Vivian berjalan dengan cepat memasuki sebuah gedung, disanalah dia bekerja dengan para agen profesional lainnya.
Seperti perintah atasannya, hari ini dia akan mendapat tugas penting. Entah tugas apa tapi yang pasti dia akan menjalankan tugasnya dengan baik.
Tempat itu biasa begitu sibuk, suara telephone silih berganti terdengar dan orang-orang yang ada disana tampak begitu sibuk.
Vivian segera berjalan kearah lift karena dia mau naik keatas, pada saat itu sahabatnya yang sesama agen memanggil dirinya.
"Angel."
Vivian memutar langkahnya dan mendapati sahabatnya sedang berlari kearahnya dengan tergesa-gesa.
"Mioko."
Mioko adalah gadis campuran yang mengabdikan diri kepada pemerintahan Inggris. Ayahnya warga negara Jepang tapi ibunya warga negara Ingris dan dia juga agen terbaik disana.
"Kenapa kau tergesa-gesa Mioko?" tanya Vivian.
"Hei memangnya kau tidak tahu, kita akan rapat lima menit lagi!"
"Oh my God yang benar?"
"Tentu saja, ya ampun aku sudah terlambat!" Mioko menekan tombol lift berkali-kali agar pintu benda itu cepat terbuka.
"Oh astaga, aku juga terlambat," Vivian juga mulai panik.
Begitu lift terbuka, mereka berdua menerobos masuk kedalam dengan cepat. Sisa waktu lima menit semoga mereka tiba tepat waktu diruang rapat.
Begitu lift terbuka, Vivian dan Mioko segera keluar dan melangkah dengan cepat dan masuk ke ruang rapat dimana para agen terbaik sudah berkumpul.
Ruangan sudah gelap dan sebuah layar televisi yang begitu besar sudah menyala. Para agen sudah berkumpul dan siap mendengarkan kasus yang akan mereka tangani dan tentu saja siap mendapatkan perintah.
Vivian dan Mioko mencari tempat kosong dan segera duduk, untung saja rapatnya belum dimulai jadi mereka tidak terlambat.
Tidak lama kemudian, seorang pria muncul dari balik pintu yang ada disamping layar televisi.
"Selamat pagi kapten Ston!" semua yag ada disana bangkit berdiri dan memberi hormat.
"Silahkan duduk," ucap pria itu.
Semua kembali duduk dan suasana tampak tenang, Sang kapten mengambil sesuatu dari atas meja dan mulai dengan rapatnya.
Semula pria itu menunjukkan seorang penjahat yang melarikan diri dari penjara, penjahat itu sedang menyembunyikan dirinya disuatu tempat dan pria itu menunjuk salah satu agen yang ada disana untuk menangkap penjahat itu.
Setelah itu, sang kapten kembali menunjukkan foto penjahat lainnya dan memberikan tugas kepada agen yang ada disana.
Masing-masing agen mendapat tugas begitu juga dengan Mioko, dia di tugaskan pergi ke Venezuela untuk menangkap seorang buronan yang melarikan diri kesana.
Saat itu kapten Ston mengeluarkan sebuah foto seorang pria tapi tanpa wajah. Semua melihat ke arah layar dengan serius.
"Ini, dia adalah penjahat paling berbahaya dari Miami. Pemerintahan kita sedang bekerja sama dengan pemerintah Amerika untuk menangkapnya."
Semua yang ada disana semakin serius begitu juga dengan Vivian.
"Pria ini pemimpin gelap yang ada di Miami, menjual senjata ilegal, narkoba dan gadis-gadis muda."
"Kenapa wajahnya ditutupi kapten?" tanya salah seorang agen yang ada disana.
"Sampai sekarang belum ada yang pernah tahu wajahnya, orang ini cerdik dan berbahaya sebab itu pemerintah Amerika meminta bantuan kepada agen kita untuk mengusut kasus ini. Bukan tanpa alasan pemerintah Amerika mengajak bekerja sama, pria ini sudah lima kali menyeludupan senjata ke London, dua kali membunuh anggota dewan dan satu kali membajak pesawat hingga membawanya ke Moskow."
Di layar televisi mulai menunjukan beberapa wajah yang berbeda-beda.
"Lihat ini baik-baik, wajahnya selalu berbeda saat dia melakukan aksinya dan dia punya banyak identitas. Wajah aslinya tidak ada yang tahu sampai saat ini dan pria ini begitu cerdik menyamarkan identitas aslinya."
Vivian mengangkat tangannya karena dia hendak bertanya.
"Sir."
"Yes Angel."
"Jika tidak ada yang melihat wajahnya lalu bagaimana kita bisa menangkapnya?"
"Pertanyaan bagus!"
Pada saat itu, layar televisi menunjukkan sebuah peta dan dipeta itu menunjukkan sebuah lokasi.
"Malam ini ada transaksi di club malam Ministry of Sound, pria ini akan mengadakan sebuah transaksi besar disana dan kita harus menggagalkannya."
"Kita tidak tahu wajahnya lalu bagaimana kita bisa menggagalkan misi ini?" tanya Vivian lagi.
Sang kapten menunjukkan sebuah wajah di layar televisi, seorang pria tua terlihat sedang bersalaman dengan seseorang.
"Pria ini penguasa pasar gelap yang ada di London dan malam ini mereka akan mengadakan transaksi di Ministry of Sound! Ini kesempatan kita untuk menyelidiki dan menangkap mereka," ucap sang kapten.
"Hei sepertinya ini misi yang sangat berbahaya," bisik Mioko setelah kapten mereka selesai menjelaskan.
"Kau benar, aku harap aku tidak mendapatkan misi ini," jawab Vivian.
"Misi kali ini sangat berbahaya dan untuk itu aku sudah menunjuk tiga orang agen terbaik kita untuk mengacaukan transaksi mereka dan menangkap target kita," ucap sang kapten.
Semua yang ada disana merasa begitu tegang, ada yang berharap mereka ditugaskan dan ada pula yang berharap tidak mendapatkan misi itu seperti Vivian.
Dia sungguh berharap tidak mendapatkan misi itu tapi dia adalah salah satu yang terbaik disana sehinga sang kapten menyebut namanya untuk pertama kali.
"Angel."
"Yes sir," Vivian bangun dari duduknya dan berdiri dengan tegak saat namanya dipanggil.
"Charlie, Felicia,"
"Yes sir," dua orang wanita juga bangkit berdiri.
"Aku ingin kalian menjadi team dan bekerja sama untuk menggagalkan transaksi mereka dan menangkap mereka."
"Siap kapten!" jawab mereka serempak.
"Bagus, aku harap kalian bisa bekerja sama untuk menangkap target kita," ucap sang kapten lagi.
"Siap kapten," ucap ketiga wanita itu serempak.
Mereka kembali duduk setelah mendapat perintah, sang kapten kembali memperlihatkan beberapa buronan yang harus mereka tangkap dan memberikan tugas kepada agen yang ada disana.
Rapat diadakan selama dua jam dan setelah para agen mendapat tugas, rapat dibubarkan.
Vivian menghampiri kedua rekannya yang akan ditugaskan dengannya malam ini, mereka harus menyusun rencana untuk menjalankan misi mereka.
Semua yang ada disana membubarkan diri tapi ketiga wanita itu masih berada disana untuk menyusun rencana.
Seorang agen yang ada disana melihat Vivian dengan tatapan penuh kebencian, kenapa harus selalu Vivian yang ditunjuk?
Disana banyak Agen tapi setiap kasus besar selalu Vivian yang ditunjuk dan diberi tugas oleh atasan. Apa hebatnya Vivian? Dia juga hebat tapi namanya tidak pernah disebut oleh atasan terlebih dahulu.
Benci dan iri hati menguasai hatinya, lihat saja dia akan menggagalkan misi Vivian dan setiap tugas yang dia dapat akan dia gagalkan.
Akan dia lakukan agar karir Vivian hancur sehingga dia tidak dipercaya oleh atasan lagi sehingga dia tidak akan menangani kasus apapun.
Tanpa tahu jika ada yang membencinya, Vivian mengatur rencana bersama dengan kedua rekannya. Lagi pula setiap tugas yang dia dapat bukan keinginannya. Semua itu diatur oleh atasannya tapi yang namanya orang iri hati mana mau tahu dengan hal seperti itu.
Yang pasti misi yang dia tangani kali ini akan memberikan Vivian banyak masalah dan yang akan mengubah takdir Vivian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KYK MEGAN AZA YG IRI SAMA IVY DIDUNIA ARTIS, DIDUNIA AGEN INTELEGENT ADA JUGA..
2024-05-28
1
Sulaiman Efendy
PASTI CINTA PERTAMA VIVIAN, MAKANYA TDK AUTHOR TAMPAKKN WAJAHNYA...
2024-05-28
1
Bunda Tyo'Aura-Dara
ada lagi salah satu calon mangsa piaraan Smith.. nyusul Megan 😅
2023-12-31
1