Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, sesuai dengan surat undangan yang Vivian dapat, pesta akan diadakan pukul tujuh malam.
Begitu mendapat alamat dimana pesta akan digelar, Vivian langsung menemui beberapa agen yang akan membantunya menyelesaikan misinya selama dia di Amerika.
Mereka langsung melihat lokasi dimana pesta akan diadakan dan mereka harap tidak terlambat karena Vivian baru mendapatkan alamat itu beberapa jam sebelum pesta akan dimulai.
Vivian dan para rekannya sudah membuat beberapa team untuk menangani jika sampai ancaman pria berisial M terjadi, tim penjinak bom juga sudah disiapkan dan tidak hanya itu, mereka juga membentuk team untuk mengevakuasi korban.
Sebelum pesta akan dimulai, polisi sudah dikerahkan untuk mengecek gedung tempat acara pesta dan waktu mereka sangat terbatas untuk menyelusuri tempat-tempat itu bahkan anjing pelacak juga dikerahkan. Beberapa polisi sudah menjaga tempat itu dengan ketat karena akan banyak anggota dewan yang menghadiri acara tersebut.
Gedung juga sudah disterilkan tapi hanya sebagian karena waktu yang tidak memadai dan para polisi sudah menyamar ditempat itu untuk berjaga-jaga. Semua tamu undangan akan diperiksa satu persatu sebelum masuk kedalam gedung, itu dilakukan untuk mencegah ancaman agar tidak terjadi.
Pada saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, para tamu mulai berdatangan dan mereka mulai diperiksa satu persatu oleh tim kepolisian yang bertugas mengamankan lokasi.
Tamu exculise juga tidak luput dari pemeriksaan, suka tidak suka, mereka harus mengikuti prosedure yang ada.
Saat pesta sudah dimulai Vivian masih belum berangkat, dia masih memperlajari denah lokasi gedung, jangan sampai ada celah untuk orang berinisial M melancarkan aksinya tapi sayang, karena waktu yang mereka punya untuk mengamankan lokasi hanya sedikit dan tanpa ada yang mengetahuinya, beberapa bom sudah terpasang tapi yang menjadi ancaman paling berbahaya adalah sebuah bom dengan daya ledak tinggi juga sudah dipasang oleh orang itu.
Tentu dia tidak hanya menggertak saja, apa yang dia ucapkan akan dia lakukan karena dia ingin menguji kemampuan Vivian. Dia bahkan akan berbaur dengan tamu undangan nantinya agar tidak dicurigai.
Dia juga telah memerintahkan anak buahnya untuk bersiap-siap, mereka akan menyandera beberapa orang untuk mengacaukan perhatian para polisi yang bertugas dan berkat seseorang, dia bisa melancarkan aksinya dengan mulus.
Dia bahkan sudah tahu apa yang dilakukan oleh polisi dan para agen dan semua itu berkat bantuan seseorang, malam ini jika Vivian tidak bisa menjinakkan bomnya maka semua yang ada disana akan mati bahkan gedung tempat acara akan rata dengan tanah.
Beberapa anak buahnya sudah menyamar menjadi pelayan ditempat itu dan pada saatnya tiba, mereka akan berpura-pura menjadi perampok yang merampok perhiasan yang dikenakan oleh para tamu undangan.
Pada saat mereka mendapatkan apa yang mereka mau, mereka akan mengeluarkan bom dan mengancam para petugas yang berada diluar dan didalam gedung agar mereka bisa pergi dan pada saat itulah, perhatian para agen dan polisi akan teralihkan oleh bom yang mereka pasang dan mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban.
Saat itu para tamu sudah ramai berkumpul dan orang tua Clarina sudah menyambut tamu pentingnya satu persatu, ya itu adalah pesta ulang tahun Clarina.
Karena ayahnya seorang wali kota maka banyak orang penting dan para dewan yang akan datang, dan ditempat itu menjadi tempat bagus bagi pria berinisial M untuk menghabisi mereka dan melawan pemerintahan Amerika.
Sejak awal semua rencana sudah tersusun dengan rapi dan dia ingin tahu, apakah Vivian dapat menjinakkan bom yang dia pasang dan dia yakin, agen cantik itu akan mengalami kesulitan.
Pesta ulang tahun Clarina sudah mau dimulai, para tamu memberikan selamat untuknya dan Matthew sudah berada disana dengan asisten pribadinya.
Dia hanya duduk menikmati segelas wine dan tampak bosan, kapan akan dimulai?
Setelah mendapat beberapa ucapan dan hadiah dari sahabat dan tamu undangan, Clarina segera menghampiri Matthew dan berdiri didepannya.
Clarina memasang wajah cemberut karena sejak Matthew datang dia tidak memberikan pujian untuknya atas penampilan luar biasanya malam ini.
Clarina memakai sebuah gaun malam berwarna perak yang memperlihatkan pahanya yang putih mulus. Beberapa batu berharga menghiasi gaunnya sehingga saat terkena cahaya lampu, batu-batu itu akan berkilau.
Dia adalah bintangnya malam ini dan jangan sampai penampilannya kalah oleh tamu undangan yang datang.
"Matt, kenapa kau disini?" tanya Clarina sambil bersedekap dada.
"Jadi aku harus dimana?" tanya Matthew dengan cuek.
"Ck, temani aku!" Clarina menarik tangan Matthew dengan manja.
"Tidak mau, sana kau sambut tamu-tamu yang datang!" tolak Matthew.
"Matt, kau benar-benar jahat! Datang kemari hanya duduk disini dan satu pujianpun tidak kau berikan padaku padahal ini hari ulang tahunku!"
Matthew menghela nafasnya sejenak dan melihat penampilan Clarina dari atas sampai kebawah.
"Kau cantik!" pujinya.
"Benarkah?" Clarina langsung terlihat senang dan memutar tubuhnya kekanan dan kekiri supaya Matthew dapat melihat penampilannya dengan teliti.
"Ya, kau cantik tapi kau akan terlihat lebih cantik lagi jika kau memakai kostum beruang! Seharusnya aku menghadiahkan kostum itu padamu tadi."
"Apa? Matt, kau benar-benar jahat!" ucap Clarina kesal sedangkan Matthew tertawa.
Sementara itu ditempat lain, Vivian sudah selesai mempelajari denah lokasi. Dia harus segera bergegas jadi dia segera berangkat, dengan menggunakan motor sportnya, dia tiba ditempat itu dalam waktu setengah jam saja.
Vivian membuka jaket kulitnya dan segera menurunkan gaun berwarna merah yang sudah dia kenakan. Dia juga membuka celana jeans yang dia pakai dan segera menyimpannya didalam tas.
Setelah selesai bersiap-siap, Vivian menyimpan dua buah pistol dan sebuah pisau dibalik gaun malamnya. Dia bahkan merapikan rambutnya yang berantakan dan tidak lupa dia juga memoles bibirnya dengan pewarna.
Merasa penampilannya sudah rapi, Vivian segera berjalan menuju gedung dan diluar sana, polisi sudah siap siaga dan tentunya mereka menyamar.
Vivian bahkan tidak diperiksa saat hendak masuk kedalam karena petugas yang berjaga sudah mengenalnya.
Didalam sana Matthew sedang berbicara dengan ayah Clarina, dia sungguh sudah ingin pergi tapi ayah Clarina menahannya. Jika Clarina bukan temannya sejak kecil mungkin dia sudah pergi sedari tadi.
Ayah Clarina bahkan mengenalkan beberapa pejabat padanya dan Matthew hanya bisa tersenyum dan menyambut uluran tangan mereka.
Saat para pejabat itu sedang membahas beberapa proyek dengannya tanpa sengaja Matthew melihat kearah pintu masuk dimana seorang gadis bergaun merah melangkah masuk kedalam.
Mata Matthew langsung melotot dan tampak berbinar, gadis yang dia cari dan yang telah membuatnya penasaran ada disana.
Ini benar-benar kebetulan yang luar biasa dan dia bersyukur belum pergi dari sana. Sebuah senyuman menghiasi wajah Matthew, akhirnya dia bisa bertemu dengan Cinderela yang dia cari-cari. Mata Matthew tidak lepas dari sosok gadis itu dan kali ini tidak akan dia biarkan Cinderelanya pergi sebelum dia tahu, siapa sebenarnya gadis yang telah membuatnya penasaran setengah mati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Stephanie Kilanmasse
author mulai bkin penasarAaaan😅
2023-09-20
1
Ida Lailamajenun
Cinderella yg ditunggu Matt adalah Dewi kematian😁😁
2023-03-14
0
Isrotin Setia
masih ikutin alurnya,siapa kira2 M🤭
2022-12-05
0