Ch. 8 : Rencana Kedua

Senyum Rai berangsur-angsur menghilang, berganti dengan lemparan mata tajam yang menusuk. Ia kembali menoleh ke arah Haru yang terkejut mendengar jawaban yang baru saja dilontarkannya.

"Sudah berapa lama kau bersamaku?" tanya Rai.

Haru memalingkan wajah. Rai mendekat, mengangkat dagu perempuan blasteran itu dengan ujung jari, memaksanya untuk saling berhadapan.

"Dia hanya kelinci percobaan kita. Menipu Chiba Yamada sangat berisiko besar karena di belakangnya ada Ken Ryuu dan mantan anggota geng Akiko. Kita harus main aman dengan memasang wanita itu. Dengan begitu, bukan kita yang mengusik Chiba Yamada, tapi dia. Setidaknya jika ketahuan, nama kita tetap aman." Rai membuktikan dirinya bukan sekadar licik, tapi juga pintar berstrategi.

"Benarkah?"

"Apa aku pernah membohongimu?"

Saat Haru hendak mengatakan sesuatu, Rai mengunci bibirnya dengan sebuah pagutan hangat yang singkat. Mata pria itu memandang kosong ke arah jendela, tapi otaknya mengilas balik pembicaraan yang terjadi antara dirinya dan Mayu beberapa menit lalu, saat ia tengah mengobati luka memar di wajah gadis itu.

"Masalah pembagian 50 persen, apakah itu benar? Kau tidak sedang berbohong, 'kan?" tanya Mayu yang kurang yakin.

"Jadi kau tidak percaya?"

"Bukan begitu ... tapi, aku ini bukan bagian dari kalian. Bisa saja kalian menipuku, atau aku yang menipu kalian. Bagaimana kalau kita buat surat perjanjian saja?"

"Baik. Tunggu sebentar!"

Rai berdiri lalu pergi. Namun, tak memakan waktu lama pria itu datang kembali dengan membawa kertas kosong. Ia menuliskan beberapa poin perjanjian yang salah satunya mengharuskan mengikuti apa pun rencananya sampai berlian itu berada di tangan mereka.

"Tanda tangan di sini, dan cap jari!" pinta Rai.

Mayu mengambil bolpoin, lalu tanpa ragu membubuhkan tanda tangan di perjanjian tersebut.

Di kamar, Mayu berbaring terlentang sambil kembali mengingat pembicaraan antara Rai dan Haru beberapa saat lalu.

Benarkah dia menyukaiku?

Mayu masih kurang yakin. Bahkan ia merasa telinganya sedang bermasalah. Ia memundurkan ingatannya dari sejak bertemu dengan Rai hingga perhatian yang diberikan pria itu padanya. Mengingat hal itu, membuat pipi Mayu merona cerah.

Ternyata dia menyukaiku. Bagaimana ini? Aku tak bisa membiarkan cintanya bertepuk sebelah tangan. Apalagi dia sangat tampan!

Mayu memegang kedua pipinya. Ia sedang merasakan sensasi yang berbeda di dalam dirinya. Bayangan wajah Rai seolah-olah berseliweran di benaknya. Ia menutup mata sambil tersenyum sumringah. Tangannya merambat ke jantung, hanya untuk merasakan debaran yang kian tak menentu. Sedangkan kakinya berayun-ayun seperti anak kecil.

Malam larut telah menyapa. Chiba keluar dari kamar setelah selesai menidurkan keponakannya. Ia mengambil sebotol anggur dari lemari koleksinya, membuka tutup botol yang masih tersegel dan langsung menenggaknya. Ia masih belum berani melihat Instagram pribadi, apalagi berita terbaru. Yang pasti, sudah bisa ditebak kalau kerusuhan yang terjadi di tempat jumpa penggemar tadi telah tersebar di berbagai sosial media.

Dari dapur, Chiba menuju tempat favoritnya yaitu sebuah ruangan besar dengan dinding full kaca, yang menampilkan pemandangan kota Tokyo dari ketinggian 50 lantai. Apartemen miliknya itu berjenis penthouse sehingga lebih besar dari apartemen pada umumnya. Di tengah ruangan tersebut, terdapat grand piano yang menghadap langsung ke jendela.

Lelaki berwajah sendu itu memegang deretan tuts piano. Hanya menyentuh, tak berani memainkannya. Sudah hampir dua tahun ia kehilangan inspirasi menulis lagu dan hanya menyanyikan karya milik orang lain. Entah kenapa, dia pun tak tahu.

Warna langit telah terang, pertanda pergantian hari telah terjadi. Hari ini, kerusuhan yang terjadi saat acara fans meeting Chiba Yamada menduduki trending topik sejumlah sosial media. Banyak hujatan yang mengarah pada sang Idola tersebut, karena dianggap tak cukup matang mengadakan acara itu. Pihak Chiba Yamada sendiri melalui agensi merilis pernyataan di situs resminya. Dalam pernyataan tersebut, ia meminta maaf pada para penggemar dan berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi beberapa penggemar yang terluka akibat acara kemarin.

Di kediaman para penipu ulung, Rai, Yuta, Rio dan Haru kembali memikirkan strategi baru yang akan mereka jalankan untuk mendekati Chiba Yamada. Mereka duduk terpisah dengan pemikiran masing-masing yang sibuk berkelana. Sementara Mayu duduk di anak tangga sambil menatap bingung ke arah mereka yang terlihat seperti patung manekin. Tak bergerak.

"Apa yang terjadi dengan mereka?" gumamnya sambil mengisap permen lollipop.

"Aku punya ide!" Rio memecahkan keheningan di ruangan tersebut.

Ketiga rekannya langsung menoleh ke arahnya.

"Bagaimana kalau kita gunakan modus jasa asisten rumah tangga profesional. Bukankah dia hidup sendiri di apartemennya? Pasti dia butuh seseorang untuk membereskan apartemennya yang mewah," jelas Rio dengan penuh semangat.

Yuta menghela napas. "Seperti yang pernah kubilang, Chiba Yamada memiliki tingkat waspada yang tinggi. Dia tidak suka barang-barangnya disentuh. Dengan seperti itu, hampir bisa dipastikan dia tidak memakai jasa asisten rumah tangga."

"Kalau begitu kita coba saja tawarkan jasa asisten rumah tangga sekali panggil. Meskipun dia tak menggunakan asisten, tapi bukan berarti urusan beres-beres rumah dikerjakan dia sendiri, 'kan?" Mayu menimpali ucapan Rio yang membuat ketiga orang itu mengalihkan pandangan mereka ke arahnya.

Rio mengangkat jari telunjuknya ke atas seraya melebarkan senyum. Dia melangkah cepat ke arah Mayu sambil berkata, "Kita selalu cocok dari segi ide dan pikiran, kenapa kita tidak pacaran saja?"

"Kau benar! Kita cocok dari segi pikiran dan ide. Sayangnya, kita tak cocok dari segi selera. Selera lelaki idolaku bukan padamu!" tegas Mayu yang sedetik kemudian memandang ke arah Rai.

Tentu saja seleraku ada padanya. Oh my prince ....

"Sepertinya kita harus mencobanya, Rai." Haru mendekati Rai lalu meletakkan tangannya di pundak kiri pria itu.

Tak mau menghabiskan banyak waktu, mereka pun kembali mempersiapkan rencana kedua. Yuta diberi tugas mendesain iklan berupa brosur yang menawarkan jasa asisten profesional. Brosur tersebut dibuat semenarik mungkin. Berharap, Chiba akan menggunakan jasa itu sehingga memudahkan langkah awal mereka untuk masuk ke dalam apartemennya.

Setelah selesai mencetak, brosur itu Rio letakkan di depan pintu apartemen Chiba Yamada dengan menyamar sebagai petugas apartemen. Ia juga menempelkan kamera pengintai yang berhadapan langsung dengan pintu apartemen sang target. Ini memudahkan mereka untuk mengetahui apakah brosur itu dilihat oleh Chiba Yamada.

Malam telah tiba. Mereka semua duduk di depan layar monitor yang menampilkan lokasi area apartemen Chiba. Entah sudah berapa lama mereka memantau monitor itu.

"Jangan-jangan dia malah pulang ke rumah ayahnya," duga Yuta seraya menopang dagu.

"Atau jangan-jangan malah pulang larut karena sibuk syuting," sambung Rio dengan mata yang hampir meredup. "Ah, itu dia!" Rio menunjuk ke arah monitor.

Benar saja, di layar tersebut menampilkan kehadiran Chiba yang baru tiba di apartemennya. Melihat pria itu, membuat Rai bersemangat sambil berdiri dari duduknya. Mereka tampak cemas dan berharap Chiba akan melihat brosur yang mereka letakkan di bawah pintu. Sayangnya, pria itu langsung masuk ke kediamannya tanpa menoleh ke bawah.

Pintu apartemen tertutup kembali dan Chiba telah hilang dari layar monitor. Rai menjatuhkan kembali tubuhnya di kursi. Dia tampak lemas karena melihat brosur itu hanya diinjak.

"Jangan patah semangat! Mungkin saja dia sedang kelelahan sehingga tidak memedulikan keadaan sekitar. Masih ada hari esok, siapa tahu dia akan melihat brosur itu dan tertarik." Mayu memberi semangat pada Rai.

"Ya, benar. Masih ada hari esok. Selama brosur itu aman di bawah sana, masih ada kemungkinan untuk dia melihatnya dan termakan jebakan kita," sambung Yuta yang sebenarnya kurang yakin dengan ide ini.

"Aku jadi tidak sabar menunggu besok!" ucap Rio yang masih menancapkan pandangannya ke layar monitor.

Jarum jam terus berputar hingga tak terasa malam telah tenggelam. Sinar mentari membawa kehangatan bagi orang-orang sekitar. Masih berpakaian piyama, kelima orang itu telah berada di depan layar monitor. Seakan sudah tak sabar untuk melihat nasib brosur yang mereka buat.

Dari layar tersebut, kini terlihat pintu apartemen mendadak terbuka diikuti sosok pemilik Red Diamond yang telah berpakaian rapi dan bersiap keluar. Kelima orang itu kini membungkukkan tubuh mereka, dengan tatapan tajam ke arah monitor.

"Lihatlah ke bawah! Lihatlah ke bawah! Lihatlah ke bawah!" Rio terus mengucapkan kalimat yang sama seperti sebuah mantra.

Saat kaki kanan Chiba melangkah ke depan, pandangannya tertunduk ke bawah. Ya, dia melihat brosur tersebut.

"Dia melihatnya! Dia melihatnya!" seru Rio dan Mayu secara bersamaan sambil mengepalkan tangan ke atas.

Kini, terlihat dalam layar, jika Chiba tengah membungkuk untuk mengambil brosur tersebut.

"Dia mengambilnya! Dia mengambilnya!" Rio dan Mayu kembali berseru.

Kedua orang itu saling menggenggam tangan dengan penuh riang, bagaikan baru saja menang lotre. Sementara Rai, Yuta, dan Haru menunjukkan senyum simpul karena target mereka mulai termakan umpan. Namun, kesenangan itu tak bertahan lama tatkala pria bernama Chiba Yamada itu menggumpal kertas brosur tersebut lalu membuangnya di tempat sampah yang ada di samping pintu apartemen, tanpa lebih dulu membacanya.

"Aarrgghhhtt!" Rai memijat pelipisnya seraya mendengus kesal.

Yuta berbalik, menatap ke arah mereka semua. "Rencana kedua masih gagal."

.

.

.

bagaimana dengan rencana selanjutnya, apakah berhasil?

Terpopuler

Comments

🐥Yay

🐥Yay

🤣🤣🤣

2024-08-31

0

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Astoge mayu🤣🤣
bisa banget nyiptain karakter mayu n rio yg kocak gini sih 🤣🤣

2024-08-15

1

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

g heran sih ada cewek modelan mayu😄 emang kadang orang klo udah bucin dah g akan bisa bedain mana yg baik atau mencari mangsa...

2023-02-20

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!