Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama

Apa? Dia merindukanku? Padahal baru sehari aku tidak bersamanya, bagaimana kalau seminggu?

Mayu menahan senyum menatap isi pesan Rai. Ia menopang dagunya, sambil mengetik balasan pesan yang mengatakan jika dia akan berada di sini selama seminggu. Namun, sedetik kemudian ekspresinya kembali berubah.

Tunggu, tunggu! Jika aku meninggalkannya selama seminggu, maka wanita ular itu akan kembali menggodanya!

Mayu malah membayangkan saat ia kembali, Rai telah direbut oleh Haru. Bahkan, dalam khayalannya pria itu mengatakan akan segera menikahi Haru.

Membayangkan hal tersebut membuat kakinya menendang secara spontan. Sialnya, tendangan itu justru mengenai lutut Chiba. Tak pelak, Chiba yang tengah menikmati makan malam, langsung tersentak dan berdiri.

"Argh! Apa yang kau lakukan?!"

Mayu tampak kelabakan, ia berdiri sambil membungkuk berulang kali. "Gomen, honto ni gomennasai (aku benar-benar minta maaf)."

Chiba masih menunjukkan wajah menahan kesakitan sambil memegang area lututnya. Sementara Mayu menjadi salah tingkah dan hanya terus meminta maaf.

"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Mayu dengan raut sungkan.

"Untung saja aku sudah selesai makan!" Chiba menatap kesal ke arahnya seraya menggertakkan gigi. Pria itu lantas beranjak pergi meninggalkan meja makan.

"Apa? Dia sudah selesai makan?" Mayu menoleh ke arah meja, matanya terbelalak seketika saat melihat menu yang dimasaknya telah habis dan hanya menyisakan semangkok nasi putih. "Dia tidak menyisakan sedikit pun untukku?" Mayu kembali duduk dan hanya bisa menunjukkan wajah menggerutu sambil menghabiskan nasinya.

Malam kian larut, Mayu mengatur tempat tidurnya di sofa depan televisi. Ketika ia hendak merebahkan badannya di sofa, tiba-tiba Chiba keluar dari kamarnya.

"Masuk dan tidurlah di dalam!" pinta pria itu.

"Eh?" Mayu tercungap.

"Aku tidak akan menawarkan kembali jika kau tidak mau."

"Aku mau. Tentu saja aku mau! Di sini terlalu dingin." Mayu bergegas berdiri lalu berjalan masuk ke kamar. Ia menatap ranjang besar yang membentang di hadapannya dengan mata berbinar. Sambil merentangkan tangan, ia bersiap menjatuhkan tubuhnya ke ranjang tersebut.

"Tempat tidurmu bukan di situ!" celetuk Chiba tiba-tiba.

Mayu menoleh ke arah pria itu dengan wajah kebingungan.

"Tidurlah di situ!" perintah Chiba sambil mengedikkan dagunya ke samping ranjang. Rupanya, ia telah menyiapkan tempat tidur yang diletakkan di lantai dengan hanya beralaskan selimut tebal.

Sialan! Kenapa bukan dia saja yang tidur di bawah. Bukankah seharusnya seorang pria mengalah pada wanita?

Mayu menyeret langkahnya ke tempat tidur yang telah disediakan, sementara Chiba telah membaringkan tubuhnya seraya menarik selimut. Ia mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur yang remang sebelum memejamkan mata.

"Oyasuminasai (selamat tidur)," ucap Mayu dengan lembut.

Mata Chiba kembali terbuka. Ini pertama kalinya seseorang mengucapkan kalimat pengantar tidur padanya. Ia menoleh ke samping dengan pandangan ke bawah untuk menatap wanita itu sambil tertegun.

Satu jam berlalu, dan Mayu masih belum tertidur. Ia sengaja menunggu Chiba tidur dengan lelap agar bisa memulai aksi mencari berlian. Di tengah kesunyian malam, wanita itu malah termenung sambil mengingat satu hari yang telah ia lewati bersama penyanyi terkenal itu.

Menurutnya, Chiba Yamada tidak seburuk yang digosipkan. Dia memang tak memedulikan hal yang dianggap tidak penting, seperti wartawan yang hendak mencari tahu kehidupan privasinya, dia juga memiliki sikap yang gampang berubah-berubah. Kadang ketus, kadang dingin, dan tanpa ekspresi. Namun, lelaki itu juga bisa menunjukkan sikap antusias dan tersenyum hangat. Itu bisa ia lihat saat Chiba menyantap hidangannya sambil memuji masakannya yang mirip masakan seorang ibu.

Apa dia tidak merasa kesepian tinggal di apartemen mewah ini sendirian? Kudengar dia juga tidak akrab dengan rekan sesama artis. Tapi, dia punya harta yang berlimpah, mungkin itu yang membuatnya tidak bosan.

Mayu menatap punggung Chiba yang membelakanginya.

Dan ... tentang dia seorang gay, apakah itu benar?

Mayu teringat saat dibawa ke sini, bukankah dia dalam kondisi mabuk dan berpakaian cukup terbuka? Namun, sepertinya pria itu sama sekali tak menyentuhnya. Chiba juga tak menunjukkan ekspresi apa pun saat ia hanya memakai kaos tanpa bra dan bawahan. Apakah ini membuktikan bahwa dia memang bukan seorang heteroseksual?

Memikirkan hal tersebut membuat pikiran Mayu melambung jauh. Dalam bayangannya saat ini, Chiba tengah memeluk seorang pria dari belakang. Tak hanya itu, Chiba bahkan membelai wajah dan leher pria itu dengan mesra. Lucunya, Mayu malah berfantasi jika lelaki yang dipeluk Chiba adalah Rai. Sontak, ia pun merasa geli dan merinding seketika.

"Tidak! Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak terima kalau dia juga tidak normal!" teriak Mayu sambil memejamkan mata dan menutup sepasang kupingnya.

Lampu kamar yang tiba-tiba menyala, membuat Mayu tersadar dari lamunannya yang sudah terlalu jauh. Saat membuka mata, ia tersentak melihat Chiba berdiri di hadapannya sambil bersedekap dengan sepasang alis yang mengeriting.

"Kenapa kau berteriak tengah malam begini?"

Mayu menggigit ujung selimutnya. "Aku ... aku mimpi buruk!"

"Mimpi apa?"

"Aku mimpi ...." Mayu tampak berpikir. "Ah, aku mimpi tentang dua anak manusia yang menjalin cinta terlarang."

"Kurasa kau terlalu banyak menonton dorama!" ketus Chiba sambil menyeringai.

Lampu kamar kembali dipadamkan. Mayu menghela napas seraya mengetuk-ngetuk kepalanya. Bagaimana bisa ia berteriak hingga membangunkan pria itu? Bukankah ia sengaja menunggunya benar-benar lelap sebelum mencari Red Diamond? Sekarang, mau tak mau ia harus menunggu Chiba tertidur kembali.

Tak terasa, jarum jam telah menunjukkan pukul dua dini hari. Mayu mengangkat sedikit kepalanya untuk mengintip apakah pria itu telah benar-benar terlelap. Merasa keadaan aman, ia pun berdiri dan mulai berjalan mengendap-endap menuju sebuah ruangan tertutup dalam kamar. Ia menduga pria itu menyimpan Red Diamond dalam ruangan tersebut.

Mayu masih beringsut. Pelan. Mengabaikan jantungnya yang berdentam kencang. Ia berusaha tidak menciptakan suara yang membuat pria itu terbangun. Kini, ia telah berada tepat di depan pintu ruangan itu. Tangannya memegang gagang pintu, bersiap untuk membukanya.

"Kau mau ke mana?"

Suara berupa belati dingin itu sukses membuat bahunya terangkat. Mendadak, seluruh tubuhnya kaku, telapak tangannya mengeluarkan keringat dingin dan jantungnya terasa berhenti berdetak. Kakinya seakan terpaku di lantai, sehingga membuatnya tak bisa bergerak. Bagaimana tidak, lelaki itu terbangun dan mendapati dirinya tengah berdiri di depan pintu ruang privasinya.

Tanpa menoleh ke arah Chiba, ia berusaha menjawab dengan suara yang sengaja dibuat seperti orang menahan kantuk. "Aku ... aku ingin ke toilet dan sedang mencari-cari letak toilet di kamar ini. Kamarnya terlalu luas dan lampunya padam jadi aku kebingungan."

"Kalau begitu, kau seharusnya tidak ke situ. Karena kalau ke situ kau bukan mencari toilet, tapi cari mati!" Ucapan pria itu terdengar horor di telinganya.

Ia menoleh ke samping, lalu bertanya dengan polos. "Bisakah kau tunjukkan di mana letak toilet?"

Tanpa berkata, Chiba mengarahkan jempol kanannya ke belakang.

Mayu cepat-cepat berjalan ke sana. Di balik pintu kamar toilet, ia mengembuskan napas kasar. Chiba benar-benar memiliki tingkat waspada tinggi seperti yang pernah dikatakan oleh Yuta. Tampaknya, satu malam harus ia lewati tanpa melakukan pencarian berlian.

Masih ada waktu enam hari lagi, sebaiknya aku tidak melakukan pencarian malam ini agar dia tidak mencurigaiku. Aku harus membuatnya percaya sepenuhnya padaku terlebih dahulu.

Langit gelap perlahan memudar dan berganti menjadi cerah. Pagi-pagi sekali, rupanya wartawan sudah berkumpul di depan apartemen Chiba, berharap pria itu akan keluar dan mau memberi klarifikasi.

Sayangnya, hingga detik ini Chiba masih santai dan enggan menanggapi para pemburu berita. Ia malah menyodorkan sebuah kertas di atas meja samping Mayu berdiri.

"Apa ini?" Mayu mengambil kertas tersebut. Matanya terbelalak diikuti mulut yang ternganga saat mengetahui itu adalah cek berisi lima ratus ribu Yen.

"Mulai hari ini aku ingin kau memasak makanan rumahan untukku. Dan itu adalah bayaranmu selama seminggu. Apa itu cukup?"

"Ini ... ini banyak sekali!"

Chiba mengambil kembali cek tersebut dari tangan Mayu dengan menggunakan penjepit gorengan. "Kalau begitu aku akan menguranginya setengah."

"Jangan!" Mayu merampas cek tersebut dari tangan Chiba. "Maksudku ... sebanyak ini juga tidak masalah bagiku. Arigatou gozaimasu," sambungnya dengan penuh semangat.

Mayu buru-buru menyimpan cek tersebut dalam saku celemeknya. Ia bergegas ke dapur, membuka kulkas dan mengeluarkan bahan makanan yang siap untuk diolah. Saat hendak memotong, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia mengecek panggilan, dan tersentak begitu mengetahui Rai melakukan panggilan telepon dan video.

Rai pasti ingin mencari tahu apakah aku sudah berhasil menemukan berlian itu.

.

.

.

Catatan kaki 🦶🦶

Heteroseksual adalah orientasi yang membuat seseorang tertarik pada lawan jenis gendernya. Ini orientasi seksual mayoritas dan dianggap orientasi normal.

500.000 ribu Yen jika dikonversikan ke rupiah, sekitar hampir tujuh puluh juta lah. ya, tiga kali lipat dari UMR di sana.

Terpopuler

Comments

🇮🇩 SaNTy 🇵🇸

🇮🇩 SaNTy 🇵🇸

Kehidupan Privasinya...? Hrsnya kehidupan Pribadinya ya. Privasi & Pribadi beda artinya lho. Itu kalimatnya hrsnya Kehidupan Pribadinya yg penuh privasi.

2024-08-29

0

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

udah ngakak g karuan gara2 kehaluanmu,tiba2 ikutan tegang pas ketahuan chiba 🤣🤣🤣🤣

2023-02-22

0

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

ya kan malah dapet yg lebih baik🙊🙈🙉😅😜 ni cewek polos bettt...kayak anak sma disini🤭 gampang dikibulin

2023-02-22

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!