Ch. 6 : Rencana Awal

Mayu menyadari keempat orang itu menoleh ke arahnya secara serempak dengan tatapan penuh arti.

"Ke–kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Mayu terbata-bata. Firasatnya mengatakan sesuatu buruk akan kembali menimpanya.

"Coba kau berdiri!" perintah Rai.

Mayu pun berdiri sesuai perintah.

"Berapa usiamu?" tanya Rai kembali.

"Dua puluh lima tahun," jawab Mayu cepat.

"Woah, meskipun sudah lumayan dewasa, tapi dengan tubuhnya yang mungil ia masih terlihat seperti remaja!" seru Yuta memerhatikan Mayu dari atas ke bawah.

"Ya, jika diperhatikan dia cocok menjadi fangirl. Lagi pula, untuk misi kali ini aku tidak bisa terlibat lagi. Sebelumnya, aku sudah pernah mencoba dekati pria itu, tapi dia sama sekali tak acuh padaku," timpal Haru masih kesal.

"Aku tidak mengerti maksud kalian," ucap Mayu menggaruk-garuk kepalanya.

"Kami memang tidak memintamu untuk mengerti. Cukup dengan mengikuti perintah kami, kau akan mengerti sendiri tugasmu."

"Aku tidak mau bekerja sama kalau kalian tidak menjelaskan padaku." Mayu memalingkan wajah seraya bersedekap.

"Kami tidak mengajakmu kerja sama. Justru kau yang bekerja pada kami!" tegas Rai dengan gaya santai.

"A-apa? Enak saja! Kalau begitu lebih baik aku keluar dari sini!" Mayu kembali berdiri dan bergegas beranjak.

Rio langsung menghadangnya. "Kau mau ke mana?"

"Tentu saja pulang!" ketusnya.

"Memangnya kau punya tempat untuk pulang?" sindir Rai dari arah belakang.

Mayu terdiam, dia baru ingat jika sekarang hidupnya seperti gelandangan. Bahkan koper dan dompetnya tertinggal begitu saja di jalanan.

"Kalau begitu aku minta pembagian yang adil untuk misi ini. Kalian 50 persen, aku juga 50 persen," ucap Mayu tanpa ragu.

Rio, Yuta dan Haru kompak melongo. Bahkan Rai turut membelalakkan matanya.

"Sialan! Ternyata wanita ini hanya pura-pura tak paham, padahal dia mendengar dengan baik pembicaraan kami," gumam Rai kesal. Namun, detik berikutnya sudut bibir pria itu menyungging tipis, "menarik juga! Wanita licik, penuh taktik seperti ini yang kubutuhkan!"

Mayu menaikkan dagunya seraya menatap langit-langit ruangan. Ia masih bersikap jual mahal kepada mereka.

"Baik. Kau 50 persen, kami 50 persen," ujar Rai secara tiba-tiba.

Kali ini, giliran Mayu, Yuta, Rio, dan Haru yang terkejut sembari menatap ke arah Rai. Yuta, Rio, dan Haru tak habis pikir kenapa bisa Rai mengabulkan permintaan tak masuk akal wanita itu. Sedangkan bagi Mayu sendiri, sama sekali tak menyangka kalau Rai akan semudah itu menyetujuinya.

"Rai, apa kau gila? 50 persen itu sangat banyak untuknya! 10 persen saja sudah banyak. Bahkan kita belum tahu siapa dia sebenarnya, jangan-jangan dia adalah mata-mata." Yuta berjalan ke arah Rai sambil menunjukkan ketidaksetujuannya.

"Asalkan kau bisa mengikuti segala taktik kami untuk mengambil berlian itu, maka kami akan memberimu 50 persen jika kau berhasil," lanjut Rai pada Mayu tanpa memedulikan celotehan Yuta.

"Baik. Aku akan pastikan berlian itu berada dalam genggamanku!" Mayu mengepalkan jari-jemarinya ke atas dengan penuh keyakinan. Ia tersenyum miring dan mengkhayalkan sedang bermandikan uang yang banyak.

Malam hari, setelah menyusun strategi untuk besok, Rai menunjukkan kamar yang akan ditempati Mayu.

"Apa kau suka?" tanya Rai sambil bersandar di tiang pintu kamar.

"Tentu saja suka karena ini gratis!" ujar Mayu riang.

Sudut bibir Rai tertarik ke atas. Ia melangkah pelan ke arah Mayu, semakin dekat, sangat dekat, hingga membuat membuat kaki wanita itu reflek mundur ke belakang. Ketika punggungnya membentur dinding, dan wajah mereka hanya berjarak beberapa inci, Mayu tak kuasa menelan ludah melihat wajah tampan Rai.

"Kuharap besok kau sukses. Oyasuminasai (selamat tidur)." Rai mengelus rambut depan Mayu dengan lembut. Ia melangkah mundur, sebelum akhirnya berbalik dan pergi.

Saat pintu kamar tertutup, Mayu segera menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang empuk.

"Ah ... kenapa aku lemah sekali kalau berhadapan dengan pria tampan," gumamnya sambil memegang kedua pipinya. Otaknya mengilas kembali adegan saat bola mata Rai memandang lekat ke arahnya. Ya, dia menyadari, dirinya sangat mudah terlena oleh ketampanan seseorang. Hal itu pula yang membuatnya gampang ditipu oleh mantan kekasih.

Sementara, Rai berdiri di depan pintu kamar Mayu sembari tersenyum licik.

"50 persen? Kau tidak akan mendapatkan sepersen pun, Baka!" gumamnya seraya mengangkat sudut alis.

Hari baru di musim semi telah menyambut. Matahari semakin terik. Chiba Yamada memasuki sebuah ruang ganti. Di sana, ia disambut hangat oleh asisten, penata rambut dan makeup artist yang telah menunggunya.

"Konnichiwa!" sapa Chiba saat memasuki ruangan tersebut. Ia langsung duduk di hadapan cermin, bersiap untuk memodeli rambutnya. Sebentar lagi akan ada pertemuan antara dirinya dan penggemar fanatik. Tentu saja dia harus tampil sempurna.

"Waktunya hanya tinggal tiga puluh menit," ucap manajer Tao kepada hair style yang tengah mengerjakan rambut sang penyanyi itu. Tao adalah manajer pribadi Chiba Yamada, satu-satunya orang kepercayaan yang telah bekerja selama enam tahun. Dia jugalah yang membawa karir Chiba melesat hingga menjadi penyanyi bayaran tertinggi.

Chiba menoleh ke arah asistennya sembari memberi kode dengan jari telunjuk agar mendekat. Asisten yang baru masuk bekerja selama dua hari itu bergegas menghampirinya.

"Manajer Tao baru saja mengunggah fotoku ke Instagram. Tolong bacakan komentar-komentar yang masuk."

"Siap!"

Ketika asisten hendak mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, Chiba langsung menepisnya. "Jangan sekali-sekali pegang ponselku! Baca melalui ponselmu!"

"Baik. Maaf atas sikap lancang saya." Asisten itu membungkuk, lalu terburu-buru mengambil ponsel dalam sakunya. Ia mulai membaca satu per satu komentar yang masuk. Komentar didominasi pujian sehingga membuat pria itu tersenyum simpul di depan cermin.

"Lihat, hidungnya makin mancung. Itu pasti operasi plastik. Dia baru saja pulang dari Korea, 'kan?" Asisten tersebut membacakan salah satu komentar haters.

Mata Chiba membeliak dan tangannya refleks memegang cuping hidung. Bagaimana bisa mereka mengatakan hidung aslinya adalah hasil operasi plastik?

"Sepertinya dia mengedit tinggi badannya. Pintu yang berada di belakangnya tampak aneh." Asisten tersebut kembali membacakan komentar haters yang membuat wajah pria itu meradang.

Saat asisten itu kembali membaca komentar berikutnya, Chiba langsung menghentikannya. "Stop! Kau boleh keluar dari sini!"

Asisten tersebut berdiri dan membungkuk. Ketika ia keluar dari ruangan, manajer Tao menghampirinya dengan memasang wajah penuh kekhawatiran. "Kenapa kau membaca komentar-komentar dari haters? Seharusnya kau hanya perlu membaca komentar dari fans setianya. Kau akan segera dipecat."

"Benarkah?" Mata asisten itu membulat ketakutan.

Tak lama kemudian terdengar bunyi pemberitahuan pesan masuk di ponsel manajer Tao. Ia segera membuka pesan tersebut, menghela napas panjang, lalu mengarahkan layar ponselnya ke arah asisten baru Chiba.

"Selamat, kau baru saja dipecat!" ucapnya sambil menunjukkan pesan singkat Chiba Yamada yang memintanya untuk memecat asisten terbaru.

"Apa? Mana mungkin aku dipecat hanya karena kesalahan sepele."

"Begitulah seorang Chiba Yamada. Dia tidak menyukai hal-hal yang bisa mengubah suasana hatinya. Tenang, kau bukan satu-satunya asisten yang dipecat karena kesalahan kecil!" ucap manajer Tao.

Di kediaman para penipu handal, Mayu keluar dari kamarnya dengan penuh percaya diri. Ia telah siap melaksanakan tugas pertamanya sebagai anggota geng tersebut. Penampilannya saat ini, memakai dress hitam yang panjang selutut dengan sepatu yang berwarna senada. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai tanpa penambahan aksesoris.

"Bagaimana?" tanya Mayu sambil memutar badannya.

"Kawai! Kau terlihat mirip boneka!" puji Rio dengan mata membulat, "benar, 'kan?" Dia menoleh ke arah Rai seakan meminta pendapat kakaknya.

"Ya, seperti boneka Okiku (boneka hantu)," jawab Rai datar, "kau akan menghadiri fans meeting, bukan upacara kematian!" timpalnya sambil menggertakkan gigi.

Mendapat celaan pria itu, bibir Mayu yang sempat mengembang, raib seketika. Bagaimana mungkin dirinya disamakan dengan boneka hantu?

Mayu pun bersungut-sungut kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Tiga puluh menit kemudian, ia keluar lagi dengan penampilan yang baru: memakai rambut palsu pendek berwarna merah menyala, kacamata bulat transparan yang besar, sweater panjang berwarna kuning, serta celana legging motif garis warna-warni.

"Bagaimana?" tanya Mayu kembali pada Rai yang menatap tak mengerjap ke arahnya.

"Ini lebih buruk dari sebelumnya!" ketus Rai dengan hidung yang mengembang.

Sayangnya, Yuta datang menghampiri mereka untuk mengingatkan bahwa acara akan segera dimulai. Sehingga tak ada waktu untuk Mayu memperbaiki penampilannya lagi. Bersama Rio dan Yuta, ia pun berangkat ke lokasi diselenggarakan fans meeting itu.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul empat sore hari. Para klub penggemar yang tergabung resmi dalam fanbase penyanyi pop Chiba Yamada, telah berkumpul di hotel tempat dilaksanakan pertemuan antara penggemar dan penyanyi itu.

Mayu bergabung dalam perkumpulan fans. Tak lupa ia memegang atribut yang bergambar wajah idola tersebut. Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah keluaran terbaru berhenti tepat di depan red carpet. Seorang panitia acara bergegas membuka pintu mobil. Diiringi suara teriakan histeris dari para penggemar, Chiba Yamada pun keluar.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Kemana hati Mayu mengarah?

2024-09-18

0

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Kasian banget yaaa assitennya...

2024-09-18

0

⸙ᵍᵏ͢⍣Mode siderッ❥⃝❁Kᵝ⃟ᴸ

⸙ᵍᵏ͢⍣Mode siderッ❥⃝❁Kᵝ⃟ᴸ

astaga Rai cuman manfaatin si Mayu doang kirain bnran mau ngasih 50%😒

wow gara2 Baca komentar dipecat😯 bnr2 killer di Chiba

astaga bengek kaya Boneka hantu, Anabel dong🤣 aws loo jatuh cinta

2023-09-17

2

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!