Hari-hari telah berlalu begitu saja. Setelah rencana ketiga masih gagal, mereka kembali memikirkan cara agar bisa masuk ke keluarga Yamada. Apalagi, saat ini Rinko Sekai lebih dulu maju selangkah dibanding mereka.
"Rinko pasti sudah sangat banyak mengetahui seluk-beluk keluarga Yamada," duga Rai kesal sambil berpikir keras.
"Ya, dia pintar juga rupanya. Meskipun Chiba Yamada dikenal memiliki kepribadian buruk sebagai superstar, tapi dia sangat patuh pada ayahnya. Itu terbukti ketika dia mau menikahi gadis pilihan ayahnya demi menutupi skandal," ujar Yuta sambil bersandar di dinding.
"Tidak hanya itu, dia juga sangat menghormati mendiang ibu sambungnya," sambung Haru.
"Hum ....." Yuta mengangguk. "Itulah mengapa Tuan Yamada sangat menyayanginya dibanding dengan saudara kembarnya. Kurasa Rinko telah mempertimbangkan hal ini. Dengan sikap patuh yang Chiba miliki, membuatnya memilih mendekati Tuan Yamada."
"Oniichan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Kau tidak akan membiarkan Rinko lebih mendahului kita, 'kan?" tanya Rio sedikit panik. Pasalnya, Rinko Sekai adalah musuh abadi kakaknya.
"Kalau begitu ... kita harus mengganti target! Kita tidak akan mendekati Chiba Yamada lagi, tapi akan mendekati Tuan Yamada." Rai menoleh ke arah Mayu yang duduk diam memeluk lutut. "Dan tugasmu adalah menggoda Tuan Yamada sehingga si Tua itu tertarik padamu, dan meninggalkan Rinko."
Mendengar hal itu, mata Mayu terbelalak seketika. Bagaimana bisa dia disuruh menjadi wanita penggoda untuk pria paruh baya?
"Hah? Menggoda pria tua bangka? Tidak, aku tidak mau!" tolak Mayu seketika, "lagi pula aku bukan tipe wanita yang suka merusak hubungan orang!"
"Rinko Sekai juga tidak benar-benar mencintai Tuan Yamada. Dia hanya memperalatnya untuk mengambil Red Diamond itu. Jadi, tidak masalah jika kau merebutnya!" tandas Haru sambil mendekati Mayu untuk membujuknya.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku lebih memilih mendekati pria miskin asal tampan, dari pada pria kaya tapi tua. Ini demi kesehatan mataku juga." Mayu menunjuk matanya dengan kedua jarinya.
"Heh, Bodoh! Pria tampan yang miskin juga lama-lama akan menjadi jelek karena tidak punya modal untuk merawat diri, sama sepertimu yang terlihat kusam sebelum kami mengubahmu menjadi seperti sekarang! Ini semua juga karena kau tidak berhasil menarik perhatian Chiba Yamada!" cela Yuta dengan wajah geram.
"Hei, kalau saja tidak ada insiden sepatu terbang, aku yakin pria itu juga akan terjerat pesonaku!" Mayu menunjukkan sikap tak mau kalah.
"Rai, kurasa kau telah salah mengajak orang bergabung bersama kita," sindir Yuta sambil melirik ke arah Mayu.
Rio yang duduk di antara Yuta dan Mayu, hanya bisa menopang dagu seraya bergumam sendiri, "aku menyaksikan film Tom and Jerry secara live di sini!"
"Pokoknya aku tetap tidak mau kalau disuruh menggoda pria tua!" Mayu melipat kedua tangannya di depan dada. Dia membayangkan wajahnya lambat laun ikut menua karena setiap hari akan menghabiskan waktu bersama Tuan Yamada.
Rai lantas mendekati Mayu, memosisikan duduk di sampingnya. "Tenanglah ini hanya sebentar! Tidak akan lama! Begitu kita telah mengetahui letak Red Diamond itu dan mengambilnya, kau akan bebas dan mendapatkan bagian 50 persen. Bayangkan saja, dengan 50 persen yang kau miliki, kau bisa miliki rumah sebesar ini, mobil mewah seperti milikku dan juga uang berlimpah tanpa bersusah payah bekerja," bujuk pria itu dengan mengiming-imingi keuntungan yang akan ia dapatkan.
"Tapi ...." Melihat wajah tampan Rai yang setengah memohon padanya, membuat Mayu lagi-lagi tak kuasa menolak permintaan pria itu. "Baiklah! Akan kucoba untuk merayu orang tua itu," ucapnya lemah sambil tetap menatap wajah Rai.
Selanjutnya, mereka mulai memikirkan cara agar bisa mendekati Tuan Yamada sekaligus menggeser Rinko Sekai. Yuta memeriksa jadwal acara yang akan dihadiri pemilik Yamada grup itu. Rupanya, malam nanti akan ada pesta ulang tahun anak perusahaan Yamada Grup.
"Jika dilihat dari penampilan Rinko sekarang dan juga mendiang istri Tuan Yamada, maka bisa disimpulkan jika pria itu menyukai tipe wanita glamor tapi tetap elegan. Maka, tugasmu adalah mengubah dia menjadi wanita yang glamor dan elegan untuk pesta malam nanti," pinta Rai pada Haru.
"Itu bukan hal yang sulit," ucap Haru tersenyum.
Malam pun beranjak. Mayu melihat bayangan dirinya di depan cermin setelah selesai didandani oleh Haru.
"Apakah ini benar-benar diriku?" tanyanya tak percaya.
"Tentu. Tentu itu dirimu."
"Ah, cantik sekali! Aku masih tak percaya aku bisa secantik ini," ucapnya sambil memerhatikan wajahnya lebih dekat.
Sudah secantik ini aku malah ditugaskan merayu kakek-kakek. Menyebalkan sekali! Ini semua demi 50 persen!
Malam ini, dia luar biasa cantik dengan gaun merah panjang dan rambut gelombang yang dibiarkan terurai. Riasan malamnya juga tampak glamor tapi tidak berlebihan, dengan sentuhan lipstik yang selaras dengan warna gaun. Tak lupa pula menggunakan sepatu hak tinggi berukuran 12 cm yang membuatnya terlihat semampai. Sungguh membuatnya tampak seperti wanita dewasa yang high class.
"Sepertinya kau baru pertama kali berdandan seperti ini, ya?" tebak Haru yang merasa lucu karena Mayu terus-menerus melihat penampilannya di depan cermin.
"Apa ... menurutmu Rai akan menyukai penampilanku malam ini?"
"Rai?" Haru terkejut mendengar pertanyaan Mayu, kemudian tergelak seketika. "Kau seharusnya memikirkan apakah tuan Yamada akan tertarik padamu malam ini, bukan Rai."
Mayu bergeming. Melihat perubahan mimik wajahnya, membuat Haru bertanya, "Apa ... kau menyukai Rai?"
Mata Mayu membulat seketika. Ia ingin menyangkal, tapi ekspresinya terlalu gampang ditebak. Akhirnya dia hanya mengangguk tipis seakan mengaku pada Haru kalau dia menyukai ketua dari kelompok mereka.
Haru kaget, tapi sedetik kemudian tertawa kecil. Mayu langsung memegang tangan Haru. "Tolong jangan katakan pada Rai. Aku tahu dia juga menyukaiku, tapi aku belum siap menjalin hubungan dengannya. Jadi, jangan beritahu perasaanku padanya, ya?" ucapnya memohon.
Haru hanya dapat mengangguk bingung. "Kalau begitu, lebih baik kau bersiap-siap pergi. Aku keluar dulu."
Dari kamar Mayu, Haru menuju kamar Rai. Saat membuka pintu kamar, ia mendapati Rai juga tengah bersiap-siap pergi ke pesta tersebut. Pria itu telah memakai setelan tuksedo biru tua yang sangat cocok di tubuhnya.
"Kau tidak ingin ikut?" tanya Rai sambil mengancing kerah bajunya.
"Aku dan Rio menunggu kabar dari kalian saja."
"Bagaimana dengan Mayu? Apa dia sudah siap?"
"Ya, dia baru saja selesai kudandan. Dia benar-benar cantik malam ini, sampai-sampai aku jadi takut kau akan jatuh cinta padanya."
"Mana mungkin. Kau satu-satunya wanita yang kucintai."
Haru memosisikan berdiri di belakang Rai sambil memeluknya. "Benarkah? Tapi dia mengatakan menyukaimu, dan kau juga menyukainya."
Rai tertawa geli. "Gadis itu memang sangat mudah ditipu dan diperalat."
Di luar, Mayu berjalan menuju kamar Rai. Dia sangat gugup karena ingin mengetahui reaksi Rai pada penampilannya malam ini. Tampaknya, ia kesulitan berjalan karena sepatunya memiliki hak terlalu tinggi.
Kira-kira seperti apa ya reaksi Rai saat melihatku? Apakah dia akan melongo?
Mayu melebarkan senyum seiring tangannya membuka pintu kamar Rai. Namun, senyum yang bertengger di bibirnya lenyap seketika saat melihat Haru tengah memeluk Rai dari belakang. Tak hanya memeluk, wanita berdarah London itu juga memaksa Rai berbalik dan mengecup singkat bibir pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Yoseva
namanya jg di sarang penipu...pasti gk jauh dari tipu menipu...so lebih baik kamu tau dari awal ya Mayu...biar gk jatuh terlalu dlm oleh tipuan Rai
2025-02-20
0
Hearty💕💕
Jangan sedih ya Mayu... pastikan apa yykamu lihat dan rasakan
2024-09-24
0
Amud Muztaba
nah lo...udh mulai nih konflik
2024-07-09
1