Chiba menghidupkan televisi, sebuah Chanel sedang menyiarkan wawancara manajer Thao terkait skandal yang menimpa dirinya. Beberapa fotonya yang menggendong gadis bergaun merah diperlihatkan ke publik. Bahkan foto-foto tersebut menunjukkan kawasan apartemen elit yang dihuninya.
"Benarkah gosip yang menyebutkan wanita itu adalah penggemar beratnya, dan Chiba sengaja membuatnya mabuk untuk diajak berkencan satu malam di apartemennya?" tanya salah satu wartawan di antara belasan pertanyaan lainnya.
"Itu tidak benar! Chiba tidak pernah melakukan itu terhadap penggemarnya!" tampik manajer Thao seketika.
"Lalu siapa wanita itu? Kenapa dia mabuk dan dibawa Chiba ke apartemennya?" Wartawan kompak melayangkan pertanyaan yang sama.
"Dia ... di–dia ... kekasih baru Chiba Yamada. Mereka berpacaran dan telah tinggal bersama di apartemennya!" jawab manajer Thao secara spontan.
"Pacar?!" Chiba dan Mayu sama-sama berucap.
Mereka tercengang. Dua pasang mata itu saling bersirobok diikuti wajah kaku dan ekspresi yang terkejut. Tertegun selama beberapa detik, baik Mayu maupun Chiba kembali menatap layar televisi.
"Apakah itu aku?" tanya Mayu melihat sesosok wanita bergaun merah yang tengah digendong oleh Chiba. Ia menoleh ke arah Chiba, lalu kembali berkata, "jadi, kau yang telah sengaja membawaku ke sini dengan memanfaatkan kondisiku yang sedang mabuk?!"
Mata Chiba terbelalak menerima tuduhan dari Mayu. "Hei, ini semua salahmu! Kau tidak sadarkan diri meskipun aku telah berusaha membangunkannya. Lagi pula, seharusnya kau berterima kasih karena aku berbaik hati membawamu ke sini dari pada meninggalkanmu di jalanan."
Mayu berbalik dan langsung menepi di sudut ruangan. Ia berjongkok sambil menepuk-nepuk jidatnya sendiri.
Baka! Bagaimana bisa aku tidak sadar sedang digendong seorang superstar yang sangat terkenal. Bahkan aku juga tidak menyadari telah tidur semalaman di kamar pria itu.
Khayalan Mayu melambung jauh. Sambil memegang perutnya, dia kembali sibuk bermonolog dalam hati. Apakah yang dikatakan Rai benar? Semalam aku dan dia tidur berduaan. Lalu kami ... telah ... telah ....
"Kenapa kau mengatakan aku dan dia berpacaran?"
Suara Chiba yang meninggi membuat kedua bahu Mayu bergidik kaget. Mayu menoleh ke belakang, melihat Chiba yang tengah sibuk menelepon seseorang. Raut menegang berselimut amarah yang terpatri di wajah pria itu sungguh terlihat memesona di matanya.
Oh, Tuhan! Dari samping saja dia sudah terlihat tampan begitu.
Mayu terhanyut. Namun, sedetik kemudian ia tersadar dan kembali berbalik membelakangi pria itu.
Astaga, aku tidak boleh sampai terlena. Ingat, dia adalah sumber kesejahteraanku. Aku harus fokus mencari Red Diamond agar bisa mendapatkan pembagian 50 persen. Lagi pula aku, kan, sudah punya Rai.
Mayu menutup mulutnya sambil cekikikan. Sementara, Chiba masih sibuk menelepon manajer Thao.
"Lalu aku harus jawab apa? Apa aku harus membenarkan gosip yang mengatakan kau mengencani fans yang sedang mabuk?" Manajer Thao melakukan pembelaan diri. "Para wartawan tidak hanya berkumpul di apartemenmu, tapi mereka juga memenuhi kantor agensi. Kepala agensi memintaku untuk cepat mengklarifikasi isu tersebut."
"Tapi tidak dengan mengatakan dia pacarku!" ucap Chiba kesal.
"Apa kau tidak berpikir, ini sedikit menguntungkan bagimu? Sejak kau menepis gosip kedekatan dengan artis dari Korea Selatan, isu kalau kau adalah seorang gay kembali merebak di publik. Ayolah, setidaknya dengan adanya skandal ini, kau tidak lagi dikatakan gay. Lagi pula, kau benar-benar berkencan satu malam dengan wanita itu, 'kan?"
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" Chiba menggertakkan rahang sambil memijit pelipisnya.
"Lalu, kenapa kau membawa wanita itu ke apartemenmu? Seingatku, dia adalah gadis yang berbuat kekacauan di pesta semalam dan kau mengenalnya, 'kan?"
Chiba terdiam. Dia memikirkan kembali kejadian semalam. Kalau dipikir-pikir, skandal antara ia dan wanita itu terjadi karena dirinya sendiri. Ya, dialah yang membuntuti wanita itu hanya untuk memenuhi rasa penasarannya. Dia jugalah yang membawa wanita itu ke apartemennya. Akibat kecerobohannya, membuat agensi, manajer, sekaligus wanita itu terkena imbasnya. Lalu, apa yang harus ia lakukan? Mengklarifikasi kalau pernyataan manajer Thao tidak benar? Atau membenarkan pernyataan manajer Thao?
Tidak! Ini seperti mengulang sejarah. Di mana hampir enam tahun yang lalu ia pernah berada di posisi seperti ini, yang mengharuskan dirinya menjalani status palsu dengan seorang wanita. Namun, berita tentang dirinya yang telah memiliki kekasih terus merebak bersamaan dengan menyebarnya foto dan video semalam.
Sementara di luar apartemen, Yuta dan Rio berbaur bersama para wartawan yang sedari pagi buta memenuhi koridor itu. Mereka duduk bersila seperti para pemburu berita lainnya.
"Berapa lama kita akan menunggu di sini?" tanya Rio yang telah merasa bosan.
"Diamlah! Jangan terus-terusan mengeluh!" ketus Yuta.
Salah seorang wartawan di samping mereka bertanya, "Apa kau merasa Chiba Yamada benar-benar memiliki kekasih dan mengencani wanita?"
"Tentu saja!" jawab Yuta spontan.
"Aku merasa kurang yakin. Dia itu tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada wanita. Bahkan lima tahun lalu saja pernikahan yang terlihat seperti sungguhan ternyata hanya sebuah kebohongan demi menutupi skandalnya," ucap wartawan itu kembali.
Dia adalah Junpei Kato, seorang jurnalis senior dari salah satu media cetak terkenal di Jepang. Ia menjadi musuh artis-artis karena tindakannya sebagai paparazi yang selalu berhasil mengungkap sisi gelap para selebritis.
"Tapi aku yakin kali ini dia benar-benar mengencani wanita. Jika tidak, mana mungkin dia membawa seorang wanita ke apartemen pribadinya, 'kan?" ucap Rio mencoba memprovokasi wartawan tersebut.
"Ya, aku juga sempat mewawancara salah satu petugas di apartemen ini. Dia mengatakan sudah beberapa kali melihat seorang wanita keluar masuk di apartemen ini bersama Chiba Yamada," sambung Yuta yang sebenarnya hanya mengarang informasi.
"Benarkah?" Para wartawan yang berada di situ sontak berbalik dan mengepung keduanya.
Yuta dan Rio kompak mengangguk, berusaha meyakinkan para wartawan itu. Semua wartawan yang hadir di situ tampak percaya dengan pernyataan Rio dan Yuta, kecuali Junpei Kato. Baginya, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Chiba benar-benar gay, dan foto-foto itu hanya rekayasa dari pihak agensi untuk menepis rumor tersebut. Kedua, jika benar Chiba mengencani seorang wanita, itu bukanlah kekasih Chiba Yamada, melainkan wanita penghibur yang dipesan dari tempat prostitusi.
Junpei Kato bergumam dalam hati, "Chiba Yamada, sekarang giliranmu. Aku akan membuka belangmu sampai ke akar-akar."
Di dalam, Chiba yang baru saja menelepon manajer Thao, melirik ke arah Mayu yang berdiri di sampingnya.
"Hei, siapa namamu?"
"Aku Mayu Ichihara."
Chiba meluruskan pandangannya sambil mencoba mengatur napas. "Tinggallah di sini sampai para wartawan itu pergi! Biasanya dalam seminggu, mereka akan menyerah dengan sendirinya."
"Eh, benarkah? Aku boleh tinggal di sini? Apa kau akan pekerjakan aku?"
"Tidak. Aku hanya mengizinkan kau tinggal di sini untuk sementara waktu. Setelah semuanya aman, aku akan merekomendasikan pekerjaan untukmu."
"Kau baik sekali!"
Chiba langsung beranjak, tapi sedetik kemudian dia kembali berbalik, "oh, iya, aku lupa. Selama berada di sini, ada aturan yang harus kau taati."
"Aturan?" tanya Mayu seraya mengerjapkan matanya berulang kali.
Sambil mengantongi kedua tangannya, Chiba berkata, "Pertama, kau harus memberi jarak sekitar lima langkah jika berdekatan denganku."
Mayu membulatkan matanya, tapi cepat-cepat berkata, "Baiklah! Itu bukan hal yang sulit."
"Apa kau mengerti?"
"Tentu. Tentu saja aku mengerti," jawab Mayu sambil menyengir bodoh.
"Kalau begitu kenapa kau tidak melakukannya sekarang?"
Mayu tersentak dan langsung mundur dua langkah saat mengetahui jarak antara dia dan pria itu cukup dekat.
Ya, ampun ... aku, kan, tidak tahu kalau kalau peraturannya langsung berlaku dari sekarang.
"Peraturan kedua, jangan sekali-sekali menyentuh barang-barang pribadiku."
"Ah, kalau itu sangat gampang! Mana mungkin aku bersikap lancang," ucap Mayu tertawa kecil sambil mengusap kedua tangannya.
"Termasuk ini!" Chiba mengangkat ponselnya, "ini benda terlarang yang tidak boleh kau pegang. Karena aku menganggap ponsel ini adalah pasangan hidupku."
Mata Mayu terbelalak mendengar ucapan Chiba. Astaga, dia menganggap benda mati sebagai pasangan hidupnya? Apakah dia seorang objectophillia?
"Ketiga!" Chiba meninggikan nada suaranya, "aku tahu ini hal yang cukup sulit untuk dihindari, tapi ... berusahalah untuk tidak jatuh cinta padaku, karena itu akan membuatku menjadi repot!"
Mata Mayu yang bulat, makin membesar tatkala mendengar peraturan ketiga dari pria itu.
Astaga, dia narsistik juga ternyata. Aku akui ketampanan dan kekayaannya membuatku tergiur. Tapi aku juga sadar diri, orang seperti dia mana mungkin bisa kugapai. Bukankah lebih baik menyukai yang sudah pasti menyukai kita juga?
Kata-kata itu terucap dalam hatinya sambil mengingat saat Rai mengatakan menyukainya.
Setelah memberitahu peraturan yang harus Mayu taati selama tinggal di apartemennya, Chiba memutuskan beranjak meninggalkan wanita itu.
"Seorang superstar tidak bisa dicintai oleh seseorang, karena dia adalah milik penggemarnya."
Ucapan Mayu sukses menghentikan langkah pria itu. Tertegun beberapa saat, pria itu menyunggingkan senyum tipis lalu kembali ke meja makan untuk menghabiskan sarapannya.
.
.
.
Catatan kaki 🦶🦶🦶
Objectophillia atau Objectum-Sexual, yakni kecenderungan mencintai bahkan merasakan hasrat seksual pada benda-benda mati. Fenomena ini belum bisa dinyatakan sebagai penyakit, karena mereka tidak menyakiti orang lain dan bukan disebabkan trauma. Di Jepang dan beberapa negara maju, ada beberapa orang yang mengidap sindrom ini, di mana mereka mencintai benda mati seperti robot, boneka, tokoh anime, bantal, pohon dll. bahkan ada yang sampai menikahi benda mati tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Hearty💕💕
Tapi Rai tipu²
2024-09-25
0
💞R0$€_22💞
Please jgn jd cewe bodoh Mayu...
Ujung2nya bs kaya Yuki nih si Mayu, mencintai laki2 segitunya..dewhh...
2023-06-20
1
sakura🇵🇸
heh...gelo,mending kamu fokus ngejar chiba
kamu masa' g merasa dikerjain rai,dimanfaatin doank..mana ada pembagian 50%🙉
2023-02-21
2