Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap

Mayu berdiri mematung seraya memerhatikan Chiba yang kembali menyantap sarapannya. Wanita itu tampak beberapa kali menelan ludah sambil memegang perutnya yang terus mengeluarkan bunyi keroncongan.

Bagaimana dia bisa makan dengan setenang itu sementara para wartawan di luar sana mengepung apartemennya? Dia bahkan sama sekali tidak menawariku makanan meskipun hanya sekadar berbasa-basi.

Lagi-lagi, perut Mayu seakan berteriak meminta makan. Sialnya, suara dari dalam perutnya itu begitu besar hingga menyapa pendengaran Chiba. Pria itu melirik ke arah Mayu yang tampak memerhatikan menu sarapan di meja makan.

"Kau mau makan?"

Mayu mengangguk cepat tanpa bersuara. Chiba mengarahkan garpu yang dipegangnya ke arah dapur dengan gerakan santai.

"Pergilah ke dapur, dan cari sesuatu yang bisa kau masak!"

"Arigatou." Mayu bergegas menuju ke dapur dengan wajah menggerutu.

Kupikir dia akan berbagi sarapannya denganku, ternyata dia malah menyuruhku memasak sendiri. Dasar pelit!

Karena sudah sangat lapar, Mayu memilih memasak mie instan, sedangkan Chiba yang baru saja selesai makan, langsung ke kamar mandi.

Setelah makan, Mayu terkejut melihat pria itu baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya, memperlihatkan dada telanjangnya yang masih belum kering sepenuhnya oleh air. Sontak, mata Mayu pun berbinar cerah menatap otot lengan dan perut pria itu.

"Waw, otot perutnya sangat bagus!" gumam Mayu dengan tatapan terkesima.

"Apa yang kau lihat?" tanya Chiba sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

Mayu tersentak dan salah tingkah. "Ano, a ... aku ingin tanya, apakah semalam kita ... kita ...." Mayu tampak kesulitan mengolah kata-kata. Ia menautkan kedua jari telunjuknya sambil berkata dengan terbata-bata, "Maksudku ... apakah semalam ... kau dan aku ... telah—"

"Sebaiknya masalah semalam jangan diungkit!" potong Chiba dengan wajah yang memerah padam.

"Kenapa begitu? Aku harus memastikan apakah harga diriku telah terenggut tanpa sepengetahuanku!" ucap Mayu cepat sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Chiba bergeming. Sambil menggertakkan gigi, ingatannya terbang kembali saat ia membawa masuk Mayu ke kediamannya. Ya, entah apa yang ada di pikirannya saat itu, sehingga dia yang sebelumnya tak pernah membawa wanita manapun ke apartemennya, justru membawa wanita mabuk yang tak dikenalinya.

Semalam, ia menidurkan Mayu di atas sofa panjang yang terletak di kamarnya. Setelah itu, ia bergegas mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Baru saja hendak merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tiba-tiba Mayu terjatuh ke lantai. Hal tersebut tentu membuatnya harus kembali mengangkat tubuh wanita itu dan menidurkannya kembali ke sofa. Namun, baru tiga langkah berjalan menuju ranjangnya, Mayu yang tengah terlelap kembali terjatuh.

Chiba mendengus kesal. Keadaan tersebut membuatnya terpaksa bertukar posisi. Mayu ditidurkan di ranjangnya, sedangkan dia tidur di sofa. Sudah ditidurkan di ranjang pun, lagi-lagi wanita itu kembali mengusik tidurnya dengan suara dengkuran yang sangat berisik. Alhasil, ia tidak bisa tertidur semalaman meskipun telah menyumbat telinganya dengan earphone.

"Kenapa dia diam saja? Apa semalam aku terlalu mengesankan?" pikir Mayu dalam hati.

"Aku sampai lupa memikirkan di mana kau akan tidur nanti." Chiba memijat pelipisnya. Sebenarnya, apartemen mewah itu dulunya memiliki dua kamar. Hanya saja, ia merenovasi kamar tersebut dengan menggabungkan menjadi satu setelah berpisah dari mantan istrinya. Tidak pernah terpikir olehnya, akan ada wanita yang tinggal di apartemennya setelah kepergian Hana. Kalau sudah begini, apakah dia harus sekamar dengan wanita asing selama seminggu?

"Jangan terlalu dipikirkan. Tidak masalah bagiku kalau harus berbagi tempat tidur," ujarnya sambil tersenyum.

"Tapi itu masalah besar bagiku! Kau harus ingat peraturan satu dan dua!" ucap Chiba dengan nada meninggi.

"Kalau begitu, malam nanti aku akan tidur di sini saja! Sepertinya di sini cukup nyaman," ucap Mayu pelan setelah dibentak oleh pria itu.

"Terserah kau saja!" Chiba berbalik dan kembali masuk ke kamarnya.

Mayu berdiri di depan pintu kamar lalu bertanya dengan ragu-ragu. "Um ... apa aku juga boleh mandi?"

"Jika kau sudah sadar kalau bau tubuhmu tidak menyenangkan orang sekitar, seharusnya kau segera mandi!" ketus pria itu tanpa menoleh ke arahnya.

Mayu menggaruk-garuk kepalanya sambil menyengir. "Masalahnya aku tidak punya baju ganti."

Chiba tertegun. Tanpa bersuara, ia masuk ke ruang khusus tempat penyimpanan barang-barang pribadinya, termasuk pakaian. Tak lama kemudian, pria itu keluar membawa baju kaos miliknya lalu meletakkannya di atas meja.

"Pakai ini untuk sementara!"

"Bisakah kau mundur sedikit, aku mau ambil pakaian itu," ucap Mayu yang mengingat kalau ia harus menjaga jarak dengan pria itu.

Dengan dingin, pria itu langsung beranjak pergi. Mayu mengernyitkan alis. Bingung. Tampaknya, pria itu memiliki suasana hati yang tak tertebak. Dia bisa bersikap datar, santai, bahkan ketus hanya dalam beberapa waktu.

Di kamar mandi yang begitu luas, Mayu berendam dalam bath up sambil memikirkan cara mencari tempat penyimpanan Red Diamond. Pasalnya, apartemen itu dilengkapi kamera termal inframerah yang bisa mendeteksi hal-hal mencurigakan.

"Apakah dalam waktu seminggu aku bisa menemukan keberadaan Red Diamond?"

Mayu berpikir keras seraya menatap langit-langit ruangan. Ia mengingat pria itu masuk ke sebuah ruang dalam kamar untuk mengambil pakaian.

"Apakah dia menyimpan Red Diamond dalam ruangan itu?"

Hampir tiga puluh menit berendam, akhirnya Mayu memutuskan keluar. Dia memakai kaus berwarna abu-abu yang diberikan Chiba padanya. Tinggi badannya yang hanya 156 cm, membuat kaus itu terlihat seperti sebuah terusan panjang di atas lutut.

"Ini pertama kalinya aku tidak memakai bra, kira-kira terlihat tidak, ya?" Mayu menatap bayang dirinya di depan cermin besar. Entah kenapa dia menjadi sangat gugup. Apalagi akan tinggal seatap dengan pria itu selama seminggu.

Warna langit telah menggelap menandakan malam telah datang. Mayu duduk di kursi makan sambil menopang wajah dengan kedua tangan. Sesekali ia memerhatikan Chiba yang duduk tenang di sofa sambil membaca buku.

Apa dia tidak bosan telah membaca selama berjam-jam?

Mayu berdiri, memutuskan mengintip ke luar apartemen melalui monitor.

"Wartawan di luar masih sangat banyak. Apa mereka tidak makan dan minum?" ucapnya sambil melirik ke arah Chiba. Tak mendapat respon, wanita itu kembali berkata, "Apa sebaiknya kau keluar dan mengatakan sesuatu pada mereka?"

"Itu sudah pekerjaan mereka, biarkan saja!" ujar Chiba sambil tetap membaca.

Mayu menatap jam dinding seiring perutnya kembali berbunyi. Ternyata melihat wajah tampan selama seharian penuh tidak bisa membuatku kenyang!

"Chiba-kun ...."

"Siapa yang menyuruhmu memanggil nama depanku? Apakah kita sangat dekat?"

"A ... em ... maksudku Yamada-kun." Mayu segera meralat ucapannya. "Aku melihat bahan-bahan makanan yang cukup banyak di kulkasmu. Apa aku boleh—"

"Silakan ambil dan masak apa pun yang kau suka!" Chiba kembali memotong ucapannya.

Mayu tersenyum, lalu bergegas ke dapur untuk memasak makan malam. Ia memotong bahan-bahan makanan sambil bernyanyi. Suaranya yang sumbang, mampu membuat Chiba menoleh ke arahnya sambil tertawa kecil.

Sekitar satu jam kemudian, dia telah selesai membuat hidangan makan malam.

"Yamada-kun, makan malam telah siap. Ayo makan!" teriaknya dengan penuh suka cita.

"Kau saja yang makan. Aku akan memasak sendiri makan malamku," jawab pria itu dengan datar.

Mayu berjalan cepat ke arah Chiba. "Ayolah! Aku memasak menu yang cukup banyak untuk dimakan berdua. Ada ikan tuna panggang, sup rumput laut, dan dan tempura. Setidaknya biarkan aku sedikit berguna selama tinggal di sini," ucap Mayu memelas.

Chiba bergeming sambil tetap membaca buku. Mayu menunduk ke bawah dengan wajah cemberut, ia berbalik pelan dan kembali ke meja makan. Siapa sangka, Chiba berdiri dan menyusulnya dari belakang. Bahkan, pria itu lebih dulu duduk di meja makan.

Mayu menyunggingkan senyum lebar dan segera menarik kursinya. Ia memosisikan duduk di hadapan Chiba, lalu mengambil semangkok nasi panas untuk pria itu.

"Nasi putih?" Chiba tertegun seketika.

"Apa kau tidak suka?"

Chiba menggeleng pelan. "Bukan. Sudah lama aku tidak memakan nasi putih."

"Kalau begitu kau harus mencobanya." Mayu menyodorkan semangkok nasi pada pria itu.

"Itadakimasu," ucap mereka serempak seraya menangkupkan kedua tangan.

Chiba mengambil sumpit dan mulai mencoba menyantap makan malam buatan Mayu. Pria itu melebarkan matanya tatkala sesuap sup hangat masuk ke dalam mulutnya.

"Bagaimana? Apa kau suka?" tanya Mayu cepat.

"Ini ... seperti masakan seorang ibu. Sangat enak! Kau pandai memasak rupanya," puji Chiba sambil kembali melahap sup tersebut dan mencoba menu lainnya.

"Eh? Benarkah? Ini bukan kalimat pujian terpaksa, 'kan?"

Melihat pria itu makan masakannya dengan begitu lahap, membuat Mayu merasa sangat senang. Sepuluh detik dilaluinya dengan hanya menatap wajah artistik itu.

Cara makannya benar-benar elegan seperti seorang bangsawan.

Mayu mulai mengambil sumpit, tapi tiba-tiba terdengar bunyi pemberitahuan pesan masuk di ponselnya. Ia segera membuka pesan tersebut yang ternyata dikirim oleh Rai.

^^^Rai.^^^

^^^Jangan lupa segera cari Red Diamond malam nanti agar kau segera pulang. Aku merindukanmu ....^^^

Mata Mayu terbelalak diikuti dengan wajah yang merona seketika saat membaca pesan tersebut.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Boong dia Mayu-can

2024-09-25

0

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Makasih kak
terhibur aku lihat kelakuan mayu n Rio seketika mengurangi keteganganku saat ini😂🤣

Hmm chiba n Rai siap² kalian terjerat pesona mayu wkwk😎

2024-08-16

2

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

hadeeeeeh dasar bucin🙄 rai kurang ajar ya,dasar penipu ulung...

2023-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!