Disa yang sudah selesai makan, berniat kembali kekamar majikannya itu, menepati janjinya untuk datang kembali.
Biasa Disa pasti akan mengetuk pintu sebelum masuk, dan benar saja Nyonya Mariska sedang duduk, dan membaca kembali bukunya.
"Udah selesai Dis?" tanyanya basa-basi.
"Udah Nyonya," jawab Disa, hati kecilnya menggelitik, ya jika belum selesai mana mungkin bukan Disa akan kembali kesana, tapi tak apa lah.
"Sini duduk," pinta nyonya Mariska. "Emangnya kamu ngga bantu Bu Sum, buat acara nanti malam?" tanyanya.
Disa pun sebenarnya penasaran dengan kegiatan aneh majikannya, tapi dia enggan terlalu jauh ikut campur.
"Ngga nyonya, saya ngga tau, Bu Sum belum nyuruh saya apa-apa," jawab Disa jujur.
Saat di dapur tadi selesai makan siang, dia pamit ke rekan-rekannya bahwa, dirinya akan kembali ke kamar Nyonya mereka.
Dan mereka pun memperbolehkannya, mungkin mereka berfikir Disa bisa menemani Nyonya mereka yang kesepian di kamarnya.
Mbak Fatmah masih ingat dulu saat sehat Nyonya Mariska suka bermain dengan anaknya dan para pembantu di sana.
Nyonya mereka juga baik, jika Nyonya Mariska mengakrabkan diri dengan para pembantunya, berbeda dengan Kanjeng Ibu, beliau lebih suka berbincang berdua dengan Bu Sumarni, di ruang baca atau di kamarnya.
Berbicara dengan pembantu yang lain pun hanya sekedarnya saja. Dia lebih sering menyampaikan keinginannya lewat perantara Bu Sumarni.
Saat Disa sampai di kamar Nyonya Mariska sepertinya dia sedang melamun, bahkan dia tak sadar akan kehadiran dirinya yang sudah duduk di sana.
"Nyonya," panggilnya, belum ada respon dari Nyonya Mariska.
"Nyonya ... ," panggilnya kembali sambil menyentuh punggung tangannya.
Seketika Nyonya Mariska seperti tersadar dari lamunannya.
"Eh kamu Dis, udah lama kamu masuk?" tanyanya.
"Belum Nyonya," jawab Disa tersenyum.
"Dis ambilkan box hitam yang ada di dalam lemari," pintanya sambil menunjuk lemari yang dia maksud.
Disa pun bangkit membuka lemari yang Nyonya mudanya itu tunjuk, setelahnya Nyonya Mariska menunjukan salah satu tumpukan box yang tersusun rapi di sana.
Disa pun mengangkat Box itu dan menutup kembali lemari, dia pun duduk kembali di samping nyonya-nya.
Nyonya Mariska kembali duduk, sekarang bahkan dia sudah mampu menopang tubuhnya sendiri.
Dia mengambil Box yang ada di pangkuan Disa, dan memindahkan ke pangkuannya sendiri.
Nyonya Mariska pun membukanya, terlihat di sana sebuah baju adat kebaya lengkap dengan sanggulnya.
Untuk apa nyonya-nya itu melihat baju kebanyanya? gumam Disa.
Nyonya Mariska pun mengangkatnya, seperti menilai, kebaya yang cantik dengan warna putih tulangnya. Aksen renda yang begitu mewah.
"Apa aku ngga kedodoran ya pake ini nanti?" ucap Nyonya Mariska sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Nyonya mau pakai itu? maaf saya lancang, memang Nyonya mau kondangan?" tanya Disa bingung, apa nyonya Mariska itu hendak pergi ke acara hajatan keluarga atau apa?
Nyonya Mariska malah tertawa dengan pertanyaan Disa, memang wajar jika seseorang seperti Disa berfikir jika dirinya akan menghadiri sebuah acara resmi atau hajatan jika di kampung mereka.
"Buat acara sungkem nanti malam Dis," jawab Nyonya Mariska, dia tahu jika Disa tak paham dengan kepercayaan keluarga suaminya itu, tapi dia berfikir untuk sekedar memberi tahu sedikit tentang kebiasaan keluarga suaminya itu.
"Keluarga Kanjeng Ibu, masih memegang teguh adat istiadat dari leluhurnya Dis," ucapnya memberi tahu, hanya sebatas yang Disa harus tahu dan memang para pekerja di rumahnya sudah tau, dan sudah menjadi rahasia umum, tak perlu lah dia menceritakan apa yang sebenarnya mereka anut dan sembah itu, dia tak ingin Disa terkena masalah karenanya,
Disa hanya diam mendengarkan, dia sudah bertekad tak akan ikut campur, dengar apa yang memang majikannya itu katakan saja, tak perlu banyak tanya, sepertinya itu nasihat yang kawan-kawannya hendak sampaikan di setiap cerita yang Disa tangkap dari mereka.
"Jadi setiap malam jum'at kami semua akan bercengkrama dengan para leluhur di gazebo belakang, kamu sudah liat kan Dis?"
"Sudah Nyonya, gazebo yang masih kokoh," jawab Disa asal, meskipun hati kecilnya tergelitik ingin bertanya lebih jauh tentang benda keramat itu, tapi ia tak berani.
Untuk orang-orang seperti Disa dan Nyonya Mariska, memang di kampung mereka pun masih ada saja yang menyimpan benda pusaka peninggalan nenek moyang mereka.
Bahkan kakek Disa pun memiliki keris pedang yang masih di jaga dengan baik, memang Disa merasa ada aura aneh saat mendekati keris milik kakeknya itu, tapi menurut kakeknya Disa tak perlu takut, bahwa ada penjaga keluarga mereka disana.
Disa memang tak begitu mempercayainya, tapi dia tak pernah membantah perkataan kakeknya.
Bahkan kakeknya pun sama seperti kanjeng Ibu, di malam selasa kliwon dia selalu memncuci kerisnya dengan bunga-bungaan.
"Gazebo itu ada dua Dis, satunya disini, satunya di tempat lain, mereka pasangan," lanjut nyonya Mariska menceritakan.
"Kenapa di pisahkan Nyonya?" tanya Disa penasaran, dia melupakan janjinya sendiri untuk tak akan bertanya apa-apa.
"Karena yang satunya untuk persembahan," jawab Nyonya Mariska menyeringai kearahnya. Dan itu sukses membuat Disa bergidik gemetar.
Nyonya Mariska pun tertawa melihat wajah pucat Disa saat dirinya menyebut kata persembahan.
"Ya ampun Dis, aku becanda, jangan tegang gitu," ujarnya.
Walau sebenarnya Nyonya Mariska berkata jujur tentang gazebo tersebut. Tapi jelas ia tak mungkin menceritakan hal mengerikan di balik ritual keluarga mertuanya. Bahkan keluarganya sendiri pun tak tahu menahu tentang hal itu.
Biarlah dia yang menjadi penebus untuk kesenangan keluarganya di kampung, hal yang sekarang ia sesali, hanya karena dia sangat mencintai lelaki yang sekarang sudah menjadi suaminya itu, dia merelakan dirinya terjerumus kedunia kelam seperti ini, menggadaikan keimanannya sendiri.
Kebahagiannya bahkan hampir sirna, jika ia tak mengingat anak semata wayangnya Putra, dia tak rela anaknya itu menjadi penerus akan kegilaan ini, tapi ia sendiri tak tahu apa ia masih bisa melindunginya.
Sesuatu yang mengikat seperti ini, bahkan bisa melenyapkan seseorang tanpa rasa belas kasihan sedikit pun.
Bisa di katakan Nyonya Mariska bahkan menganggap keluarganya sendiri lebih iblis dari pada iblis itu sendiri.
Dia terikat tak bisa lari, dia tak ingin mengorbankan keluarganya, semoga ia juga bisa melepaskan jerat iblis ini terhadap putra semata wayangnya, walau itu hal yang mungkin sangat mustahil.
Tapi saat kedatangan Disa, entah kenapa hal yang dulu ia anggap mustahil bisa ia wujudkan, walau ia tak tahu apa yang akan ia lakukan.
"Nyonya sepertinya udah sehat, pintar sekali sekarang menakut-nakuti saya," ucap Disa, walau entah bagaimana, Disa merasa jika apa yang Nyonya Mariska katakan adalah hal yang sebenarnya.
"Kamu itu Dis, semenjak kamu datang, aku jadi punya semangat hidup," ucapnya Tulus.
"Dis— jika suatu saat nanti aku ngga ada, kamu bisa jaga Putra buat saya Dis?" pintanya dengan tatapan penuh harap yang sangat kentara.
Hati Disa berdesir, memang apa yang akan terjadi? kenapa dia yang harus menjaga Ndoro Putra? bukankah masih ada keluarga beliau yang lainnya.
"Nyonya ini, tadi kata senang dengan kehadiran saya, tapi kenapa mendadak jadi melow kaya gini?" Disa berusaha menyangkal pemikiran negatif majikannya itu.
Tak lama pintu di ketuk dan Bu Sumarni masuk kesana, entah kenapa Bu Sumarni mentap tajam Disa, dia yang merasa takut pun hanya bisa menundukan wajahnya.
Sedang Nyonya Mariska berharap-harap cemas semoga tangan kanan Ibu mertuanya tak mendengar pembicaraan mereka.
"Kamu bantu yang lainnya, saya akan berbicara dengan Nyonya Muda," katanya tanpa menoleh sedikit pun kearah Disa.
"Baik bu, saya permisi dulu Nyonya," ijinnya kemudian segera pergi dari sana.
Diluar Disa mengusap-usap dadanya yang berdegup kencang, Bu Sumarni tampak mengerikan, seperti seolah-olah dirinya melakukan kesalahan yang sangat fatal.
.
.
.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Ali B.U
next.
2024-04-24
1
Hellda Yunita
bu sumarni jangan2 dukunnya ya ? 🤔
2022-09-08
0
ſᑎ🎐ᵇᵃˢᵉ
Mariska sudah tau jika dia yang akan di jadikan tumbal pesugihan selanjutnya 🙃🙃🙃
Bu sumarni ternyata orang dalam mertua nya mariska...🙃🙃🙃
2022-07-26
0