Semenjak keluar dari kamar nyonya Mariska, Disa tak di berikan tugas untuk merawat majikannya itu.
Disa bingung, tapi ia menurut saja, sebagai gantinya, Bu Sum arni yang melakukan tugas Disa, dan Mbak Fatmah yang menggantikan tugas Bu Sumarni untuk melayani majikan mereka di meja makan.
.
.
Saat sore hari waktu Disa akan membersihkan diri, karena Bu Sumarni sudah memberi tahu bahwa dia yang akan menggantikan tugas Disa, mengurus nyonya Mariska, Disa memutuskan untuk menghubungi keluarganya di kampung.
Saat dering pertama belum ada jawaban dari temannya itu. Sampai dering ketiga belum juga di angkat, sinyal di sana juga nampak sangat buruk.
Disa bahkan harus mengangkat ponselnya tinggi-tingi. Yanti yang baru masuk pun heran dengan kelakuan temannya itu.
"Kenapa sih Dis? hape kok di pukul-pukul gitu!" tanyanya.
"Ngga ada sinyal Yan, aku mau telpon orang tuaku," jawab Disa.
"Ya sudah kamu kirim pesan saja dulu kabari, nanti kamu telpon lagi kira-kira jam berapa gitu," usul Yanti.
Disa pun menghembuskan nafasnya, dia pun mengikuti saran dari Yanti, untuk mengabari keluarganya, nanti ia akan menelpon mereka saat jam waktunya dia tidur.
"Yan— apa iya nanti malam mereka akan memakai pakaian yang bagus-bagus?" tanya Disa penasaran.
"Mereka siapa? majikan kita maksudmu?" tanya balik Yanti.
"Ya iyalah, masa iya demit!" sungut Disa kesal.
"Aku tadi bantu nyonya Mariska liat kebaya putihnya, bagus Yan, mewah lagi, kaya orang mau hajatan kalo di kampungku mah," ucapnya takjub.
"Iya mereka sangat menjaga adat istiadat leluhur, nanti kamu juga pasti lihat Dis." Yanti yang memang sudah biasa, tak merasa heran dengan nada bicara takjub yang Disa sampaikan, dulu pun dia seperti Disa, hingga lama-kelamaan seperti sudah biasa saja.
"Sudah sana mandi, gantian bantu mbak Fatmah nanti," perintah Yanti.
"Ishhh....iya bawel." Disa pun segera mengambil pakaian ganti dan meletakan kembali gawainya di lemari.
Sedang Yanti hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar semua perkataan Disa.
Yanti berfikir itu baru awal, Disa belum tau apa saja hal aneh yang ada di keluarga majikannya ini.
Entah hanya Yanti saja yang pernah mengalami hal mistis di rumah majikannya ini, atau rekan-rekannya yang lain sudah pernah merasakannya juga.
Jika mbak Fatmah pernah menasehatinya untuk selalu berdo'a dan acuh saja, nanti juga lama-lama terbiasa, berbeda dengan Mita yang berkata tak pernah merasakan hal ghaib di rumah ini.
Sedang Disa, Yanti berfikir jika teman barunya itu juga pasti pernah merasakan hal mistis yang sama, mungkin hanya belum menceritakannya saja, atau mungkin dia sendiri bingung untuk menceritakannya.
.
.
Saat selesai makan malam, Disa bisa merasakan aura yang berbeda malam ini. Entah kenapa Disa merasa seperti sangat sunyi.
Disa tak bisa ke kamar majikannya, jadi dia hanya duduk di dapur bersama yang lain.
"Mbak, acaranya jam berapa sih? kita ini di suruh ikut-ikutan ngga mbak?" tanya Disa.
"Ngga lah Dis, paling juga kamu sudah tidur, acaranya malam sekitar jam sebelasan lah." jawab Mbak Fatmah.
Sedang Yanti sibuk mempersiapkan segala bentuk sesembahan majikan mereka.
Yanti menaruh nampan yang terbuat dari tembaga, di sana ada perlengkapan menginang, dua cawan yang terbuat dari tembaga juga.
Bunga-bungaan akan di letakan menutupi semua isi nampan, sedang cawan akan berisi ramuan yang di simpan kanjeng ibu.
"Ini cawan isinya apa Yan?" tanya Disa yang memperhatikan Yanti yang sedang menata nampan itu.
"Ngga tau baunya aneh, semacam ramuan gitu kayaknya, itu mah nanti Bu Sum yang ngisi," Yanti memberi tahu.
"Kamu ikut Yanti Dis besok pagi bersihin gazebo, asli bikin merinding," ucap Mbak Fatmah cekikikan.
"Dih mbak jangan nakut-nakutin aku lah," balas Disa.
"Mbak Fatmah juga tau nyiapin beginian?" tanya Disa, karena melihat dia hanya duduk bersamanya dan Yanti yang sibuk mengerjakan sesajen itu.
"Ya tau lah Dis, gantian aja sama Yanti," jawabnya.
"Si Mita mana sih? Apa Ndoro Putra belum tidur, ya?" tanya Mbak Fatmah kemudian.
Tak selang berapa lama Mita muncul dengan wajah datarnya. Dia pun duduk dan mulai mengambil makanan untuk makan malamnya.
Disa nampak heran dengan ekspresinya, saat Disa sedang menatapnya Mita meliriknya nampak kesal.
Disa tak tau kenapa sepertinya Mita marah terhadap dirinya. Dia pun acuh saja tak lagi memperhatikan gadis itu.
.
.
Saat malam hari mereka pun memutuskan untuk masuk ke kamar masing-masing.
Disa pun langsung membuka gawainya, sekarang malah lebih parah, tak ada sinyal sama sekali.
Dia pun kesal dan membanting tubuhnya ke kasur, berbaring bersama Yanti.
"Yan, aku ingin liat ritual kanjeng ibu boleh ngga sih?" tanya-nya.
"Ya boleh, cuma udah malam sekali, apa ngga ngantuk?"
"Temani aku ya Yan?" pintanya.
"Aku cape Dis, lagian cuma begituan doang, mau liat apa emang nya?"
"Ya kan kamu udah tau Yan, aku kan belum jadi ya penasaran lah Yan."
Yanti pun setuju, akhirnya mereka memutuskan untuk mengobrol sampai majikan mereka melakukan ritualnya.
"Kamu ngerasa ngga sih Yan? Kalo malam ini berasa anyep, hawanya dingin gitu," tanya Disa.
"Ya kan memang udah malam Dis, aneh kamu tuh," sergah Yanti, padahal dia sangat tahu apa maksud Disa, hanya saja dia tak ingin membuat takut temannya itu.
"Yan— denger ngga! kaya suara Bu Sum sama kanjeng ibu, apa udah mulai ya?" ucap Disa dengan semangat.
Lantas mereka pun berjalan menuju jendela, karena jendela kamar mereka menghadap kebelakang.
Nampaklah disana para majikannya mengenakan pakaian adat yang sangat indah.
Para perempuan mengenakan kebaya putih, sedang lelakinya memakai pakaian jawi jangkep dengan beskap hitam, menggunakan blankon bahkan ada keris terselip di samping pinggang mereka, benar-benar seperti acara pernikahan.
Nampak Nyonya Mariska duduk di kursi roda, Bu Sumarni pun menoleh ke arah mereka, dan di balas anggukan oleh Yanti dan Disa.
Mereka tak langsung menutup hordeng, itu malah akan membuat masalah, karena ketahuan melihat acaranya majikannya itu, jadi lebih baik balas saja menganggukan kepala tanda menyapa.
"Sudah yuk Dis tidur, ngga enak," ajak Yanti.
"Emang kenapa sih Yan? Kata kamu boleh kalo cuma ngeliat!" tanyanya kesal, karena Yanti sudah mengatakan jika mereka boleh melihat.
Saat mereka sedang berdebat tiba-tiba Bu Sumarni sudah ada di depan jendela mereka.
Disa dan Yanti sontak merasa kaget, karena benar-benar tak melihat sosoknya berjalan mendekat ke arah mereka.
Lantas Yanti dan Disa pun keluar kamar, merasa tak enak hati dengan kelakuan mereka.
"Ini sudah malam, kenapa kalian belum tidur?" tanya Bu Sum.
"I ... ini Bu Disa penasaran ingin melihat acara sungkeman Bu," jawab Yanti yang memilih jujur.
Disa yang ikut menundukan wajahnya melirik sekilas ke arah Yanti.
"Apa kamu penasaran dengan kegiatan majikanmu, Dis?" tanyanya.
"I ... iya bu hanya ingin melihat saja, maaf bu," jawab Disa gugup.
"Apa kamu mau datang ke sana?" tanyanya sambil menoleh kebelakang tempat majikan mereka berkumpul.
"Ng ... ngga bu, saya minta maaf, saya ngga akan mengulangi lagi," jawab Disa pasrah, karena sepertinya tawaran Bu Sumarni hanya bersifat basa-basi.
"Ya sudah, saya tahu sifat alamiah manusia itu ya rasa penasaran, jangan sampai rasa penasaranmu malah memperpendek umurmu." Entah kenapa tersirat ancaman di kalimat Bu Sum.
"Kalo kamu masih mau melihat, matikan lampu kamarmu, dan jangan berisik, mengerti! hormati apapun kepercayaan majikanmu," ucapnya kemudia segera berlalu dari hadapan Disa dan Yanti, berkumpul kembali bersama majikan mereka, untuk melanjutkan ritualnya.
"Ayo Dis sudah tidur aja, aku takut nanti kena masalah," pinta Yanti memaksa.
"Aku boleh lihat loh Dis, aku mau ikuti saran Bu Sum tadi, soalnya masih penasaran aku tuh," kekeh Disa.
Yanti pun pasrah atas keinginan temannya itu, dia hanya takut Disa semakin penasaran, dan itu malah tak baik untuknya.
.
.
.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Ali B.U
next
2024-04-24
1
Sartini Dimitri Mah
disa terlalu kepoh gemes deh, ngeyel nya kebangetan
2023-09-20
0
사랑의 여신 ^^
Disa nih emang bener"! Peran utama emang kadang ngeselin ya.?!! 🙃🙃
Tp klo ga gitu ga bakal jalan kisahnya.. wkwkkw..
pesan dr eps ini 1,, Jgn terlalu penasaran jd org,, bs merugikan diri sendiri dan jg org lain..
2022-12-14
0