek
67
Dia Yang Datang
68
Penjaga Mommy
69
Sepeda Jengki
70
Rescue Ambyar
71
Neji,Shinobii Baru
72
Maaf, dad
73
Hokage
74
Tanganmu Harimaumu
75
Aku Tak Bisa Menangis
76
Dia Mas Aku
77
My Daddy and My Mommy
78
Malu Yang Tersimpan
79
Sunset Candi Ijo
80
Hadiah Kecil
81
Sebuah Pilihan
82
Maaf
83
Keputusan King
84
Pembuka Kaleng Soda
85
Seeda Gembira
86
16 Yang Manis
87
Wayahe Sinau
88
Stay Be With You
89
Epilog (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!