Gotcha

Senja pelangi setelah hujan

Membawa hati yang merindu

Ketika kau dekat dengan bayangan

Ku ingin dapat memeluk dirimu...

_______________________________________

Tatapan mata elang milik Guntur tak lepas sedetik pun dari sosok dokter cantik yang tampak tenang dan sesekali tersenyum .

Akhirnya makan malam pun selesai Komandan pasukan memerintahkan semua untuk kembali kekamar , bila ada keperluan keluar hotel tim medis bisa meminta pemgawalan dari prajurit yang berjaga.

Tak terkecuali Priandini dan Ranty pun kembali kekamar mereka .

Priandini merasa risih dengan pakaian dalamnya , dia segera masuk kekamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat tau tamu bulanannya datang lebih cepat .

" Ran , loe ada bawa pembalut lebih ngga ?." tanya Priandini dari balik pintu kamar mandi , Ranty langsung membuka tasnya dan mengulurkan 1 pembalut ke arah Dini .

" Maaf dok , saya hanya bawa ini saja abis tadi waktu masih di Indonesia ngga kepikiran bawa banyak serep ." ucap Ranty , Dini mengangguk lalu menutup pintu kamar mandi kembali tak lama dia keluar .

"Kalau gitu saya akan menemui petugas hotel siapa tau mereka bisa bantu membelikan pembalut ." ujar Dini sembari mengenakan sepatunya dan mengambil tas kecilnya .

" saya ngga bisa nemenin ya Dok , saya ngantuk banget ." sahut Ranty bersiap bersembunyi dibalik selimutnya .

" Saking ngantuknya waktu makan pun kamu merem ." Dini terkekeh mengingat Ranty yang ngantuk berat saat mereka mendengarkan arahan komandan pasukan tadi.

Dini lalu berjalan keluar menuju lobby hotel , dia mendapati masih ada beberapa rekan medis yang sedang berbincang juga ada beberapa prajurit yang ngobrol sambil tetap berjaga .

"excuse me sir, good evening sorry, I want to ask is there a hotel preparing women's needs ." Tanya Dini pada petugas pria yang sedang mencatat laporan tamu .

"what kind of needs Miss ." sahut pria muda itu sopan .

Priandini sedikit memajukan kepalanya dan setengah berbisik berkata kepada pria muda itu ," i need sanitary pads ."

Petugas Resepsionis itu tersenyum lalu menggeleng ,"Sorry Miss, we don't provide what Miss needs for ."

" oh that's okay, if I want to buy it can you show me the place?." tanya Dini lagi , pemuda itu tampak mencari dengan matanya , lalu mengisyaratkan Dini untuk mengikutinya .

Ternyata pemuda itu berjalan kearah prajurit yang sedang berjaga , tampak pemuda itu berbicara dengan salah satu dari mereka lalu kembali dimana Priandini berdiri .

"wait a moment miss , later there will be soldiers who escort miss to the pharmacy." kata petugas penerima tamu itu sopan , setelah Priandini mengangguk pria muda itu kembali ke tempatnya bekerja , Dini duduk disofa single tak jauh dari para prajurit berjaga , lalu terdengar suara langkah kaki menggunakan sepatu PDL mendekati Dini .

" Apa yang bisa saya bantu nona ?." sapa pemilik suara sepatu itu , suaranya berat dan sedikit serak ,Dini langsung mengangkat kepala dan seketika matanya membola saat tau siapa yang berdiri didepannya .

" Kau ."

Pria itu tersenyum melihat ekspresi terkejut Dini ,dia lalu berkata dengan suara baritonnya ," ya saya Guntur atau anda bisa memanggil saya Kapten Guntur , senang bisa bertemu anda lagi dokter ." Guntur mengulurkan tangannya dan disambut baik oleh Dini .

" Anda bertugas disini juga ?." tanya Dini , Guntur mengangguk .

" Satu bulan lebih cepat dari keberangkatan anda dokter ."

Dini mengangguk , lalu berdiri dari duduknya .

" Oh ya anda kata anak buah saya anda ingin ke apotik benarkah itu dok ."

" Hmm iya , bisa kah kapten mengantar saya ?." tanya Dini pandangannya penuh harap , dan Guntur pun mengangguk .

" Tentu saja , ayo ikuti saya ." jawab Guntur sembari berjalan keluar lobby dan menuju mobil militer yang terparkir didepan lobby .

Tapi tiba-tiba seorang tentara berkebangsaan Lebanon mendekati mereka , berkata dengan lirih ke Guntur setelahnya Guntur mengangguk tentara itu pun pergi kembali ke pos jaganya .

" Maaf dokter rupanya setengah jam lagi jam malam akan dimulai , jadi kita terpaksa jalan kaki ." ucap Guntur dengan raut wajah menyesal , Dini mengangguk dan tersenyum .

" Tidak apa-apa kapten ."

Lalu keduanya berjalan meninggalkan hotel kearah yang disarankan tentara Lebanon tadi .

" Jika apotiknya jauh bagaimana kalau kita cari minimarket saja Kapten ." kata Dini ditengah langkah kakinya yang sedikit kewalahan mengimbangi langkah lebar sang Kapten .

" Jika sudah pukul 9 malam , maka semua minimarket , mall dan kafe harus tutup , kalau apotik masih diperbolehkan buka hingga pukul 10 malam dok ." jawab Guntur ," satu blok lagi kita akan sampai di apotik terdekat ."

Dini mengangguk dan kembali menyesuaikan langkah kakinya dengan langkah kaki Guntur .

Untung tadi dia pake spatu sneckers coba kalau pake higheels bisa kram dan lecet kakinya .

Coba seandainya ada pintu kemana saja milik doraemon tentu tidak serepot ini .

Akhirnya mereka tiba di sebuah apotik yang hampir tutup , melihat seorang prajurit berseragam PBB memasuki apotik , sakah satu pekerja Apotik itu segera menghampiri .

" Tolong nona ini mencari kebutuhannya ." perintah Guntur pada seorang pria petugas apotik ,

Dini lalu memberitahukan apa yang dibutuhkannya dan pria petugas apotik itu mengangguk lalu menunjukkan ke Dini rak dimana barang yang dibutuhkannya .

Setelah menemukan apa yang dicarinya Dini segera menuju kasir , saat dirinya baru selesai melakukan pembayaran terdengar sirine dari segala penjuru .

Petugas apotik itu buru - buru menutup apotiknya , sementara Guntur segera menarik tangan Dini untuk segera keluar dari apotik dan berjalan cepat melewati gang kecil .

"Itu sirine apa Kapten ?." tanya Dini disela nafasnya yang ngos ngosan karena diajak jalan cepat oleh Guntur.

" Waktunya jam malam , dan itu berarti kita harus cepat dan hati - hati jangan sampai tertangkap tentara Israel yang berpatroli ." sahut Guntur, pria itu berhenti sebentar agar Dini bisa mengatur nafasnya.

Dan mereka pun kembali berjalan cepat melewati beberapa gang yang sepi , tiba - tiba Guntur menarik tangan Dini untuk berlindung balik tembok disebuah gang kecil disebelah kanan mereka .

Guntur mendorong pelan tubuh Dini hingga menempel ditembok ,lalu saat cahaya yang sangat terang mendekat kearah mereka Guntur merapatkan tubuhnya menutupi tubuh Dini .

" Jangan berpikir macam - macam dan tetap tenang ." bisik Guntur wajahnya menatap kearah datangnya cahaya sementara kedua tangannya menempel di tembok melindungi kepala Dini .

Dini sendiri hanya mengangguk patuh keningnya bahkan menempel didada bidang Guntur , wangi aroma maskulin parfum yang Guntur pakai tercium oleh hidung Dini , tiba - tiba dada Dini berdetak lebih cepat .

Selama 3 menit mereka dalam posisi seperti itu ,Guntur segera menarik tangan Dini untuk meninggalkan tempat itu setelah dirasa kondisi aman . Setelah melewati beberapa blok akhirnya mereka tiba di hotel dengan masih bergandengan tangan , Guntur segera membawa Dini masuk kedalam lobby .

" Kita sudah sampai dilobby kap ." ucap Dini yang tanpak kelelahan setelah berlari mengikuti langkah kaki Guntur , keringat tampak terlihat dikeningnya .

" Oh ya , maaf ." sahut Guntur yang langsung melepas tangannya yang menggandeng Dini , Dini mengulurkan sebotol air mineral kearah Guntur .

" Sebagai ganti keringatmu dan ucapan terima kasih ." ucap Dini ketika dilihatnya Guntur tampak bertanya melalui matanya .

Guntur menerima botol air mineral itu dengan senyum menghiasi wajahnya .

" Maaf membawamu berlari malam-malam ."

" Tidak apa-apa , ini pengalaman yang unik buat saya , anggap saja kita lagi syuting film action ." sahut Dini dibalas dengan senyum oleh Guntur.

" Istirahatlah , besok pukul 9 setelah makan pagi kalian akan kami jemput." ucap Guntur sembari berjalan kearah lift lalu menekan tanda naik , Dini mengangguk lalu masuk ke dalam lift .

" Terima kasih sudah mengantarku dan sampai ketemu lagi besok ."ucap Dini sebelum pintu lift tertutup , Guntur hanya mengangguk dan tersenyum dengan senyum terbaiknya .

Tiba - tiba ada rasa senang sekaligus bahagia menyelimuti hati mereka , ini adalah pertemuan ketiga buat mereka dan semuanya tanpa rencana .

Apakah ini awal yang baik buat mereka ...???

Terpopuler

Comments

Iis Roby

Iis Roby

semangat 45 thur

2021-08-07

1

ᴍ֟፝ᴀ Odette🏁

ᴍ֟፝ᴀ Odette🏁

wah so sweet walau dalam keadaan bahaya 😍

2021-06-20

3

Noorhied

Noorhied

pertemuan pertama saat demo mahasiswa,itu ya thoor...😘😘😘 selamat tidur kaptenku...😍😍

2021-04-22

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Priandimi Aprillia Larasati
2 Diantara Dua Dinding
3 Itu Semua Cerita Lalu
4 Menangis Dalam Diamku
5 Kamu Adalah Senyumku
6 Goodbye Indonesia
7 Gotcha
8 Senyummu Memgalihkan Fokusku
9 Bayi Yang Cantik
10 Jangan Jauh Dariku
11 Opss
12 Bertemu kembali
13 Jangan Tanya Kenapa
14 Anda Siapa
15 Bendera Start
16 Ini Lebanon Bukan Korea
17 Gone
18 Jangan Takut Baby
19 Pulang
20 Be With You
21 Rasa Itu Ada
22 Hufff
23 Praduga
24 Salah Paham
25 Maaf atau Mundur
26 Garis Depan
27 Iya Atau Tidak
28 Ikatan Dua Keluarga
29 Seharusnya Aku Tidak Disana
30 Sinetron Keluarga
31 Marahlah Jika Kau Ingin Marah
32 Pre Wedding
33 Hari Yang Mendebarkan
34 Lem Super
35 Is Back
36 Pasir Putih Karimun Jawa
37 Lawang Sewu
38 You and Me
39 Dia Yang Pergi
40 Ikhlaskan Dia
41 Strategi Yang Salah
42 Yang Tersembunyi
43 Menepi
44 Tuhan Tolongl Kuatkanlah
45 Kita Hanya Manusia
46 Maaf, Aku Harus Pergi
47 Pengakuan yang Tertunda
48 Where Are You Sleeping
49 Silahkan Anda Bicara
50 Bertemu Lagi
51 Masihkah Aku Mencintainya
52 Savana Di Bukit Sontiri
53 Please
54 Saya Seorang Dokter
55 Back In Time
56 Milano At Roma
57 Jamuan Hangat Italiano
58 Tiga Negara
59 Teluk Mediterania
60 Becouse I Love You
61 My Beloved
62 Aku Indonesia
63 Back Home
64 Embun Pagi
65 Anak Londo
66 Pak Boss Ngambek
67 Dia Yang Datang
68 Penjaga Mommy
69 Sepeda Jengki
70 Rescue Ambyar
71 Neji,Shinobii Baru
72 Maaf, dad
73 Hokage
74 Tanganmu Harimaumu
75 Aku Tak Bisa Menangis
76 Dia Mas Aku
77 My Daddy and My Mommy
78 Malu Yang Tersimpan
79 Sunset Candi Ijo
80 Hadiah Kecil
81 Sebuah Pilihan
82 Maaf
83 Keputusan King
84 Pembuka Kaleng Soda
85 Seeda Gembira
86 16 Yang Manis
87 Wayahe Sinau
88 Stay Be With You
89 Epilog (Tamat)
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Aku Priandimi Aprillia Larasati
2
Diantara Dua Dinding
3
Itu Semua Cerita Lalu
4
Menangis Dalam Diamku
5
Kamu Adalah Senyumku
6
Goodbye Indonesia
7
Gotcha
8
Senyummu Memgalihkan Fokusku
9
Bayi Yang Cantik
10
Jangan Jauh Dariku
11
Opss
12
Bertemu kembali
13
Jangan Tanya Kenapa
14
Anda Siapa
15
Bendera Start
16
Ini Lebanon Bukan Korea
17
Gone
18
Jangan Takut Baby
19
Pulang
20
Be With You
21
Rasa Itu Ada
22
Hufff
23
Praduga
24
Salah Paham
25
Maaf atau Mundur
26
Garis Depan
27
Iya Atau Tidak
28
Ikatan Dua Keluarga
29
Seharusnya Aku Tidak Disana
30
Sinetron Keluarga
31
Marahlah Jika Kau Ingin Marah
32
Pre Wedding
33
Hari Yang Mendebarkan
34
Lem Super
35
Is Back
36
Pasir Putih Karimun Jawa
37
Lawang Sewu
38
You and Me
39
Dia Yang Pergi
40
Ikhlaskan Dia
41
Strategi Yang Salah
42
Yang Tersembunyi
43
Menepi
44
Tuhan Tolongl Kuatkanlah
45
Kita Hanya Manusia
46
Maaf, Aku Harus Pergi
47
Pengakuan yang Tertunda
48
Where Are You Sleeping
49
Silahkan Anda Bicara
50
Bertemu Lagi
51
Masihkah Aku Mencintainya
52
Savana Di Bukit Sontiri
53
Please
54
Saya Seorang Dokter
55
Back In Time
56
Milano At Roma
57
Jamuan Hangat Italiano
58
Tiga Negara
59
Teluk Mediterania
60
Becouse I Love You
61
My Beloved
62
Aku Indonesia
63
Back Home
64
Embun Pagi
65
Anak Londo
66
Pak Boss Ngambek
67
Dia Yang Datang
68
Penjaga Mommy
69
Sepeda Jengki
70
Rescue Ambyar
71
Neji,Shinobii Baru
72
Maaf, dad
73
Hokage
74
Tanganmu Harimaumu
75
Aku Tak Bisa Menangis
76
Dia Mas Aku
77
My Daddy and My Mommy
78
Malu Yang Tersimpan
79
Sunset Candi Ijo
80
Hadiah Kecil
81
Sebuah Pilihan
82
Maaf
83
Keputusan King
84
Pembuka Kaleng Soda
85
Seeda Gembira
86
16 Yang Manis
87
Wayahe Sinau
88
Stay Be With You
89
Epilog (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!