Rumah Majikan

Disa masih dalam perjalanan, satu persatu penumpang di antar ke tempat tujuan mereka, tersisa tiga penumpang termasuk Disa.

Disa melihat plang yang menunjukkan arah tujuannya terlewat. Disa pun berkata kepada sang sopir bahwa tujuannya terlewat, dia panik karena takut sang sopir membawanya ke tempat lain, pikirnya.

Sang sopir pun menjawab, "Sabar, kamu nanti yang terakhir saya antar, karena saya sudah mendapat pesan kamu yang paling akhir."

Ada yang aneh menurut Disa, kenapa dia harus di antar paling akhir, padahal jika menurut arahnya, harusnya ia terlebih dulu di antar ketimbang sisa penumpang lainnya.

Retno pun pindah duduk di sampingnya. "Sabar ya? Nanti juga pasti di antar, kalo ke perumahan keluarga pak Hanubi, memang sudah biasa seperti ini, setau Ibu," ucap Retno, yang malah terlihat semakin janggal di mata Disa.

Disa pun hanya bisa mengangguk pasrah, saat semua penumpang telah di antar termasuk bu Retno, sang sopir pun berbalik arah hendak mengantar Disa.

Di jalan sang sopir pun mengisi bahan bakar mobilnya, dan Disa yang kebetulan ingin buang air kecil, lantas pamit ke toilet dan di anggukan oleh sang sopir.

Ini sudah larut malam, keadaan jalan pun sudah semakin lengang, apalagi pom bensin tampak sepi. Disa segera masuk ke dalam toilet, setelah selesai dia berniat mencuci mukanya. Namun, samar-samar dia merasa bahwa dirinya tidak sendiri. Membuat bulu kuduk di tengkuknya meremang, dan hawa di dalam toilet terasa semakin dingin.

Di dalam toilet ada 2 pintu lagi, satu pintu terbuka karena memang Disa sehabis dari sana, satu pintu masih tertutup.

Disa pun mencoba bertanya, "Mbak ... Bu ... apa ada yang masih di dalam toilet?" Sambil terus menatap ke arah pintu toilet. Namun, setelah cukup lama tak ada jawaban. Disa pun mendekat, memberanikan diri mengetuk untuk memastikan.

Sisi dalam nuraninya berkata untuk segera pergi dari sana, tapi entah kenapa kakinya malah melangkah mendekat. Saat sudah sampai di depan pintu toilet, Disa pun mengetuk.

"Bu ... Mbak ... ada orang di dalam ngga, ya?"

Masih tak ada jawaban, tapi samar-samar Disa mendengar suara lirih seperti seseorang tengah terisak.

Disa pun mengetuk lagi, dan masih tak ada jawaban, hingga Disa pun menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengar suara tadi, memastikan apa suara itu berasal dari sana atau bukan.

Disa masih belum berpikir macam-macam, dia hanya khawatir terjadi apa-apa dengan seseorang di dalam sana.

Disa mendengar suara lirihan itu semakin jelas, suara terisaknya semakin jelas, dan malah itu membuat semua bulu kuduknya meremang.

Tampak samar-samar dia mendengar suara. "Kembalilah." Secara berulang-ulang. Tidak sampai di sana ketakutannya, tiba-tiba pintu itu seperti di ketuk dari dalam, seolah seseorang di dalam sana tak suka dengan apa yang Disa lakukan.

Pandangannya teralihkan saat pintu toilet utama terbuka, seorang gadis langsung masuk ke arah pintu toilet bekas Disa tadi, gadis itu memandang aneh Disa.

Yang membuat Disa terkejut, pintu toilet yang ia ketuk sudah terbuka lebar, dan tidak ada siapa pun di dalam sana.

Disa lantas berjalan tergesa-gesa ke arah mobil Travel. Melihat raut wajah Disa yang tampak aneh, sang sopir pun bertanya,  "Kamu kenapa, kok wajahmu pucat sekali, sakit?"

Disa pun menggeleng. "Pak, apa tujuan saya masih jauh?" ucapnya dengan suara gemetar.

"Sebentar lagi. Ya sudah ayo kita jalan." Sang sopir pun kembali melajukan kendaraannya.

Disa melihat gapura nama perumahan tempat tinggal majikannya, Disa bergumam dalam hati, ternyata majikannya tinggal di pinggiran kota, terlihat dari masih banyaknya tanaman di sekitar sini.

Perumahan itu tampak sepi, Disa lantas mengeluarkan gawainya untuk melihat alamat yang bibinya berikan, dia berpikir mungkin beberapa gang lagi. Benar saja, saat memasuki gang menuju rumah majikannya di gang itu, malah tampak lebih sepi dari gang yang lain.

Setiap gang hanya terdiri dari 10 rumah yang berhadap-hadapan, Disa pun sampai di depan rumah majikannya, Disa yakin jika majikannya membeli rumah 3 baris sekaligus, karena tampak rumah itu yang lebih besar ketimbang rumah yang lainnya.

Rumah ini pun buntu, akses masuk hanya lewat satu jalan saja. Pak sopir pun menekan bel rumah majikannya. Sedang Disa masih menatap rumah di hadapannya ini, sekilas Disa melihat jika seseorang baru saja menutup gordennya, dan mengintip ke arah dirinya, Disa tak tau siapa itu dan di ruangan apa.

Tak lama lelaki paruh baya yang sepertinya seorang penjaga rumah membuka pintu, kami tak di persilahkan masuk, pak sopir hanya berbicara lalu lelaki itu kembali ke dalam, mungkin memberi tahu orang rumah.

Lelaki paruh baya itu pun datang dengan seorang perempuan paruh baya, setelahnya, perempuan tadi memberi uang kepada pak sopir dan menyuruh Disa masuk.

Pak sopir pun pamit, Disa pun mengikuti perempuan yang berjalan di depannya ini.

Disa memang di besarkan dengan adat yang masih mempercayai hal mistis, saat dia berjalan dia pun tak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah.

Disa mengagumi rumah ini, tampak luas dan sangat mewah, tapi ada kesan ganjil menurutnya, dimana Disa merasa jika suasana rumah ini terasa anyep.

Disa pun masih berpikir positif mungkin memang ini sudah tengah malam, dan hawa juga semakin dingin.

Disa dibawa masuk melalui samping rumah, jadi dia bisa melihat pemandangan rumah majikannya. Saat pandangan menangkap arah gazebo, di sana gelap gulita. Yang tampak hanya sinar temaram lampu tanam saja.

Disa seperti melihat ada sekelebat bayangan yang lewat, Disa masih terpaku menatap, walau kakinya tetap berjalan mengikuti perempuan di depannya ini. Tiba-tiba perempuan paruh baya tadi berhenti, dan Disa pun terkejut lantas langsung berhenti dan menundukkan wajahnya.

Ada rasa sungkan saat menatapnya, Disa merasa seperti tertangkap basah sedang mengagumi hal indah milik orang lain. Mungkin seperti itulah perasaannya, walaupun sebenarnya itu hal wajar, tapi entah kenapa seperti tabu di rumah ini.

"Nama saya Bu Sumarni, saya kepala pelayan di rumah ini," ucap Bu Sumarni tegas.

"Nama kamu Disa kan?" lanjutnya.

"Iya Bu," jawab Disa yang masih menunduk.

"Ini kamar kamu, sementara kamu tinggal di sini dulu, besok baru berbincang dengan yang lainnya, ingat ... jangan keluyuran malam-malam!" ucap Bu Sumarni tegas, nadanya terdengar seperti ancaman, dan ada sangsi jika dilanggar. Entahlah, Disa merasa seperti itu.

"Baik Bu." Hanya itu yang bisa Disa ucapkan, lagi pula badannya sudah sangat lelah, dia ingin sekali merebahkan tubuhnya.

Bu Sumarni pun mengetuk pintu kamar Disa, Disa pun bernafas lega ternyata dia tidak tidur sendiri di tempat asing ini.

Aneh memang padahal di kampung dia memiliki kamar tidur sendiri, tapi semenjak melihat hal-hal aneh yang dia alami hari ini, di tambah rumah ini yang masih terasa asing, Disa bersyukur dirinya memiliki teman berbagi kamar.

.

.

.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

knp namanya disa,g sekalian desa sj😂🙏🙏🙏

2024-04-28

0

Ali B.U

Ali B.U

next

2024-04-22

1

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

Assalamu'alaikum..Mampir aku Kak..

2023-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Rumah Majikan
3 Hari Pertama Kerja
4 Mariska
5 Ndoro Putra
6 Hak Suami
7 Membersihkan Diri
8 Perkenalan Diri
9 Kalut
10 Obrolan Malam
11 Berbelanja
12 Malam Jum'at Part 1
13 Malam Jum'at Part 2
14 Sesajen
15 Sungkem
16 Gazebo
17 POV Mariska
18 Rencana
19 Perpisahan
20 Amung
21 Ilmu Gaib
22 Tanda Pengikut
23 Pertarungan
24 Halusinasi atau Nyata
25 Pamit
26 Menyembuhkan Diri
27 Tempat Kerja
28 Rumah Kontrakan
29 Malam Mencekam
30 Rencana Mariska
31 Setan??
32 Di Hantui
33 Kembalinya Bu Sumarni
34 Peramal
35 Rumah Hantu.
36 Terungkap Kebenaran
37 Risau
38 Nona Wulan
39 Kehilangan
40 Berita mengejutkan
41 Lamaran
42 Acara lamaran
43 Putus Asa
44 Pesan misterius.
45 Perewangan Bu Sumarni
46 Kembalinya Nona Wulan
47 Keangkuhan Mita
48 Siraman
49 Janji Suci
50 Gagal
51 Pasca Pernikahan
52 Kebahagiaan Mita
53 Sungkem Pertama
54 Penerus Perjanjian
55 Penangkal
56 Ruwatan
57 Mutih
58 Misi pencarian Wiwit
59 Sulit dijangkau
60 Derita Wulan
61 Pengumuman
62 Kecurigaan
63 Asa Binasa
64 Penyatuan
65 Rasa Sakit Dua Sisi, Satu Waktu & Dua Dimensi
66 Perasaan Keluarga
67 Arti Sebuah Penyesalan
68 Tuhan?
69 Berita Duka
70 Tekad Kuat
71 Tugas Ayah Telah Usai
72 Pencarian Kedua Part 1
73 Pencarian Kedua Part 2
74 Peramal dan Wiwit
75 Akhir Pencarian
76 Menyembuhkan Luka Dalam
77 Petuah Ki Wiryo
78 Isi Petuah
79 Naluri Alamiah
80 Misteri Mulai Terungkap
81 Terungkapnya Misteri
82 Kubah
83 Kelemahan Bu Sumarni
84 Turun Gunung
85 Keluarga Disa
86 Batu Sudojiwo
87 Menuju Penobatan
88 Para Penjaga
89 Ide Gila
90 Murka Sumarni
91 Lawan Dan Kawan
92 Perang Bayanaka
93 Berakhirnya Perjanjian
94 Semoga Tercapai ... Amien
95 Tongkat Iblis Pencabut Nyawa
96 Akhirnya Lenyap
97 Hancurnya Kekuasaan
98 Akhir Cerita, Awal Kisah Baru
99 Extra Part
100 Epilog
101 Kesan dan Pesan Author
102 'The Soul (Seed of Life)'
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Prolog
2
Rumah Majikan
3
Hari Pertama Kerja
4
Mariska
5
Ndoro Putra
6
Hak Suami
7
Membersihkan Diri
8
Perkenalan Diri
9
Kalut
10
Obrolan Malam
11
Berbelanja
12
Malam Jum'at Part 1
13
Malam Jum'at Part 2
14
Sesajen
15
Sungkem
16
Gazebo
17
POV Mariska
18
Rencana
19
Perpisahan
20
Amung
21
Ilmu Gaib
22
Tanda Pengikut
23
Pertarungan
24
Halusinasi atau Nyata
25
Pamit
26
Menyembuhkan Diri
27
Tempat Kerja
28
Rumah Kontrakan
29
Malam Mencekam
30
Rencana Mariska
31
Setan??
32
Di Hantui
33
Kembalinya Bu Sumarni
34
Peramal
35
Rumah Hantu.
36
Terungkap Kebenaran
37
Risau
38
Nona Wulan
39
Kehilangan
40
Berita mengejutkan
41
Lamaran
42
Acara lamaran
43
Putus Asa
44
Pesan misterius.
45
Perewangan Bu Sumarni
46
Kembalinya Nona Wulan
47
Keangkuhan Mita
48
Siraman
49
Janji Suci
50
Gagal
51
Pasca Pernikahan
52
Kebahagiaan Mita
53
Sungkem Pertama
54
Penerus Perjanjian
55
Penangkal
56
Ruwatan
57
Mutih
58
Misi pencarian Wiwit
59
Sulit dijangkau
60
Derita Wulan
61
Pengumuman
62
Kecurigaan
63
Asa Binasa
64
Penyatuan
65
Rasa Sakit Dua Sisi, Satu Waktu & Dua Dimensi
66
Perasaan Keluarga
67
Arti Sebuah Penyesalan
68
Tuhan?
69
Berita Duka
70
Tekad Kuat
71
Tugas Ayah Telah Usai
72
Pencarian Kedua Part 1
73
Pencarian Kedua Part 2
74
Peramal dan Wiwit
75
Akhir Pencarian
76
Menyembuhkan Luka Dalam
77
Petuah Ki Wiryo
78
Isi Petuah
79
Naluri Alamiah
80
Misteri Mulai Terungkap
81
Terungkapnya Misteri
82
Kubah
83
Kelemahan Bu Sumarni
84
Turun Gunung
85
Keluarga Disa
86
Batu Sudojiwo
87
Menuju Penobatan
88
Para Penjaga
89
Ide Gila
90
Murka Sumarni
91
Lawan Dan Kawan
92
Perang Bayanaka
93
Berakhirnya Perjanjian
94
Semoga Tercapai ... Amien
95
Tongkat Iblis Pencabut Nyawa
96
Akhirnya Lenyap
97
Hancurnya Kekuasaan
98
Akhir Cerita, Awal Kisah Baru
99
Extra Part
100
Epilog
101
Kesan dan Pesan Author
102
'The Soul (Seed of Life)'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!