Ch. 20 : Pria Kesepian

..."Agar kau tak menyadari perasaanku, aku berpura-pura tidak mengetahui hubunganmu dengannya. Agar kau tak menyadari perasaanku, aku berpura-pura mendukung keinginanmu. Tapi, izinkan dalam waktu sebulan. Hanya sebulan. Izinkan aku merebut cintamu darinya."...

...Chiba Yamada~Don't Forget...

...----------------...

Mayu bergegas mengambil handuknya yang terjatuh di lantai untuk menutupi tubuhnya yang polos.

"Kenapa kau sembarang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu!" protes Mayu dengan wajah memerah padam.

"Dinding kamar ini serba kaca, meskipun aku tak membuka pintu, tetap tembus dari luar. Seharusnya kau mengganti pakaianmu di toilet, bukan di sini! BA-KA!" ketus Chiba. Ia berbalik dan kembali menutup pintu.

Mayu mengembuskan napas seraya mengawal kepergian Chiba yang dapat dilihatnya dari sekat kaca.

Apa-apaan ini? Aku sangat malu bahkan ingin menenggelamkan diri, tapi dia hanya sesantai itu? Bahkan, tidak mengucapkan kata maaf?

Mayu menyeringai kesal. Meskipun malu, tapi melihat ekspresi datar yang ditampilkan Chiba tadi, justru membuatnya sedikit tersinggung. Sejenak, ia teringat perkataan Yuta yang mengatakan dirinya tak punya kelebihan dan daya tarik. Apakah Chiba juga memiliki pemikiran yang sama? Apa di mata pria itu tubuhnya tidak menarik?

"Ah, kenapa juga aku harus memikirkan hal ini. Dia adalah seorang idola yang terjun di dunia hiburan. Pasti dia sudah sering melihat tubuh polos wanita," gumam Mayu sambil mengancing baju piyamanya. Namun, tangannya mendadak berhenti bergerak. Pasalnya, lagi-lagi ia teringat dengan gosip yang mengatakan jika pria itu adalah seorang gay.

Mengingat kembali mimik wajah Chiba saat melihat tubuhnya, ia semakin yakin jika pria itu benar-benar tidak memiliki ketertarikan pada wanita.

"Dia tidak tertarik melihat wanita telanjang. Jangan-jangan dia malah terangsang kalau melihat pria bertelanjang," gumam Mayu dengan wajah menahan ngeri. Pikirannya kembali melambung tinggi. Kali ini, dia justru mengkhayalkan Chiba terkagum-kagum melihat perut berotot yang dimiliki Rai.

"Tidak! Tidak! Kenapa aku terus membawa masuk Rai ke dalam imajinasiku!" Mayu menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, berusaha menghilangkan segala pikiran negatifnya.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam. Sudah hampir satu jam Mayu membaringkan tubuhnya di tempat tidur tanpa bisa memejamkan mata. Ia melirik ke arah tempat tidur Chiba. Kosong. Sejak insiden tadi, pria itu belum juga masuk ke kamarnya. Mayu berpikir, apa mungkin Chiba canggung bertemu dengannya, seperti dia yang malu keluar dari kamar hingga sekarang? Entahlah ....

Saat ia memaksakan matanya tertutup, tiba-tiba dia teringat Red Diamond yang merupakan misi utamanya bertahan di apartemen ini. Bukankah ini kesempatan untuk mencari Red Diamond selagi pria itu tak di kamar?

Mayu bangkit dengan penuh semangat. Dia mencoba mengintip keluar untuk memastikan situasi sedang aman. Sepertinya, pria itu sedang tak terlihat di sekitar kamar. Mayu tersenyum sembari mengarahkan pandangannya ke pintu ruang privasi Chiba. Dia melangkah pelan, mengendap-endap penuh kewaspadaan.

Tampaknya untuk memasuki ruangan tersebut, tidak semudah yang dipikirkan. Ternyata pintu ruangan itu dilengkapi pengaman yang mengharuskan seseorang memasukkan password sebelum membukanya.

Napas Mayu mengembus kasar. Jika seperti ini, sudah pasti akan sulit untuk masuk ke ruangan tersebut, sekali pun Chiba sedang lengah.

Di tengah kegusaran dan rasa frustrasinya, sayup-sayup terdengar dentingan piano yang membentuk nada indah nan menenangkan. Alunan piano itu seakan memaksa Mayu untuk mengikuti dan mencari tahu asal suara tersebut.

Mayu keluar dari kamar, terus berjalan mencari suara yang mengalihkan fokusnya. Langkahnya terhenti, saat melihat Chiba sibuk memainkan piano dengan mata terpejam.

Pada saat ini, Chiba mulai menyanyikan sebuah lagu yang pertama kali ia ciptakan. Yang mana lagu itu menceritakan kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada wanita yang pernah hadir di kehidupannya.

Hontou wa mou wakatteta no

Anata ga donna ni sono hito ga suki nano kamo

(Sebenarnya aku sudah tahu

Seberapa besar perasaanmu pada orang yang kau sukai itu)

Tonari iru watashi ja

Kachi me ga naitte koto mo

Hontou wa mou shitteta no

(Dan aku pun tahu tak ada cara bagiku untuk memenangkan hatimu meskipun aku berada di sisimu)

Anata ga koi ni ochite yuku

Sono yoko de watashi wa

Sotto anata ni koi wa shite ita no

(Saat kau mulai jatuh cinta padanya, aku yang berada di sisimu pun diam-diam jatuh cinta padamu)

Nannimo kizukanaide warau anata mo. Yokoga wo zutto mite imashita

(Aku selalu memandangi wajahmu dari samping, dan kau tersenyum tanpa menyadari apa pun)

Mayu bersandar di pintu sambil merosotkan tubuhnya. Matanya terpejam seiring suara emas dari pria berwajah teduh itu mengisi pendengarannya. Irama lagu yang sendu, denting piano yang indah, serta suara yang mengalir lembut penuh penghayatan, membuat siapapun yang mendengarnya akan larut dalam buaian kata-kata berirama. Termasuk Mayu yang sedari tadi terpaku di tempat. Matanya bahkan masih setia melihat jari-jemari Chiba yang terus menari di tuts hitam putih dengan lincah.

Malam ini, aku kembali melihat ekspresi wajahnya yang berbeda. Dibanding wajah sombongnya saat sedang berhadapan dengan orang yang membencinya, wajah ketusnya saat sedang terjepit, wajah datarnya saat tak mau tahu segalanya, atau wajah hangatnya saat sedang berada di meja makan, entah kenapa ... melihat dia yang seperti ini, membuatku tidak tega. Karena ... ekspresi yang ia perlihatkan saat ini menunjukkan jika dia adalah pria yang kesepian.

Sekali lagi, Chiba Yamada adalah pria yang sering memainkan banyak karakter, dan karakter yang ia munculkan tergantung dengan siapa dia berhadapan. Dia tampak angkuh di depan publik, antipati terhadap sesuatu, dan sering membuat peraturan yang kemudian dilanggarnya sendiri. Namun, itu semua sebenarnya hanyalah bentuk dari pertahanannya agar orang-orang tak melihat sisi kerapuhannya.

Denting waktu terus berputar sehingga tak terasa Mayu telah menghabiskan empat hari di apartemen itu. Artinya, waktu yang tersisa untuk mencari tahu keberadaan Red Diamond tinggal tiga hari. Para wartawan sudah tak terlihat di koridor. Meskipun begitu, Chiba meyakini beberapa paparazi masih bersembunyi di sekitar apartemennya.

"Yamada-kun, sarapannya telah siap!" panggil Mayu.

Chiba menuju meja makan dan langsung menarik kursinya. Namun, ia tertegun saat Mayu hanya berdiri diam.

"Kau tidak sarapan?" tanya Chiba sambil mengambil sumpit.

"Aku sedang tidak ingin sarapan."

"Sokka (oh, begono)."

Dia sama sekali tidak canggung. Padahal untuk berhadapan dengannya saja aku sangat malu.

Lima belas menit kemudian, Mayu membersihkan piring kotor, sementara Chiba masuk ke toilet untuk menggosok gigi.

Di tengah kesibukannya mencuci piring, tiba-tiba terdengar suara bel. Mayu bergegas menuju pintu untuk mengecek tamu yang datang. Dari layar monitor, ia melihat sesosok wanita cantik berambut panjang, berdiri di depan pintu apartemen.

Siapa dia? Apakah rekan kerja pria itu?

Mayu tak berani membuka pintu, dan memutuskan bertanya pada Chiba terlebih dahulu.

"Yamada-kun, ada tamu wanita di luar. Apakah aku harus menerimanya?" ucapnya sambil mengetuk pintu toilet.

"Ya, terima saja!" Chiba bersuara dari dalam toilet.

Mayu berjalan kembali menuju ruang depan, lalu membuka pintu tersebut.

"Ohayou gozaimasu!" sapa Mayu pada berambut panjang. Pandangannya langsung tertuju pada seorang balita imut berusia tiga tahun yang dibawa wanita tersebut.

Wanita itu tampak kebingungan melihat Mayu. Namun, tiba-tiba ia menyadari sesuatu dan langsung menyapanya dengan ramah. "Summimasen (maaf/permisi), kalau tidak salah kau adalah kekasih Chiba-san, kan?"

"A ... em ...." Mayu tergagap. Ia tak tahu harus berkata apa.

Wanita itu kembali berkata, "Aku baru melihat berita kalian tadi pagi dan membicarakannya pada suamiku. Omong-omong, namaku—"

"Oh, Yuki-san!" Chiba tiba-tiba datang menghampiri mereka. Rupanya wanita cantik tersebut adalah istri dari saudara kembarnya.

"Papa!" Balita lucu itu langsung berlari dan memeluk Chiba.

Mayu terbelalak seketika. Papa? Dia memanggil Chiba Yamada dengan sebutan Papa? Jangan bilang ....

"Chiba-san, aku dan Ken mau menitip Arata padamu selama tiga hari. Kudengar kau mengambil cuti selama tiga hari, apa boleh kami mengganggu waktu liburmu dengan menitipkan Arata?" tanya Yuki yang terlihat sungkan sambil melirik ke arah Mayu.

"Kau tidak perlu bertanya seperti itu," jawab Chiba sambil menggendong bocah bernama Arata Ryuu.

"Arigatou gozaimasu. Gomen ne, kami mengganggu libur kalian," ucap Yuki membungkuk.

Chiba dan Mayu saling melirik. Sepertinya istri dari saudaranya salah mengira tentang kehadiran Mayu di sisinya. Wajar, karena media terus meliput tentang mereka yang dianggap sebagai sepasang kekasih. Bukan tidak mungkin, sebentar lagi Tuan Yamada juga akan mengetahui hal tersebut.

Mayu menghampiri Arata setelah Yuki berpamitan pulang. "Kawai (imutnya)" puji Mayu sambil mencubit gemas bocah itu.

"Lambutmu kusut sepelti olang tidak pelnah mandi," celoteh Arata dengan bahasa khas anak kecil.

Ucapan secara terang-terangan yang keluar dari mulut bocah itu, sukses membuat Mayu ternganga hingga seperti orang yang sedang termegap-megap.

Bocah sialan! Mayu memandang bocah tersebut dengan kesal. Hidungnya tampak mengembang dan bibirnya mengerucut berkumpul menjadi satu. Bukannya takut melihat ekspresi Mayu saat ini, Arata justru menjulurkan lidahnya seolah-olah mengejek.

Mayu kembali terperanjat dibuatnya. Ia membalas perlakuan bocah tersebut, dengan melempar tatapan melotot yang bermaksud menakut-nakutinya. Sontak, Arata langsung berlari ke pelukan pria itu.

"Papa!"

"Ada apa?" tanya Chiba yang kembali menggendongnya.

"Ada hantu!" ucap bocah tersebut sambil menunjuk ke arah Mayu.

Kekesalan Mayu pada bocah tersebut makin menjadi. Wajahnya bahkan sudah merah membara. Namun, ia segera menyembunyikan wajah berangnya, saat Chiba berjalan ke arahnya.

"Dia adalah keponakanku. Aku harap kau bisa membantuku menjaga dan menemaninya bermain selama tiga hari ke depan."

"Apa?!"

Catatan penulis ✍️✍️

lirik lagu diambil dari lagu favorit engkong yang judulnya shiawase-back number, pernah tampil juga di novel DF chapter nada-nada cinta. bisa cek diyutup yang versi pianonya.

Terpopuler

Comments

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Arigatou

2024-09-25

0

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Chiba jatuh cinta pada pandangan pertama yaaa so sweet

2024-09-25

0

Ran Aulia

Ran Aulia

Arata cakep ngemesin 😍😍😍😍

2024-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!