Ch 14 : Menawarkan Diri

Mayu menggerakkan tubuhnya di atas ranjang besar. Iris hitam itu perlahan berkedip menyesuaikan cahaya matahari yang masuk ke retina matanya.

Gelap, terang.

Gelap, terang.

Saat kesadarannya telah penuh, matanya terbelalak seketika mendapati dirinya berada di sebuah kamar asing yang cukup besar yang dibatasi dengan sekat serba kaca. Dari kaca tersebut, dapat terlihat jelas keadaan luar kamar. Menyadari ini bukan di kediaman Rai dan kawan-kawan, Mayu mencoba mendudukkan badannya yang terasa berat.

"Di mana ini?" Mayu memijat kepalanya seraya mencoba menggali ingatan tentang apa yang terjadi semalam. Otaknya mengilas balik kejadian runtut dimulai saat ia bersiap untuk ke pesta anak perusahaan Yamada grup, lalu melihat Haru mencium Rai yang membuat hatinya terbakar, dan berakhir di pesta mewah. Seingatnya, ia akan menjalankan misi mendekati Tuan Yamada, tapi karena kesal ia justru minum banyak anggur di pesta. Kini terasa fatal, karena ia sudah tidak mengingat apa pun setelah itu.

Aku lupa kalau semalam aku mabuk berat. Rai, pasti akan memarahiku.

Mayu tampak panik sambil menyingkap selimut yang membungkus tubuhnya. Ia tersentak ketika melihat telapak tangannya terbungkus perban.

Tunggu! Ia berpikir keras sambil mencoba kembali mengingat-ingat kejadian saat ia mabuk. Yang terbesit di benaknya adalah seseorang menggendongnya lalu membawanya masuk ke mobil.

Menyadari hal itu, membuat mata Mayu membeliak seketika bersamaan dengan tarikan napas yang menunjukkan keterkejutan tak terkira.

"Jangan-jangan ... aku sedang diculik!" Mayu menyilangkan kedua tangannya di dada seiring ketakutan menyergap dirinya. Namun, tepat saat itu juga, tercium aroma sosis panggang yang begitu menggairahkan sehingga membuat rasa takutnya luntur berganti dengan nyanyian dari isi perutnya yang kosong.

Ia menatap jarum panjang di jam dinding yang terletak searah dengan pandangannya. Sudah hampir pukul sembilan pagi. Aroma sosis panggang kembali menyeruak masuk ke indera penciumannya, seakan memaksa dirinya untuk bangun dan segera beranjak.

Mayu berjalan mengendap-endap ke arah pintu. Dari sekat kaca ruangan tersebut, ia bisa melihat seorang pria tengah sibuk memasak.

Siapa dia? Dia tidak mungkin Rai, kan?

Pria itu berbalik tepat saat kepala Mayu mengintip keluar dari pintu kamar. Mata wanita itu melebar tatkala menyadari pria yang tengah memasak itu adalah Chiba Yamada.

Apa aku tidak salah lihat?

Mayu memegang dadanya. Jantungnya seakan hendak lepas. Ia mengintip sekali lagi untuk memastikan penglihatannya. Pria berkulit seputih salju itu benar-benar adalah penyanyi pop yang memiliki kalung Red Diamond. Meskipun penampilannya tampak berbeda dari biasanya, yang mana saat ini ia tengah memakai celemek dan rambut depannya dikuncir bagai pohon palem, tapi hal tersebut sama sekali tak mengurangi ketampanannya.

Ba–bagaimana bisa aku bersamanya? Apa ini apartemen miliknya?

Mayu masih tak percaya. Sampai-sampai ia menampar pipinya sendiri untuk memastikan ini bukan mimpi. Benar, ini nyata! Lalu, kenapa dia bisa berada di sini?

Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering. Ia mengenali itu nada ponselnya. Wanita yang masih memakai gaun merah itu tampak kelabakan mencari ponsel. Rupanya benda itu terletak di nakas samping ranjang. Ia segera menerima panggilan telepon itu ketika melihat nama Rai tertera dalam layar ponsel.

"Moshi-moshi ...."

"Bagaimana semalam dan bagaimana hari ini?" tanya Rai begitu telepon tersambung.

"Apanya yang bagaimana?"

"Bukankah kau berada di apartemen artis itu dari semalam? Bahkan Rio dan Yuta melaporkan hingga kini kalian belum juga keluar dari apartemen!"

"Aku tidak tahu apa-apa. Aku sendiri baru saja bangun," ucap Mayu dengan suara seperti berbisik.

"Baru bangun? Ah, jangan-jangan, kalian semalam...."

"Tidak! Tidak Rai!" Mayu cepat-cepat menepis prasangka buruk Rai. Namun, tiba-tiba dia terdiam.

Jika aku tidur di kamarnya, lalu di mana dia tidur? Jangan-jangan ... semalam ... dia ... dan ... aku .....

"Hei!" Suara Rai dari saluran telepon membuyarkan lamunan Mayu yang tengah mengkhayalkan tidur seranjang dengan penyanyi itu.

"Aku ... aku ... tidak tahu Rai, semalam aku ma—"

Rai langsung memotong ucapan Mayu. "Berusahalah untuk menetap di apartemen Chiba Yamada."

"Apa?!"

"Ya, aku ingin kau menetap di sana."

"Bagaimana bisa?"

"Pikirkan sendiri. Pokoknya kau harus berusaha tinggal di sana lebih lama untuk mencari tahu di mana pria itu menyimpan Red Diamond."

"Ta–tapi, Rai ....."

Telepon langsung terputus saat Mayu masih ingin bicara. Ia hanya bisa mendengus kesal seraya meminggirkan anak rambutnya ke belakang. Ia pun memutuskan keluar kamar untuk menemui Chiba. Terlihat, pria itu tengah sarapan di meja makan.

Mayu berjalan mendekat sambil berdeham dan sukses membuat Chiba menoleh ke arahnya.

"Kau sudah bangun?" tanya pria itu sambil menikmati sarapan.

"Ohayou!" sapa Mayu sambil terus berjalan ke arahnya. Ia hanya bisa meneguk ludah melihat menu sarapan bergizi pria itu.

"Jika sudah bangun, kurasa kau tahu apa yang harus kau lakukan," ucap pria itu kembali tanpa melirik ke arahnya.

"Eh?" Mayu mengernyit tak paham.

Chiba menatap wajah kusut Mayu sambil berkata, "Kau boleh pulang!"

Apa? Apa aku diusir?

Melihat Mayu yang mematung, Chiba pun tersenyum kecil.

"Oh, Gomen, aku lupa kalau kau ke sini tanpa kendaraan. Chotto, aku akan menelepon supir ayahku." Chiba mengambil ponselnya lalu tampak hendak menghubungi seseorang.

"Ano ...." Mayu berusaha menghentikannya.

Chiba kembali melirik ke arahnya.

"Aku ... aku tidak bisa pulang."

Chiba meletakkan sendok dan pisau makannya di samping piring, lalu menautkan jari-jari tangan dengan pandangan lurus ke arah Mayu seolah menanti alasan wanita itu.

"Aku sudah tidak punya rumah lagi. Aku baru saja ditipu mantan kekasihku, uang dan hartaku terkuras habis. Sementara, dia seenaknya melarikan diri dan kabur bersama wanita lain." Mayu mulai berakting menceritakan kisah penipuan yang dialaminya dengan menunjukkan wajah sedih tak berdaya.

"Karena itulah kau mabuk berat semalam?"

Mayu mengangguk cepat. Ia merasa ceritanya berhasil menyentuh hati pria itu.

"Kalau begitu kau seharusnya ke kantor polisi."

"Aku sudah datang melapor. Tapi mereka tak percaya karena aku tidak memiliki bukti."

"Kalau begitu, mereka sama sepertiku. Aku juga tidak percaya."

Sialan! Dia pikir aku membual? Ini kan fakta yang sedikit kupelintir.

"Ya, ya, ya!" Mayu tersenyum getir, "tidak sepantasnya aku mengatakan ini padamu. Masalahku bukan urusanmu. Arigatou gozaimasu sudah menolongku. Tapi jika aku boleh meminta bantuan lagi, aku ingin kau memperkerjakan aku di sini. Paling tidak, aku butuh tempat tinggal dan pekerjaan sementara waktu."

"Bekerja? Sebagai apa?" tanya Chiba sambil memicingkan sebelah mata.

"Aku ... aku bisa menjadi asisten rumah tangga seperti membersihkan apartemen ini. Aku tahu, sebagai seorang idola kau pasti sangat sibuk dan tidak punya waktu membersihkan perabotan."

"Aku tidak pernah menghabiskan waktu untuk membersihkan apartemen ini."

"Ah ... tentu aku tahu! Mana mungkin seorang superstar seperti dirimu melakukan hal-hal tidak penting seperti itu, untuk itu kau pasti membutuhkan seseorang yang bisa merapikan apartemenmu," ucap Mayu menyengir bodoh.

Chiba tersenyum miring. Ia mengambil segelas susu yang berada di samping piring, lalu menumpahkannya ke lantai hingga membuat Mayu terkejut. Setelah itu, ia menekan sebuah remote kontrol, dan tak lama kemudian sebuah robot setinggi pundak orang dewasa datang dan membersihkan susu tersebut.

"Ini adalah robot ciptaan ilmuwan bernama Rui Nakajima. Robot ini didesain khusus untuk membereskan rumah. Harganya bisa untuk membayar jasa Asisten Rumah Tangga selama sepuluh tahun ke depan," jelas Chiba sambil menunjukkan senyum tipis.

Mayu melongo seketika. "Kalau begitu, aku jadi supirmu saja. Iya ... aku bisa menyetir mobil," ucap Mayu berusaha meyakinkan.

"Aku lebih suka menyetir sendiri, dan lagi pula ... aku tidak suka seseorang memegang barang kesukaanku, termasuk mobil."

"Bagaimana kalau aku menjadi asistenmu saja? Bu–bukankah seorang idola terkenal sepertimu membutuhkan asisten yang selalu siap sedia?" tawar Mayu dengan wajah memelas.

Chiba menggeleng pelan. "Aku tidak suka memakai jasa asisten pribadi. Sepanjang berkarir, sudah ada sekitar dua puluh sembilan asisten yang kupecat, apa kau mau menggenapkan menjadi tiga puluh?"

Mayu menahan napas. Ia sudah mulai kehilangan akal. Apa lagi yang harus ia katakan agar dia bisa tetap berada di apartemen ini?

Di saat ia sedang berpikir keras, Chiba justru menerima panggilan telepon dari manajer Thao.

"Apa? Skandal foto dan video?" ucap Chiba kaget saat mendengar kabar dari manajer Thao terkait foto-foto dirinya dan Mayu yang tersebar di berbagai sosial media. Dan juga gosip yang mengatakan jika dia mengencani wanita mabuk di apartemennya.

Chiba langsung menutup telepon tersebut dan berjalan cepat ke arah pintu utama. Mayu pun turut bergegas mengekornya dari belakang. Pria itu terperanjat saat monitor yang terletak di samping pintu menunjukkan para wartawan telah berkumpul di depan apartemennya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Hearty💕💕

Hearty💕💕

Ah ada hasil penemuan Rui...

2024-09-24

0

liesae

liesae

sempurna bgt ya chiba..

2023-12-08

0

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

rui kajima kesayanganku🤭

saat kena skandal sepertinya bakalan chiba yang nawarin kerjasama ke mayu😅😅

2023-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2 Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3 Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4 Ch. 4 : The Confidence Man
5 Ch. 5 : Membahas Target
6 Ch. 6 : Rencana Awal
7 Ch. 7 : Fans Brutal
8 Ch. 8 : Rencana Kedua
9 Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10 Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11 Ch. 11 : Pindah Target?
12 Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13 Ch 13 : Masuk Perangkap
14 Ch 14 : Menawarkan Diri
15 Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16 Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17 Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18 Ch. 18 : Mulai Dekat
19 Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20 Ch. 20 : Pria Kesepian
21 Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22 Ch. 22 : Pembuktian
23 Ch. 23 : Salah Tingkah
24 Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25 Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26 Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27 Ch. 27 : Konferensi pers
28 Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29 Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30 Ch. 30 : Ken Ryuu
31 Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32 Ch. 32 : Tidur Bersama?
33 Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34 Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35 Ch. 35 : Seranjang Bersama
36 Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37 Ch. 37 : Menyerah?
38 Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39 Ch. 39 : Mantan Istri
40 Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41 Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42 Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43 Ch 43 : Ketahuan?
44 Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45 Ch 45 : Kencan Pertama
46 Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47 Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48 Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49 Ch. 49 : Tipu Muslihat
50 Ch. 50 : Reaksi Chiba
51 CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52 Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53 Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54 Ch. 54 : Menampik Perasaan
55 Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56 Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57 Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58 Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59 Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60 Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61 Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62 Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63 Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64 Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65 Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66 Ch. 66 : Tujuan Rai
67 Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68 Ch. 68 : Membawanya Pergi
69 Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70 Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71 Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72 Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73 Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74 Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75 Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76 Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77 Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78 Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79 Ch. 79 : Chiba vs Rai
80 Ch. 80 : Reaksi Rio
81 Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82 Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83 Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84 Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85 Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86 Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87 Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88 Ch. 88 : Merunut Kejadian
89 Ch. 89 : After Mission
90 Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91 Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92 Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93 Ch. 93 : Ikenaide
94 Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95 Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96 Ch. 96 : Daejoubu
97 Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98 Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99 Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100 Ch. 100 : Jalan Hidup
101 Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102 Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103 Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104 Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105 Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106 Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107 Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108 Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109 Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110 Novel Baru Telah Rilis
111 Wedding Diary: Menggoda Suami
112 Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113 Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114 Wedding Diary : Malam yang Indah
115 Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116 Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Ch. 1 : Chiba dan Masa Lalunya
2
Ch. 2 : Ditipu Kekasih
3
Ch. 3 : Kesialan Beruntun
4
Ch. 4 : The Confidence Man
5
Ch. 5 : Membahas Target
6
Ch. 6 : Rencana Awal
7
Ch. 7 : Fans Brutal
8
Ch. 8 : Rencana Kedua
9
Ch. 9 : Pangeran Berkuda Putih
10
Ch. 10 : Kekasih Tuan Yamada
11
Ch. 11 : Pindah Target?
12
Ch. 12 : Ramalan yang Seakan Nyata
13
Ch 13 : Masuk Perangkap
14
Ch 14 : Menawarkan Diri
15
Ch. 15 : Sejarah Terulang?
16
Ch. 16 : Tinggal Bersama Seatap
17
Ch. 17 : Pencarian di Hari Pertama
18
Ch. 18 : Mulai Dekat
19
Ch. 19 : Seperti Kucing yang Malang
20
Ch. 20 : Pria Kesepian
21
Ch. 21 : Bocah Super Nakal
22
Ch. 22 : Pembuktian
23
Ch. 23 : Salah Tingkah
24
Ch. 24 : Masih Tak Percaya
25
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
26
Ch. 26 : Wanita di Kehidupan Chiba
27
Ch. 27 : Konferensi pers
28
Ch. 28 : Berusaha Untuk Tidak Jatuh Hati
29
Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada
30
Ch. 30 : Ken Ryuu
31
Ch. 31 : Pura-pura Mabuk
32
Ch. 32 : Tidur Bersama?
33
Ch. 33 : Antara Rai, Mayu, dan Chiba
34
Ch. 34 : Bagaikan Pohon yang Berakar Kuat
35
Ch. 35 : Seranjang Bersama
36
Ch. 36 : Peringatan Dari Ken
37
Ch. 37 : Menyerah?
38
Ch. 38 : Tetap Lanjutkan Misi
39
Ch. 39 : Mantan Istri
40
Ch. 40 : Bertemu Saudara Tiri
41
Ch 41 : Pemotretan (part 1)
42
Ch 42 : Pemotretan (Part 2)
43
Ch 43 : Ketahuan?
44
Ch. 44 : Kita Berdua Menjadi Satu
45
Ch 45 : Kencan Pertama
46
Ch. 46 : Aku Ingin Melindungi, Bukan Dilindungi
47
Ch. 47 : Bahagia Itu ....
48
Ch. 48 : Comeback Chiba Yamada
49
Ch. 49 : Tipu Muslihat
50
Ch. 50 : Reaksi Chiba
51
CH. 51 : Strawberry dan Cokelat
52
Ch. 52 : Berkonflik dengan Diri Sendiri
53
Ch. 53 : Aksi Rai dan Kawan-kawan
54
Ch. 54 : Menampik Perasaan
55
Ch. 55 : Jangan Menggodaku!
56
Ch. 56 : Perasaan yang Tidak Semestinya
57
Ch. 57 : Impian yang Langsung Dipatahkan
58
Ch. 58 : Sebagai Kenangan
59
Ch. 59 : Hubungan yang Mengalir Apa Adanya
60
Ch. 60 : Kau Adalah Jatuh Cinta Terbaikku
61
Ch. 61 : Terjebak di antara Dua Pria
62
Ch. 62 : Tak Bisa Menjawab
63
Ch. 63 : Pelampiasan Rai
64
Ch. 64 : Dia yang Terlalu Bersinar
65
Ch. 65 : Cinta Sepaket dengan Luka
66
Ch. 66 : Tujuan Rai
67
Ch. 67 : Restoran Milik Yamada Chiba
68
Ch. 68 : Membawanya Pergi
69
Ch. 69 : Di Ketinggian 583 M
70
Ch. 70 : Hontou ni Aishiteru
71
Ch. 71 : Rai, Gomennasai ....
72
Ch. 72 : Surat Perintah Kepolisian
73
Ch 73 : Tak Akan Sama Lagi Seperti Dulu
74
Ch. 74 : Bagaimana Bisa Berhenti Mencintainya?
75
Ch. 75 : Aku Akan Menikahimu
76
Ch. 76 : Red Diamond Diberikan Pada Rinko?
77
Ch. 77 : Sebuah Skenario, Berhasilkah?
78
Ch. 78 : Keadaan Tak Berpihak
79
Ch. 79 : Chiba vs Rai
80
Ch. 80 : Reaksi Rio
81
Ch. 81 : Misteri Red Diamond
82
Ch. 82 : Ada Apa dengan Chiba? Ada Apa dengan Rai?
83
Ch. 83 : Bisakah Berkata Jujur?
84
Ch. 84 : Persiapan Pesta Pertunangan
85
Ch. 85 : Berakhirnya Misi
86
Ch. 86 : Apa yang Akan Terjadi?
87
Ch. 87 : Penyamaran yang Terbongkar
88
Ch. 88 : Merunut Kejadian
89
Ch. 89 : After Mission
90
Ch. 90 : Hanya Tinggal 3 Hari
91
Ch. 91 : Untuk yang Terakhir Kalinya
92
Ch. 92 : Konser Spektakuler, Sukseskah?
93
Ch. 93 : Ikenaide
94
Ch. 94 : Koibito Shikkaku
95
Ch. 95 : Sayonara, Yamada-kun!
96
Ch. 96 : Daejoubu
97
Ch. 97 : Tak Bosan Menipu
98
Ch. 98 : Mengungkap Skenario Sebenarnya
99
Ch. 99 : Pemuda Bergitar
100
Ch. 100 : Jalan Hidup
101
Ch. 101 : Dikhianati Semua Orang
102
Ch. 102 : Di Bawah Teduhan Payung
103
Ch. 103 : Sepenggal Kisah Penyesalan
104
Ch. 104 : Izinkan Kami Membentuk Keluarga
105
Ch. 105 : Menipu, Ditipu, Tertipu.
106
Ch. 106 : Berjumpa dengan Mantan Istri
107
Ch. 107 : Ketulusan Akan Saling Berbalas
108
Ch. 108 : Aku, Wanitaku dan Penjaganya
109
Ch. 109 : Kaulah Red Diamond Sesungguhnya
110
Novel Baru Telah Rilis
111
Wedding Diary: Menggoda Suami
112
Wedding Diary : Apa Sebabnya?
113
Wedding Diary : Kucing Malang Berubah Menjadi Singa Buas
114
Wedding Diary : Malam yang Indah
115
Wedding Diary : Menjadi Orangtua yang Berkualitas
116
Wedding Diary : Malaikat Kecil Tanpa Sayap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!