Perkenalan Diri

Disa duduk di sebelah Yanti. Dia meletakan keranjang pakaian kotor milik majikannya di sebelahnya.

"Rujak Dis, Pak Jarwo baru ngambil dari belakang. Kamu sudah kenal mereka belum, Dis?" tanya Fatmah, sambil mengenalkan mereka.

"Saya sudah bertemu Pak Jarwo tadi mbak, cuma belum tau namanya," jawab Disa.

"Oh, ya sudah ayo kenalkan ini—" Belum sempat Fatmah mengenalkan mereka, sopir keluarga ini sudah menyodorkan tangannya.

"Saya Yuda Dis," selanya dengan percaya diri dan bergumam dalam hati bahwa dia sudah mendapatkan target baru. Setelah gagal mendekati Mita dan Yanti, dia akan mencoba peruntungannya untuk mendekati Disa.

"Halah kamu Yud ... modus. Mau coba dekati Disa, kan? Jangan mau Dis, playboy cap kadal buntung," sekak Fatmah.

"Apaan sih mbak, baru kenalan sudah di ejek begitu. Nanti Disa jadi ngga mau kenalan sama aku," keluh Yuda.

"Ngga lah Mas Yuda, saya ngga begitu. Kita kan sama-sama bekerja di sini," jawab Disa membela.

Yanti juga ikut memojokkan Yuda. "Jangan mau di rayu, ya Dis?"

Mereka semua tertawa melihat wajah Yuda yang memberengut kesal.

Pak Jarwo, tukang kebun di rumah majikan mereka, bukannya memperkenalkan diri, malah langsung memberi peringatan tegas terhadap Disa.

"Saya cuma pesan, jangan mengajak Ndoro Putra bermain di gazebo, atau kamu sendirian duduk di Gazebo, kecuali jika majikan kita duduk di sana dan memanggil kamu, mengerti!"

"Baik pak, maaf kan saya tadi," ucap Disa.

Disa masih penasaran kenapa tidak boleh mereka duduk di sana, padahal Disa ingin sekali duduk menikmati pemandangan kebun bunga yang indah.

Mungkin memang tempat favorit keluarga majikannya, dan bisa dikata tidak sopan juga jika seenaknya menempati area favorit tuan rumah, begitulah pikiran Disa.

Pak Jarwo dan Mas Yuda tidak tinggal di rumah ini, tetapi mas Yuda selalu siap sedia jika di panggil kapan saja, karena rumah beliau berada dekat di sekitar, meskipun di luar perumahan ini.

Setelah acara makan rujak yang di selingi obrolan ringan, mereka pun membubarkan diri, melanjutkan kegiatan yang lainnya. Mas Yuda mengikuti pak Jarwo ke belakang.

Sedang Disa dia akan kembali ke kamar Nyonya Mariska untuk meletakan kembali keranjang pakaian kotor.

Disa mengetuk dan langsung membuka pintu, Dia terkejut karena Nyonyanya itu tak ada di tempat tidur. Disa segera pergi ke kamar mandi, meskipun tak terdengar suara gemercik air, dia mencoba mengetuknya.

Tak ada jawaban dari kamar mandi, Disa lantas membukanya, dan melihat kamar mandi dalam keadaan kosong.

Disa panik, ke mana Nyonya Mariska itu pergi. Dia pun segera meninggalkan kamar majikannya dan kembali ke dapur, bermaksud meminta tolong pada yang lain untuk mencari tahu keberadaan majikan mereka.

"Mbak Fatmah. Nyonya ngga ada di kamar, bantu cari mbak," Disa mengiba, dengan menggoyang-goyangkan lengan Mbak Fatmah.

"Kamu sudah cari di kamar mandi?" tanya Fatmah.

"Sudah, tapi ngga ada. Kira-kira di mana, ya mbak?" ucapnya panik.

Disa adalah pembantu yang di tugaskan merawat Nyonya Mariska, dan dia merasa baru sehari bekerja dia sudah banyak terlibat masalah.

Mita yang baru masuk dari belakang, lantas bertanya saat melihat kepanikan Disa. "Ada apa sih!"

"Nyonya ngga ada di kamar," jawab Disa.

Mita lantas menjawab kekhawatiran Disa itu dengan santai, "Ya ampun, paling juga ke kamar Ndoro Putra."

"Antar aku ke kamar Ndoro Putra, aku ngga tau yang mana." Disa lantas meminta bantuan Mita.

Mita yang kasihan melihat kepanikan Disa, lantas memberi tahu kamar anak majikan mereka dengan langsung mengajaknya ke kamar Ndoro Putra.

Ternyata kamar Ndoro Putra berada di sebelah kamar Nyonya Mariska.

Sama seperti masuk ke kamar Nyonya Mariska, Mita juga mengetuk dahulu sebelum akhirnya membuka kamar Ndoro Putra.

Dan benar saja, terlihat Nyonya Mariska sedang terlelap di samping anaknya, dengan memeluk sang anak.

Disa pun menghembuskan napas lega, Mita lantas kembali menutup pintu kamar, dan mengajak Disa untuk pergi dari sana.

Disa bertanya pada Mita tentang pintu ruangan yang mereka lewati, karena ornamen dari kusen pintu tersebut tampak sama semua. "Di sini kamar siapa aja, Mit?"

Mita lantas menjelaskan pada Disa ruangan-ruangan yang tertutup itu.

"Yang itu kosong," tunjuknya pada kamar yang berada di depan kamar Nyonya Mariska, "itu kamar Tuan Irwan, depan kamar Ndoro Putra.”

Disa pun terkejut, apa Tuan dan Nyonya mudanya tak tinggal satu kamar? Baru hendak bertanya, tetapi Mita sudah lebih dahulu menjelaskan.

"Kamu mau tanya? Kenapa kamar Tuan dan Nyonya terpisah?" tebaknya.

Disa pun mengangguk. Terasa aneh, kenapa sepasang suami istri bisa tidur terpisah. Apa Tuan Irwan ke kamar Nyonya Mariska hanya untuk menuntaskan hasratnya saja? gumam Disa dalam hati.

"Mereka tetep tidur bareng, cuma kadang-kadang Tuan Irwan tidur sendiri. Kenapanya, jangan tanya, karena ngga ada yang tau, dan itu juga bukan urusan kita, paham?" jelas Mita lantas berlalu.

Disa mengikutinya dari belakang. 'Mungkin terkadang mereka memiliki masalah, jadi memutuskan untuk tidur terpisah,' pikir Disa.

.

.

.

Waktu sore hari mereka semua mulai membersihkan rumah, Disa mendapat bagian membersihkan ruang tengah,  kamar Tuan dan Nyonya mudanya beserta Ndoro Putra.

Sedangkan Yanti membersihkan kamar yang lainnya. Mita dan Fatmah membersihkan ruangan tamu, ruang tengah, dapur utama beserta dapur kotor.

Setelah selesai mereka lantas bergantian untuk mandi.

.

.

.

Di kamar, Disa lalu berbincang dengan Yanti. "Yan aku ngga liat Bu Sum dari tadi, beliau ke mana?" tanya Disa penasaran.

"Palingan beliau tidur siang, dia kan ketua kita. Ya, pasti lebih spesial apa yang di dapat," jawab Yanti.

"Kamar beliau di mana, Yan?"

"Kamar Bu Sum di sebelah kamar Kanjeng Ibu, jadi kalo Kanjeng Ibu sama Pak Hanubi memerlukan bantuan, Bu Sum sigap menolong," jelas Yanti.

"Oh— besar berarti kamar Bu Sum, ya?" Disa pun cekikikan, karena kamar utama di sana luas-luas, sudah di pastikan kamar Bu Sum juga pasti Luas.

Berbeda dengan kamar mereka, meski sudah standar kamar pada umumnya, ada cukup ruang yang sisa meski ada kasur dan lemari.

"Hussst .... " Yanti pun menghentikan dengan telunjuk di bibirnya. "Bu Sum kan ketua ya pasti beda." ucap Yanti berbisik.

"Dis aku mandi duluan, ya? Gerah banget," mohon Yanti, dan Disa pun mengangguk mempersilahkan.

Disa memutuskan pergi ke kamar Nyonya Mariska, untuk memastikan keperluan apa lagi yang nyonyanya inginkan, seperti membersihkan diri lagi atau yang lainnya.

Saat baru keluar, Mita juga keluar dari kamarnya dengan wajah yang sudah segar dan wangi.

"Dis, kamu belum mandi?"

"Belum Mit, Yanti duluan," jawab Disa.

"Kamu tolong mandikan Ndoro Putra, ya? Aku udah mandi soalnya, ntar basah lagi," pintanya.

Disa hanya mengangguk, sudah menebak dari awal pasti dia akan di suruh. Disa sebenarnya kesal dengan Mita, jika memang Mita yang ditugaskan menjaga anak majikan mereka, kenapa malah suka sekali melimpahkan pekerjaannya ke orang lain.

Apa karena dia pembantu baru di rumah itu? Jadi, Mita bisa semena-mena terhadap dirinya, tapi melihat Fatmah yang biasa saja, Disa berpikir jika memang Mita saja yang sebenarnya suka membully dirinya.

.

.

.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Ali B.U

Ali B.U

next

2024-04-23

1

사랑의 여신 ^^

사랑의 여신 ^^

Tempat jin pesugihan'nya kah?!!

2022-12-07

0

eMakPetiR

eMakPetiR

masih menyelami kesehariannya

2022-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Rumah Majikan
3 Hari Pertama Kerja
4 Mariska
5 Ndoro Putra
6 Hak Suami
7 Membersihkan Diri
8 Perkenalan Diri
9 Kalut
10 Obrolan Malam
11 Berbelanja
12 Malam Jum'at Part 1
13 Malam Jum'at Part 2
14 Sesajen
15 Sungkem
16 Gazebo
17 POV Mariska
18 Rencana
19 Perpisahan
20 Amung
21 Ilmu Gaib
22 Tanda Pengikut
23 Pertarungan
24 Halusinasi atau Nyata
25 Pamit
26 Menyembuhkan Diri
27 Tempat Kerja
28 Rumah Kontrakan
29 Malam Mencekam
30 Rencana Mariska
31 Setan??
32 Di Hantui
33 Kembalinya Bu Sumarni
34 Peramal
35 Rumah Hantu.
36 Terungkap Kebenaran
37 Risau
38 Nona Wulan
39 Kehilangan
40 Berita mengejutkan
41 Lamaran
42 Acara lamaran
43 Putus Asa
44 Pesan misterius.
45 Perewangan Bu Sumarni
46 Kembalinya Nona Wulan
47 Keangkuhan Mita
48 Siraman
49 Janji Suci
50 Gagal
51 Pasca Pernikahan
52 Kebahagiaan Mita
53 Sungkem Pertama
54 Penerus Perjanjian
55 Penangkal
56 Ruwatan
57 Mutih
58 Misi pencarian Wiwit
59 Sulit dijangkau
60 Derita Wulan
61 Pengumuman
62 Kecurigaan
63 Asa Binasa
64 Penyatuan
65 Rasa Sakit Dua Sisi, Satu Waktu & Dua Dimensi
66 Perasaan Keluarga
67 Arti Sebuah Penyesalan
68 Tuhan?
69 Berita Duka
70 Tekad Kuat
71 Tugas Ayah Telah Usai
72 Pencarian Kedua Part 1
73 Pencarian Kedua Part 2
74 Peramal dan Wiwit
75 Akhir Pencarian
76 Menyembuhkan Luka Dalam
77 Petuah Ki Wiryo
78 Isi Petuah
79 Naluri Alamiah
80 Misteri Mulai Terungkap
81 Terungkapnya Misteri
82 Kubah
83 Kelemahan Bu Sumarni
84 Turun Gunung
85 Keluarga Disa
86 Batu Sudojiwo
87 Menuju Penobatan
88 Para Penjaga
89 Ide Gila
90 Murka Sumarni
91 Lawan Dan Kawan
92 Perang Bayanaka
93 Berakhirnya Perjanjian
94 Semoga Tercapai ... Amien
95 Tongkat Iblis Pencabut Nyawa
96 Akhirnya Lenyap
97 Hancurnya Kekuasaan
98 Akhir Cerita, Awal Kisah Baru
99 Extra Part
100 Epilog
101 Kesan dan Pesan Author
102 'The Soul (Seed of Life)'
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Prolog
2
Rumah Majikan
3
Hari Pertama Kerja
4
Mariska
5
Ndoro Putra
6
Hak Suami
7
Membersihkan Diri
8
Perkenalan Diri
9
Kalut
10
Obrolan Malam
11
Berbelanja
12
Malam Jum'at Part 1
13
Malam Jum'at Part 2
14
Sesajen
15
Sungkem
16
Gazebo
17
POV Mariska
18
Rencana
19
Perpisahan
20
Amung
21
Ilmu Gaib
22
Tanda Pengikut
23
Pertarungan
24
Halusinasi atau Nyata
25
Pamit
26
Menyembuhkan Diri
27
Tempat Kerja
28
Rumah Kontrakan
29
Malam Mencekam
30
Rencana Mariska
31
Setan??
32
Di Hantui
33
Kembalinya Bu Sumarni
34
Peramal
35
Rumah Hantu.
36
Terungkap Kebenaran
37
Risau
38
Nona Wulan
39
Kehilangan
40
Berita mengejutkan
41
Lamaran
42
Acara lamaran
43
Putus Asa
44
Pesan misterius.
45
Perewangan Bu Sumarni
46
Kembalinya Nona Wulan
47
Keangkuhan Mita
48
Siraman
49
Janji Suci
50
Gagal
51
Pasca Pernikahan
52
Kebahagiaan Mita
53
Sungkem Pertama
54
Penerus Perjanjian
55
Penangkal
56
Ruwatan
57
Mutih
58
Misi pencarian Wiwit
59
Sulit dijangkau
60
Derita Wulan
61
Pengumuman
62
Kecurigaan
63
Asa Binasa
64
Penyatuan
65
Rasa Sakit Dua Sisi, Satu Waktu & Dua Dimensi
66
Perasaan Keluarga
67
Arti Sebuah Penyesalan
68
Tuhan?
69
Berita Duka
70
Tekad Kuat
71
Tugas Ayah Telah Usai
72
Pencarian Kedua Part 1
73
Pencarian Kedua Part 2
74
Peramal dan Wiwit
75
Akhir Pencarian
76
Menyembuhkan Luka Dalam
77
Petuah Ki Wiryo
78
Isi Petuah
79
Naluri Alamiah
80
Misteri Mulai Terungkap
81
Terungkapnya Misteri
82
Kubah
83
Kelemahan Bu Sumarni
84
Turun Gunung
85
Keluarga Disa
86
Batu Sudojiwo
87
Menuju Penobatan
88
Para Penjaga
89
Ide Gila
90
Murka Sumarni
91
Lawan Dan Kawan
92
Perang Bayanaka
93
Berakhirnya Perjanjian
94
Semoga Tercapai ... Amien
95
Tongkat Iblis Pencabut Nyawa
96
Akhirnya Lenyap
97
Hancurnya Kekuasaan
98
Akhir Cerita, Awal Kisah Baru
99
Extra Part
100
Epilog
101
Kesan dan Pesan Author
102
'The Soul (Seed of Life)'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!