Mayu dapat merasakan hembusan napas hangat Rai saat jarak antara bibir mereka semakin dekat. Rai memejamkan mata seiring bibirnya akan berlabuh di bibir Mayu. Namun, sebuah tangan yang lembut tiba-tiba menutup mulutnya. Rai membuka matanya, menatap heran ke arah Mayu yang tengah membekap mulutnya.
"Gomennasai, aku ... aku terlalu senang hingga merasa belum siap," ucap Mayu malu-malu.
Rai menarik tangan Mayu dari mulutnya, lalu mengecup lembut punggung tangan wanita itu. Cukup lama. Sehingga membuat aliran darah Mayu seakan terhenti.
"Tidak apa-apa. Aku akan mengulangnya." Rai kembali mengangkat dagu Mayu.
"Aku ... aku pernah melihat Haru memeluk dan menciummu," ucap Mayu secara tiba-tiba.
Rai tersentak. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, menunjukkan mimik tak berdaya sambil berkata, "Haru memang menyukaiku, tapi aku tak bisa menerimanya karena bagiku kami sudah seperti keluarga."
"Tapi kau tidak terlihat menolak ciumannya." Mayu menunduk, menolak bertatapan langsung dengan Rai.
"Itu karena aku tak ingin membuatnya kecewa," jawab Rai spontan, "apa kau tidak ingin membalas perasaanku?" tanyanya dengan wajah memelas.
"Eh?" Mayu terbelalak. Ia terdiam seketika. Dengan nada suara yang sedikit gagap, dia berkata, "Rai, Daisuki desu (aku menyukaimu juga). Tapi, aku belum siap menjalin hubungan. Biarkan aku menyelesaikan misi dulu, lalu kembali padamu."
Rai tersenyum, mengelus rambut Mayu lalu mengecup keningnya. "Baiklah, aku akan tetap menunggumu. Jaga baik-baik dirimu!"
Di sisi lain, Chiba berbalik dengan pandangan mata berkeliling mencari keberadaan Mayu sambil berjalan ke arah yang baru saja mereka lewati. Saat melewati gang kecil, ia terkejut mendapati Mayu yang terduduk sambil memeluk lutut.
"Apa yang kau lakukan di situ?"
Mayu mengangkat kepalanya dengan pelan. Dia terlalu terkesiap dengan pernyataan cinta dari Rai yang mendadak, hingga lupa sedang bersama Chiba.
"Tiba-tiba ... aku merasa kakiku melemah dan sulit berdiri. Aku sudah mencobanya, tapi tetap gagal. Kaki ini seperti tidak bertulang," ucapnya lemah sambil mengingat kembali kalimat-kalimat yang Rai layangkan padanya beberapa saat lalu.
Chiba menyeringai. "Apa kau punya penyakit?"
"Eh?
"Ya ... semacam penyakit yang sering diderita orang tua renta."
"Entahlah! Tapi, saat ini aku benar-benar tidak sanggup berdi—" Ucapan Mayu tak terselesaikan. Pasalnya, pria itu tiba-tiba berjongkok dan memberikan punggungnya di hadapan Mayu.
"Naiklah!" pinta Chiba.
"Eh?" Mayu tersentak, "kau mau menggendongku?"
"Ini bukan yang pertama," balas pria itu sambil mengingat saat Mayu mabuk dan memaksa naik ke punggungnya. Melihat Mayu tak kunjung bergerak, Chiba kembali berkata, "jika kau tak mau naik, maka aku akan meninggalkanmu sendiri di sini. Lagi pula, kau sudah berada di luar apartemenku. Bukankah tidak apa-apa kalau aku meninggalkanmu?"
Mendengar hal itu, Mayu bergegas naik ke punggung Chiba dan melingkarkan tangannya di leher pria itu.
"Kau seperti kucing yang malang, kemudian aku datang untuk memungutnya," ujar Chiba sambil berdiri dan mulai berjalan.
"Kucing?" Mayu membuat suara yang terdengar imut.
"Hum." Chiba mengangguk, "dua tahun lalu aku menulis lagu yang berjudul Neko (kucing). Aku mengibaratkan seorang wanita yang datang seperti kucing di kehidupanku. Datang dengan wajah memelas, mengeong untuk meminta belas kasihan, lalu lari dan bersembunyi sesuka hati."
"Aku sering mendengar lagu itu dulunya di tempat kerjaku dulu," sambung Mayu.
"Apa kau mau kupanggil Neko-chan?" tanya Chiba sambil tertawa kecil.
"Tentu saja tidak! Aku mempunyai nama yang bagus!"
Mereka tertawa sejenak, kemudian saling menghening satu sama lain.
Kenapa tiba-tiba jantungku berdegup kencang? Apakah karena aku masih terlalu kaget dengan pernyataan cinta Rai? Atau karena aku menyesal karena tidak segera menerima pernyataan cinta Rai?
"Yamada-kun, bukankah aku harus menjaga jarak denganmu? Apakah ini sebuah pelanggaran?" tanya Mayu tiba-tiba sambil melonggarkan lingkaran tangannya di leher pria itu.
Chiba bergeming sesaat. "Itu untuk kemarin. Sepertinya sudah tidak perlu lagi untuk hari ini dan ... seterusnya."
"Dan seterusnya?"
"Maksudku sampai batas waktu kau tinggal di apartemenku, karena kau masih kubutuhkan untuk belajar memasak." Chiba memperjelas ucapannya. "Kita telah sampai!" ucap Chiba melangkah masuk ke supermarket.
"Kau boleh turunkan aku. Sepertinya kakiku sudah kembali normal."
"Wakatta." Chiba menurunkan Mayu dari punggungnya.
Keadaan supermarket masih sepi. Hanya ada beberapa anak sekolah yang berbelanja alat tulis. Untungnya, mereka yang berada di sana tak menyadari keberadaan Chiba Yamada. Pria itu mendorong troli belanja dan hanya mengekor Mayu yang sibuk memilih bahan-bahan makanan yang akan dimasak. Selepas berbelanja, mereka pun memutuskan kembali ke apartemen tepat saat matahari mulai terbit.
"Belanjaan kita banyak sekali, seperti mau pesta saja," ujar Mayu di dalam lift sambil melepas masker yang menutupi setengah wajahnya.
Tak menunggu lama, denting lift pun berbunyi, tanda mereka telah sampai di lantai apartemen Chiba. ketika pintu lift terbuka, suara jepretan kamera dan cahaya flash langsung menerpa Chiba dan Mayu. Keduanya terkepung wartawan tanpa bisa melarikan diri. Bahkan, para wartawan turut menyoroti barang belanjaan mereka.
"Yamada Chiba-san, apa dia kekasihmu?"
"Yamada Chiba-san, apa kalian telah tinggal bersama?"
"Yamada Chiba-san, tampaknya kekasih Anda bukan dari golongan artis atau idola. Bisakah berikan sedikit komentar atau penjelasan tentang hubungan kalian?"
Para wartawan langsung menyerbunya dengan beragam pertanyaan. Kilatan lampu kamera yang terus mengarah pada mereka berdua, membuat Mayu takut dan bersembunyi di belakang Chiba.
Bagaimana ini? Apa aku akan membuatnya berada dalam kesulitan?
"Singkirkan kamera kalian! Aku sedang tidak ingin diwawancarai," pinta Chiba menampakkan wajah serius.
Para wartawan itu berhenti bertanya, kemudian membiarkan Chiba dan Mayu berjalan masuk ke apartemennya. Namun, beberapa wartawan tetap mengambil gambar saat keduanya masuk ke apartemen.
"Tidak sia-sia kita menghubungi para wartawan sepagi ini. Pasti akan kembali menjadi berita heboh," bisik Yuta pada Rio. Ternyata mereka berada dalam kumpulan para wartawan itu.
"Rasanya sedikit tidak rela saat Mayu mengikuti Chiba dan masuk ke apartemennya!" dengus Rio sambil menatap pintu apartemen Chiba yang telah tertutup.
Junpei Kato melihat kembali wajah Mayu yang sempat tertangkap kameranya. "Kenapa aku merasa tidak asing dengan wanita ini, ya? Sepertinya aku pernah melihatnya!" ujar wartawan itu sembari mencoba menggali ingatannya lebih dalam.
Di dalam apartemen, Mayu melepaskan barang belanjaan seraya bernapas lega. Ia menoleh ke arah Chiba yang langsung memasang celemek dan mengikat rambut depannya membentuk pohon palem. Mayu heran, pria itu sama sekali tak menampilkan wajah gusar meskipun mereka tertangkap basah wartawan.
"Sampai kapan kau mau berdiri di situ?"
Teguran Chiba membuat Mayu tersentak. Ia bergegas menghampiri pria itu lalu mengeluarkan barang-barang belanjaan mereka.
Pelajaran memasak pun dimulai. Mayu menjelaskan bumbu-bumbu yang selalu ia pakai jika sedang memasak. Ia juga memperkenalkan sayuran yang sering ia gunakan untuk membuat sup.
Mayu memerhatikan Chiba yang tampak kesulitan mengupas bawang. Ternyata, itu karena dia mengupasnya dengan pisau yang terbalik.
"Bukan begitu cara mengupasnya! Pisaumu terbalik, kalau seperti itu kapan selesainya," ujar Mayu tertawa cekikikan sambil hendak mengajarinya.
Tersadar, Chiba segera memutar badannya membelakangi perempuan itu. Tentu saja karena ia merasa malu.
"Ini gaya mengupas model terbaru. Lagi pula seperti apa pun cara mengupasnya, yang penting tujuannya tetap sama!" elak pria itu sambil terus berusaha mengupas kulit bawang dengan pisau yang terbalik.
Mayu menahan tawa sambil menatap punggung Chiba. Namun, sedetik kemudian, pikirannya melayang. Di penglihatannya saat ini, pria itu adalah Rai. Ia juga teringat pernyataan cinta yang Rai lontarkan padanya. Sepertinya, Rai telah memenuhi pikirannya saat ini sehingga ia menjadi tak fokus.
Satu jam kemudian, makanan telah masak dan siap dihidangkan di meja makan. Chiba menatap menu yang tersaji. Ia mendekatkan hidungnya ke mangkok yang berisi sup salmon, lalu menghirup aroma kuah yang begitu menggugah selera.
Mayu menyodorkan sendok padanya. Chiba mulai mencicipi menu yang mereka buat bersama. Ia mengunyah makanan dengan pelan, merasakan setiap tekstur dan rasa.
"Sugoi! (Luar biasa)," ucapnya sambil mengangguk-angguk.
Mayu pun turut mencicipi masakan mereka. "Kurasa ini kurang asin."
"Begini saja sudah sangat enak," ucap Chiba sambil kembali menyendokkan makanan ke mulut.
Perputaran waktu sungguh cepat, hingga tak terasa malam telah datang. Tak butuh menyeberang hari, berita tentang Chiba Yamada yang telah memiliki kekasih dan tinggal seatap menjadi perbincangan netizen, setelah foto-foto mereka pagi ini kembali beredar di sejumlah media.
Chiba tampak sibuk menerima panggilan telepon dari manajer Thao dan kepala agensi. Pasalnya, sudah tiga hari pria itu tidak muncul di kantor agensi dan membatalkan seluruh jadwal kesibukannya selama sepekan.
Sebenarnya sudah bukan hal baru lagi pria itu bersikap sesuka hati sebagai seorang artis. Ia tak pernah takut jika reputasi dan karirnya akan meredup. Nyatanya, meskipun tergolong sebagai idola yang memiliki haters terbanyak, dan mendapat predikat idola yang tidak ramah, namanya tetap bersinar sebagai penyanyi papan atas.
Di sisi lain, Mayu baru saja keluar dari toilet setelah selesai mandi. Matanya terarah pada setelan piyama tidur yang telah disiapkan Chiba. Ia mengambil piyama itu, lalu membuka handuk yang melilit tubuhnya. Siapa sangka, pintu kamar terbuka bertepatan saat handuknya meluncur ke bawah.
"Aaaaaaaaaggghh!" Mayu berteriak kaget saat tubuh polosnya terpampang jelas di hadapan Chiba yang baru saja membuka pintu.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Hearty💕💕
Jatuh cinta sejuta rasanya..... Mayu.... Rai hanya main²
2024-09-25
0
Kҽι Aყαɳσ
Like me
dan tiba² ada yg memungutku😔
2024-08-16
1
sakura🇵🇸
ayo rai bermain api terus kau,lama2 terbakar sendiri secara tak sadar....
blm jd pasangan udah gemes sama mayu chiba😍
2023-02-22
1