Ch. 18 : Mulai Dekat

Mayu bergegas ke toilet untuk menerima panggilan video dari Rai. Saat terhubung, rupanya dalam panggilan itu tidak hanya ada Rai, tapi juga ada Yuta dan Rio.

"Bagaimana kabarmu di sana?" tanya Rai dengan tatapan dalam.

"Apa Chiba Yamada memperlakukan kau dengan baik seperti diriku?" Rio tak mau kalah bersuara.

"Bagaimana dengan berliannya? Sudah ditemukan, belum?" Yuta pun turut melayangkan pertanyaan.

"Bisakah kalian melempar pertanyaan satu per satu? Aku jadi bingung mau jawab yang mana!" ucap Mayu dengan suara setengah berbisik.

"Intinya kita ingin tahu perkembangan selama kau berada di sana," balas Yuta tak sabaran.

"Aku belum bisa berbuat banyak. Dia sangat waspada, dan sepertinya dia memiliki masalah dengan tidurnya sehingga mudah terbangun. Semalam, aku hampir ketahuan dan jadi takut untuk mengulangnya," ujar Mayu.

"Begitu saja kau menyerah?" cibir Yuta.

"Bukan menyerah, tapi aku harus membuatnya merasa percaya dulu padaku. Walau bagaimanapun aku adalah orang asing yang tiba-tiba ada di apartemennya," balas Mayu.

"Lalu, apa yang kau lakukan selama berada di sana?" tanya Rio.

"Dia memintaku menjadi tukang masak selama seminggu," ucap Mayu pelan.

"Tukang masak?" Yuta dan Rio kompak berkata.

Mayu mengangguk pelan.

"Ah, seorang pria dan wanita berada dalam satu atap selama seminggu. Kira-kira apa saja yang terjadi?" ucap Yuta menyeringai.

"Mayu-chan, hubungi aku jika dia berani macam-macam padamu. Aku akan menunjukkan keahlianku dalam teleportasi," sahut Rio yang wajahnya kini memenuhi layar ponsel.

Rai merampas ponsel tersebut, kemudian menatap wajah Mayu dari layar sambil berkata, "Lakukan yang menurutmu terbaik. Aku percaya padamu."

Rai memercayaiku?

Wajah Mayu bersemu seketika. "Kalian jangan khawatirkan aku. Lagi pula Chiba Yamada benar-benar tidak tertarik dengan—" Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, panggilan itu telah terputus.

Yuta menahan tangan Rai setelah selesai menelepon Mayu. "Apa tidak menjadi masalah membiarkan dia berada di sisi Chiba Yamada? Gadis itu sering tidak fokus, aku takut dia malah melupakan misi utama."

Rai terdiam sebentar, senyum tipis bertengger di bibirnya diikuti dengan segaris alis yang terangkat. "Jangan khawatir. Mayu akan terus mengikuti perintahku. Aku akan membuatnya menjadi gadis penurut."

Mayu mulai memotong-motong bahan makanan setelah selesai mengobrol dengan Rai, Rio dan Yuta. Seperti biasa, wanita berwajah imut itu melakukannya dengan penuh semangat.

"Hei!" tegur Chiba.

Mayu tersentak dan segera menoleh ke arah Chiba yang baru saja selesai berolahraga.

"Kuncir rambutmu jika sedang memasak! Aku membenci masakan yang terselip helaian rambut."

Mayu memegang rambutnya yang terurai. "Em ... aku tidak punya ikat rambut."

Chiba berjalan cepat menuju kamarnya, tak lama kemudian ia datang kembali dan melempar sesuatu ke arah Mayu. Untungnya, wanita itu dapat menangkap dengan baik. Mayu melihat benda yang baru saja dilempar oleh Chiba. Ternyata itu adalah sebuah ikat rambut bertuliskan inisial CY.

"Pakai itu kalau sedang memasak!" perintah pria itu sambil berbalik.

"Ano ...." Mayu bersuara.

Chiba kembali menoleh ke arah Mayu.

"Apa aku harus mengembalikan ikat rambut ini setelah keluar dari apartemen?"

"Ambil saja! Aku masih punya satu."

Mayu tertegun sambil melihat kembali ikat rambut dengan inisial nama berwarna silver. Sungguh tampak elegan.

Apa ini artinya aku mempunyai barang yang berpasangan dengannya?

Ia buru-buru menguncir rambutnya ke belakang. Tak jauh dari sana, Chiba memerhatikan bagaimana Mayu mengikat seluruh rambutnya hingga mengekspos leher jenjangnya yang mulus. Pria itu buru-buru memalingkan pandangannya, saat Mayu menoleh padanya.

Chiba kini tengah duduk di kursi pijat sambil memasang earphone di telinganya. Di hadapannya, robot pembersih sedang sibuk mengepel lantai. Sementara sebuah mesin penyedot debu bekerja otomatis membersihkan kursi sofa.

Masih memerhatikan aktivitas pria itu, Mayu malah bergumam dalam hati. "Inikah kehidupan orang kaya? Pantas saja dia tidak membutuhkan asisten, karena semua bisa dilakukan oleh mesin. Sepertinya aku harus mulai memikirkan apa saja yang akan kubeli dengan uang 50% agar kehidupanku bisa seperti ini ke depannya."

Tiga puluh menit kemudian, Mayu meletakkan menu sarapan yang baru saja selesai dibuatnya di meja makan.

"Yamada-kun, sarapan sudah siap."

Chiba bergegas ke meja makan. Ia menarik kursi, lalu mendudukinya.

"Hari ini aku memasak bento. Menu yang sering dibawa orang-orang untuk bekal di kantor atau sekolahan. Gomennasai, bentuknya tidak sebagus bento umumnya."

Chiba tak merespon. Ia malah segera mengambil sumpit dan mencoba aneka bento buatan Mayu. Ia menyantapnya sambil memejamkan mata.

"Bagaimana? Apa yang kurang?" tanya Mayu cemas.

Hening beberapa detik. Chiba membuka mata, menarik segaris senyum lalu berkata, "Oishi! (Enak). Seperti masakan seorang ibu."

Lagi-lagi dia memuji masakanku mirip masakan seorang ibu. Apa itu artinya dia merindukan ibunya?

Mayu memerhatikan mimik wajah pria itu setiap memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

"Hei, cepat habiskan makananmu!" tegur Chiba yang sadar jika Mayu memerhatikannya sedari tadi.

"Aku suka melihatmu ketika sedang duduk di meja makan. Menurutku, ekspresi terbaikmu adalah saat kau sedang menyantap hidangan. Karena di saat itu hati dan wajahmu selaras," ucap Mayu sambil menatap Chiba dengan sepasang mata yang berkilau cerah.

Chiba tertegun selama beberapa detik. Ia menoleh ke dapur seraya berkata, "Hei, malam nanti ... mari kita masak bersama!"

"Eh?" Mayu hampir saja tersedak mendengar permintaan pria itu.

"Kau hanya seminggu di sini. Untuk tetap menyantap menu rumahan, aku harus mempelajarinya. Jadi, tolong ajarkan aku!"

"Tentu saja aku akan mengajarimu dengan senang hati!"

"Arigatou," ucap Chiba seraya menyunggingkan senyum lebar hingga kedua matanya menyipit.

Mayu tersentak mendengar pria itu mengucapkan terima kasih padanya sambil tersenyum lebar.

Aku tidak salah, 'kan, mengatakan jika ekspresi terbaikmu terletak saat kau duduk di meja makan. Ternyata dia memang tak seburuk yang media katakan.

Malam pun datang. Chiba dan Mayu memasang celemek di tubuh masing-masing. Chiba mengikat rambut depannya, sementara Mayu menguncir seluruh rambutnya. Mayu membuka kulkas untuk mengambil bahan makanan.

"Astaga, aku lupa kalau persediaan bahan makanan telah habis!" sahut Mayu sambil membongkar isi kulkas, lalu mengambil sebungkus mie instan, "yang tersisa tinggal ini!"

Tak yakin, Chiba memeriksa sendiri isi kulkasnya. Benar, sudah tak ada bahan makanan lagi yang tersisa.

"Huffttt!" Chiba mengembuskan napas kasar.

"Aku akan membeli bahan makanan di supermarket."

"Apa kau gila? Wartawan masih menunggu di luar sana."

"Lalu bagaimana? Kita bukan hanya tak bisa makan malam ini, tapi juga besok dan seterusnya!" ucap Mayu cemas.

"Besok pagi kita ke supermarket terdekat."

"Besok? Apa tidak masalah kita keluar bersama?"

"Kita akan pergi pagi-pagi sekali supaya tidak ketahuan. Mie instan itu untuk kau saja. Aku masih kenyang," ucap Chiba sambil membuka kembali celemeknya.

Malam telah tergelincir seiring pagi menyingsing. Tampaknya, sang Surya masih enggan memancarkan sinarnya. Mayu mengerjapkan mata perlahan, saat suara alarm memekakkan telinganya.

Waktu menunjukkan pukul lima lebih empat puluh lima menit. Ia menoleh ke samping dan mendapati Chiba bersandar di dinding sambil mengantongi sebelah tangan. Pria itu berpakaian serba hitam, lengkap dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya.

"Ohayou!" sapa Mayu malu-malu.

"Itu pakaianmu. Cepatlah bangun dan kita akan pergi sebelum para wartawan memenuhi koridor," ucap Chiba sambil menunjuk pakaian yang ia letakkan di atas ranjang.

Mayu segera bangun dan mengganti pakaian milik pria itu yang tampak kebesaran di badannya. Mereka keluar dari apartemen dan mulai berjalan menuju supermarket yang terbuka 24 jam.

Segarnya udara pagi, harum bunga sakura yang merebak, dan jalanan yang sepi seakan menemani langkah mereka. Chiba berjalan cepat tanpa menoleh ke kiri dan kanan, sementara Mayu berada cukup jauh di belakangnya.

"Dia manusia atau robot? Jalannya cepat sekali!" gerutu Mayu yang berusaha menyesuaikan langkah pria itu agar tak ketinggalan jauh.

Kini, mereka melewati deretan pertokoan yang masih tertutup. Sambil menatap punggung pria itu, Mayu tampak berpikir. Waktu yang tersisa untuk mencari berlian itu tinggal lima hari lagi. Sementara, memasuki hari ketiga, tampaknya ia sudah mulai beradaptasi dengan pria itu. Bahkan, mereka mulai akrab dan tidak secanggung hari pertama.

Di tengah pikirannya yang sedang berkelana, tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membawanya masuk ke gang sempit antar pertokoan.

Mayu tersandar di dinding. Ia meronta dan berusaha menghindar saat pria yang memakai hoodie cokelat itu membuka paksa maskernya.

"Rai!" Mayu terperanjat saat mengetahui pria di hadapannya saat ini adalah Rai.

"Sssttt ...." Rai meletakkan jari telunjuknya di bibir Mayu.

"Ke–kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Mayu sambil menatap lekat wajah Rai.

"Aku mengikuti kalian," ucapnya pelan dengan mata yang sayu.

"Sepagi ini?"

"Ya. Karena aku merindukanmu," bisik Rai di telinga Mayu. Suara memesona itu terdengar begitu memikat hingga membuat jantung Mayu berdetak tak karuan.

"Merindukan aku?" Mayu tertunduk, wajahnya memerah seperti tomat.

"Ya." Jempol Rai bergerak perlahan di bibir Mayu. "Aku hampir gila selama kau tak ada di sisiku. Mayu, Daisuki dayo (aku menyukaimu). Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mengungkapkan perasaanku. Kuharap kau memiliki perasaan yang sama denganku, dan kita bisa menjalin hubungan."

"Rai ...."

Rai tersenyum tipis. Ia mengangkat dagu Mayu dengan lembut. Mayu menutup matanya dalam-dalam saat wajah Rai mulai bergerak perlahan ke wajahnya. Di sisi lain, Chiba berhenti melangkah saat menyadari wanita itu sudah tak berada di belakangnya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

mulai halu lagi deh ni anak.....😄

2023-02-22

1

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

ishhhhh jahatnya ini laki...tau banget kelemahan mayu😡😡😡

2023-02-22

1

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Rai cba buat mayu terpesona ya. takutnya nanti malah chiba yg terpesona ke mayu.
Apa tanggapanmu Rai.

2022-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!