Ch. 7 : Fans Brutal

Berdiri di antara para penggemar yang menantikan dirinya, Chiba Yamada berusaha tersenyum ramah, memamerkan deretan gigi putihnya yang berbaris rapi. Penampilannya hari ini sungguh memukau, memakai setelan tuksedo cokelat dari merek ternama yang membuatnya elegan, terlihat sempurna tanpa cela, dari ujung rambutnya yang bergaya curtains hair hingga ujung sepatunya yang mengilap.

"Chiba Yamada-san!" Suara teriakan para penggemar terdengar riuh, menandakan mereka sungguh antusias pada pria yang telah berumur dua puluh delapan tahun itu.

Mayu berusaha menerobos kepungan penggemar agar dirinya bisa berada di barisan terdepan. Beruntungnya, dia memiliki tubuh yang mungil sehingga mudah baginya menyisip di antara orang-orang yang terus berteriak. Saat telah mencapai barisan depan, ia turut melakukan apa yang dilakukan para penggemar, yaitu berteriak memanggil nama sang idola.

"Chiba Yamada, I love youuu!" teriak Mayu berkali-kali sambil mengulurkan tangannya ke depan seolah hendak menggapai sang idola.

Yuta dan Rio memantau dari kejauhan. Dengan menggunakan teropong, mereka melihat gerak-gerik yang terjadi di tempat pertemuan fans.

"Lihat, dia sombong sekali! Biasanya para idola akan mengulurkan tangan mereka, untuk sekadar berjabat tangan dengan fans. Tapi dia tidak melakukannya sama sekali. Bahkan, manajernya yang harus turun langsung mengambil buku kecil yang dipegang fans untuk ditandatanganinya," cela Rio sambil terus memantau.

"Ya, aku lupa mengatakan pada Rai kalau Chiba Yamada bukan sosok idola yang dekat dengan fans. Kudengar, ini adalah fans meeting pertama yang diselenggarakan pria itu."

"Apa kau merasa perempuan itu akan berhasil?"

Yuta mengembuskan napas, seraya mengangkat kedua bahunya. "Entahlah ... hanya kecil kemungkinan."

Saat Chiba Yamada melintas, Mayu membuat gerakan ekstrim dengan menarik tangannya hingga membuat tubuh idola tersebut tercondong ke arah Mayu. Siapa sangka, beberapa penggemar yang berada di dekat Mayu ikut membantunya hingga membuat tubuh Chiba semakin terdorong.

Para penggemar makin histeris, bahkan saling dorong-mendorong. Sialnya, saat wajah Chiba mendekat ke arahnya, ia malah terjatuh dan terinjak-injak oleh fans yang makin brutal. Sementara, Chiba pun tak luput dari sasaran empuk para penggemar fanatik. Mereka tak segan menjambak rambutnya karena ingin melihat wajah idolanya dari dekat.

Tindakan berbahaya tersebut, tentu mendapat perhatian dari manajer, pengawal, dan panitia acara. Mereka bergegas mengamankan penyanyi yang merupakan anak dari pemilik Yamada grup.

Masih memantau, Rio dan Yuta kebingungan saat mereka tidak melihat jejak Mayu di sana.

"Ke mana perempuan itu? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Yuta setengah panik saat melihat kerusuhan yang terjadi di tempat itu.

"Aku juga tidak melihatnya." Rio memutuskan menyamarkan sebagai panitia, berbaur ke tempat itu untuk mencari keberadaan Mayu yang menghilang.

Sepuluh menit berlalu, Chiba telah berada di dalam mobil yang membawanya kembali ke kantor agensi. Ia mengambil sapu tangan dan mengelap peluh yang keluar dari pori-pori dahinya. Raut wajahnya sudah tak utuh sejak meninggalkan tempat fans meeting tadi. Bagaimana tidak, acara itu berakhir rusuh, dan harus segera dihentikan. Kejadian ini tentu akan menjadi bahan berita wartawan dan gunjingan para netizen.

"Sudah kubilang aku tidak mau adakan pertemuan seperti ini!" Chiba menyalahkan manajer Thao, karena ini adalah usulnya.

Manajer Thao hanya dapat bergeming dengan wajah penuh rasa bersalah.

Dari kantor agensi, Chiba memutuskan kembali ke apartemennya. Saat berada di lift, pria itu bersandar sembari memejamkan mata. Acara yang ia harapkan akan berjalan lancar, malah berakhir tragis. Banyak penggemarnya yang mengalami luka-luka karena saling dorong. Bahkan, beberapa mengaku kehilangan ponsel mereka.

Denting lift berbunyi disusul pintu terbuka, Chiba bergegas keluar. Saat melangkah menuju apartemennya, ia terkejut melihat Yuki bersama anaknya sedang berdiri di depan pintu.

"Papa!" Anak dari saudara kembarnya itu berlari ke arahnya.

"Apa kalian sudah lama menunggu?" tanya Chiba pada Yuki sambil menggendong bocah itu.

"Kami baru saja datang. Aku meneleponmu dari tadi, Arata merengek ingin tidur di sini. Apa tidak mengganggu?" tanya Yuki sungkan.

"Gomen, aku belum melihat ponselku seharian. Tentu saja tidak, dia adalah hiburanku," jawab Chiba sambil menoleh ke arah bocah bernama Arata Ryuu, "kalau aku tahu kau akan datang, aku pasti akan mampir membeli es krim. Tapi jangan khawatir, aku akan meminta seseorang membelinya.

"Arata-chan, jangan nakal, ya?" Yuki memperingati anaknya sebelum pergi.

Chiba masuk ke apartemen bersama Arata Ryuu. Bocah inilah yang selalu menjadi pelipur lara baginya. Sejak bayi, Arata sudah sangat dekat dengannya, bahkan lebih dekat dari ayah kandungnya sendiri.

Di kediaman para penipu handal, Rai berjalan cepat menuju ruang pertemuan mereka. Di sana, ia melihat Mayu yang telah melepas rambut palsu tengah duduk membelakanginya.

"Apa yang terjadi? Kenapa kalian pulang secepat ini?" tanya Rai pada Rio yang duduk di samping Mayu.

Mayu menoleh cepat ke belakang. "Apa kau tidak tahu yang terjadi padaku?"

Rai tercengang seketika saat melihat wajah Mayu penuh memar dan bengkak di beberapa bagian. Bahkan area lingkaran matanya membiru.

"Ke–kenapa dengan wajahmu?"

"Aku terjatuh dan diinjak-injak fans pria itu! Bahkan di saat aku belum sempat menaruh surat di saku jasnya," ucap Mayu yang langsung menangis seketika.

"Lalu bagaimana dengan Chiba Yamada?" tanya Rai seolah tak memedulikan apa yang menimpa Mayu.

"Kau lihat sendiri, 'kan? Sudah sangat jelas rencana awal kita ... gagal!" jawab Yuta penuh penekanan.

"Tapi jangan khawatir Oniichan, aku berhasil mengambil beberapa ponsel mahal dari tangan para penggemarnya." Rio bersemangat sambil menunjukkan deretan ponsel pintar yang ia letakkan di meja.

"Aku tidak menyuruh kalian untuk datang mencuri di sana, Baka!" Rai memukul kepala adiknya. Ia tampak geram seakan mengeluarkan taring dari mulutnya.

"Aku hanya ingat pesanmu yang selalu memintaku untuk tidak pulang dengan tangan kosong," ujar Rio menyengir bodoh.

"Kenapa tidak ada yang peduli padaku?! Kalau seperti ini, aku memilih menyerah!" pekik Mayu sambil terisak.

Mendengar hal itu, Rai langsung memosisikan duduk di samping Mayu. "Ini baru awal dan kau akan menyerah? Apa kau tak ingat pembagian 50%?" ucapnya berusaha mengiming-imingi keuntungan yang akan perempuan itu dapatkan.

Mayu tertegun. Bukan karena diiming-imingi keuntungan 50%, melainkan karena ini kedua kalinya mereka bertatapan dengan jarak yang sangat dekat. Keadaan ini membuat jantungnya berdetak tak normal. Bagai terhipnotis, ia mengangguk lemah lalu berkata, "Tapi, kau harus mengobati luka di wajahku dulu."

"Tentu saja!" jawab Rai spontan, "Rio, tolong ambilkan kotak obat," pintanya pada adiknya.

Rio segera mengambil kotak obat, lalu menyerahkannya pada kakaknya. Rai mulai mengobati luka-luka di wajah Mayu. Perempuan itu meringis kesakitan saat Rai menyentuh bagian yang bengkak.

"Apa kau merasa sakit?"

"Apa perlu aku menjawab pertanyaan bodoh itu?" jawab Mayu setengah kesal sambil menahan rasa sakit.

Bibir Rai berkedut menahan tawa. Wajah Mayu yang memar dan bengkak-bengkak, bercampur ekspresi kesal sungguh menggemaskan di mata pria itu.

Setelah selesai mengobati luka wanita itu, Rai berjalan menuju dapur untuk mengembalikan kotak obat.

"Kau terlihat sangat peduli pada gadis itu. Kau juga memercayakan misi itu sepenuhnya pada dia dan rela membagikan 50%." Suara Haru datang dari arah belakang.

Rai menoleh ke belakang. Ia tersenyum tipis, tetapi segera menyadari jika Mayu tengah berdiri di balik dinding.

"Apa kau mau tahu alasannya?" tanya Rai.

"Tentu saja. Aku perlu tahu," jawab Haru sambil bersedekap.

"Itu karena ... dia menarik perhatianku. Sepertinya, aku menyukainya."

Mayu yang tengah menguping pembicaraan mereka, langsung terlonjak mendengar jawaban Rai. Matanya melebar, dadanya terasa berat seperti tertindih reruntuhan bangunan, dan jantungnya terpompa cepat. Ia salah tingkah, sampai-sampai bingung harus berbuat apa. Pada akhirnya, dia memutuskan berlari ke kamarnya.

Mengangkat sebelah alis, Rai tersenyum miring menatap punggung Mayu yang telah menjauh.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lenni Namora

Lenni Namora

wkwkwk.. mau sedih tp koq lucu

2024-12-29

0

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Kena perangkap Mayu.....

2024-09-18

0

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Raut wajahnya sudah tak utuh itu kayak gimana ya

2024-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!