..."Agar kau tak menyadari perasaanku, aku berpura-pura tidak mengetahui hubunganmu dengannya. Agar kau tak menyadari perasaanku, aku berpura-pura mendukung keinginanmu. Tapi, izinkan dalam waktu sebulan. Hanya sebulan. Izinkan aku merebut cintamu darinya."...
...Chiba Yamada~Don't Forget...
...----------------...
Mayu bergegas mengambil handuknya yang terjatuh di lantai untuk menutupi tubuhnya yang polos.
"Kenapa kau sembarang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu!" protes Mayu dengan wajah memerah padam.
"Dinding kamar ini serba kaca, meskipun aku tak membuka pintu, tetap tembus dari luar. Seharusnya kau mengganti pakaianmu di toilet, bukan di sini! BA-KA!" ketus Chiba. Ia berbalik dan kembali menutup pintu.
Mayu mengembuskan napas seraya mengawal kepergian Chiba yang dapat dilihatnya dari sekat kaca.
Apa-apaan ini? Aku sangat malu bahkan ingin menenggelamkan diri, tapi dia hanya sesantai itu? Bahkan, tidak mengucapkan kata maaf?
Mayu menyeringai kesal. Meskipun malu, tapi melihat ekspresi datar yang ditampilkan Chiba tadi, justru membuatnya sedikit tersinggung. Sejenak, ia teringat perkataan Yuta yang mengatakan dirinya tak punya kelebihan dan daya tarik. Apakah Chiba juga memiliki pemikiran yang sama? Apa di mata pria itu tubuhnya tidak menarik?
"Ah, kenapa juga aku harus memikirkan hal ini. Dia adalah seorang idola yang terjun di dunia hiburan. Pasti dia sudah sering melihat tubuh polos wanita," gumam Mayu sambil mengancing baju piyamanya. Namun, tangannya mendadak berhenti bergerak. Pasalnya, lagi-lagi ia teringat dengan gosip yang mengatakan jika pria itu adalah seorang gay.
Mengingat kembali mimik wajah Chiba saat melihat tubuhnya, ia semakin yakin jika pria itu benar-benar tidak memiliki ketertarikan pada wanita.
"Dia tidak tertarik melihat wanita telanjang. Jangan-jangan dia malah terangsang kalau melihat pria bertelanjang," gumam Mayu dengan wajah menahan ngeri. Pikirannya kembali melambung tinggi. Kali ini, dia justru mengkhayalkan Chiba terkagum-kagum melihat perut berotot yang dimiliki Rai.
"Tidak! Tidak! Kenapa aku terus membawa masuk Rai ke dalam imajinasiku!" Mayu menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, berusaha menghilangkan segala pikiran negatifnya.
Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam. Sudah hampir satu jam Mayu membaringkan tubuhnya di tempat tidur tanpa bisa memejamkan mata. Ia melirik ke arah tempat tidur Chiba. Kosong. Sejak insiden tadi, pria itu belum juga masuk ke kamarnya. Mayu berpikir, apa mungkin Chiba canggung bertemu dengannya, seperti dia yang malu keluar dari kamar hingga sekarang? Entahlah ....
Saat ia memaksakan matanya tertutup, tiba-tiba dia teringat Red Diamond yang merupakan misi utamanya bertahan di apartemen ini. Bukankah ini kesempatan untuk mencari Red Diamond selagi pria itu tak di kamar?
Mayu bangkit dengan penuh semangat. Dia mencoba mengintip keluar untuk memastikan situasi sedang aman. Sepertinya, pria itu sedang tak terlihat di sekitar kamar. Mayu tersenyum sembari mengarahkan pandangannya ke pintu ruang privasi Chiba. Dia melangkah pelan, mengendap-endap penuh kewaspadaan.
Tampaknya untuk memasuki ruangan tersebut, tidak semudah yang dipikirkan. Ternyata pintu ruangan itu dilengkapi pengaman yang mengharuskan seseorang memasukkan password sebelum membukanya.
Napas Mayu mengembus kasar. Jika seperti ini, sudah pasti akan sulit untuk masuk ke ruangan tersebut, sekali pun Chiba sedang lengah.
Di tengah kegusaran dan rasa frustrasinya, sayup-sayup terdengar dentingan piano yang membentuk nada indah nan menenangkan. Alunan piano itu seakan memaksa Mayu untuk mengikuti dan mencari tahu asal suara tersebut.
Mayu keluar dari kamar, terus berjalan mencari suara yang mengalihkan fokusnya. Langkahnya terhenti, saat melihat Chiba sibuk memainkan piano dengan mata terpejam.
Pada saat ini, Chiba mulai menyanyikan sebuah lagu yang pertama kali ia ciptakan. Yang mana lagu itu menceritakan kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada wanita yang pernah hadir di kehidupannya.
Hontou wa mou wakatteta no
Anata ga donna ni sono hito ga suki nano kamo
(Sebenarnya aku sudah tahu
Seberapa besar perasaanmu pada orang yang kau sukai itu)
Tonari iru watashi ja
Kachi me ga naitte koto mo
Hontou wa mou shitteta no
(Dan aku pun tahu tak ada cara bagiku untuk memenangkan hatimu meskipun aku berada di sisimu)
Anata ga koi ni ochite yuku
Sono yoko de watashi wa
Sotto anata ni koi wa shite ita no
(Saat kau mulai jatuh cinta padanya, aku yang berada di sisimu pun diam-diam jatuh cinta padamu)
Nannimo kizukanaide warau anata mo. Yokoga wo zutto mite imashita
(Aku selalu memandangi wajahmu dari samping, dan kau tersenyum tanpa menyadari apa pun)
Mayu bersandar di pintu sambil merosotkan tubuhnya. Matanya terpejam seiring suara emas dari pria berwajah teduh itu mengisi pendengarannya. Irama lagu yang sendu, denting piano yang indah, serta suara yang mengalir lembut penuh penghayatan, membuat siapapun yang mendengarnya akan larut dalam buaian kata-kata berirama. Termasuk Mayu yang sedari tadi terpaku di tempat. Matanya bahkan masih setia melihat jari-jemari Chiba yang terus menari di tuts hitam putih dengan lincah.
Malam ini, aku kembali melihat ekspresi wajahnya yang berbeda. Dibanding wajah sombongnya saat sedang berhadapan dengan orang yang membencinya, wajah ketusnya saat sedang terjepit, wajah datarnya saat tak mau tahu segalanya, atau wajah hangatnya saat sedang berada di meja makan, entah kenapa ... melihat dia yang seperti ini, membuatku tidak tega. Karena ... ekspresi yang ia perlihatkan saat ini menunjukkan jika dia adalah pria yang kesepian.
Sekali lagi, Chiba Yamada adalah pria yang sering memainkan banyak karakter, dan karakter yang ia munculkan tergantung dengan siapa dia berhadapan. Dia tampak angkuh di depan publik, antipati terhadap sesuatu, dan sering membuat peraturan yang kemudian dilanggarnya sendiri. Namun, itu semua sebenarnya hanyalah bentuk dari pertahanannya agar orang-orang tak melihat sisi kerapuhannya.
Denting waktu terus berputar sehingga tak terasa Mayu telah menghabiskan empat hari di apartemen itu. Artinya, waktu yang tersisa untuk mencari tahu keberadaan Red Diamond tinggal tiga hari. Para wartawan sudah tak terlihat di koridor. Meskipun begitu, Chiba meyakini beberapa paparazi masih bersembunyi di sekitar apartemennya.
"Yamada-kun, sarapannya telah siap!" panggil Mayu.
Chiba menuju meja makan dan langsung menarik kursinya. Namun, ia tertegun saat Mayu hanya berdiri diam.
"Kau tidak sarapan?" tanya Chiba sambil mengambil sumpit.
"Aku sedang tidak ingin sarapan."
"Sokka (oh, begono)."
Dia sama sekali tidak canggung. Padahal untuk berhadapan dengannya saja aku sangat malu.
Lima belas menit kemudian, Mayu membersihkan piring kotor, sementara Chiba masuk ke toilet untuk menggosok gigi.
Di tengah kesibukannya mencuci piring, tiba-tiba terdengar suara bel. Mayu bergegas menuju pintu untuk mengecek tamu yang datang. Dari layar monitor, ia melihat sesosok wanita cantik berambut panjang, berdiri di depan pintu apartemen.
Siapa dia? Apakah rekan kerja pria itu?
Mayu tak berani membuka pintu, dan memutuskan bertanya pada Chiba terlebih dahulu.
"Yamada-kun, ada tamu wanita di luar. Apakah aku harus menerimanya?" ucapnya sambil mengetuk pintu toilet.
"Ya, terima saja!" Chiba bersuara dari dalam toilet.
Mayu berjalan kembali menuju ruang depan, lalu membuka pintu tersebut.
"Ohayou gozaimasu!" sapa Mayu pada berambut panjang. Pandangannya langsung tertuju pada seorang balita imut berusia tiga tahun yang dibawa wanita tersebut.
Wanita itu tampak kebingungan melihat Mayu. Namun, tiba-tiba ia menyadari sesuatu dan langsung menyapanya dengan ramah. "Summimasen (maaf/permisi), kalau tidak salah kau adalah kekasih Chiba-san, kan?"
"A ... em ...." Mayu tergagap. Ia tak tahu harus berkata apa.
Wanita itu kembali berkata, "Aku baru melihat berita kalian tadi pagi dan membicarakannya pada suamiku. Omong-omong, namaku—"
"Oh, Yuki-san!" Chiba tiba-tiba datang menghampiri mereka. Rupanya wanita cantik tersebut adalah istri dari saudara kembarnya.
"Papa!" Balita lucu itu langsung berlari dan memeluk Chiba.
Mayu terbelalak seketika. Papa? Dia memanggil Chiba Yamada dengan sebutan Papa? Jangan bilang ....
"Chiba-san, aku dan Ken mau menitip Arata padamu selama tiga hari. Kudengar kau mengambil cuti selama tiga hari, apa boleh kami mengganggu waktu liburmu dengan menitipkan Arata?" tanya Yuki yang terlihat sungkan sambil melirik ke arah Mayu.
"Kau tidak perlu bertanya seperti itu," jawab Chiba sambil menggendong bocah bernama Arata Ryuu.
"Arigatou gozaimasu. Gomen ne, kami mengganggu libur kalian," ucap Yuki membungkuk.
Chiba dan Mayu saling melirik. Sepertinya istri dari saudaranya salah mengira tentang kehadiran Mayu di sisinya. Wajar, karena media terus meliput tentang mereka yang dianggap sebagai sepasang kekasih. Bukan tidak mungkin, sebentar lagi Tuan Yamada juga akan mengetahui hal tersebut.
Mayu menghampiri Arata setelah Yuki berpamitan pulang. "Kawai (imutnya)" puji Mayu sambil mencubit gemas bocah itu.
"Lambutmu kusut sepelti olang tidak pelnah mandi," celoteh Arata dengan bahasa khas anak kecil.
Ucapan secara terang-terangan yang keluar dari mulut bocah itu, sukses membuat Mayu ternganga hingga seperti orang yang sedang termegap-megap.
Bocah sialan! Mayu memandang bocah tersebut dengan kesal. Hidungnya tampak mengembang dan bibirnya mengerucut berkumpul menjadi satu. Bukannya takut melihat ekspresi Mayu saat ini, Arata justru menjulurkan lidahnya seolah-olah mengejek.
Mayu kembali terperanjat dibuatnya. Ia membalas perlakuan bocah tersebut, dengan melempar tatapan melotot yang bermaksud menakut-nakutinya. Sontak, Arata langsung berlari ke pelukan pria itu.
"Papa!"
"Ada apa?" tanya Chiba yang kembali menggendongnya.
"Ada hantu!" ucap bocah tersebut sambil menunjuk ke arah Mayu.
Kekesalan Mayu pada bocah tersebut makin menjadi. Wajahnya bahkan sudah merah membara. Namun, ia segera menyembunyikan wajah berangnya, saat Chiba berjalan ke arahnya.
"Dia adalah keponakanku. Aku harap kau bisa membantuku menjaga dan menemaninya bermain selama tiga hari ke depan."
"Apa?!"
Catatan penulis ✍️✍️
lirik lagu diambil dari lagu favorit engkong yang judulnya shiawase-back number, pernah tampil juga di novel DF chapter nada-nada cinta. bisa cek diyutup yang versi pianonya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Hearty💕💕
Arigatou
2024-09-25
0
Hearty💕💕
Chiba jatuh cinta pada pandangan pertama yaaa so sweet
2024-09-25
0
Ran Aulia
Arata cakep ngemesin 😍😍😍😍
2024-03-23
0