Setelah memesan beberapa potong kue dan segelas kopi serta membayarnya, Vivian duduk didepan Cafe dimana terdapat sebuah pagar yang membatasi antara Cafe dan trotoar.
Tidak hanya dia saja yang duduk disana, beberapa pengunjung Cafe juga duduk disana. Seseorang mengawasinya dari jauh dan seseorang sedang mencari kesempatan untuk mendekatinya untuk memberikan sebuah surat kepadanya.
Pada saat dia sedang menikmati kuenya, seorang pria berjaket kulit dan memakai helm berjalan mendekat dan dengan sengaja, pria itu pura-pura menabrak meja hingga membuat kopi Vivian tumpah.
Vivian sangat kaget dan melihat pria yang entah siapa dan tampak begitu mencurigakan.
"Sory Ms, sory!" ucap pria itu pura-pura bersalah.
"No problem," jawab Vivian sambil bangkit berdiri Karena tumpahan kopi mulai mengalir dari atas meja.
"Akan aku bersihkan!" ucap pria itu sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.
"Tidak perlu, pergilah!"
"Aku sungguh minta maaf," ucap pria itu dan pada saat Vivian sibuk menarik tisu untuk mengelap tumpahan kopi, diam-diam pria itu meletakkan sebuah amplop di atas meja dan setelah itu tanpa berkata apa-apa pria itu segera pergi.
Pria itu juga memberi laporan kepada orang yang memberinya perintah untuk memberikan surat itu, "Bos, sudah aku berikan!" lapornya.
"Bagus!" jawab seseorang dari seberang sana.
Setelah selesai membersihkan meja, Vivian hendak duduk kembali tapi perhatiannya teralihkan oleh amplop yang ada di atas meja.
Vivian meraih amplop itu dan melihat sekelilingnya, entah kenapa dia merasa amplop itu memang ditujukan untuknya.
Setelah duduk, Vivian membuka amplop, mengeluarkan isinya dan membacanya.
..."Selamat datang di California, aku sungguh tidak menduga jika kau benar-benar datang untuk menangkapku dan ini adalah sebuah kehormatan untukku! Dua hari lagi akan ada pesta, aku mengundangmu secara exclusive untuk datang kesana. Kau boleh memilih untuk tidak datang tapi kau harus tahu, nyawa puluhan tamu undangan ada ditanganku dan kali ini, aku ingin melihat kemampuanmu menjinakkan bom yang akan aku pasang disana nantinya. Saat waktunya telah tiba, aku akan memberikan alamatnya untukmu, aku menunggumu, M!"...
Setelah membacanya, Vivian bangkit berdiri, lagi-lagi orang berinisial M! Kenapa orang ini bisa tahu jika dia sudah datang untuk menangkapnya dan kenapa dia juga tahu jika dia ada disana?
Vivian mengedarkan pandangannya untuk melihat apakah ada yang mencurigakan tapi sayang, orang yang menantangnya tidak ada disana tapi mata Vivian menangkap sosok orang yang meninggalkan surat itu untuknya. Orang itu berada di atas motor dan masih berbicara dengan bosnya melalui telephone.
Tanpa membuang waktu Vivian melompati pagar yang ada disampingnya dan berlari kearah pria iti. Saat pria itu menyadari jika Vivian berlari kearahnya, dia segera menyalakan motornya.
Ketika Vivian sudah hampir tiba, pria itu langsung pergi. Vivian segera naik keatas motornya dan mulai mengejar pria itu, dia harus menangkapnya karena pria itu adalah petunjuk yang akan membawanya pada pria berinisial M yang telah menantangnya.
Kejar-kejaran mulai terjadi, dijalanan yang lumayan padat, motor mereka mulai meliuk melewati setiap mobil yang lewat.
Vivian membawa motornya hingga maksimal dan pada saat motornya dengan motor pria itu sudah sejajar, Vivian membuka penutup helmnya karena dia ingin bertanya.
"Hei kau, berhenti!" teriaknya tapi pria itu tidak bergeming.
"Katakan padaku siapa yang memerintahkan kau memberikan surat itu?!" teriak Vivian lagi.
Pria itu membawa motornya semakin cepat sedangkan Vivian tetap mengejarnya. Kejar-kejaran terus terjadi dan pria itu mulai gusar, dia segera menarik sepucuk senjata api dari balik jaketnya dan mengarahkan benda itu kearah Vivian.
"Oh damn!" umpat Vivian dan dia segera membawa motornya kesamping sebuah mobil truk supaya pria itu tidak menembaknya.
Dia bukannya takut tapi dijalanan itu sedang ramai dan jangan sampai ada warga sipil yang jadi korban.
Sesuai dengan perkiraannya, pria itu tidak jadi menembaknya dan menyimpan pistolnya kembali. Ini kesempatan untuknya jadi Vivian membawa motornya melaju dengan cepat dan memotong dari depan truk hingga motornya dan motor pria itu kembali sejajar.
Pria itu sangat kaget tapi Vivian sudah menyenggol motornya bahkan menendangnya. Motor pria itu mulai hilang keseimbangan dan dia mengumpat marah.
"Sialan!" umpat pria itu marah.
Sebaiknya dia segera pergi kepelabuhan karena memang dia mendapat perintah untuk mengecek barang di atas kapal yang sudah siap berangkat jadi pria itu segera membawa motornya menuju pelabuhan dan menghubungi seseorang.
"Sebentar lagi aku sampai, jalankan kapalnya sekarang!" perintahnya.
Vivian terus mengejar dan dia tidak perduli akan dibawa kemana karena pria itu adalah petunjuk paling penting.
Mereka terus adu kecepatan layaknya pembalap, Vivian mengeluarkan pistolnya karena dia hendak menembak kaki pria itu tapi dia ragu karena warga sipil sedang dipertaruhkan. Tiba-tiba pria itu memutar stir motornya dan masuk kedalam sebuah jalan karena dia hendak memotong jalan supaya cepat sampai kepelabuhan.
"Oh my God!" umpat Vivian kesal dan dia juga memutar stir motornya.
Jalanan itu terhubung dengan beberapa tempat dan pria itu melewati sebuah arena untuk warga bermain skateboard.
Medan semakin sulit karena sebuah tangga menjulang sedangkan pria itu sudah berada dibawah dan melesat pergi.
Vivian menghentikan motornya dan melihat puluhan anak tanga yang harus dia lewati, oke baiklah, dia harus cepet jangan sampai targetnya hilang.
Dia segera membawa motornya agar sedikit menjauh dan memutar gas motornya dalam-dalam, Vivian membawa motornya dengan kecepatan tinggi dan pada saat mencapai tangga dia mengangkat kepala motornya hingga benda itu seperti terbang keudara dan meluncur kebawah.
Vivian juga mengangkat tubuhnya agar saat motor mendarat tubuhnya tidak terhempas dan tidak lama kemudian, motor yang dia bawa mendarat dan ban motornya berdecit di atas aspal jalan.
Dia sedikit kehilangan keseimbangan tapi dengan cepat Vivian dapat menguasai motornya kembali. Tidak ingin membuang waktu Vivian kembali mengejar pria tadi tapi sayang, dia kehilangan jejak karena didepannya ada dua jalan. Yang mana harus dia ambil?
Vivian mengumpat kesal karena targetnya hilang, seharusnya dia tembak saja pria itu tanpa ragu. Jika tidak memikirkan warga sipil yang akan jadi korban mungkin sudah dia lakukan.
Karena pengejarannya sia-sia, Vivian segera pulang. Dia ingin melihat pencarian yang dia tinggalkan dan dia harap data orang yang dia cari sudah ditemukan tapi pada saat dia kembali, layar komputernya gelap.
Vivian sangat heran dan segera mengecek kabel yang terhubung kekomputernya. Apa benda itu rusak atau ada kabel yang terlepas?
Setelah dia memeriksa semua kabel tampak utuh dan tidak ada yang terlepas. Mungkin dia terlalu lama meninggalkan benda itu hingga layarnya mati secara otomatis.
Vivian segera menekan tombol power untuk menyalakan benda itu tapi beberapa detik kemudian tidak ada reaksi.
Dia kembali menekan tombol power dan pada saat itu, sebuah lingkaran cahaya muncul dari layar komputer. Vivian mengernyitkan dahinya dan begitu fokus pada cahaya yang ada dikomputer dan tidak lama kemudian, muncul wajah seseorang dengan rupa mengerikan sambil berteriak dengan menyeramkan.
Vivian kaget setengah mati dan mundur kebelakang, karena begitu kaget tubuhnya sampai terduduk di atas lantai.
"Si..sialan!" umpatnya kesal dan dia makin kesal saat dilayar komputer muncul sebuah tengkorak yang menertawakannya.
"Matthew Smith, awas kau! Jangan-jangan kaulah buronan yang aku cari. Saat kita bertemu maka bersiaplah, aku akan menendang bokongmu sampai puas!" umpatnya marah tanpa tahu jika mereka sudah pernah bertemu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
💕Bernadet Wulandari💕
vivi bukan kamu yg bakal nendang bokong Matthew tapi yg ada bokong kamu di remas sama Matthew. 😂😂😂
2025-01-24
0
Ida Lailamajenun
padahal ente udh bertemu Vi ma Matt bukan nendang bokong malah bantu perang peluru😂😂
2023-03-10
1
🍁K3yk3y🍁
jhahahhahaa jailnya seallu nomor 1
2023-02-10
0