Karena ledakan itu banyak mobil yang terbakar dan suara sirine mobil yang terkena dampak ledakan berbunyi. Tidak hanya itu, alarm kebakaran gedung yang ada disekitar bangunan juga berbunyi.
Mobil pemadam yang sudah siap langsung menuju lokasi untuk memadamkan api dan para petugas langsung kembali kegedung yang terbakar untuk mengamankan situasi.
Vivian dan Matthew masih berbaring di atas aspal jalan dan terengah-engah akibat lelah berlari. Vivian masih didalam pelukan Matthew sedangkan Matthew mengusap rambutnya.
Matanya melihat keatas langit dimana langit begitu cerah dan tampak indah dengan taburan bintang dan bulan yang bersinar terang.
"Angel, sepertinya hidupmu penuh dengan tantangan," ucap Matthew.
"Aku sudah biasa!" jawab Vivian seraya bangkit berdiri dan melihat beberapa luka yang dia dapat.
"Oh ya?" Matthew melihatnya dan duduk di atas aspal jalan.
Vivian menepuk gaunnya yang berdebu sambil mengerutu, "Aku benar-benar mau pensiun dan semoga aku tidak kalah taruhan dengan kakek!"
"Angel, apa kau polisi?" tanya Matthew.
"Bukan!" jawab Vivian dengan cepat.
"Lalu? Apa kau seorang FBI?"
"Jangan banyak bertanya! Terima kasih sudah membantuku, jika tidak ada kau mungkin aku sudah mati dalam ledakan."
"Jangan lupa imbalanku babe!" ucap Matthew mengingatkan dengan senyum diwajahnya.
"Pasti akan aku berikan tapi ngomong-ngomong, siapa sebenarnya kau?!" Vivian duduk disamping Matthew dan melihat langit malam.
Dia ingin seperti itu sebentar sebelum kembali kelokasi kejadian untuk kembali bekerja.
"Sudah aku katakan bukan? Aku hanya seorang supir!" jawab Matthew.
"Tidak mungkin! Kau pasti menipuku! Kau begitu ahli dalam bom, aku tidak percaya kau seorang supir."
"Babe, aku ini hanya seorang supir yang punya keahlian. Kurang lebih aku mengerti dengan bom dan aku tidak menyangka malam ini aku bisa menggunakan keahlianku!" jawab Matthew berdusta.
"Benarkah?" Vivian memandangi Matthew sejenak dan setelah itu dia kembali melihat langit malam yang indah.
"Yes," ucap Matthew sambil tersenyum.
Mereka diam sesaat dan Matthew memandangi wajah cantik Vivian yang sedikit terkena debu, sungguh dia ingin mendekap Vivian dan membawanya pulang tapi dia harus pelan-pelan mendekati gadis itu.
"Boleh aku tanya sesuatu babe?"
"Tentu, kau sudah membantuku jadi aku akan menjawab pertanyaanmu sebisaku jadi apa yang ingin kau tahu?"
"Aku hanya ingin tahu, apa kau mengincar seseorang dipesta itu?"
Vivian memandangi Matthew sejenak dan setelah itu, dia menghela nafasnya. Ini misi rahasia yang tidak boleh bocor kemana-mana jadi dia sedang memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan atas pertanyaan Matthew.
"Aku menunggu jawabanmu, babe."
"Tidak ada, aku hanya tamu pesta."
"Oh ya?"
"Ya, jika aku bukan tamu bagaimana aku bisa masuk kedalam?"
"Kau benar," jawab Matthew dan dia kembali tersenyum.
Vivian kembali diam tapi entah mengapa sebuah ide muncul dikepalanya, sepertinya dia bisa bertanya kepada Freddy mengenai pria bernama Matthew Smith yang dia curigai.
Freddy pasti sudah tinggal lama di California dan pasti tahu siapa Matthew Smith.
Vivian meletakkan kedua tangannya kebelakang dan kembali memandangi langit malam yang indah.
"Fredd."
"Hm?"
"Apa kau sudah lama tinggal disini?"
"Ya, aku lahir dan besar di kota ini."
"Jika begitu apa kau mengenal Matthew Smith?"
Matthew sangat kaget mendengarnya, dia? Apa sebenarnya tujuan Vivian?
"Kenapa? Ada apa dengannya?" tanya Matthew pura-pura.
"Hm, aku hanya ingin tahu tentangnya saja," jawab Vivian.
Matthew tersenyum, ini semakin menarik. Gadis itu banyak memberinya kejutan dan sekarang bertanya tentang dirinya?
Apa Vivian mengincarnya? Tapi apapun itu dia tidak perduli karena dia sudah terlanjur jatuh hati pada Vivian apalagi aksi Vivian malam ini, dia semakin ingin mengejar dan mendapatkannya. Apapun caranya akan dia lakukan supaya Vivian bisa menjadi miliknya.
"Apa kau begitu penasaran dengannya, babe?" tanya Matthew memancing.
"Tidak, aku hanya ingin tahu rupanya," jawab Vivian seraya bangkit berdiri.
"Oh?" Matthew juga bangkit berdiri dan melihat Vivian sedang menepuk bokongnya dan rasanya dia ingin membantu.
"Dan aku ingin menendang bokongnya!" ucap Vivian sambil mengepalkan kedua tangannya hingga berbunyi.
"Wow!" Matthew langsung memegangi kedua bokongnya. Apa dia punya salah?
"Kenapa kau ingin menendang bokongnya, hm?" Matthew jadi penasaran.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menendang bokongnya saja!"
Sebuah senyuman menghiasi wajah Matthew, gadis ini benar-benar banyak memberikan kejutan untuknya.
"Untungnya aku memakai nama palsu," ucap Matthew dalam hati.
"Baiklah, aku harus kembali. Terima kasih atas bantuannya," ucap Vivian.
"Babe, jika kau ingin tahu tentangnya aku bisa memberitahumu dan jika kau mau aku juga bisa mengajarimu sedikit tentang bom," ini adalah kesempatan bagus untuknya agar dia bisa mendekati Vivian.
"Boleh juga, lain kali kita akan bertemu lagi tapi ingat satu hal, jangan memanggilku babe!" jawab Vivian seraya melangkah pergi.
"Aku akan menghubungimu!" ucap Matthew sedikit berteriak.
Vivian melambaikan tangannya tanpa menengok kebelakang, dia harus segera kembali kelokasi kejadian. Rekannya pasti sedang mencarinya saat ini, earphone yang dia pakai terpental entah kemana saat tubuhnya terhempas akibat ledakan bom.
Matthew tersenyum memandangi kepergiannya dan tidak lama kemudian dia memegangi bahunya karena punggungnya terluka akibat gesekan aspal jalan saat mereka terhempas tadi.
"Babe, saat kau menendang bokongku saat itu juga aku akan me*mas bokongmu sampai kau mengerang!" gumamnya.
Setelah Vivian tidak terlihat lagi Matthew juga melangkah pergi, dia ingin menghubungi asisten pribadinya tapi pada saat itu Michael menghubunginya.
"Kak, kau masih hidup?" tanya Michael.
"Tentu saja, kau kira yang menjawab telephonemu ini arwahku!"
Michael terkekeh dan kembali bertanya, "Kak, siapa gadis itu? Sepertinya dia bukan orang biasa."
"Ya, kau pasti tidak menyangka bukan?"
"Jadi kak?"
"Kami pasti akan bertemu lagi Mich dan aku akan mengajarinya sedikit tentang bom tadi."
"Kak Matthew serius?"
"Yes dan kau tahu, dia sedang mencariku dan ingin menendang bokongku!"
"Hahahahahaha!" Michael tertawa terbahak-bahak.
"Bisa aku tebak kakak pasti membohonginya dan berpura-pura menjadi Freddy sehingga dia tidak tahu siapa sebenarnya kak Matthew!"
"Yes, jadi jika sampai dia melihat kita berdua maka kau harus jadi Jason!"
"Sudah aku duga!" jawab Michael sedangkan Matthew terkekeh.
Freddy and Jason adalah dua idola mereka sewaktu kecil, kedua tokoh ini adalah psikopat yang akan mengeksekusi siapa saja yang jadi incaran mereka tanpa pandang bulu dan mereka adalah dua toko favorite mereka jika mereka berkunjung kerumah hantu.
Sedangkan dilokasi kejadian, Vivian sudah bergabung bersama dengan rekan-rekannya. Serpihan bom dikumpulkan untuk menjadi barang bukti tapi sangat disayangkan, malam ini dia tidak melihat orang yang mencurigakan dipesta.
Apakah orang yang berinisial M ini tidak ada di sana? Entah kenapa Vivian jadi curiga, jangan-jangan sejak awal orang yang berinisial M ini memang tidak ada disana dan jangan-jangan orang ini mengawasinya dari suatu tempat.
Sepertinya misi yang dia jalankan saat ini tidaklah mudah karena untuk mencari orang berinisial M ini membutuhkan banyak waktu tapi kecurigaannya masih tetap jatuh pada Matthew Smith orang paling berbahaya di California.
Dia tidak ingin gegabah mengatakan kepada rekannya tentang kecurigaannya, walaupun dia sudah sangat yakin Matthew Smith adalah orang yang dia cari tapi dia harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu dan jika bukti sudah terkumpul maka dia akan memberikan bukti itu pada rekan-rekannya agar mereka bisa menangkap Matthew Smith dan Vivian berharap, Freddy bisa memberinya sedikit informasi mengenai pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
ORG YG LO CARI ADALAH CINTA PERTAMA LO... SI MANUSIA PNGECUT.. MAU TAU, APA PRIA MASA LALU JAGO BELADIRI ATAU TIDAK...??
2024-05-29
0
Novano Asih
🤣🤣🤣
2023-08-09
1
..qwerty248..
somplak..🤣🤣🤣🤣
2023-08-07
0